NovelToon NovelToon
Bangkitnya Tuan Muda Cacat

Bangkitnya Tuan Muda Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi Timur
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mukaram Umamit

Di dunia di mana kekuatan energi adalah segalanya, Zian lahir sebagai lelucon. Saluran energinya cacat total. Meski berstatus sebagai pewaris Keluarga Zian, semua orang di kota diam-diam memanggilnya "Tuan Muda Sampah".

Puncak kehinaannya terjadi di siang bolong. Tunangannya yang merupakan jenius dari Sekte Bintang Es datang membatalkan perjodohan secara sepihak. Saat Zian menolak harga diri keluarganya diinjak-injak, pengawal sang tunangan menghajarnya sampai nyaris mati, mematahkan tulang-tulangnya di depan tatapan meremehkan semua orang.

"Kodok bopeng tidak pantas memakan daging angsa," cibir mereka.

Namun, mereka tidak tahu bahwa darah Zian yang menetes di altar kuil malam itu justru membangunkan sesuatu yang sudah lama tertidur. Sebuah kekuatan kuno dari leluhur pertamanya: Warisan Tulang Asura.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukaram Umamit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baja Abadi

"Kau menertawakanku, Sampah?!" bentak Xyros marah melihat senyum Zian. Pria bermata satu itu merasa direndahkan secara mentah-mentah.

​"Bunuh dia! Potong kedua tangannya dan ambil kembali koin kristalku!" perintah Xyros sambil menunjuk ke arah Zian.

​Lebih dari dua puluh penjaga elit tingkat Jenderal langsung merangsek maju. Ruang bawah tanah yang sempit itu seketika dipenuhi niat membunuh dan kilatan tajam dari pedang pusaka mereka.

​Zian perlahan bangkit berdiri. Debu batu berjatuhan dari pakaiannya yang compang-camping. Dia sama sekali tidak memasang kuda-kuda bertarung. Lengan kanannya dibiarkan menggantung santai di sisinya.

​"Mati kau, Cacat!" teriak penjaga terdepan. Dia mengayunkan pedang baja berat dengan tenaga penuh, menebas lurus ke arah bahu kanan Zian.

​Bai Chen yang berdiri di sudut ruangan menahan napas. Dia bersiap merapal sihir angin untuk menolong.

​Tapi Zian hanya diam. Dia sengaja tidak menghindar atau mundur satu inci pun. Dia membiarkan mata pedang pusaka itu menghantam telak kulit lengan kanannya.

​TRANG! KRAAAK!

​Suara benturan logam yang luar biasa keras memekakkan telinga. Alih-alih merobek daging Zian, pedang baja berat itu justru melengkung ekstrem dan hancur berkeping-keping. Serpihan besinya memantul liar menghantam dinding batu.

​"Aaaargh!" Penjaga itu menjerit kesakitan. Tangannya robek dan berdarah akibat daya tolak dari tebasannya sendiri. Dia merasa seperti baru saja menebas sebuah gunung baja yang tidak bisa hancur.

​Zian melirik lengan kanannya. Tidak ada luka gores sedikit pun di sana. Kulitnya memantulkan cahaya lilin redup dengan kilau yang sangat kokoh.

​Senyum Zian semakin lebar. Penempaan nerakanya berhasil sempurna. Tulang Asuranya kini berada di level ketahanan yang sama sekali baru. Obat tingkat tinggi dari Kota Baja benar-benar bekerja dengan baik.

​"Senjatamu rongsokan," ejek Zian pelan.

​Tanpa menunggu reaksi penjaga lain, Zian menarik lengan kanannya ke belakang. Otot-otot barunya berkedut kuat, memompa tenaga fisik murni yang sangat brutal. Ruang bawah tanah itu tiba-tiba terasa hampa udara akibat tarikan tenaga Zian.

​"Sekarang giliranku," bisik Zian.

​Dia melayangkan satu pukulan lurus ke depan. Bukan pukulan teknik khusus, hanya ayunan tangan kanan biasa.

​BUMMMM!!!

