NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Naga

Kembalinya Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Idwan Virca84

Puluhan tahun silam dunia persilatan mengalami kedamaian, Sembilan Master Naga berhasil membuat dunia menjadi lebih aman, para pendekar golongan hitam tidak ada yang membuat onar baik di dunia persilatan maupun di kerajaan yang di tinggali rakyat biasa. Namun semua itu kini tidak ada lagi, kini dunia persilatan mengalami kekacauan setelah sebuah partai golongan hitam muncul dan merajalela.
Wang Long yang hidup di sebuah desa bersama keluarganya juga mendapat perlakuan buruk dari anggota partai golongan hitam tersebut.
Semua keluarga dan orang-orang di desa Wang Long di bantai secara sadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idwan Virca84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Naga Mengguncang Langit Lawu

Topeng Emas menarik tangannya dengan sentakan cepat, menciptakan riak udara yang berdesing. Di hadapannya, Wang Long tetap berdiri kokoh, menjadi benteng tak terlihat di depan Ketua Perguruan Awan Putih yang terluka parah.

Tubuh sang Ketua yang bersimbah darah tampak kontras dengan lantai marmer putih yang kini retak seribu.

Para murid berloncatan mundur dengan wajah pucat, mencari perlindungan di balik pilar atau tembok aula.

“Menjauh semua! Jangan biarkan aliran tenaga dalam mereka melukai kalian!” teriak seorang tetua dengan suara serak, memperingatkan murid-muridnya tentang bahaya yang mengintai.

Arena itu kini kembali kosong. Hanya dua sosok yang berdiri saling berhadapan di tengah pusaran angin pegunungan yang mendingin.

Jubah hitam panjang sang penyusup berkibar liar, sementara jubah biru sederhana milik Wang Long hanya bergerak pelan, seirama dengan napasnya yang tenang.

Topeng Emas tertawa pendek. Suara tawa yang keluar dari balik logam itu terdengar kering dan menusuk.

“Heh, kau pantas menyandang nama itu,” gumamnya, mulai mengakui lawan di depannya.

Wang Long menatap lawan dengan mata jernih namun dalam. “Kau belum menggunakan seluruh kekuatanmu,” ucapnya datar.

“Kau juga belum,” balas Topeng Emas cepat.

Sesaat, dunia seolah berhenti. Sunyi menyergap setiap sudut Lawu. Lalu—

“Ha ha ha...!”

Topeng Emas tertawa panjang. Suara tawanya menggema, mengandung getaran tenaga dalam tingkat tinggi yang frekuensinya mampu memecahkan gelas-gelas di dalam aula.

Debu-debu halus terangkat dari tanah, menari-nari dalam pusaran energi hitam yang mulai meluap dari tubuhnya.

“Aku sudah menggunakan lebih dari delapan puluh persen kekuatanku, bocah Naga!” serunya dengan nada gila.

“Silakan tambah,” jawab Wang Long singkat, tanpa emosi.

Begitu kalimat itu selesai—

Wusss!

Topeng Emas lenyap dari pandangan mata biasa. Tanah tempatnya berdiri retak seketika, membentuk kawah kecil akibat tekanan tolakan kaki yang luar biasa.

Seketika, sebuah bayangan hitam berkelebat di sisi kiri Wang Long. Sebuah pukulan lurus, tajam seperti ujung tombak, mengarah tepat ke pelipis!

Siuut!

Wang Long memiringkan kepala hanya setengah inci. Angin pukulan yang sangat deras menyambar helai-helai rambutnya. Belum sempat bayangan itu mendarat di tanah—

Plak!

Telapak tangan Wang Long bergerak secepat kilat, menepis siku lawan dengan akurasi yang menakutkan. Tubuhnya berputar ringan, namun Topeng Emas sudah muncul di belakangnya seolah ia adalah hantu yang bisa membelah diri.

“Kau lengah!” gumam Topeng Emas. Sebuah tendangan melingkar yang membawa tenaga penghancur mengarah ke punggung Wang Long.

Wang Long melenting, kakinya menolak tanah dengan halus.

“Hup!”

Tubuh Wang Long berputar di udara dengan anggun, sementara kaki Topeng Emas hanya menyambar bayangan kosong.

Begitu mendarat, dua pukulan beruntun dilancarkan sang pembunuh dengan jurus yang sangat cepat.

“Bayangan Tanpa Jejak!”

Duk! Duk!

Wang Long memapak kedua serangan itu dengan dua kibasan tangan yang terlihat sangat ringan. Namun, benturan tenaga dalam yang dihasilkan terdengar berat dan tumpul, membuat udara di sekitar mereka terasa memadat.

Para murid menelan ludah dengan susah payah. Baru lima jurus berlalu, namun tanah arena sudah hancur lebur di mana-mana.

Topeng Emas semakin beringas, meningkatkan tempo serangannya. Tangannya bergerak seperti kabut hitam yang berputar, menyerang bertubi-tubi dari sudut-sudut yang mustahil.

