NovelToon NovelToon
Dosen Posesif

Dosen Posesif

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dosen / One Night Stand / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.

 "Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.

  "Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."

 Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.

  Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan makan malam ~

"Memangnya Shinta mau menerima?" Tanya Nita pada Malia,arah pandangannya langsung melirik kearah Shinta yang sedari tadi diam.

 "Bagaimana?"

 "Aku belum bisa jawab." Ucap Shinta yang masih bingung keputusan apa yang harus dia ambil.

 "Liatkan, Shinta masih ragu." jawab Nita yang menganggap aneh Malia dengan rencana itu.

 "Mungkin saat ini dia ragu,tapi nantinya dia akan memutuskan mana yang lebih terbaik." Jawab Malia yang begitu yakin jika apa yang dia lakukan benar.

 Setelah perdebatan ,mereka akhirnya kembali ke kelas mereka.Tanpa Malia ketahui jika hari ini suaminya mengajar di kelas istrinya,dan lagi-lagi gosip tentang Pak Dio menikah mulai tersebar bahkan Malia yang mendengarnya hanya terdiam . Takutnya rahasia yang selama ini dia simpan akhirnya terbongkar.

 Suasana di kelas makin tegang,dengan satu-persatu Dio memberikan pertanyaan dan beberapa tugas untuk mereka.

 "Hari ini juga tugas itu harus terkumpul. Malia, tugasmu mengumpulkan tugas temanmu dan bawa keruang kerja."Perintah Dio pada istrinya.

 "Baik Pak." Jawab Malia yang segera menyelesaikan tugasnya.

 Pak Dio sudah keluar dari kelas, beberapa dari mereka mulai mengeluh."Ampun deh,jika terus-terus seperti ini makin numpuk tugas kita." Ucap salah satu teman Malia yang protes dengan banyak tugas yang harus mereka kerjakan.

  "Makin lama makin pusing kita menghadapi Dosen itu ,mana mungkin ada wanita yang betah disampingnya." Mereka mulai bergosip dan Malia terdiam mendengar penjelasan mereka.

 "Tuh,punya suami dinginnya kayak kulkas 2 pintu." Bisik Nita yang merasa suami dari temannya benar-benar membuat uji nyali mereka.

 Malia hanya cuek, karena dirinya tahu betul sifat suaminya.Didepan umum dia akan menunjukkan sikap dingin tapi berbeda saat didepan dirinya yang lebih menunjukkan sifat manja.Malia pun tak mempermasalahkan hal itu.

 Saking sering menghadapinya sudah menjadi hal biasa.Malia pergi menuju ruang kerja Suaminya,Posisi Dio berada didalam ruang kerjanya.

 "Tok... tok..."Malia langsung masuk kedalam,yang dimana suaminya sedang duduk di sofa didekat meja kerjanya.

 "Sayang." Malia disambut senyuman oleh suaminya.

 Malia segera meletakan kertas itu diatas meja kerja Suaminya,"Itu apa?" Tanya Malia pada suaminya.

 "Itu makan siang kita berdua." Dio langsung mengajak istrinya makan siang bersama.

 "Tumben tadi pagi bangun telat." Malia merespon dengan tatapan tajam.

 "Memangnya kelakuan siapa,sampai aku bangun telat." Dio hanya tersenyum setelah mengerti jika dirinyalah yang di salahkan atas istrinya bangun telat.

 "Maaf sayang, masalahnya tadi malam dia tiba-tiba bangun." Malia langsung menepuk pipi suaminya.

 "Dasar mesum." Malia menunjukkan ekspresi kesal yang semakin hari suaminya menunjukkan sikap mesumnya hingga Suaminya menghajar habis-habisan dirinya.

 "Sayang." Dio memeluk istrinya dari samping, Dio kini mulai dengan berani menunjukkan kemesraannya pada istri tercinta.

 "Oh iya sayang, mungkin nanti siang aku harus pergi ke kantor.Tadi Hendri menghubungiku jika nanti ada tamu penting yang ingin berkunjung diperusahaan." Pamit Dio pada istrinya.

 Malia hanya membalasnya dengan anggukkan kepala,dirinya pun memahami kesibukan suaminya di kampus ditambah lagi diperusahaan miliknya.

 "Nanti sore Rian akan menjemputmu." Ucap Dio yang terpaksa harus meninggalkan istrinya, semuanya pun karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan kehadirannya.

 "Aku balik ke kelas dulu." Pamit Malia, tiba-tiba saja tangan Malia ditarik dan seperti biasa Dio meminta sebuah ciuman dari bibir manis istrinya.

 "Iya sayang." Ucap Dio yang tersenyum kearah istrinya,reaksi Malia mulai kesal dengan sikap suaminya yang tak henti-hentinya mencium atau memeluk dirinya.

 Kini Malia keluar dari ruang kerja Suaminya,dan kembali menemui Nita di ruang kelasnya.

