apa jadi nya , jika kamu bekerja dengan seorang bos cantik ,masih muda dan sedikit genit , itulah yang di alami oleh Raka , ia bekerja sebagai supir serta asisten pribadi nya seorang CEO muda dan cantik , yang diam diam menaruh hati pada nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bryan Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu klien
Kulihat ibu Dewi tersenyum kecil sambil minum air di tangan nya , ingin kubuka pesan yang dikirim oleh dini , belum juga ku membuka nya .
" satu kata seratus ribu "
ku batal kan niat ku , ingin rasa nya ku banting handphone ku , tapi ia malah tersenyum puas melihat ku .kembali ia menyodorkan tangan nya meminta handphone ku lagi, mau tidak mau ku berikan pada nya lagi , lalu ia memasukan nya di dalam tas nya .
" Habis ini kita pergi ke Hotel Citra , aku ada meeting dengan klien " kata Bu Dewi.
" hah, hotel !"
" iya hotel ! ketemu klien ! Kamu pikir mau ngapain?" ucap Bu Dewi .
" Hehehehe, gak Bu " kirain dia mau ketemuan sama pacar nya di hotel .
" emang kamu mau checkin di hotel?" ucap Bu Dewi menggoda ku .
" Ya mau lah ,,eh enggak deh " jawab ku , hampir aja aku kepancing oleh nya .
" Kamu yang bayar ya ? Ya sekitar dua juta lah sewa kamar nya " kembali ia menggoda ku .
. " Ogah Bu, enggak " jawab ku .
" mau aku pesenin yang agak murahan buat kamu sama dini ?" ucap nya sambil menatap ku .
" hehehehe, bener boleh Bu "
" boleh tapi potong gaji nya dua juta ya " ucap Bu Dewi , sambil mengambil tas nya bersiap untuk pergi .
" lah ditemenin malah pergi " ucap ku
Bu Dewi malah tersenyum, dan ia pergi menuju meja kasir , sedangkan aku mengikuti nya dari belakang.
Kembali ia menggandeng tangan ku lagi , sambil tersenyum mencurigakan , sampai keluar dari dalam mall dan meninggalkan nya entah kenapa perasaan ku tidak enak .
Di dalam mobil Bu Dewi terlihat sedang berbicara dengan klien nya lewat handphone nya samar samar ku dengar lawan bicara nya adalah seorang wanita .
ku pacu kendaraan ku agak cepat karena Bu Dewi minta buru buru , hari ini matahari bersinar sangat terik , jika tidak memakai mobil mungkin aku gak bakal mau keluar rumah .
Akhir nya kami tiba di basement hotel , Bu Dewi langsung bergegas dan menarik ku , tampak dia sangat terburu buru , karena klien nya sudah terlebih dahulu datang , di dalam lift ia menyempatkan kan diri untuk sedikit berdandan " Bagimana penampilan ku ?" tanya nya sambil merapikan rambut nya .
" Sudah cantik kok Bu " jawab ku .
" Halah , selera cantik mu itu beda " sanggah nya .
aneh dia sendiri yang nanya , di jawab malah gak terima , mending jangan nanya kalau gak percaya sama orang .
Bu Dewi mendekat kan kepala nya pada ku sedikit menunduk " Bagaimana rambut ku ,ada yang berantakan ?" tanya Bu Dewi .
" sudah rapi kok " jawabku
" lihat lagi yang benar! " bentak nya
" sudah rapi Bu " jawab ku lagi sedikit kesal .
" ih , kamu ini jadi cowok gak ada peka peka nya ?"
aku jadi bingung mendengar nya , maksud nya opa sih , emang udah rapi masa aku harus bilang berantakan gitu .
Tiba tiba ia mengambil handphone ku yang berada di dalam tas nya " Halo ! kita lagi checkin di hotel jangan ganggu!"
waduh " yang telepon siapa Bu ?" tanya ku .
" nggak tahu " ia memasukan kembali handphone ku kedalam tas nya .
Seketika mata ku membulat di buat nya , gila nih bos gimana kalau yang telpon tadi keluarga ku , seketika hati ku cemas di buat nya . Kelakuan nya sungguh semakin keterlaluan ingin rasa nya memaki nya , namun tiba tiba ia menggandeng tangan ku kembali dengan erat Setelah pintu lift terbuka .