Dada, leher, rusuk, ulu hati! Semua titik mematikan diincar tanpa ampun.

Namun Wang Long tetap pada ketenangannya yang menyebalkan, ia hanya bergerak setengah langkah ke kiri, seperempat langkah ke kanan. Tangannya mengalir lembut seperti air sungai yang meliuk menghindari bebatuan.

“Kenapa kau hanya bertahan, hah?!” geram Topeng Emas di tengah serangan berantainya.

“Aku sedang menghitung,” jawab Wang Long tenang.

“Menghitung apa?!”

“Jurusmu.”

Geram! Topeng Emas merasa terhina. Ia meloncat tinggi ke udara, kedua tangannya direntangkan lebar-lebar.

Aura hitam memekat di sekeliling tubuhnya, membentuk siluet sayap iblis yang menakutkan. “Langit Runtuh Bayangan Hitam!”

Ia menyambar turun dari angkasa seperti meteor gelap yang membawa kiamat. Para murid berteriak ketakutan, menutup mata mereka. Namun—

Wang Long menggeser kaki kanannya sedikit ke belakang, menciptakan kuda-kuda yang kokoh. Telapak tangannya berputar perlahan, memusatkan energi hangat di tengahnya. “Tapak Naga Mengusap Ombak.”

Dukkk!

Benturan keras terjadi tepat di tengah arena. Gelombang kejut dahsyat menyapu ke segala arah, merontokkan genteng aula dan membuat pilar-pilar batu bergetar hebat. Beberapa murid bahkan terpental hingga jatuh terduduk.

Topeng Emas terlempar dua langkah ke belakang. Untuk pertama kalinya malam itu, kakinya goyah dan ia terhuyung. Namun ia belum benar-benar jatuh.

“Bagus! Sangat bagus!” teriak Topeng Emas dengan amarah yang memuncak.

Ia kembali menerjang. Jurus demi jurus mematikan dilancarkan tanpa jeda. Serangan cepat, berat, dan haus darah.

Sepuluh jurus… dua puluh jurus… tiga puluh jurus… hingga mencapai empat puluh jurus! Gerakan mereka kini telah melampaui kemampuan mata biasa untuk mengikuti.

Yang terlihat hanyalah kilatan bayangan hitam yang beradu dengan cahaya emas samar yang memancar dari tubuh Wang Long.

Duk! Brak! Duk! Blar!

Setiap benturan membuat tanah bergetar seolah ada gempa kecil yang terus-menerus terjadi.

Pada jurus ke empat puluh lima—

Topeng Emas meraung keras hingga suaranya serak. Tenaga dalamnya meledak keluar seperti asap hitam pekat yang menyelimuti seluruh arena.

“Bayangan Seribu Pukulan!”

Tiba-tiba, bayangannya terpecah secara optik. Seolah-olah ada lima sosok Topeng Emas yang menyerang secara simultan dari segala arah!

Dari depan, kiri, kanan, belakang, dan bahkan dari atas! Para murid menjerit histeris, menyangka Wang Long akan hancur tercabik-cabik.

Namun Wang Long tetap berdiri diam seperti gunung. Ia menarik napas panjang, mengumpulkan energi dari dantian-nya.

Baru sekarang aura emas dari tubuhnya terlihat lebih jelas dan terang, namun tetap terkendali dengan sempurna.

Lima puluh persen. Tidak lebih.

Tangannya bergerak dengan pola yang rumit namun sangat cepat.

“Tapak Naga Menyilang Awan!”

Plak! Plak! Duk! Duk! Brap!

Empat bayangan hitam hancur menjadi asap begitu terkena tepisan Wang Long. Namun, satu pukulan asli berhasil lolos dan menghantam bahu kiri Wang Long.

Duk!

Jubah biru Wang Long robek sedikit di bagian bahu, menampakkan bekas benturan yang merah. Ia mundur setengah langkah untuk menetralkan tekanan.

Topeng Emas mendarat di hadapannya, napasnya terdengar terengah-engah dan berat.

“Hah… hah…”

Wang Long berdiri tegak kembali, mengibaskan debu dari bahunya seolah serangan tadi tidak berarti apa-apa.

“Kau sudah menggunakan lima puluh jurus,” ucapnya tenang.

Topeng Emas membelalak di balik topengnya.

“Kau… dalam pertarungan seperti ini, kau masih sanggup menghitung jurus?!”

“Aku baru memakai dua pertiga dari rangkaian jurus dasar naga,” lanjut Wang Long.

Ucapan itu seperti cambuk yang menyayat harga diri Topeng Emas. Ia meraung marah, memaksa tenaga dalamnya naik lagi hingga batas maksimal, meski itu mulai menyakiti meridiannya sendiri.

Namun, napasnya yang mulai berat tidak bisa berbohong. Gerakannya tak lagi setajam dan sepresisi di awal pertarungan.

