Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.
Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.
Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.
Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.
Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?
Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.
Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Rencana Pengungkapan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka membawa Lin Mo ke tempat aman sementara di luar kota, sebuah rumah kosong yang dimiliki oleh kenalan Yan Ling yang sudah pindah. Di sana, mereka bisa bicara tanpa takut didengar oleh mata-mata sekte.
Lin Mo duduk di kursi kayu, masih tampak gelisah. Haneen duduk di hadapannya, sementara Yan Ling berjaga di dekat pintu.
"Ceritakan semuanya," perintah Haneen. "Bagaimana mereka memaksamu?"
"Tetua Zhao," ucap Lin Mo sambil menunduk. "Dia mengancam akan membunuh adikku jika aku tidak mengubah angka di laporan. Setiap bulan, aku harus mengurangi stok yang tercatat agar selisihnya bisa mereka ambil. Aku tidak punya pilihan."
"Apakah ada bukti lain? Tanda tangan? Cap resmi?" tanya Haneen.
"Ada," jawab Lin Mo. "Setiap kali ada pengiriman ilegal, mereka memintaku membuat salinan laporan dengan cap khusus yang hanya dimiliki oleh kepala logistik. Cap itu disimpan di brankas pribadi Tetua Zhao."
Haneen tersenyum tipis. Ini informasi berharga. "Di mana brankas itu?"
"Di ruang pribadi Tetua Zhao di menara timur. Tapi itu sangat dijaga dengan ketat. Hanya dia yang boleh masuk," jelas Lin Mo.
"Kita tidak perlu masuk ke sana," ucap Haneen. "Kita hanya perlu membuat dia membawa cap itu ke Sidang Agung."
"Bagaimana caranya?" tanya Yan Ling bingung.
Haneen berdiri dan berjalan mondar-mandir sambil berpikir. "Sidang Agung adalah acara terbesar tahun ini. Semua tetua wajib hadir dan membawa laporan tahunan mereka. Jika kita bisa memanipulasi jadwal laporan, Tetua Zhao akan dipaksa membawa laporan aslinya termasuk cap itu."
"Itu berisiko," kata Lin Mo. "Jika dia curiga, dia akan memeriksa ulang sebelum sidang."
"Kita tidak memberinya waktu untuk memeriksa," jawab Haneen. "Kita akan mengirimkan pemberitahuan palsu bahwa ada audit mendadak dari Pemimpin Sekte tertinggi yang sedang bermeditasi tertutup. Dia akan panik dan membawa semua dokumen asli untuk berjaga-jaga."
"Apakah kita bisa memalsukan perintah dari Pemimpin Sekte?" tanya Yan Ling ragu. Itu kejahatan besar jika ketahuan.
"Sistem bisa membuat tiruan cap Pemimpin Sekte," jawab Haneen. Dia sudah memeriksa toko sistem. Item 'Peniru Cap Spiritual' tersedia dengan harga cukup mahal, tapi sepadan.
"Aku akan menukar poin untuk alat itu," ucap Haneen. Dia segera melakukan transaksi di dalam pikiran. Sebuah cap kecil muncul di tangannya. Cap itu bisa meniru aura spiritual cap asli selama satu jam.
"Lin Mo, kamu akan menyisipkan perintah audit ini ke dalam tumpukan dokumen resmi besok pagi," instruksi Haneen. "Pastikan hanya Tetua Zhao yang menerimanya."
"Dan kami?" tanya Yan Ling.
"Kita akan menyiapkan panggung untuk pertunjukan utama," jawab Haneen. Matanya berbinar dengan rencana yang sudah terbentuk sempurna. "Saat sidang berlangsung, kita akan memproyeksikan bukti transaksi itu ke layar spiritual besar di alun-alun. Semua murid akan melihatnya."
"Itu gila," bisik Lin Mo. "Tapi itu satu-satunya cara untuk membuat mereka tidak bisa menyangkal."
"Kamu siap mengambil risiko ini?" tanya Haneen pada Lin Mo. "Jika gagal, kita semua mati."
Lin Mo mengepalkan tangannya. Dia teringat pada adiknya yang masih kecil dan keluarganya yang hidup dalam ketakutan. "Aku siap. Lebih baik mati melawan daripada hidup sebagai budak mereka."
"Bagus," ucap Haneen. "Besok pagi kita mulai eksekusi. Lin Mo, kamu kembali ke sekte sekarang. Bertingkahlah seperti biasa. Jangan sampai mereka curiga."
Lin Mo mengangguk, lalu berdiri untuk pergi. Yan Ling membukakan pintu untuknya. Setelah Lin Mo pergi, Yan Ling menutup pintu dan menoleh pada Haneen.
"Apakah kita bisa mempercayainya?" tanya Yan Ling.
"Kita tidak punya pilihan," jawab Haneen. "Tapi sistem sudah memindai detak jantungnya saat dia bicara. Dia jujur. Dia memang ingin melawan mereka."
Malam itu, Haneen tidak tidur. Dia mempersiapkan semua peralatan untuk proyeksi hologram. Dia juga mengisi ulang semua senjata non-mematikan yang dia miliki. Besok adalah hari penentuan. Either they expose the truth, or they die trying.
Yan Ling duduk di sudut ruangan, membersihkan pedangnya. "Terima kasih sudah membawaku sejauh ini, Haneen."
"Jangan berterima kasih dulu," jawab Haneen tanpa menoleh. "Besok kita lihat hasilnya."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bersambung…...
Jangan lupa like, komen dan share😁