​Ledakan sonik yang ribuan kali lebih dahsyat dari sebelumnya meledak dari kepalan tangan Zian. Udara di depannya terkompresi menjadi palu raksasa tak kasat mata. Gelombang kejut itu menyapu ke depan dengan kecepatan yang melanggar hukum alam.

​Belasan penjaga elit yang berdiri berdesakan di depan Zian bahkan tidak sempat berteriak minta tolong.

​BRAK! KRAK!

​Tubuh mereka dihantam badai angin padat. Tulang rusuk mereka remuk serentak dalam satu kedipan mata. Mereka terlempar ganas ke belakang, menabrak satu sama lain, lalu menghantam dinding batu ruang bawah tanah hingga dinding itu hancur berantakan.

​Debu tebal dan kabut darah langsung memenuhi ruangan sempit itu. Belasan elit tingkat Jenderal tewas seketika hanya oleh tekanan angin dari satu pukulan fisik kosong!

​Di sudut ruangan yang gelap, Jian perlahan membuka matanya. Pedang Gila itu baru saja tersadar dari pingsannya akibat getaran ledakan barusan.

​Jian terbatuk menahan sakit di dadanya yang masih retak. Dia mengangkat kepalanya dan melihat punggung Zian yang berdiri tenang di tengah kabut debu.

​Seketika, mata abu-abu Jian membelalak sangat lebar. Bulu kuduknya berdiri tegak lurus. Nalurinya sebagai pembunuh berteriak panik. Hawa kekuatan fisik murni yang memancar dari tubuh Zian terasa seperti monster purba yang siap menelan seluruh dunia.

​Tanpa sadar, seluruh tubuh Jian bergetar hebat. Kedua lututnya lemas. Pemuda arogan yang tidak pernah takut mati itu tiba-tiba jatuh berlutut di lantai batu. Dia menundukkan kepalanya secara naluriah di hadapan predator yang jauh lebih kuat.

​"Monster..." gumam Jian dengan bibir gemetar. "Dia benar-benar monster."

​Asap debu perlahan menipis di tengah ruangan. Xyros masih berdiri di ambang pintu kayu yang sudah hancur lebur. Pedang besarnya terlepas dari genggaman dan jatuh berdenting ke lantai tanpa dia sadari.

​Seluruh wajah Xyros putih seperti kertas. Mata satunya melotot tidak percaya melihat pasukannya rata dengan tanah dalam satu detik. Kakinya bergetar hebat hingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk di atas puing-puing batu. Cairan pesing mengalir deras membasahi celananya.

​Zian melangkah pelan melewati tumpukan tubuh penjaga arena. Sepatunya menginjak pecahan pedang hingga berderak tajam, memecah kesunyian ruangan.

​"T-tunggu! Ampun! Jangan bunuh aku!" jerit Xyros histeris. Dia merangkak mundur dengan panik seperti cacing kepanasan.

​Xyros mengangkat kedua tangannya, mencoba melindungi lehernya.

​"Aku bos arena! Aku punya banyak uang! Seratus ribu koin! Semuanya milikmu! Kau bisa menguasai tempat ini! Ambil saja semuanya!" tangis pria bermata satu itu memohon ampun.

​Zian berhenti tepat di depan Xyros. Dia menunduk menatap pengelola arena itu dengan mata sedingin es di dasar lautan.

​"Aku memang akan mengambil uangmu," ucap Zian datar.

​Zian mengulurkan tangan kanannya yang baru berevolusi. Jari-jarinya mencengkeram leher Xyros dengan sangat kuat. Zian mengangkat pria berbadan besar itu ke udara seolah Xyros hanyalah sebuah boneka kapas yang sangat ringan.

​Xyros meronta-ronta gila. Kakinya menendang-nendang udara mencari pijakan. Wajahnya membiru karena kehabisan napas dan pembuluh darah di matanya hampir pecah.

​"Tapi aku benci orang yang berisik saat aku sedang istirahat," lanjut Zian tanpa nada belas kasihan sedikit pun.

​KRAK!

​Zian meremas tangan kanannya perlahan. Bunyi tulang leher yang patah bergema nyaring di ruangan bawah tanah itu. Kepala Xyros terkulai lemas ke samping. Zian melempar mayat itu ke sudut ruangan layaknya membuang tumpukan sampah sisa makanan.

