NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 10

Puncak Asura - Satu Bulan Kemudian.

Kabar tentang berdirinya sekte baru di Pegunungan Seribu Iblis telah menyebar seperti api liar di dunia bawah tanah. Rumor mengatakan bahwa "Patriark Asura" adalah seorang ahli Nascent Soul yang kejam namun murah hati, bersedia menerima siapa saja tanpa memandang latar belakang.

Ratusan kultivator liar, bandit, dan penjahat mencoba mendaki Puncak Asura.

Namun, 90% dari mereka mati sebelum mencapai setengah jalan. Dimangsa oleh binatang buas, tersesat dalam Formasi Kabut Ungu, atau hancur mentalnya oleh tekanan Pohon Dunia Bawah.

Hari ini, hujan badai mengguyur pegunungan.

Di tangga batu terakhir menuju puncak, sebuah tangan kurus yang hanya tinggal tulang dan kulit mencengkeram pinggiran batu. Kuku-kukunya sudah copot, digantikan oleh darah yang mengering.

Seorang pemuda berusia tujuh belas tahun sedang merangkak naik. Kakinya patah dan diseret. Jubahnya hanyalah jubah lusuh yang compang-camping.

Namanya Cang Wu.

Dia bukan kultivator. Dia tidak memiliki Qi pelindung. Dia hanya manusia biasa (Mortal).

Hah... Hah...

Napasnya seperti parutan besi. Setiap inci gerakannya adalah siksaan. Tapi matanya... matanya menyala dengan api yang menolak untuk padam.

Di gerbang istana sekte, Sun Jin (Raja Kera yang kini menjadi Tetua Penjaga Pintu) berdiri bersedekap, menatap pemuda itu dengan remeh.

"Berhenti, Bocah," geram Sun Jin. "Ini bukan tempat untuk pengemis. Kau bahkan tidak punya Akar Roh. Kau sampah di antara sampah. Pulanglah sebelum aku melemparmu ke jurang."

Cang Wu tidak menjawab. Dia tidak punya tenaga untuk bicara. Dia terus merangkak. Satu inci lagi.

Sun Jin mendengus. Dia mengangkat kakinya untuk menendang pemuda itu jatuh.

"Cukup."

Suara dingin terdengar dari balik gerbang.

Sun Jin membeku. Dia segera menarik kakinya dan berlutut.

"Patriark!"

Shen Yu berjalan keluar, dipayungi oleh Qi ungu yang menahan hujan. Dia menatap Cang Wu yang terkapar di tanah berlumpur.

Shen Yu tidak menolongnya. Dia hanya melihat.

"Kenapa kau mendaki?" tanya Shen Yu.

Cang Wu mengangkat kepalanya. Wajahnya penuh luka gores dan lumpur. Dia menatap Shen Yu sosok yang terlihat seperti Dewa Iblis baginya.

"Kekuatan..." suaranya serak, nyaris tak terdengar.

"Untuk apa?"

"Membunuh..."

"Siapa yang ingin kau bunuh?"

"Semua..." air mata darah menetes dari mata Cang Wu. "Gubernur Kota... Sekte Pedang Langit yang melindunginya... Langit yang membiarkan adikku diperkosa dan dibunuh... Aku ingin membunuh semuanya."

Shen Yu terdiam.

Dia melihat ke dalam mata pemuda itu. Dia melihat kegelapan yang familiar. Kegelapan yang sama yang dia rasakan saat dia dipaksa menjadi wadah, saat dia dikhianati takdir.

Shen Yu berjongkok. Dia memegang pergelangan tangan Cang Wu.

"Akar Roh mu hancur total. Meridian-mu tersumbat secara alami. Di mata sekte lurus manapun, kau adalah sampah yang tidak bisa berkultivasi seumur hidup."

Cang Wu menunduk, putus asa. Dia tahu itu.

"Tapi..." lanjut Shen Yu.

"Di mataku, wadah yang kosong adalah wadah terbaik untuk diisi racun."

Shen Yu berdiri.

"Jalan Iblis bukan tentang menyerap Qi Langit dan Bumi. Jalan Iblis adalah tentang merampas, memakan, dan menempa diri sendiri menjadi senjata."

"Aku punya satu metode. Sutra Tulang Iblis Sembilan Hantu. Teknik ini tidak membutuhkan Akar Roh. Teknik ini menjadikan tulangmu sebagai Dantian."

"Tapi syaratnya... aku harus menghancurkan seluruh tulang di tubuhmu terlebih dahulu, lalu menyusunnya kembali satu per satu menggunakan Qi Iblis. Rasa sakitnya seribu kali lipat dari kematian. Kemungkinan kau mati saat prosesnya adalah sembilan puluh persen."

Shen Yu menatap tajam.

"Masih mau kekuatan?"

Cang Wu tidak ragu sedetik pun. Dia membenturkan kepalanya ke tanah berlumpur.

DUG! DUG! DUG!

Dia bersujud tiga kali dengan keras hingga dahinya pecah.

"Murid Cang Wu... bersedia menanggung seribu kematian! Mohon Guru berikan hamba kesempatan!"

Shen Yu tersenyum tipis. Senyum yang mengerikan.