 Sedangkan Dio sudah siap-siap keluar dari kampus,Tidak lupa juga dia memberikan perintah pada Rian asistennya untuk menjemput pulang istrinya di kampus.

 Posisi Dio sudah ada di kantor bersama asisten pribadinya,"Maaf tuan,tuan Zio sudah ada diluar." Rian memberitahukan jika tuan Zio sudah tiba.

 "Baiklah, persilahkan beliau masuk." Dio langsung menyambut kedatangan tuan Zio.

 Dio menyambut hangat kedatangan beliau,keduanya saling berjabat tangan."Selamat datang tuan Zio." Ucap Dio yang begitu hangat menyambut kedatangan tuan Zio.

  Akhirnya mereka berdua duduk ,dan langsung saja tuan Zio memulai pembicaraan mereka.

 "Maaf jika saya mengabari Anda mendadak,saya hanya ingin bertanya perihal kerjasama kita." Mereka pun fokus membicarakan pekerjaan mereka.

 "Baiklah, secepatnya akan saya kirim data-data yang Anda butuhkan."jawab Dio yang mengerti apa yang diinginkan oleh tuan Zio.

 "Akan saya tunggu kabar selanjutnya dari Anda." Jawab Zio dengan Santai.

 "Oh iya, kebetulan ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan pada Anda." Ucap Zio yang secara mengatakan sesuatu penting pada tuan Dio.

  "Apa nanti malam?"

 "Iya, bagaimana?" Tanya balik tuan Zio pada tuan Dio.

 Dio pun langsung menerima ,jika dia menolak takutnya tuan Zio tersinggung,"Baiklah,saya akan datang.Nanti saya akan datang bersama istrinya saya." Jawab Dio,Zio diam-diam tersenyum akhirnya tujuan dia berhasil.

 Setelah semuanya selesai,tuan Zio segera pergi.Dio nampak terdiam memikirkan sesuatu," Aku harus mempersiapkan sesuatu untuk istriku." Batin Dio yang ingin memberikan sesuatu untuk istrinya pakai acara malam nanti.

Di tempat lain

  Sudah waktunya Malia untuk pulang,dia sengaja menuju ke arah parkiran menunggu jemputan dari asisten suaminya,"Sepertinya itu mobilnya."gumam Malia yang langsung mendekati mobil itu.

 Dari mobil keluarlah Rian yang langsung datang menyambut Nonanya."Nona Malia." sapa Rian yang langsung membuka pintu mobil untuk Nonanya.

  Malia hanya terdiam sembari sesekali melirik Rian yang saat itu fokus menyetir,"Apa aku harus tanya langsung pada dia." Batin Malia yang masih ragu.

 "Rian."

 "Iya Nona,ada apa?"

 "Apa jawabanmu mengenai kejadian kemarin." Seketika Rian mengingat kejadian itu kembali.

 Mulailah Rian terdiam tak bisa menjawab apa-apa."Aku tahu pasti kamu menolaknya,tapi aku minta tolong padamu karena hanya kamu yang mampu melindungi dia,dia dalam kesulitan yang begitu berat." Rian terdiam mendengar secara rinci tentang siapa Shinta sebenarnya.Malia sengaja menceritakan itu semuanya agar Rian mengetahui siapa Shinta.

 "Bagaimana menurutmu?"

 "Jika seperti itu,baiklah akan saya terima." Jawab Rian yang terpaksa harus menerimanya,karena sedari awal dirinya sudah diancam oleh tuannya agar menuruti apa kata istrinya.Kini dia harus mempertaruhkan hatinya untuk orang lain isi yang selama ini kosong karena dalam hidupnya bekerja nomor paling utama.

 Ekspresi Malia berubah senang setelah mendengar jawaban dari asisten suaminya,"Akhirnya." Ucap Malia yang merasa lega, akhirnya tujuan dia menjodohkan dengan asisten suaminya berhasil.

 "Untuk saat ini kalian lebih baik saling berkenalan dulu, setelah itu terserah kalian.Aku minta padamu karena aku percaya kamu bisa melindungi Shinta dari keluarganya yang toxic itu." Ucap Malia yang masih kesal dengan perilaku keluarga dari Shinta.

1
Shifa Burhan
novel dari awal cerita begitu banyak dio menunjukan, membuktikan dan berjuang cinta

tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya

kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya

thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya
Shifa Burhan: terlepas dari apapun thor novel sangat bagus sekali
total 1 replies
Mia Camelia
juragan darto siapa tuh🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya makin seruu😄
Mia Camelia
thor gemes banget sm cerita nya, semangat thor.👍😄
Blueberry Solenne
enaknya jadi Dosen tinggal tunjuk aja bawain tugas muridnya😁
Blueberry Solenne
Lokal banget namanya tapi bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!