Ia mengajak ku bertemu dengan dua orang wanita yang sedang duduk di sofa .
" selamat siang , maaf sudah menunggu lama " ucap Bu Dewi sambil menyalami mereka satu persatu .
Kami ikut duduk dan akhirnya ia menyerah kan handphone ku , tanpa memperdulikan apa yang mereka bicarakan aku melihat list panggilan handphone ku .
Hanya terdapat nama dini , berarti yang menelpon ku tadi dini , ada sedikit lega di hati ku , dan sedikit cemas juga , dini pasti berfikiran macam macam tentang ku .
" oh ya kenalin ini Raka , calonku !" tunjuk Bu Dewi memperkenalkan diri ku pada dua wanita itu .
Apa maksud nya coba calon , asisten kali
ku jabat tangan mereka sambil mem perkenal kan diri .
" Selamat ya Bu , jangan lupa nanti undangan nya " kata salah satu wanita itu .
" iya dong Bu Rita , jadi bisa kita mulai sekarang?" ucap Bu Dewi.
Gila ni cewek kalau ngomong asal ceplos aja .
pembicara pun di mulai, aku mendengar kan pembicaraan mereka , pandangan ku tentang Bu Dewi seketika Berubah mendengar Bu Dewi yang sedang bernegosiasi , Dia baru tampak terlihat seperti bos sungguhan, dia bahkan beberapa kali menelan lawan bicaranya , yang tampak kelihatan lebih berpengalaman dari diri nya .
Cukup cepat mereka bernegosiasi, hingga akhir nya secara tiba tiba Bu Dewi berpamitan undur diri , ya karena menurut ku juga itu keputusan yang tepat karena lawan bicara nya sedari tadi hanya membolak balikan kata , akupun paling Malas jika harus berhadapan dengan orang seperti itu .
Selama perjalanan Bu Dewi hanya diam dan sesekali mengeluh .
" capek ya Bu ?" tanya ku .
" iya , langsung pulang aja ya ! Habis antar saya pulang terserah kamu mau kemana !" jawab nya.
" Beneran Bu !"
Bu Dewi mengambil beberapa uang dari dalam tas nya
" Nih , jangan lupa nanti kamu isi bensin di pom "
setibanya di rumah Bu Dewi langsung keluar dari mobil nya begitu saja , tampak nya ia sangat kecewa dengan klien yang tadi ia temui , terlihat dari ekspresi wajah nya yang sendu dan sedikit marah .
segera ku Putar mobil nya , dan ku hampiri Edo dengan sedikit sombong .
" pak satpam ! Tolong bukain pagar nya dong !" ucap ku mengejek Edo .
" mau kemana lu ka ?" tanya nya karena ia melihat ku sendirian.
" Ada urusan penting di suruh Bu bos , buruan buka !"
dengan cepat ia membuka pintu pagar , setelah terbuka , ku berhenti kan mobil saat hampir keluar dari pagar .
" Do , sorry gue pulang duluan ya , bye bye " ejek ku sambil ku lambai kan tangan pada nya.
" Woi , sialan lu ka ! Entar gue pulang nya gimana ?" teriak nya .
" pikir aja sendiri, hahaha "
segera ku tinggal kan Edo yang masih mengacungkan jari tengah nya padaku .
Jangan takut kami memang sudah biasa seperti ini , bahkan bisa lebih parah , namun semua nya hanya bercanda saja gak pernah kita berdua saling membenci .
Setiba nya di rumah aku langsung istirahat , tak lupa aku menelpon dini untuk meminta maaf , beberapa kali ia menolak panggilan telepon ku , mungkin ia sedang berfikiran yang tidak tidak saat ini tentang ku. Ya sudah lah aku gak mau ambil pusing dengan dini , lagian juga aku baru kenal sama dia , emang sih aku merasa nyaman dan senang juga kenal sama dini kan dia yang bantu kerjaan ku ya g ku cemas kan saat ini hanya takut ia gak mau bantu kerjaan ku lagi .