setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 10 menyerang
Ary terus menonton dari tempat persembunyian nya, pertarungan itu terjadi di tempat yang sedikit terbuka di depan nya.
Beberapa saat kemudian, pria botak itu berhasil membunuh pria berbaju hijau. Setelah membunuh pria berbaju hijau, pria botak itu langsung membantu rekan nya dan menebas keponakan pria berbaju hijau.
Keponakan pria berbaju hijau itu kemudian tewas di tempat.
"Hahahaha akhirnya mati juga, huh kepala keluarga telah berpesan agar menutup area sekitar, siapapun yang mendekati area ini harus di usir atau di bunuh untuk mencegah berita bocor, Entah apa yang di lakukan kepala keluarga di sarang elang itu" Ucap pria botak iti menyela menghela nafas lega setelah berhasil membunuh target nya
"Entahlah paman, jika hanya berburu hewan biasa keluarga pasti akan mengepunya secara terang terangan namun, kali ini keluarga mengerahkan seluruh pasukan untuk mengepung daerah ini, pasti ada sesuatu yang terjadi" Ucap prmuda yang bersama pria botak
"Yah itu bukan urusan kita, sebaiknya kita ikuti saja perintah nya, mudah-mudahan semuanya lancar, lagipula saat kita membunuh seperti ini, harta yang kita dapatkan mungkin cukup banyak untuk peningkatan kita hahahah" Pria botak itu membalas dan tertawa sambil mendekati mayat pria berbaju hijau
"Paman benar hhaha keuntungan kali ini saja sudah lumayan"
Pria muda itu mengangguk dan menuju mayat pemuda yang tertebas
Pria botak itu tersenyum dan berjongkok untuk mencari harta pada mayat pria berbaju hijau namun, tanpa dia sadari sesuatu di belakang nya sedang membidik.
Pria botak itu saat ini sedang mengendurkan kewaspadaan nya karena baru saja merasakan keberhasilan.
Wuss
Sebuah tombak melesat di udara dari arah belakang pria botak itu yang merupakan titik butanya.
Buk
Arrrkkh aaaah
Sebelum pria botak itu bereaksi tombak itu berhasil mengenainya menancap di bahu pria botak itu menyebabkannya menjerit seperti babi di sembelih.
Pria muda yang tak jauh dari sana barusaja menoleh ketika iya melihat dati sudut matanya, sebuah tombak melesat ke arah nya.
Jarang tombak itu sedah sangat dekat dengan nya sehingga tak ada lagi waktu untuk menghindar.
Pria muda itu hanya sempat secara reflek menangkis ujung tombak itu dengan tangan nya dan berhasil membelokan tombak itu ke samping namun sayangnya, tangan pemuda itu terluka oleh ujung tombak menyebabkan darah menetes.
Awalnya pemuda iti tak menganggap serius luka itu dan langsung mencabut pedang di pinggang nya dengan tangan lain dan waspada akan serangan lanjutan, namun saat itu, rasa sakit yang luar biasa berdenyut dari luka di tangan nya membuat dahinya berkeringat deras.
Meski dia berusaha menahannya, tubuh nya tiba-tiba melemah dan mulai mengigil, barulah dia menyadari bahwa ujung tombak itu di lumuri racun.
Iya hanya sempat melihat samar-samar seorang pria berjalan keluar dari semak-semai di dekat sebuah pohon besar tak jauh dari sana sebelum pingsan.
Orang itu tentu adalah ary.
Saat ary bersembunyi dan menonton pertarungan, iya sudah merencanakan serangan kejutan dan menghabisi pemenang yang akan muncul.
Pertama, dia sudah sedikit tahu tentang dua keluarga itu, keduanya adalah keluarga pembangun fondasi yang reputasinya sangat kotor, anggota keluarga mereka tak segan melakukan apapun untuk mencapai tujuan mereka, karena itu ary tak merasa bersalah jika harus membunuh mereka, anggap saja berbuat baik pada dunia.
Kedua, ary sangat membutuhkan senjata dan peralatan mereka, ary bahkan tak punya sebuah pisau kecil pun saat ini, memiliki pedang atau senjata lain milik mereka akan sangat membantunya.
Jadi ary memutuskan untuk membunuh untuk pertama kalinya dalam dua kehidupan nya.
Setelah pria berbaju hijau itu dan keponakan nya kalah, pria botak itu yang memeriksa mayat membelakanginya dan menunjukan tanda-tanda lengah.
Kesempatan tiba dan ary langsung melemparkan tombaknya, ujung tombak ini sudah dilumuri oleh racun ular saat hari-hari santai atau berbaring ary di goanya.
Ujung tombak yang runcing di buat secara paksa dengan pukulan batu sehingga bentuknya kasar dan sedikit berbulu khas kayu yang di pukul membuat racun ular menempel dengan sempurna.
Tombak itu berhasil menembus bahu pria berkepala botak langsung mengirimkan banyak racun kedalam tubuhnya.
Bahkan ary yang terkena sedikit racun pun sangat menderita, apalagi pria berkepala botak yang kultivasinya hanya sedikit lebih baik dari ary.
Kemudian pemuda yang tersisa lebih mudah, ary melemparkan tombak dan tentu saja pemuda itu terlambat menghindar menyebabkan nya tergores.
Meskipun hanya goresan kecil, sudah cukup untuk mengirimkan sedikit racun padanya.
kultivasi pemuda itu yang hanya berada di tahap pemurnian tubuh tentu tak mampu menahan racun itu.