syasa pandita kusuma seorang gadis berusia 18 tahun, cantik cerdas, di takuti, gadis muda yang sudah mempimpin sebuah perusahaan ternama di Indonesia, Mengantikan sang kakek. karakter yang cerdas, dingin, dan ambisius dan tegas banyak di takuti di kalangan rekan bisnis nya walau diri nya tergolong muda
adakah seorang laki-laki yang berani mendekati nya? "
yuk simak kisah nya 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10
kediaman Herman, ruang makan
" pagi opa.. oma.. akbar " sapa syasa lalu tersenyum dan berjalan menuju pentry dan membuat minuman
" pagi.. " jawab pak herman lalu tersenyum
" pagi sayang " jawab bu dita
" akbar.. apa kamu mau kopi? " tanya syasa dari pantry dapur yang tak jauh dari ruang makan
" boleh.. " jawab bryan Melihat syasa, syasa
pun membuatkan kopi untuk bryan dan membuat susu untuk diri nya sendiri, setelah selesai syasa membawa kopi dan susu nya ke ruang makan
" ini kopi untuk asisten, ku yang lulus ujian pertama " ucap syasa meletakkan secangkir kopi di hadapan bryan lalu tersenyum
" dan mulai besok, kamu harus membuat nya sendiri serta membuatkan susu untuk ku " ucap syasa tersenyum
" syasa.. ! " pekik pak herman
" bercanda opa.. akbar maaf , untuk susu nya biar aku sendiri yang membuat nya " jawab syasa lalu tersenyum tersenyum
" apa itu termasuk keyakinan mu " ucap bryan lalu meminum kopinya
" tidak...tapi..jika kamu tidak keberatan boleh lah " jawab syasa lalu tertawa,bryan pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
" nikmat juga kopi buatan nya, serasa mempunyai istri " ucap bryan dalam hati lalu tersenyum dan memandang syasa yang sedang menikmati susu nya . Herman dan dita pun saling melempar pandang dan tersenyum melihat dua pemuda yang sedang bercanda di depan nya, apa lagi herman dan dita melihat bryan memandang syasa dengan sorot yang berbeda
"awas saja jika macam macam dengan cucu ku " batin pak herman
"Bryan cocok nya jadi cucu menantu " ucap bu dita dalam hati lalu tersenyum, melihat mereka yang sedang sarapan bersama dan duduk bersebelahan , setelah selesai sarapan mereka berpamitan untuk berangkat bekerja.
" opa..oma.. syasa berangkat ke kantor " menyalami herman dan dita
" opa oma bryan juga berangkat " pamit bryan lalu menyalami herman dan dita
" iya kalian hati hati.. " ucap pak herman
"akbar.. maaf, kali ini kamu merangkap menjadi sopir pribadi ku, karena pak hadi, sedang cuti istri nya melahirkan , tapi tenang saja nanti gaji mu aku tambahkan " ucap syasa sambil memberikan kunci mobil nya
" iya nona tidak masalah.. " jawan bryan lalu tersenyum, lalu mereka melangkah keluar menuju mobil, bryan membukakan pintu mobil untuk syasa di bagian belakang. setelah nya bryan masuk bagian kemudi
"bryan hati hati, jaga cucu ku " ucap pak herman
" siap Opa.. " jawab bryan lalu tersenyum dan langsung melajukan mobil nya
" apa agenda ku hari ini " tanya syasa saat perjalanan
"ada meeting jam 10, dengan pak Kuncoro, lalu jam 1 ada pertemuan di hotel bima dengan perusahaan sanjaya group, " jelas bryan yang sudah menghafal jadwal syasa dan suasana hanya mengangguk dan tersenyum
" akhirnya aku bisa bertemu papa.. , apa mama ikut dengan papa " gumam suasana lalu mengambil ponsel di saku nya dan menelfon Wina
" halo ma.. "
" iya sayang... kamu benar-benar, tidak memberi kabar mama, setelah tiba di jakarta, dan baru hari ini kamu menelfon mama, dan kamu tidak minta mendapat mama memecat karyawan mu, dan kamu mempunyai asisten laki laki , astaga syasa!! jawab Wina seperti menginterogasi syasa
" astaga mama.. satu satu ma.. maaf, syasa saat tiba di jakarta ,syasa langsung sibuk dengan urusan kantor, syasa memecat karyawan , juga mempunyai alasan sendiri ma.. dan soal asisten pribadi, iya ..syasa membutuhkan nya karena syasa kasian melihat pak dicky yang kerepotan mengurusi urusan kantor dan juga mengurusi agenda ku, " jelas syasa lembut agar Wina tidak panik sambil melihat bryan dari kaca mobil yang ada di depan bryan
" papa dan mama pagi ini ke Jakarta, ada meeting dengan mu, kamu mau di bawakan sesuatu ?" tanya Wina
" apa saja ma.. , mama datang ke Jakarta saja syasa sudah sangat bahagia " jawab syasa lalu tersenyum bryan pun hanya melihat nya dari kaca lali tersenyum
" ma.. apa adik adik ikut.. "
" tidak.. ! mereka sekolah "
" baiklah...mama dan papa hati hati " ucap syasa
" iya sayang kamu juga " jawab Wina
" iya ma.. terima kasih" jawab syasa lalu tersenyum dan menutup sambungan ponsel nya
🔸
disisi lain di kediaman pak herman setelah kepergian syasa dan bryan, pak herman berbicara dengan orang kepercayaan nya Rendi .
