NovelToon NovelToon
Sekertaris Tanpa Gaji

Sekertaris Tanpa Gaji

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Keluarga / CEO
Popularitas:31k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Bagi Syren Fauzana, nasib sial itu bentuknya nyata: menabrak pria angkuh di lobi kantor, merusakkan jam tangannya yang "kelihatan butek", dan dengan berani menuduh pria itu penipu.
Syren pikir urusannya selesai setelah ia memaki pria itu. Namun, dunianya runtuh saat ia masuk ke ruang wawancara dan menemukan pria "penipu" yang sama duduk di kursi CEO dengan senyum menyeringai.
Satu jam tangan rusak, utang seratus juta, dan sebuah kontrak kerja paksa tanpa gaji. Syren terjebak. Ia tidak tahu bahwa menjadi sekretaris Julian Aldrin bukan sekadar soal melunasi utang, tapi awal dari drama panjang yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terulang kembali

"Pak Bos, jangan lama-lama ya, saya udah ngantuk banget pengen cepet tidur," kata Syren dengan suara serak, kelopak matanya terasa berat karena lelah bekerja seharian di bawah pengawasan ketat Julian.

"Tenang, Syren. Hanya makan malam saja," jawab Julian tenang, matanya tetap fokus menatap jalanan malam sambil terus menyetir mobilnya menuju sebuah kafe fancy yang sedang populer.

Begitu sampai di kafe, Julian menuntun Syren masuk. Namun, langkah Syren mendadak kaku saat melihat meja di sudut ruangan. Di sana ada Gio yang sedang makan malam bersama kedua orang tuanya.

"Lho, ini bukannya Syren? Mantannya Gio yang ayahnya bangkrut itu, kan?" tanya Ibu Gio dengan suara sengaja dikencangkan, membuat beberapa pengunjung menoleh.

"Oalah, pantesan tampilannya mewah sekarang. Jadi simpanan CEO ya biar bisa belanja-belanja lagi? Kasihan ya, demi gaya hidup sampai mau jadi simpanan," cibir tante Gio yang ikut bergabung, menatap sinis dari ujung kaki sampai ujung kepala Syren.

Syren mematung, dadanya sesak. Ia menatap Gio, berharap pria itu akan membelanya seperti dulu. Namun, Gio hanya diam menunduk, tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun di depan keluarganya. Keheningan Gio terasa lebih menyakitkan bagi Syren daripada hinaan keluarganya.

Melihat Syren yang mulai berkaca-kaca, Julian langsung melingkarkan tangannya di pinggang Syren dengan protektif. Aura Julian mendadak berubah menjadi sangat dingin dan mematikan.

"Maaf, saya tidak punya waktu meladeni orang-orang yang mulutnya lebih rendah dari sampah," ucap Julian tajam, suaranya menggelegar tenang namun mengintimidasi. "Ayo, Syren. Kita ke meja lain yang suasananya lebih bersih dari kotoran."

Julian langsung membawa Syren pergi menjauh dari meja itu, meninggalkan keluarga Gio yang melongo tak percaya dan Gio yang tetap tertunduk penuh penyesalan.

Julian menarik kursi untuk Syren di meja paling pojok yang lebih privat, jauh dari jangkauan mata keluarga Gio yang menyebalkan itu. Begitu duduk, pertahanan Syren runtuh. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya luruh juga.

"Hiks... kenapa mereka jahat banget sih, Pak Bos?" isak Syren sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Dan Gio... dia bener-bener nggak berubah. Tetap pengecut!"

Julian terdiam, ia meletakkan menu di meja dan menatap Syren intens. Bukannya merasa terganggu dengan tangisan asistennya itu, Julian justru merasa dadanya berdesir aneh. Melihat hidung Syren yang memerah dan bahunya yang bergetar kecil malah membuat Julian merasa gemas luar biasa.

"Sudah nangisnya?" tanya Julian lembut, tangannya terulur menyodorkan sapu tangan kain miliknya yang beraroma maskulin.

"Belum! Hiks... saya kesel banget!" seru Syren manja di sela tangisnya, membuat Julian tak tahan untuk tidak tersenyum tipis.

Julian tiba-tiba berpindah duduk ke kursi di sebelah Syren. Ia menarik tangan Syren dari wajahnya, memaksa gadis itu menatap matanya yang dalam.

"Dengar, Syren. Orang-orang seperti mereka tidak pantas mendapatkan air matamu," bisik Julian sambil menghapus sisa air mata di pipi Syren dengan ibu jarinya. "Dan soal si pengecut itu... biarkan saja. Dia kehilangan berlian hanya karena takut pada kerikil di jalannya."

Syren tertegun, menatap wajah Julian yang jaraknya hanya beberapa senti. Jantungnya mendadak maraton, mengalahkan rasa sedihnya tadi.

"Lagian, kalau kamu nangis terus begini, kamu makin kelihatan kayak anak kecil yang kehilangan permen. Gemas saya lihatnya," goda Julian sambil mencubit pelan hidung Syren yang merah.

"Ihh Pak Bos! Sakit taukk!" protes Syren sambil mengerucutkan bibirnya, sukses membuat Julian tertawa kecil—suara tawa yang jarang sekali didengar karyawan kantor.

Julian akhirnya memesan dua porsi wagyu steak kualitas terbaik untuk mereka berdua. Ia ingin memastikan Syren mendapatkan makanan yang bisa mengembalikan suasana hatinya.

"Makan yang banyak, Syren. Jangan sampai berat badan kamu turun cuma gara-gara mikirin kerikil," ujar Julian sambil memotong steak miliknya dengan elegan.

Sementara itu, suasana di meja keluarga Gio terasa sangat kontras. Ketegangan menyelimuti mereka setelah insiden tadi.

"Ma, Mama itu udah keterlaluan tahu!" seru Gio dengan suara tertahan, menatap ibunya dengan tatapan tak percaya.

"Gio, Mama tahu kamu pasti deketan sama dia lagi, kan? Lihat kan sekarang dia jadi simpanan CEO? Takutnya kalau kamu sama dia, kamu cuma dimanfaatin, Gio!" jawab Mama Gio ketus sambil memotong makanannya dengan kasar. "Lagian Mama punya calon buat kamu yang nggak kalah cantik dan setara sama kita."

"Bener tuh Gio, kata Mamamu," sahut tantenya sambil mengipasi wajahnya, ikut campur. "Jangan mau sama barang bekas orang kaya."

Gio mengepalkan tangannya di bawah meja, dadanya sesak melihat bagaimana keluarganya menghina wanita yang masih ia cintai. Namun, seperti biasa, ia tidak punya keberanian untuk membentak orang tuanya secara langsung.

"Udah lah Ma, Gio mau ke toilet," pamit Gio datar. Ia pun berdiri dan melangkah pergi, namun bukannya ke toilet, ia justru mengendap-endap menuju meja pojok tempat Syren dan Julian berada.

1
Eka Burjo
lanjut
Rewind frederiksen
seruu
Eka Burjo
lanjut, suka bacaan begini, sangat menghibur 👍
Gesty Lestari
lanjut thorrrrrr💪
Gesty Lestari
ceritay balgus thor.....say suka baca d novel toon ini iklan gk bnyk😁 semangat lanjut
Eneng Elsy
julian azalah.. klo gio kan ortu nya matre..
denger kelrg mu bangkrut,, lgsg g drestui
Hennyy Handriani
syren aku padamu
Hennyy Handriani
wah suka alur nya nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!