NovelToon NovelToon
Menjadi Ipar Sahabatku

Menjadi Ipar Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda
Popularitas:573.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Tania seorang gadis yatim piatu yang tinggal bersama paman dan bibinya yang kebetulan tidak memiliki keturunan. Di usianya yang ke 20 tahun ini Tania harus berjuang sendiri melanjutkan hidupnya karena paman dan bibinya pun sudah meninggal dunia.

Memiliki seorang sahabat yang baik, tentu merupakan anugerah bagi Tania. Shasa adalah sahabat yang selalu ada untuknya. Mereka bersahabat mulai dari SMA. Siapa yang menyangka persahabatan mereka akan berubah menjadi keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kanebo kering

Selama dalam perjalanan, tidak ada obrolan di antara mereka. Abang fokus menyetir. Sedangkan Shasa dan Tania hanya bisa saling lirik saja. Abang Shasa memang lebih posesif dibanding orang tuanya. Itu karena ia tidak ingin adiknya salah pergaulan. Karena zaman sekarang memang harus lebih berhati-hati terhadap lingkungan sekitar. Bahkan orang terdekat pun bisa menjadi bumerang.

Akhirnya mereka sampai di rumah. Abang memarkirkan mobilnya. Tania dan Shasa turun dan masuk ke dalam rumah. Disusul kemudian oleh Abang.

"Assalamu'alaikum." Ucap Shasa dengan lesu.

"Wa'alaikum salam. Lho kok sudah pulang?" Bunda heran.

Belum juga Shasa menjawab, abang sudah muncul dari belakang.

"Lho, bang. Tumben pulang nggak bilang-bilang?"

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Abang mencium punggung tangan bunda. Bunda melihat ada yang tidak beres pada putranya. Bunda sekarang tahu jika Shasa pasti ketemu sama abangnya di jalan. Makanya ia pulang cepat.

Shasa dan Tania pun pamit masuk ke dalam kamar. Mereka akan makan batagor di kamar.

"Sha, abang mu kaku banget ya?"

"Hu'um kayak kanebo kering, haha... "

"Kok abangmu pulang sendirian, Sha?"

"Hem... aku belum cerita sama kamu ya?"

"Cerita apa? "

"Abang dan istrinya sudah pisah lima bulan yang lalu."

"Apa? Yang benar kamu, Sha? Kenapa?"

Shasa menghela nafas panjang.

" Maaf bukan maksudku ingin mencampuri urusan orang lain. Tidak perlu kamu ceritakan, Sha."

Shasa pun urung menceritakan masalah pribadi abangnya kepada Tania. Meski Tania adalah sahabatnya, tidak semua privacy keluarganya harus diceritakan.

"Terima kasih atas pengertiannya ya, Sha. Do'a kan saja yang terbaik untuk abang. Sebenarnya abang itu meskipun pendiam tapi dia itu perhatian dan penyabar. Cuma ya menang gitu modelnya, hehe... "

'Iya, Sha. Apa pun masalahnya, semoga abang mendapatkan ganti yang lebih baik."

"Aamiin... "

Setelah menghabiskan batagornya, Shasa dan Tania pun bergantian mandi. Setelah itu, Shasa mengajak Tania untuk sarapan bersama keluarganya. Sebenarnya Tania agak sungkan, karena ada abangnya Shasa. Namun Shasa meyakinkannya.

Tania dan Shasa membantu bibi mengeluarkan makanan dari dapur. Mereka makan lesehan seperti biasa.

"Sha, panggil abangmu!"

"Di mana, bun?"

"Di kamarnya."

"Iya, bun."

Shasa beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar abang.

tok tok tok

Tidak lama kemudian, pintu terbuka.

"Ada apa, dek?"

"Sarapan dulu kata bunda."

"Hem, iya."

"Ya sudah."

Shasa kembali ke ruang tengah. Disusul kemudian abang.

Abang agak terkejut saat ada orang lain yang ikut makan bersama.

"Temannya Shasa tadi. Ikut sarapan juga. Apa anak ini nginep di sini?" Batinnya.