Ia kembali menerjang dengan sisa kekuatannya. Namun kini—situasi berbalik. Wang Long mulai bergerak maju.

Langkahnya terlihat ringan, namun setiap kali kakinya menjejak marmer, seolah ada paku raksasa yang menancap ke dalam bumi.

“Sekarang giliranku,” ucap Wang Long dingin.

Topeng Emas mencoba menyerang lurus ke arah dada. Namun secara mendadak—Wang Long menghilang dari pandangannya!

“Heh?!”

Tiba-tiba—Duk!

Telapak tangan Wang Long mendarat dengan telak di rusuk kiri Topeng Emas. Belum sempat ia mengaduh—Plak! Pukulan kedua menghantam bahu kanannya dengan kekuatan yang menjalar hingga ke tulang.

Tubuh berjubah hitam itu terhuyung-huyung, keseimbangannya hancur.

“Hiaaa!” Ia mencoba membalas dengan pukulan liar. Namun Wang Long sudah berputar dengan lincah ke sampingnya.

“Tapak Naga Menggetar Gunung!”

Braak!

Pukulan telak mendarat di tengah dada Topeng Emas. Tubuh itu terpental jauh, meluncur di atas lantai batu dan berguling tiga kali sebelum akhirnya berhenti di ujung arena.

Ia mencoba bangkit kembali, namun lututnya gemetar hebat. Napasnya memburu, dan aliran tenaga dalamnya sudah hancur berantakan di dalam tubuhnya.

Wang Long melangkah perlahan mendekatinya. Tidak tergesa-gesa, tidak terengah-engah.

Posturnya tetap sempurna. Topeng Emas tertawa kecil yang terdengar getir.

“Heh… heh… luar biasa… Sang Naga…”

Ia berdiri dengan susah payah, kakinya bergetar menahan beban tubuhnya sendiri.

“Aku belum kalah!” teriaknya putus asa. Ia mengumpulkan sisa-sisa tenaga dalamnya dalam satu titik.

Aura hitam kembali berkumpul, namun kali ini terlihat tidak stabil dan bergetar liar, seolah-olah bisa meledak kapan saja.

Wang Long menggelengkan kepala pelan.

“Cukup. Hentikan ini.”

Namun Topeng Emas tetap menerjang, mempertaruhkan segalanya dalam satu pukulan penghabisan yang membawa seluruh sisa hidupnya.

“Bayangan Penghabisan!”

Wang Long menarik napas dalam-dalam, menyalurkan energi naga ke tangan kanannya hingga memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan mata.

“Tapak Naga Matahari Ketiga!”

Telapak tangan emas itu menyambar lurus, membelah udara dengan suara menderu yang agung.

Dukkk!

Benturan dahsyat terjadi di tengah arena. Topeng Emas membeku sesaat, tubuhnya bergetar hebat menerima transmisi energi yang luar biasa panas. Lalu—

Brak!

Topeng Emas terpental ke belakang dan menghantam tanah dengan sangat keras. Retakan tanah menjalar lebar di bawah punggungnya.

Sunyi kembali menyelimuti Lawu. Debu-debu perlahan turun kembali ke bumi.

Wang Long berdiri tegak, napasnya tetap rata dan tenang. Tenaga dalamnya masih tersisa lebih dari separuh.

Sementara itu, sosok Topeng Emas masih tergeletak, berusaha bangkit dengan sisa-sisa kesadarannya yang mulai memudar.

Kini ia benar-benar kelelahan. Dan untuk pertama kalinya sejak kemunculannya yang menakutkan di dunia persilatan—momok bertopeng emas itu terdorong mundur hingga titik nadir oleh seorang pemuda yang bahkan belum membuka seluruh kekuatannya.

Langit Lawu menjadi saksi bisu. Sang Naga tidak bersuara dengan sombong. Ia tidak memamerkan taringnya untuk menakut-nakuti.

Bersambung....

1
Nanik S
Kenapa tidak ada cincin ruang untuk menaruh pedangnya
Idwan Syahdani: ini bukan novel Kultuvator kakak.. ini novel silat klasik..
total 1 replies
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Hadir...cukup menarik
Nanik S
Wang Long ..dimana Mei Lin adiknya
Idwan Syahdani: nanti mereka bertemu saat sama-sama sudah jadi pendekar..
total 1 replies
Idwan Syahdani
aman kak, semua novel akan tamat kok, sabar ya...
Dian Pravita Sari
dlogok cerita kok gak da yg tamat kl blm siap jgn modal. janji dankejar kontrak makan duit pulsa aja di otak yang gak da rasa tanggung jenmenueledaikan cerita
Idwan Syahdani: semua novel akan saya tamatin kok kak... stay cun aja ya...
total 1 replies
anggita
like👍iklan☝, pertama untuk dukung novel barunya.
Idwan Syahdani: makasih kak... pa kabar, nggak ikut di n.v.a kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!