​Bai Chen berjalan keluar dari sudut ruangan sambil menepuk-nepuk debu kotor di jubah peraknya. Dia tersenyum santai melihat hasil karya Zian.

​"Selamat, Zian," kata Bai Chen sambil membuka kipasnya pelan. "Kau baru saja membunuh pengelola utama tempat ini. Secara tidak langsung, kau sekarang adalah penguasa jalanan ini."

​Zian mengibaskan debu dan darah dari tangannya. Dia melirik ke arah Jian yang masih berlutut gemetar di lantai batu.

​"Berdiri," perintah Zian singkat pada Jian. "Kita punya banyak urusan besok pagi."

​Jian memaksa dirinya berdiri dengan susah payah. Rasa angkuhnya sebagai jenius pedang hilang tak bersisa. Dia menatap Zian dengan rasa hormat yang aneh dan gila, khas seorang petarung yang haus akan kekuatan mutlak.

​"Aku akan mengikuti punggungmu mulai sekarang, Zian," sumpah Jian dengan suara serak. "Aku akan terus mengikutimu sampai aku cukup kuat untuk memotong lehermu sendiri."

​Zian hanya mendengus pelan mendengar sumpah gila itu.

​Namun, baru saja Zian hendak membalikkan badan untuk keluar dari ruang bawah tanah, tanah berbatu di bawah kaki mereka tiba-tiba bergetar sangat hebat.

​Getarannya sama sekali berbeda dari gravitasi alam biasa. Ini adalah getaran sihir elemen yang sangat padat, berat, dan dipenuhi niat membunuh yang mengerikan.

​BUM! BUM! BUM!

​Suara langkah kaki raksasa terdengar mendekat dari atas jalanan kota. Suaranya seperti puluhan ton besi yang dihentakkan ke tanah secara bersamaan.

​Langit-langit ruang bawah tanah mereka mulai retak memanjang. Potongan debu dan kerikil berjatuhan menimpa bahu mereka.

​"Aura apa ini?" Bai Chen mengerutkan kening, senyum santainya langsung menghilang. "Ini tingkat Kaisar Awal!"

​Sebuah suara bariton yang sangat berat dan menggema terdengar dari jalanan di atas mereka. Suara itu menembus lapisan tanah tebal, langsung menyayat telinga.

​"Siapa tikus got yang berani membunuh anjing penjagaku dan mengambil alih wilayahku malam ini?!"

​Tiba-tiba, langit-langit batu di atas mereka meledak hancur.

​Ratusan pilar besi setajam tombak melesat turun dari atas layaknya hujan meteor logam. Pilar-pilar sihir itu menembus tanah dengan sangat brutal, mengincar langsung tubuh Zian, Bai Chen, dan Jian yang masih terjebak di dalam reruntuhan ruang bawah tanah tersebut.

1
Dian Pravita Sari
hal fa satupun cerita yg tamat ini novel toon penipu aplikasinya abal. abal
Dian Pravita Sari
tolong pats pembaca kasih tshi says no yelp lembaga konsumen Indonesia brp mau laporkan len pulsanya dimakan to. penyajian ceritanya smbirsgdul gak da tanggung jawab hu least konyrsk
Bucek John
wadauuu.. kantong penyimpanan musuh.. sia sia gak dipunggut, harta buat mdp..
M. Zayden: hahaha iya bosku😅
total 1 replies
Joe Maggot Curvanord
ga adapake jurus apaaa tu thor
cuma tinju asal ajaaa
M. Zayden: iya bosku🙏
total 1 replies
Nanik S
Lasaanjuuuuut
M. Zayden: siap bosku kami akan up setiap hari 2 bab terimakasih🙏
total 2 replies
Nanik S
Hadir
M. Zayden
​"Halo semuanya! Terima kasih banyak ya buat yang sudah antusias minta update. Biar kualitas ceritanya tetap terjaga dan aku bisa rutin nemenin kalian, jadwal update-nya adalah 2 bab setiap hari. Selamat membaca dan jangan lupa dukungannya! ❤️"
Gege
mantabb
Gege
gasss thoor 10k kata tiap update
M. Zayden: siap bosku😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!