NovelToon NovelToon
Santet 2

Santet 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Horror Thriller-Horror / Mata Batin / Dendam Kesumat
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.

Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.

Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Tragedi

Braaaaak.

Braaaaaak.

Yuli yang sedang kesakitan karena tubuh ini tak kunjung reda dari rasa panas tersebut, malah mulai di landa dengan rasa takut begitu luar biasa karena jendela yang ada di dalam kamar dia seperti di pukul oleh sesuatu dari luar dan terdengar begitu berisik sehingga dia kebingungan untuk mengambil sikap bagaimana.

Yudith sudah tertidur karena sejak tadi dia menjaga Yuli dengan susah payah dan juga menghubungi Nando berulang kali namun tidak di angkat oleh pria itu, sekarang anak semata wayang itu telah tertidur di sofa kamar tempat Yuli berada karena dia tidak ingin meninggalkan Yuli seorang diri dan memutuskan untuk tidur di dalam kamar ini saja.

Yuli sendiri tidak bisa tidur karena rasa sakit yang dia derita di sekujur tubuh dan juga bingung harus bagaimana untuk mereda rasa sakit itu, padahal barusan sudah meminum obat yang di berikan oleh dokter kulit namun tetap saja tidak menghilang dan memang setiap malam Yuli akan menderita dengan rasa sakit seperti ini sampai pagi datang atau lebih tepatnya saat adzan subuh.

Braaaaak.

Braaaaak.

Suara jendela di gebrak dari luar kembali terdengar dan membuat Yuli kian ketakutan karena dia merasa ini bukan hal biasa, sebab dua bulan belakangan ini dia memang mengalami beberapa hal yang tidak masuk akal namun dia tidak berani mengatakan kepada Nando karena nanti yang ada Nando akan mengamuk dan mengatakan bahwa dia tidak memiliki iman sehingga percaya saja untuk hal yang seperti itu dan sudah pasti mereka akan bertengkar dengan keadaan yang begitu sulit serta rumit sekali.

Braaaaak.

Braaaaak.

"Apa itu ya?" Yuli bingung namun dia tidak berani juga untuk membangunkan Yudith.

"Hihihiiiiii.....

"La Ilaha illallah!" Yuli tersentak kaget karena mendengar suara wanita tertawa dengan begitu nyaring.

Braaaaak.

"Tolong lindungi hamba dan anak hamba malam ini, Ya Allah." Yuli mulai berdoa karena yakin memang ada sesuatu yang datang untuk menakuti dia malam ini.

Keadaan di luar dia juga sama sekali tidak tahu bagaimana bentuk dan rupa karena dia memang sudah lama tidak pernah keluar dari kamar, jangankan untuk berjalan untuk mencari udara segar di luar rumah sana karena untuk berdiri saja Yuli sudah tidak sanggup karena telapak kaki penuh dengan koreng yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Hanya orang tertentu saja yang berani masuk kamar ini dan mereka akan menahan nafas karena Yuli memang sangat bau amis bersama dengan bau bangkai, jadi kadang Yuli merasa tidak enak ketika Nando mendekat untuk memberikan dia makanan atau hanya sekedar obat karena dia tahu Nando begitu penjijik.

"Sudah tidak ada lagi suara itu, apa memang aku sudah mendapat santet dari seseorang?" batin Yuli.

Braaaaaak.

"Allahu Akbar!" pekik Yuli ketika pintu kamar mereka tiba-tiba saja terbuka lebar.

"Mama!" Yudith tersentak bangun dan dia langsung menjerit ketakutan.

"Jamban takut, tadi hanya ada angin saja dan pintu terbuka lebar." Yuli berusaha untuk menenangkan sang anak walau saat ini dia juga ketakutan.

Sreeeeeng.

"Bau apa ini, Ma?" Yudith mencium aroma yang sangat asing.

"Mama yang bau, Nak." Yuli berusaha tersenyum dan sebenarnya dia berdusta karena ini adalah bau yang tidak biasa.

"Tapi baunya beda tidak seperti bau yang tadi." ujar Yudith yang sudah tidak bisa untuk di bohongi lagi.

Wuuussssh.

"Ma ada orang yang lewat!" teriak Yudith ketika dia melihat keluar kamar.

"Mana?!" Yuli memang tidak sempat melihat sehingga dia tidak tahu apa yang tengah di lihat oleh sang anak.

"Tadi ada orang yang lewat menuju arah dapur." Yudith berusaha meyakinkan karena dia tidak mungkin salah lihat.

Melihat wajah yang terlihat serius sehingga sudah pasti tidak mungkin berdusta dan selama ini Yuli juga mengetahui bahwa sang anak tidak pernah menceritakan hal bohong seperti itu, pasti tadi memang Yudith melihat seseorang yang tengah berjalan dan menuju dapur namun mereka hanya berdua malam ini di rumah sehingga tidak mungkin ada orang lain lagi.

