NovelToon NovelToon
Suicidal Project

Suicidal Project

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kencan Online / Tamat
Popularitas:268
Nilai: 5
Nama Author: lilbonpcs

Buku ini gua tulis sebagai perwujudan eksistensional gua di dunia ini. Karena gua pikir, sebelum gua mati, gua harus ninggalin sesuatu. Untuk bilang ke orang² yang baca buku gua ini: "Ini gua pernah hidup di dunia, dan gua juga punya cerita." Pada dasarnya, buku ini berisi rangkuman hal² penting yang terjadi dalam hidup gua, yang coba gua ingat² kembali, gua gali kembali, di tengah kondisi gua yang sulit mengingat segala hal yang rumit. Juga, kalau² kelak nanti gua lupa dengan semua hal yang tertulis di buku ini, dan gua baca ulang, terus gua bisa bilang: "Oh... ternyata gua pernah begini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilbonpcs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fanatik

Sejak awal sampai akhir, hubungan gua dan Nita sama sekali enggak melibatkan romansa. Dia lebih mirip seperti teman diskusi yang baik. Kita punya banyak sekali kesamaan, dalam berbagai topik diskusi, baik itu sosial, ekonomi, politik, dan filsafat. Tapi, ada jurang yang cukup mendalam, ketika kita mulai membicarakan soal teologi atau pun agama.

Dimulai dari sebuah pertanyaan simpel yang dia tanyaain ke gua: "Kenapa lu masih jadi Katolik, apa karena lu ikut orangtua lu doang, padahal Tuhan menciptakan manusia sejak dalam kandungan sebagai seorang beragama Islam."

Jadi menurut pandangan Nita, semua manusia sejak zaman Adam, atau bahkan sejak bayi dalam kandungan, itu secara alami alias kodrati, sudah memeluk agama Islam, alasannya karena Tuhan sendiri beragama Islam dan yang menciptakan agama Islam. Tetapi, ketidak mampuan manusia menerima agama Islam yang diciptakan Tuhan, ngebuat agama² lain muncul, yang bertujuan untuk menolak agama Islam.

Logika gua enggak nyambung dengan logika Nita, ketika topik soal agama ini mulai kita bicarakan. Karena, dari sudut pandang gua: "Tuhan enggak nyiptain agama, agama diciptain manusia sebagai wujud kerinduan manusia untuk mengenal Tuhan yang transenden."

Ah... itu tadi topik yang cukup kuat untuk memulai diskusi gua dengan Nita. But, gua mau ceritain alurnya secara runtut. Biar kalau kali² aja ada yang nemuin buku gua ini, dan ngebaca bab ini, dia enggak salah paham, dan nuduh gua ngelakuin penistaan agama.

Pada dasarnya ketika Nita mulai ngebalesin postingan facebook gua, yang waktu itu isinya soal sosial, politik, filsafat dan teologi, Nita sedang dalam posisi "lemah iman" atau dia mulai ragu dengan nilai² agama Islam yang ia anut. Dia mulai mencoba ngedeketin gua, dengan tujuan untuk validasi atas apa yang ia yakini dan ia pelajari tentang agama gua, yang ia dapet dari agama Islam.

Gua ceritain dulu sudut pandang Nita, sebagai seorang beragama Islam, terhadap agama Kristiani, khususnya Katolik.

Jadi dari sudut pandangnya, seperti kebanyakan orang Islam yang lain, dia sama sekali enggak melakukan pembedaan antara Katolik, Ortodoks, maupun Protestan, sebagai cabang² dalam agama Kristiani, karena dia enggak ngerti konsep denominasi alias cabang agama. Buat dia, ketiganya sama aja dan enggak ada bedanya. Lalu, dia juga menolak menggunakan istilah Kristiani atau "Kristen" karena dari sudut pandang dia, para pengikut Isa, tidak disebut sebagai Kristiani dalam Quran, tetapi sebagai Nasrani. Dari sudut pandang dia juga, ia menyamakan Isa yang adalah nabi dalam Quran, dengan Tuhan Yesus yang ada dalam Alkitab. Dari sudut pandang dia, orang² Kristiani itu salah karena ia menyembah Allah, Isa, dan Maria secara bersamaan, yang ia sebut sebagai Tritunggal versi Quran. Dan dari sudut pandangnya, ia selalu berpikir bahwa, orang Kristiani itu benci dengan orang Islam, bahkan agamanya orang Kristiani secara langsung "mengajarkan" untuk membenci agama Islam secara total.

Jadi, ketika gua yang seorang Kristiani beragama Katolik ini tiba² mau diajak berteman sama dia, yang seorang beragama Islam yang bercadar, dia lumayan kaget, bahkan menurut dia sikap gua asing buat dia, karena sejak awal perkenalan kita, gua sama sekali enggak mengajak dia buat berdiskusi perkara teologi atau pun agama. Sebab dari logika dia, dia pikir, seharusnya kalau ada seorang Kristiani yang dekat dengan seorang beragama Islam, seorang Kristiani itu pasti akan mengajak dia buat mendiskusikan soal teologi dan agama, dengan tujuan agar seorang beragama Islam itu meninggalkan agamanya. Tapi, dari sudut pandangnya, gua enggak ngelakuin itu. Itu yang ngebuat dia tertarik sama gua, dan bahkan mau diajak ketemuan.