" bagaimana penyelidikan mu, apa kamu mendapat info tentang asisten cucu ku bryan " tanya pak herman pada rendi
" sudah tuan.. tuan bryan ternyata anak dari sahabat tuan bram, pak ridwan ahmad akbar, beliau mempunya perusahaan industri tambang dan batu bara, menurut sumbar yang saya dapat tuan vryan keluar dari rumah karena tuan bryan tidak mau di paksa untuk mengurusi perusahaan, karena tuan bryan belum siap, dan memilih keluar dari rumah dan fasilitas yang pak ridwan berikan padanya di cabut, dan akhirnya tuan bryan melamar pekerjaan di perusahaan tuan " jelas rendi
" jadi bryan anak dari ridwan ahmad akbar, baik.. terima kasih, awasi mereka dari kejauhan " jawab pak herman
" baik tuan, saya permisi " pamit rendi lalu herman hanya mengangguk.pak herman memang menyelidiki asisten cucunya tersebut saat mendengar kabar dari dicky bahwa syasa memperkerjakan asisten seorang laki-laki. karena pak Herman harus tau asal usul yang menjadi Asisten cucunya.
🔸
kantor syasa
syasa melangkah memasuki kantor nya di ikuti bryan di belakang nya dengan terus menatap ke depan dan mengabaikan sapaan karyawan nya, hingga syasa dan dan bryan berada di lift, dan saat berada di lift tiba tiba syasa tertawa melihat bryan mengunakan tas nya
" astaga.. akbar ! " ucap syasa yang masih tertawa
" kenapa nona, kenapa dengan saya " tanya bryan keheranan
" lihat lah dirimu di kaca, sudah seperti.." jawab syasa yang masih tertawa sambil memegang perutnya
" astaga.. " ucap yang memperhatikan dirinya seperti banci di kaca karena menggunakan tas perempuan
" tak apa cin.. boleh juga.. "ucap bryan bernada dan bergaya seperti banci sontak syasa semakin terbahak bahak.
" sudah.. mari tas nya biar aku sendiri yang membawa nya " jawab syasa yang masih tertawa dan mengambil tas nya dari pundak bryan
" aku baru ini tertawa lepas seperti ini dengan karyawan ku, kamu boleh juga untuk menghibur ku " ucap syasa yang masih tertawa
" artinya saya karyawan pertama yang membuat nona tertawa " jawab bryan memperhatikan syasa yang masih sedikit terus lalu tersenyum memandang syasa
" eum.. " jawab syasa singkat dan tertawa tiba tiba " ting " suara lift terbuka dan ekpresi syasa pun langsung berubah menjadi dingin, bryan pun seketika diam seperti orang ketakutan.
saat keluar dari lift banyak karyawan yang melihat syasa dengan bryan, ada yang mengira bryan adalah rekan bisnis dan ada juga yang mengira kekasih syasa karena mereka nampak serasi. syasa merasa di perhatian kan pun menghentikan langkah nya
" apa yang kalian lihat, kerjakan perkerjaan kalian masing-masing " ucap syasa tegas dan melanjutkan langkah nya menuju ruangan nya lalu bryan membukakan pintu untuk syasa.
sesampainya di ruangan nya syasa duduk di kursi kerja kerja nya , lalu bryan meletakkan dokumen yang ia bawa di meja kerja syasa kemudian bryan memberikan botol air minum yang ia bawa dari rumah
" nona minum lah dulu "
" ya Terima kasih " Jawab nya singkat
" gadis aneh.. pintar menjaga wibawa nya " batin bryan lalu tersenyum dan duduk di tempat nya
🔹🔹🔹🔹
vote, like komen
Terima kasih😘💕