Abang memang sangat posesif kepada adiknya. Terlebih kepada Shasa yang selisih usianya delapan tahun dengannya.

"Ayo bang, duduk." Ajak Ayah.

"Iya yah."

Akhirnya mereka sarapan.

"Ayo Tania, jangan malu-malu tambah lauknya." Ujar Bunda.

"Eh iya, makasih bun."

Abang melirik Tania. Ia agak penasaran karena tidak biasanya teman Shasa seakrab itu dengan keluarganya. Tidak sengaja saat itu Tania melihat ke arah abang. Pandangan mereka bertemu sejenak. Tania pun langsung membuang muka. Begitu pun abang.

"Ya Allah, bisa-bisanya aku ngeliatin abang kanebo." Batin Tania.

Setelah selesai sarapan. Tania membantu Shasa membereskan perabotan ke dapur.

"Tumben bunda bolehi teman Shasa nginep." Ujar abang saat Shasa dan Tania tidak ada.

"Dia itu Tania, sahabat baiknya Shasa. Dia sering kok main ke sini. Cuma baru kali ini nginep, bang. Tania yatim piatu dan hidup sendirian. Anaknya baik kok. Pintar juga. Adikmu sering dibantunya kalau ada tugas kuliah."

"Oh... abang ke kamar dulu, bun, yah."

Abang beranjak dari duduknya dan kembali ke kamarnya.

"Sudah bunda duga pasti jawabannya begitu, padahal bunda sudah cerita panjang lebar." Lirih bunda.

"Ya memang modelnya begitu, bunda." Sahut ayah.

"Anakmu itu, yah."

"Anak kita toh, bun. Haha...bunda, suka lupa kalau udah melahirkan dia."

"Apa mungkin sikapnya yang begitu sehingga membuat mantan istrinya tidak tahan ya? Kalau masalah keturunan, bunda yakin abang tidak masalah."

"Kalau memang iya, tidak mungkin mereka bertahan sampai tujuh tahun, bun."

"Anak itu tidak mau jujur tentang masalahnya, tiba-tiba pisah. Kalau abi tahu tentang ini, pasti abi langsung cari penyebabnya."

"Jadi bunda mau bilang kalau ayah ndak becus cari masalahnya abang, gitu toh?"

"Ndak juga. Toh, semua sudah berakhir. Mungkin jodohnya hanya sebentar. Semoga abang menemukan jodohnya kembali di waktu yang tepat."

"Aamiin... "

Agak siangan Tania pamit kepada Shasa untuk pulang. Namun, Shasa masih melarangnya.

"Sha, aku belum cuci baju. Cucian ku numpuk di rumah."

"Ck, nggak asik."

"Aku janji deh, kapan-kapan bakal nginep lagi."

"Beneran ya?"

"Iya."

"Terus kamu pulang dari sini naik apa? Aku pesenin gojek ya."

"Eh nggak usah, aku bisa naik lyn kok. Tinggal jalan bentar dari sini."

"Maaf ya, aku nggak bisa nganterin. Ada, abangku. Males aku nanti diinterogasi."

"Iya nggak apa-apa."

"Ayo aku antar sampai depan."

Mereka keluar dari kamar. Shasa dan Tania mencari keberadaan bunda dan ayah. Ternyata, mereka berada di taman belakang.

Shasa pamit pulang kepada mereka. Ia juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kasih atas kebaikan mereka.

"Jangan bosen main ke sini ya."

"Saya justru senang bunda. Maaf sudah merepotkan."

"Tentu saja tidak."

Bersamaan dengan itu, abang datang.

"Bunda, Ayah, abang mau ke rumah Opa."

"Ah kebetulan, ini Tania mau pulang. Kamu antar sekalian ya, bang."

"Tidak perlu, bunda. Saya bisa naik angkot."

"Iya bun, Tania udah biasa kok." Sahut Shasa yang ingin berusaha menyelamatkan sahabatnya dari abangnya yang seperti kulkas empat pintu. Ia tidak ingin Tania mati kutu saat duduk di mobil abangnya.