Oke... gua akan mulai susun pertanyaan² Nita yang dilempar ke gua itu, secara runtut, biar enggak menimbulkan kesalahpahaman. Karena jujur aja, nulis ini sedikit ngebuat gua takut.

Pertanyaan yang dilemparkan Nita ke gua, sejujurnya cukup umum, biasanya orang² non-Kristiani juga sering melempar pertanyaan ini.

Dalam topiknya yang pertama, Nita bertanya: "Kenapa umat Kristiani menyembah Allah, Isa dan Maria secara bersamaan sebagai Tritunggal?"

Gua menjawab: "Umat Kristiani tidak pernah menyembah Maria, dalam konsep monoteisme trinitariannya, Tritunggal dari sudut pandang ajaran Kristiani adalah Entitas Mahakuasa yang memiliki tiga pribadi satu hakikat, tiga pribadi itu adalah Allah Bapa dan Tuhan Yesus dan Roh Kudus, tidak ada nama Maria di dalamnya, umat Kristiani menghormati Maria secara khusus, bukan menyembahnya."

Di titik ini, dia mulai ngeyel, dengan ngomong: "Tapi, ini udah tertulis di Quran, dan apa yang tertulis di Quran itu mutlak benar, enggak pernah salah sedikit pun, karena Quran ditulis oleh Tuhan langsung, bukan kayak Alkitab yang ditulis dan dikarang oleh manusia."

Dan gua ngejawab: "Kalau menurut lu Quran itu mutlak benar, ya itu menurut lu aja jangan bawa² umat Kristiani yang secara nyata enggak ngeyakinin itu, tapi yang jelas umat Kristiani sejak dulu enggak menyembah Maria, yang kita sembah itu Allah Bapa dan Tuhan Yesus dan Roh Kudus, dalam konsep Tritunggal. Ketiga pribadi itu bukan tiga hakikat yang berbeda, melainkan satu hakikat yang sama. Allah Bapa adalah Diri-Nya Tuhan. Tuhan Yesus adalah Firman-Nya Tuhan. Roh Kudus adalah Roh-Nya Tuhan. Jadi, menurut yang kami yakini  Tuhan itu disebut Tuhan karena Ia memilki Diri, dan Firman, dan Roh. Nah, ketiga hal itu kami sebut tiga pribadi Tuhan yang sehakikat. Jadi, Tuhan ya tetep Esa, tapi dalam keesaan-Nya, Ia punya tiga pribadi nyata. Mirip kayak manusia yang punya kesadaran, dan jiwa, dan raga. Dan itu juga yang menjadi alasan kenapa manusia disebut diciptakan serupa dengan Tuhan."

Pertanyaan dari dia selanjutnya: "Kenapa umat Kristiani tidak mengikuti ajaran Isa, dan malah ngikutin ajarannya Paulus, kalau ngikutin ajarannya Isa, kan mereka pasti beragama Islam, karena Isa beragama Islam, sementara Kristiani itu agama karangannya Paulus."

Di titik ini, gua mulai agak geram. Tapi, gua mencoba untuk tetap berkepala dingin, karena gua enggak mau diskusi ini jadi bahan bakar buat menyulut perselisihan antara gua dan Nita. Lalu gua jawab  pertanyaan Nita itu: "Sosok Isa dan Tuhan Yesus yang kita yakini berdua berbeda secara konsep, mungkin Isa yang lu yakini adalah Tuhan Yesus yang sama yang gua yakini, tapi konsep yang muncul dari kedua perbedaan nama itu berbeda. Isa yang lu kenal cuman seorang nabi, sementara Tuhan Yesus yang gua kenal adalah Firman Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Jadi, ini semacam satu tokoh yang sama, tapi dikenal melalui dua konsep yang berbeda. Jadi, jawaban gua sebagai seorang Kristiani, gua emang enggak mengikuti ajaran Isa, karena yang gua ikutin itu ajaran Tuhan Yesus. Sementara itu, Paulus bukan orang yang ngarang atau menciptakan agama Kristiani, ia adalah orang kudus yang menyebarkan ajaran Tuhan Yesus. Nah, orang² yang mengikuti ajaran Tuhan Yesus itu disebut Kristiani, jadi bahkan Tuhan Yesus pun enggak nyiptain agama Kristiani, agama Kristiani itu muncul sebagai sebutan untuk orang² yang mengikuti ajaran Tuhan Yesus yang disebarkan oleh para rasul-Nya, termasuk Paulus di dalamnya yang juga adalah rasul-Nya. Jadi, Tuhan yang gua yakininin enggak pernah nyiptain agama, agama lahir dari sisi manusia, sebagai usaha manusia untuk memahami kehadiran-Nya secara nyata di dunia, bukan hanya sekedar konsep idealis manusia."

