NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Mahkota untuk Sang Ratu

Hari yang dinanti itu akhirnya tiba. Bukan lagi sebuah perjamuan kaku yang penuh dengan transaksi bisnis di balik layar, melainkan sebuah perayaan cinta yang megah di taman belakang kediaman Adiguna yang telah disulap menjadi hutan melati putih. Aroma bunga favorit Shena itu memenuhi udara, mengalahkan wangi parfum mahal para tamu undangan yang hadir.

Di dalam kamar rias, Shena menatap pantulan dirinya di cermin besar. Ia mengenakan gaun putih tulang berbahan sutra satin yang dirancang khusus untuk menonjolkan keanggunannya, bukan untuk memamerkan kekayaannya. Di lehernya tidak ada lagi kalung safir pemberian Devan yang dulu terasa seperti belenggu; sebagai gantinya, ia mengenakan liontin perak kuno milik Ibu Ratna—simbol jati dirinya yang kini telah ia terima dengan bangga.

"Kau sangat cantik, Nak," bisik Ibu Ratna yang berdiri di belakangnya. Air mata haru menggenang di mata wanita tua itu. "Ibu tidak pernah menyangka akan melihat hari di mana kau benar-benar dicintai seperti ini."

Shena menggenggam tangan ibunya. "Semua ini berkat doa Ibu."

Tiba-tiba, pintu terbuka. Devan berdiri di sana, tampak sangat gagah dengan tuksedo hitam yang pas di tubuhnya. Luka di perutnya mungkin masih menyisakan bekas, namun langkahnya kini tegak dan penuh keyakinan.

Ia memberi isyarat kepada Ibu Ratna, yang kemudian tersenyum dan meninggalkan mereka berdua untuk memberi ruang privasi.

Devan mendekat, terpaku melihat kecantikan Shena yang seolah bersinar dari dalam. "Aku sudah melihatmu ribuan kali, tapi setiap kali menatapmu, aku merasa seperti baru pertama kali jatuh cinta."

Shena tersenyum tipis. "Mas, kau seharusnya tidak boleh melihat pengantin sebelum acara dimulai."

"Aku adalah CEO Adiguna, aku yang membuat aturanku sendiri," canda Devan, namun matanya kemudian melembut. "Shena, sebelum kita melangkah keluar, aku ingin memberikan ini."

Devan mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil. Di dalamnya terdapat sebuah cincin dengan batu zamrud hijau yang sangat jernih.

"Ini milik nenekku. Ia berpesan agar cincin ini diberikan kepada wanita yang tidak hanya menjadi pendamping hidup, tapi juga menjadi penjaga marwah keluarga. Aku tidak pernah memberikannya pada Sarah, karena sejak awal, hatiku tahu cincin ini menunggu pemilik yang memiliki hati seluas samudera. Dan itu adalah kau."

Janji di Bawah Langit Terbuka

Di hadapan pendeta dan para saksi, Devan mengucapkan janji sucinya. Suaranya tidak lagi dingin seperti saat pernikahan pertama mereka yang tersembunyi. Suaranya bergetar dengan emosi yang jujur.

"Aku, Devan Adiguna, mengambil mu, Shena, bukan sebagai pengganti siapapun. Aku mengambil sebagai cahayaku, sebagai kompas saat aku kehilangan arah, dan sebagai kekuatanku saat aku lemah. Aku berjanji untuk tidak hanya mencintaimu, tapi juga menghormati setiap impianmu dan melindungi setiap air matamu."

Shena mengucapkan janjinya dengan suara yang jernih, menatap lurus ke dalam mata Devan. Tidak ada lagi rasa takut. Di sana hanya ada pengampunan dan harapan.

Saat mereka bertukar cincin, tepuk tangan meriah membahana. Namun, di tengah kerumunan itu, sosok Rian tampak sedikit gelisah. Ia mendekati Devan tepat setelah acara pemberkatan selesai.

"Pak, maaf mengganggu. Ada seseorang yang memaksa masuk di gerbang depan. Dia mengaku membawa surat wasiat asli dari kakek Nyonya Shena—yang bukan berasal dari keluarga Bramantyo," bisik Rian.

Devan dan Shena saling pandang. Mereka menemui orang asing itu di ruang kerja pribadi. Ternyata, pria itu adalah mantan asisten pribadi kakek Shena yang sudah lama menghilang ke luar negeri.

"Nyonya Shena," pria tua itu memulai dengan suara gemetar. "Kakek Anda, Tuan Wiryawan, tahu bahwa Bramantyo bukanlah menantu yang jujur. Sebelum beliau wafat, beliau sudah mengetahui bahwa Anda akan lahir.

Beliau tidak pernah menganggap Anda anak haram. Beliau justru menganggap Anda sebagai pewaris tunggal atas seluruh aset tanah di Jawa Utara, termasuk tanah yang kini dikuasai Adiguna Group."

Shena tertegun. Pria itu menyerahkan sebuah amplop cokelat tua yang berisi akta kelahiran asli dan surat wasiat yang telah disahkan secara internasional.

"Tanah itu bukan milik Bramantyo untuk diberikan sebagai mas kawin. Tanah itu milik Anda secara pribadi sejak lahir. Bramantyo memalsukan dokumen selama puluhan tahun untuk menjadikannya miliknya agar bisa ditransaksikan dengan keluarga Adiguna."

Artinya, selama ini Adiguna Group sebenarnya "berhutang" pada Shena, bukan sebaliknya. Posisi Shena kini bukan lagi sekadar istri CEO atau pemegang 30% saham—ia adalah pemilik landasan utama di mana kekaisaran Adiguna berdiri.

Devan tertawa kecil, bukan tawa mengejek, melainkan tawa lega yang tulus. Ia memeluk pinggang Shena. "Jadi, selama ini aku menikahi seorang ratu tanah yang sebenarnya? Sepertinya aku benar-benar harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa aku layak menjadi suamimu, Nyonya Besar."

Shena tersenyum, namun matanya menunjukkan kebijakan baru. "Aset ini akan kita gunakan untuk membangun yayasan bagi wanita dan anak-anak yang terpinggirkan, Mas. Aku ingin nama kakekku dikenal sebagai pemberi kehidupan, bukan pemicu konflik."

Di sudut kota yang kumuh, Sarah menonton berita pernikahan megah itu dari layar televisi sebuah kafe murah. Ia kini hidup terlunta-lunta setelah seluruh asetnya dibekukan karena keterlibatannya dengan Adrian. Ia melihat Shena tersenyum bahagia di samping Devan—pria yang dulu ia pikir bisa ia kendalikan.

Sarah menyadari satu hal yang menyakitkan: Shena tidak pernah mencuri dunianya. Sarah sendirilah yang menghancurkan dunianya dengan keserakahan, sementara Shena membangun dunianya di atas ketulusan yang kini berbuah kemuliaan.

Malam itu, di bawah taburan bintang, Devan dan Shena berdansa di tengah taman. Badai telah berlalu, rahasia telah terungkap, dan kini hanya ada masa depan yang membentang luas.

"Terima kasih sudah tidak menyerah padaku, Shena," bisik Devan di sela dansa mereka.

"Terima kasih sudah mau belajar melihatku, Mas," jawab Shena manis.

...****************...

1
Kostum Unik
🤭🤭🤭...
Kostum Unik
🤣🤣🤣
MayAyunda
keren 👍👍
😍
Marine
semangat author! ceritanya bagus
Veline: makasih 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!