"Bagus. Masuklah."

Shen Yu melambaikan tangannya. Tubuh Cang Wu melayang, dibawa masuk ke dalam Aula Utama.

Aula Utama - Ritual Penempaan Tulang.

Cang Wu dibaringkan di atas altar batu hitam. Dia telanjang bulat.

Di sekelilingnya, Shen Yu, Ye Qing, dan Feng Jiu menonton.

"Anak ini gila," bisik Ye Qing. "Dia benar-benar mortal tanpa dasar kultivasi. Jika kau menghancurkan tulangnya, dia akan mati syok."

"Jika dia mati, berarti kebenciannya tidak cukup kuat," jawab Shen Yu dingin.

Shen Yu mengeluarkan sebotol Darah Esensi Raja Kera (sumbangan paksa dari Sun Jin) dan mencampurnya dengan Getah Pohon Dunia Bawah.

Cairan hitam pekat itu mendidih.

"Minum," perintah Shen Yu.

Cang Wu meminum cairan itu.

"AAAAAARRGGGHHH!!"

Jeritan memilukan pecah. Cairan itu membakar organ dalamnya, merapuhkan tulang-tulangnya.

Shen Yu tidak menunggu. Dia meletakkan tangannya di dada Cang Wu.

Penghancuran.

KRETEK! KRAK!

Shen Yu menggunakan Qi-nya untuk mematahkan tulang rusuk, tulang lengan, tulang kaki, dan tulang punggung Cang Wu secara sistematis.

Tubuh pemuda itu mengejang hebat, matanya memutih. Tapi anehnya... dia tidak pingsan. Kebencian di dalam jiwanya memaksanya tetap sadar untuk merasakan setiap detik rasa sakit itu.

"Bagus," puji Shen Yu. "Sekarang, Penyusunan Ulang."

Shen Yu mengalirkan Qi Iblis Asura ke dalam tubuh yang hancur itu. Qi ungu membungkus serpihan tulang, menyatukannya kembali, memadatkannya menjadi tulang berwarna hitam legam yang sekeras baja.

Rune-rune iblis terukir secara alami di atas tulang-tulang barunya.

Proses itu berlangsung selama tiga hari tiga malam.

Tiga Hari Kemudian.

Pintu Aula Utama terbuka.

Shen Yu berjalan keluar, terlihat sedikit lelah.

Di belakangnya, terdengar langkah kaki yang berat.

DUM. DUM.

Cang Wu berjalan keluar.

Dia bukan lagi pemuda kurus kering yang merangkak. Tubuhnya kini tegap, kulitnya pucat dengan urat-urat hitam samar di lehernya. Matanya dingin dan kosong.

Dia belum memiliki Qi di meridiannya. Tapi kekuatan fisiknya (berkat Tulang Iblis) sudah setara dengan kultivator Pembentukan Pondasi Awal.

Cang Wu berlutut di depan Shen Yu.

"Murid Cang Wu, memberi salam pada Patriark."

Shen Yu mengangguk. Dia melempar sebuah pedang hitam berat (pedang gagal tempaan Ye Qing, tapi sangat berat) ke hadapan Cang Wu.

"Namamu mulai hari ini adalah Cang Wu (Ketiadaan Pucat)."

"Tugas pertamamu: Turun ke kaki gunung. Cari sarang Serigala Angin. Bunuh sepuluh ekor dengan tangan kosong. Makan dagingnya, minum darahnya untuk memperkuat tulangmu."

"Jangan kembali sebelum selesai."

"Baik, Guru."

Cang Wu mengambil pedang berat itu seolah seringan kapas, lalu berbalik dan melompat turun dari tebing dengan gerakan kaku namun mematikan.

Ye Qing berdiri di samping Shen Yu, melihat punggung murid baru itu.

"Kau menciptakan monster kecil, Bos."

"Dunia ini butuh monster," jawab Shen Yu. "Kalian terlalu 'bersih'. Aku butuh pedang yang kotor untuk melakukan pekerjaan kotor."

Tiba-tiba, Mingyao muncul dari bayangan pilar. Wajahnya serius.

"Patriark, ada masalah."

"Apa?"

"Sekte Serigala Besi (Iron Wolf Sect), penguasa wilayah lembah sebelah, telah menyadari perubahan aliran Qi di pegunungan ini. Mereka mengirim utusan."

"Utusan?"

"Bukan utusan damai. Mereka membawa pasukan tiga ratus orang. Mereka menuntut kita menyerahkan 'Harta Karun' yang menyebabkan perubahan Qi ini, atau mereka akan meratakan Puncak Asura."

Shen Yu tertawa pelan.

"Sekte Serigala Besi? Hanya sekte kelas tiga dengan Patriark Nascent Soul Awal yang baru jadi?"

Shen Yu menoleh pada Feng Jiu dan Ye Qing.

"Feng Jiu, Ye Qing. Ada tamu yang ingin meratakan rumah kita."

"Tunjukkan pada mereka..." mata Shen Yu berkilat merah. "...Siapa sebenarnya yang akan rata dengan tanah."

"Dan bawa murid baruku itu. Biarkan dia menonton bagaimana cara membunuh yang benar."

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!