Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Hari demi hari berlalu, Bianca sangat frustasi karena dari semua kandidat yang diajukan oleh Asisten Fara sama sekali tidak cocok dengan kriterianya.
Ada yang terlalu tua, ada yang penampilannya jorok, ada yang menatapnya dengan tatapan me-sum, dan ada ada juga yang urak-urakan.
"Waktu tinggal satu hari lagi, Nona. Apa sama sekali tidak ada yang cocok dengan kriteria Anda?" tanya Asisten Fara dengan nada cemas.
"Apa tidak bisa mencari kandidat lagi?" Bianca malah balik bertanya dengan nada frustasi.
"Mereka adalah pilihan terbaik dari ratusan orang yang mendaftarkan diri ingin menjadi suami bayaran Nona. Kalau begitu, mengapa tidak mempertimbangkan lagi beberapa pengusaha yang pernah Nona tolak? Kebetulan mereka sering menanyakan kabar Nona pada saya?" usul Asisten Fara.
Bianca menghela napas dalam-dalam. "Apa mereka akan setuju menjalani pernikahan hanya sebatas diatas kertas?"
Asisten Fara pun terdiam. Karena dia rasa tidak mungkin mereka setuju, mereka sangat tergila-gila pada Bianca. Pasti tidak akan mungkin menahan diri untuk menyentuhnya.
"Gak mungkin, kan?" tanya Bianca lagi. "Karena itu, aku gak bisa menikah dengan mereka."
Bianca pun menghela napas dalam-dalam. Diantara semua kandidat, memang hanya Dylan satu-satunya orang yang memenuhi kriterianya. Tapi sayang, pria itu telah menolaknya.
...****************...
Hari ini adalah jadwal Dylan mengantarkan galon ke Rumah Sakit Pratama, padahal dia sangat malas pergi kesana, karena tidak ingin bertemu dengan Niken. Tapi dia harus bersikap profesional melakukan pekerjaannya.
Karena memasuki waktu istirahat, Niken dan rekan-rekan kerjanya sedang makan bersama di kantin. Mereka tidak sengaja melihat Dylan yang sedang mengganti galon di sudut ruangan.
"Niken, bukannya dia itu pacar kamu?" tanya salah satu rekannya, Dini, sambil menunjuk ke arah Dylan.
Niken langsung membantah dengan nada gugup, "Ng-nggak mungkinlah. Mana mungkin aku berpacaran dengan pria seperti itu."
Dini berkata, "Oh, aku kira dia itu pacar kamu. Soalnya aku pernah gak sengaja melihat kamu jalan bersama dia dua bulan yang lalu."
Niken pura-pura tertawa, "Pasti kamu salah lihat kali. Kriteriaku tidak serendah itu."
Seorang wanita bernama Selvi berkata sambil terus memandangi Dylan dari kejauhan. "Tapi kalau dilihat-lihat, tukang galon itu sangat ganteng. Lumayan buat cuci mata."
Dini menimpali, "Ganteng sih. Tapi buat apa kalau cuma bermodalkan ganteng saja? Gak akan memenuhi kebutuhan kita."
Dylan yang baru saja mengganti galon, dia merasa tidak nyaman saat menyadari ada Niken disana. Tanpa berlama-lama, dia segera bergegas pergi untuk mengganti galon di ruangan lain.
Namun, saat dia sedang berada di lorong yang sepi, dia kejutkan dengan suara Niken. "Dylan!"
Dylan langsung berbalik, menatap dingin pada Niken.
"Padahal kamu tahu aku bekerja disini. Tapi kenapa kamu malah mengantarkan galon kesini?" tanya Niken dengan nada kesal.
Dylan segera menjawab, "Aku hanya bekerja dengan profesional..."
Tapi Niken memotong perkataannya. "Bilang saja kalau kamu itu ingin bertemu denganku. Padahal aku sudah pernah bilang, jangan pernah mengharapkan aku lagi. Tapi kenapa kamu masih saja mengusik hidupku? Apa kamu tahu, kamu itu hampir mempermalukan aku di depan teman-temanku. Bagaimana mungkin ada seorang dokter pernah berpacaran dengan tukang galon seperti kamu?"
Dylan sama sekali tidak menyangka Niken akan mengucapkan kata-kata yang begitu menyakitkan padanya. Seakan dirinya benar-benar hina di mata mantan kekasihnya itu.
Untuk pertama kalinya Dylan semarah itu pada Niken. "Apa aku sehina itu dimatamu? Selama ini aku selalu bekerja keras untukmu, hingga kamu bisa seperti ini, sampai aku mengorbankan mimpiku sendiri? Tapi seperti ini balasanmu?"
Dylan menghela napas dalam-dalam, dia merendahkan suaranya, "Aku sangat menyesal pernah menyukaimu."
Setelah mengucapkan itu, Dylan bergegas pergi meninggalkan Niken sendirian di lorong.
Namun, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya saat melihat sosok yang ada di depan matanya.
Seorang pria paruh baya yang sedang berjalan dengan tenang, diikuti oleh beberapa orang pengawal, sedang berjalan di lorong yang sama.
Mata Dylan membulat. Hatinya tiba-tiba merasa sesak. Tangannya terkepal kuat. Setelah delapan belas tahun lamanya, dia bertemu kembali dengan seseorang yang telah tega membuangnya seperti sampah.
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...