NovelToon NovelToon
Sekertaris Tanpa Gaji

Sekertaris Tanpa Gaji

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Keluarga / CEO
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Bagi Syren Fauzana, nasib sial itu bentuknya nyata: menabrak pria angkuh di lobi kantor, merusakkan jam tangannya yang "kelihatan butek", dan dengan berani menuduh pria itu penipu.
Syren pikir urusannya selesai setelah ia memaki pria itu. Namun, dunianya runtuh saat ia masuk ke ruang wawancara dan menemukan pria "penipu" yang sama duduk di kursi CEO dengan senyum menyeringai.
Satu jam tangan rusak, utang seratus juta, dan sebuah kontrak kerja paksa tanpa gaji. Syren terjebak. Ia tidak tahu bahwa menjadi sekretaris Julian Aldrin bukan sekadar soal melunasi utang, tapi awal dari drama panjang yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

" Saya naksir kamu syren"

"Kemarin saya beli," jawab Syren, berusaha terdengar setenang mungkin meski jantungnya berdebar kencang. "Emangnya kenapa, Pak Bos nanyain boneka?"

"Jangan bohong, Syren. Saya tidak bisa dibohongi," desis Julian, matanya menyipit penuh selidik. "Itu pasti dari mantan pacar kamu, kan?"

Syren mendengus kesal. Rasa takutnya tergantikan oleh rasa jengkel. "Ya kalau dari mantan pacar emangnya kenapa? Masalah buat Pak Bos? Enggak, kan?"

"Ada masalahnya, karena kamu calon istri saya!" Julian menekan kata-katanya, amarahnya sudah di ubun-ubun.

"Dihhh, ngaco Pak Bos! Dari kemarin-kemarin bilang saya calon istri melulu!" semprot Syren, memberanikan diri menatap mata Julian. "Emang Pak Bos suka sama saya, ya? Naksir, ya?"

Wajah Julian melunak sesaat, tatapannya beralih dari amarah menjadi sesuatu yang sulit diartikan. "Iya, saya naksir kamu, Syren. Sejak kejadian di kamar mandi kantor waktu itu."

Syren yang ingat hal memalukan saat hari pertamanya lembur, dia mandi di kamar mandi ruangan Julian dan terpeleset. Julian melihatnya tak mengenakan sehelai benang pun itu langsung ngeri sendiri.

"Dasar Pak Bos mesum!"

Julian tersenyum miring mendengar umpatan Syren, geli melihat ekspresi gadis itu yang salah tingkah dan memerah. "Saya bukan mesum, Syren. Kamu yang ceroboh dan bikin saya nggak bisa tidur semalaman habis lihat kamu," balas Julian santai. "Sekarang, fokus. Kamu masih belum jawab soal boneka itu. Dari Gio?"

"Iya, iya, udah kan, Pak?" jawab Syren, mencoba meloloskan diri dari interogasi Julian.

"Belum, saya belum menghukummu."

"Pak Bos mau hukum saya gimana? Disuruh lembur lagi, ya?" Syren pasrah, mengira hukumannya seputar kerjaan kantor.

"Enggak," dengan cepat Julian menggendong tubuh Syren. Aksinya yang mendadak membuat Syren terkejut setengah mati. Julian berjalan ke arah pintu yang menghubungkan ruang kerjanya dengan kamar pribadinya.

"Pak Bos, turunin nggak! Turunin! Pak Bos mau ngapain? Pak Bos mau grepe-grepe saya, ya?" Syren berontak, memukul dada Julian pelan sambil panik luar biasa.

"Iya, sudah diam, Syren, takut kedengaran orang lain," jawab Julian menggoda yang membuat Syren semakin panik. Julian membuka pintu dan masuk ke kamarnya yang sunyi dan mewah.

Julian menurunkan Syren di atas sofa panjang yang ada di kamarnya, bukan di ranjang. Syren langsung loncat menjauh dan berdiri di sudut ruangan, wajahnya panik luar biasa.

"Bapak mau ngapain sih?!"

Julian hanya menyeringai, berjalan mendekati Syren perlahan, membuat Syren makin panik dan mundur sampai punggungnya menyentuh dinding. Julian mengukung Syren lagi, kali ini tangannya menumpu di dinding di kedua sisi kepala Syren. Wajahnya yang tegang dan merah padam karena cemburu kini sangat dekat dengan wajah Syren.

"Hukumanmu adalah diam dan menatap mata saya selama sepuluh menit penuh tanpa protes," bisik Julian, suaranya terdengar usil tapi serius.

Syren menatap mata Julian, jantungnya berdebar kencang. Wajah Julian yang sangat dekat membuatnya salah tingkah.

"Kamu tadi bilang mau saya grepe-grepe, kan? Apa perlu saya kabulkan permintaanmu itu?" goda Julian lagi, membuat Syren semakin memerah dan tergagap.

"Ap-apaan sih, Pak! Nggak ya! Bapak tuh yang mesum!"

Julian tertawa kecil, menikmati kepanikan Syren yang luar biasa. Dia menjauhkan tangannya dari dinding dan kembali duduk di kursi kebesarannya, menyisakan Syren yang masih bersandar di dinding dengan napas tersengal.

"Hukuman selesai," ucap Julian santai. "Sekarang, kembali ke meja kerjamu dan selesaikan semua berkas yang menumpuk. Dan ingat, buang boneka itu!"

1
Eneng Elsy
julian azalah.. klo gio kan ortu nya matre..
denger kelrg mu bangkrut,, lgsg g drestui
Hennyy Handriani
syren aku padamu
Hennyy Handriani
wah suka alur nya nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!