Lalu pertanyaan terakhir, juga pertanyaan yang menjadi kegundahan Nita, kali ini dia bertanya: "Apakah akhirat yang kita yakini sama atau berbeda, jadi sebenarnya ada berapa sorga?"

Kalimat ini ia tanyakan karena sebuah keraguan besar dan kegundahan besar yang sebelumnya ia pernah katakan ke gua. Jujur aja gua enggak tahu, apakah ini benar² bagian dari ajaran Islam atau enggak, tapi Nita pernah berkata: "Sorga adalah tempat yang sangat kaya sumber daya, susu dan madu mengalir layaknya sungai, dan setiap orang Islam disediakan bidadari dan bidadara yang sangat elok rupanya, yang mereka bisa HS setiap saat sama mereka."

Gua ngejawab: "Gua enggak tahu apakah akhirat kita sama atau beda, tapi akhirat yang gua yakini berbeda dengan apa yang lu pernah bilang. Akhirat dalam ajaran Kristiani adalah suatu keadaan atau kondisi yang akan dicapai jiwa manusia setelah raganya mati. Ada sorga, neraka dan purgatori, ketiganya mencerminkan tiga kondisi yang berbeda yang akan dialami jiwa manusia, sampai datangnya hari penghakiman atau kiamat. Lalu, sorga dari sudut pandang orang Kristiani kayak gua, adalah kondisi persekutuan kekal dengan Tuhan. Itu bukan suatu tempat yang penuh kepuasan duniawi, lebih ke kepuasan rohani karena berada di dalam Tuhan."

Mendengar jawaban gua itu, gua masih ingat betul, dia mulai melontarkan banyak sekali tuduhan² aneh pada ajaran Kristiani. Mulai dari menyebut tokoh² terkenal di dunia seperti Mahatma Ghandi, Thomas Alfa Edison, Albert Einsten, dan bahkan Paus Santo Yohanes Paulus II sebagai seorang beragama Islam. Dan lebih anehnya lagi, dia mulai mendiskusikan soal candi borobudur yang dia sebut sebagai Bait Suci Salomo.

But...

Terlepas dari tiga pertanyaannya itu, ada satu hal dari semua itu yang ngebuat gua ketriger dan berubah menjadi seorang Fanatikan Kristiani. Gua mulai merasa kalau, pandangan orang Islam tentang ajaran Kristiani itu salah, dan gua punya tanggung jawab moral buat meluruskannya.

Dari situlah gua mulai nulis banyak banget artikel² berisi kritikan terhadap ajaran Islam, yang berkaitan dengan ajaran Kristiani. Cara pandang gua terhadap umat beragama lain juga mulai berubah. Gua mulai sulit menerima fakta, bahwa: "Setiap orang boleh memiliki pandangan berbeda terhadap diri kita dan apa yang kita yakini, terlepas dari kebenaran yang melekat pada diri kita."

Kefanatikan agama gua ini pada akhirnya ngedorong gua jadi orang yang munafik. Di sisi lain gua sering banget ngoceh soal agama dan teologi, tapi sisi yang lainnya lagi gua masih terjebak dalam dosa nafsu syahwat dan dosa² menyakiti hati oranglain.

Pada akhirnya hubungan gua sama Nita hilang gitu aja karena lose contact. Kabar terakhir yang gua dapet, dia jadi istri keempat dari seorang Ustad.

Yup... kefanatikan gua ini, kemudian disadarkan oleh Argi. Teman baik gua waktu SMP, ceritanya gini, jadi gua kan suka banget nulis² artikel kritik terhadap ajaran Islam kan. Kebetulan akun facebook gua itu juga saling berteman dengan Argi. Sekilas untuk diketahui, Argi itu orangnya taat banget beragama. Dia penganut Islam yang bener² taat. Suatu kali dia kirim chat ke gua: "Berhenti, sebelum gua ngelakuin dosa lebih banyak dengan ngebenci lu."

Titik ini gua sadar, terlepas dari apakah tulisan² gua itu benar atau salah, yang jelas tulisan gua secara nyata telah menyakiti perasaan temen baik gua. Setelah itu, gua bener² berhenti. Kefanatikan gua juga mulai berkurang. Dan hubungan gua dan Argi membaik kembali.

1
lilbonpcs
ehek
DavidTri
ini beneran kisah nyata atau cuma cerita di buat² bang? Walaupun gitu tetap semangat bang, bahkan Kita harus membayangkan Sisyphus bahagia. Sisyphus tahu hidupnya absurd mendorong batu ke puncak gunung, jatuh lagi, diulang selamanya.

Tidak ada tujuan akhir disana. Tidak ada hadiah menanti. Tapi justru saat dia menyadari absurditas itu dan tetap memilih untuk mendorong batu, di situlah kebebasannya muncul.

Bahkan dalam penderitaan, Sisyphus bahagia
bukan karena penderitaannya menyenangkan,
melainkan karena penderitaan itu tidak lagi menguasainya🔥
lilbonpcs: cerita nyata 😄 makasih loh dah komen,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!