Sungguh Yuli harus di lema karena dia antara takut dan juga bingung setelah mengetahui bahwa mungkin saja ada seseorang yang datang untuk membuat masalah, bila ada orang jahat maka pasti dia tidak mungkin bisa menyelamatkan sang anak karena kondisi dia sendiri sangat parah seperti ini.

Jangan kan untuk melawan orang jahat untuk berdiri saja dia sudah tidak sanggup sehingga tidak mungkin bisa menolong Yudith, Nando juga entah ke mana sehingga sampai saat ini dia belum pulang dan kemungkinan besar esok pagi baru pulang ke rumah ini.

"Sayang, Yudith bisa kan sekarang menutup pintu kamar ini." pinta Yuli dengan suara berbisik dan menahan rasa sakit di tubuh.

"Iya, Ma." bocah kecil ini mengangguk walau jujur saja dia juga masih menyimpan rasa takut di dalam hati.

"Kunci ya, biar kita aman di dalam kamar ini sekarang." Yuli berusaha menguatkan sang anak.

Yudith akhirnya turun dari atas ranjang dan menutup pintu kamar itu dengan sangat cepat karena dia takut bila seseorang yang lewat tadi justru masuk ke dalam kamar ini, agak sulit juga mengunci pintu karena memang Yudit masih bertubuh kecil dan dia tidak pernah bisa mandiri karena selama ini bisa di katakan adalah anak manja.

"Su....

"Mama!" bocah kecil ini terpana ketika melihat ke arah ranjang tempat tadi Yuli berada.

"Aaaaaggkkk, Aaaagkkk sa...kit!"

"Mama kenapa?!" Yudith berteriak histeris karena sekarang di atas ranjang sana Yuli justru mengambang di udara dengan keadaan terlentang.

"Sa....kiiiit!" Yuli terdengar merintih namun suara dia tertahan di tenggorokan.

"Mama kenapa bisa terbang, Mama!" Yudith panik sekali dan tidak tahu harus bagaimana sekarang.

Tubuh Yuli mengambang di udara dengan mata melotot ke arah atas sehingga menambah suasana kian tidak enak saja, seorang anak kecil harus menahan semua rasa takut yang ada di dalam hati hanya karena dia memang tinggal berdua dengan sang Mama saja.

"Ma Yudith takut, Ma." Yudith menangis karena dia memang sangat ketakutan melihat keadaan Yuli.

"Mama!" Yudith kembali berteriak.

"Ja...jangan sakiti aku, le...lepaskan aku." Yuli masih merintih di tengah rasa sakit ini.

Yudith sudah berderai air mata karena dia tidak tahu harus bagaimana dan ketika berusaha untuk menggapai tubuh Yuli dia kembali terpental seolah ada sesuatu yang menghantam tubuh bocah laki-laki ini, entah apa yang sebenarnya terjadi karena Yudit juga pasti tidak paham dan kemungkinan bila bercerita maka tidak akan pernah di dengarkan oleh Nando karena di anggap itu hanya khayalan semata.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya kalian semua ya.

1
Ayu Putri
rasakan km Nando,sukurin digampar SM sadewa
Safitra
lanjut kak
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
tse
sayang banget si sendal jepit g ikut masuk, biar dia bisa liat dengan matanya sendiri bahwa apa yang di katakan kakaknya dan anaknya ga bohong, bukan halusinasi doank...
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...
Wanita Aries
hadeh saudara kandung gk beres perkara rebutan laki2 sampe bgtu
Nurr Tika
lanjut thor
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
Nureliya Yajid
lanjut
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
yanti ikhsan
Nabila di bayar lunas,,gak sabar nunggu Nando kena karma juga
cuplis
nabila kalau mati pasti arwahny akan gentayangan
NoviTa jungkook: pergi masuk club kalau hantu kota🤣
total 1 replies
Jeje kwok 12🌹
masuk menunggu purnama and the genk masuk dalam alur cerita ini/Grievance/
Zuhril Witanto
Ica udah bertindak...seenak saja bikin orang sakit...
moerni🍉🍉
😓😓😓cacamarica ...bakal jdi calon teh celup d lembah
moerni🍉🍉: wkkwkkw....
mellehhh
total 3 replies
Sofiana Rosita
siang juga thor,,,💪
NoviTa jungkook: 🥰 🥰 🥰
total 1 replies
Eli Rahma
greget bgt sama ica marica hehe itu..
neni nuraeni
semoga aja dewa bisa menglhkn setanya
Dyana
blm ktmu purnama dan Arya... hbis ini s nando... nuggu nando kena banting cantik mba pur... 😍😍😍
Safitra
lanjut thor
Haniza Putri
yahhhh kurang seru thorr KLO peran purnama and the geng dikittt
Yani
met siang thor....sini ujan ..enaknya nyemil tahu goreng ÷ sambel kecap sambil baca ceritamu🤭
Tri Handayani
lanjut thoor semakin penasaran😍eh tp knapa thor nando gk diikutkan masuk hutan gaib biar gk ngeyel trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!