"Ndak apa-apa, ya kan bang?"

"Iya."

Shasa dan Tania saling lirik.

"Duh alamat jadi patung ini." Batin Tania.

Shasa ikut mengantar Tania sampai depan. Tania bingung mau duduk di mana. Saat ia membuka pintu belakang, abang angkat suara.

"Saya bukan sopir."

Tania menelan salivanya sendiri. Ia langsung menutup kembali pintunya, lalu membuka pintu depan dan duduk di samping kemudi.

"Dah... Tania." Shasa melambaikan tangannya. Tania membalasnya.

Di dalam mobil, Tania hanya bisa memainkan jari tangannya sendiri.

"Di mana rumahmu?"

"Jalan Tunjungan."

Tidak ada obrolan lagi. Atmosfer di dalam mobil itu terasa pengap. Padahal AC sudah menyala dengan volume tinggi.

Ketika hampir sampai, Abang kembali angkat suara.

"Sudah berapa lama berteman dengan Shasa?"

"Lima, lima tahun."

"Apa selama ini dia punya pacar?"

"Ti-tidak, mana mungkin dia pacaran. Shasa selalu ingat pesan Ayahnya."

"Baguslah."

"Ya Allah, kayak lagi sidang skripsi." Batin Tania.

Bersambung

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf kak upnya pelan karena othor beberapa hari ini kurang Vit. Terima kasih selalu mendukung karya othor. 🙏

1
dewi rofiqoh
Menjaga komunikasi dengan pasangan yang dibarengi kejujuran itu penting
Sri Rahayu
Kwga deh tu hati Vania mendengar Saif jujur mengatakan kedatangan dan keinginan Maya....Saif uda menolak Maya dgn tegas....lanjut Thorr 😘😘😘
Novita Sari
mas saif the best, semuanya harus jujur... lanjut thor....
Samrotin
jangan biarkan bibit2 pelakor mendekat Tania, hempas yg jauh
Supryatin 123
ayo Tania hempaskan si pelakor 🤭🤭 lnjut thor 💪💪
dewi rofiqoh
Maya beneran nekat datangi saif. Jangan jadi pelakor maya! Saif sudah bahagia bersama tania dan anak-anaknya. Jangan ganggu mereka lagi. Tata kembali hidupmu tanpa melibatkan saif
Supryatin 123
sadar diri mbk Maya kamu tu mantan yg tk d harapkan kembali lnjut thor 💪💪💪
secret
bisa2nya berani nyamperin saif trs nawarin jd istri kedua, itu muka apa tembok.. tebel amaattt😒
Restu Ningsih
sama sama menghadapi ujian, saif ujian kesabaran, Tania ujian skripsi,..
Udah Maya drpd opah yg turun tangan tambah rumit hidup kamu,mending mundur jangan nekat kamu
Sri Rahayu
idihhh ga tau malu kamu Maya....dulu kamu sendiri yg minta cerai ehhh skrg.minta jd istri kedua setelah Saif bahagia dgn Tania...mau jadi PELAKOR kamu 😠😠😠....lanjut Thorr😘😘😘
Eka
wou saif suami yg top keren biar nyesel thu su m
Sri Supriatin
00 Maya toch, salah sendiri pergi 🤭
Tatiw
tuh kan bnerr si maya jdi ulat keket
betriz mom
kalau memang masih cinta kenapa dulu minta cerai Maya.....aduh 🤦‍♀️
Siti M Akil
pelakor 🤣 ati2 nnti drama lgi 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Hayoo Mas Saif ,jangan sampai tergoda masa lalu
Jangan sampai kau kehilangan Tania dan anak anakmu
biby
jangan sampai maya nekat nyentuh Saif n bkin tania salah paham
Novita Sari
pelakor yg ringang ringan aza thor....
Teh Euis Tea
ehhh maya jgn jd ulat bulu deh km, sadar diri siapa km, km cm masa lalu saif, dan masa depan saif ya tania ga ada yg lain
Teh Euis Tea
tania mending kb klu ga bakal ada yg ke 3 secara saif lg semangat semangatnya nambah anak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!