NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 ANAK DARI MASA DEPAN

“Oke,” Jimin menepuk meja kantin pelan, ekspresinya sok serius,

“kita bahas pelan-pelan.”

Seokjin mengangguk, nada suaranya seperti pembawa berita.

“Jadi… ada anak lima belas tahun…”

Wonwoo menyambung tenang,

“…ngaku anak Jungkook dan Taehyung.”

“ITU FITNAH!” Taehyung langsung membantah.

Keonho mendongak polos.

“Mommy teriak lagi.”

“JANGAN PANGGIL GUE MOMMY!”

Jimin menahan tawa.

“Lucu banget.”

Jisoo menyilangkan tangan, menatap Keonho lama.

“Taehyung, lo sadar gak dia mirip lo?”

“ITU EDITAN TUHAN.”

Wonwoo mengangguk pelan.

“Iya… makanya sampe sedetail itu mirip lo dan…”tatapannya bergeser,

“…Jungkook?”

Taehyung membeku.

📍 MEJA SEBELAH — GENG JUNGKOOK

Mingyu mencondongkan badan.

“Anak itu beneran mirip Jungkook.”

“STOP,” Jungkook langsung memotong.

Namjoon menyipitkan mata.

“Nama depannya Jeon.”

“KEBETULAN.”

Seokmin mengangkat jari.

“Umur lima belas.”

Yoongi menambahkan santai,

“Dan nyebelin.”

Jungkook mendelik sinis.

“Kita satukan dua geng,” Jimin tiba-tiba mengumumkan.

“Kenapa?” Jungkook menoleh tajam.

“Karena gosipnya satu.”

“Gue nolak,” Taehyung langsung berdiri.

Keonho menoleh ke Taehyung dengan ekspresi santai.

“Mommy dulu juga nolak pas Daddy ngajak nikah.”

Kantin langsung sunyi.

“HAH?!”

Semua suara tumpang tindih.

“LO DIEM,” Jungkook menunjuk Keonho.

Keonho tidak gentar.

“Om Yoongi nangis waktu itu.”

“GUE TERLIBAT APA LAGI?” Yoongi langsung berdiri.

Keonho melanjutkan tanpa beban,

“Om Tante ribut terus. Padahal kalian keluarga besar.”

Ia menunjuk satu per satu.

“Backstreet semua.”

Seokjin, Namjoon, Mingyu, dan Wonwoo saling pandang.

“…kok lo tau?” mereka berkata bersamaan.

“Sejarah keluarga,” jawab Keonho ringan.

Taehyung menatap Keonho lama, suaranya pelan tapi tegas.

“Anak ini bahaya.”

“Setuju,” Jungkook mengangguk cepat.

Keonho menatap mereka bergantian.

“Tapi kalian tetep lindungin aku.”

Jungkook menjawab refleks,

“Refleks.”

Taehyung menyahut tanpa mikir,

“Naluri.”

Keonho tersenyum kecil.

“Orang tua.”

Dan di saat itu—

tidak ada yang menertawakan lagi.

Karena semua sadar satu hal:

Mereka berdua sudah bertindak seperti keluarga.

Tanpa sadar. Tanpa izin. Tanpa bisa ditarik kembali.

___

📍 MANSION KIM — MALAM HARI

Lampu mansion Kim mendadak padam.

Keheningan turun pelan, cuma diterangi cahaya bulan dari jendela besar ruang makan.

“Mommy, aku lapar,” suara Keonho terdengar lembut.

Taehyung menghela napas.

“Makan di dapur.”

Keonho menggeleng kecil.

“Daddy masakin.”

“GUE TAMU,” Jungkook refleks menjawab.

“Tapi Daddy jago masak ramen.”

Taehyung menoleh ke langit-langit.

“Listrik mati?”

Keonho ikut menoleh ke atas, ekspresinya berubah… serius.

“Oh… dia datang.”

Jungkook langsung tegang.

“SIAPA?”

Udara bergetar.

Lalu—

“HALOOO KELUARGA CHAOS!”

Cahaya neon meledak di tengah ruang tamu. Seorang pria dengan senyum terlalu cerah dan jaket neon menyilaukan muncul begitu saja.

“Aku Dewa Baik Hati.”

Taehyung menyipitkan mata.

“Kok bajunya neon.”

“Branding, sayang.”

“DEWA KOK RAME,” Jungkook mendesis.

“Aku spesialis drama,” jawab Hoseok santai.

Keonho melangkah maju.

“Aku dapat izin khusus.”

“Izin apa?” Taehyung bertanya waspada.

Hoseok mengangkat satu jari.

“Balik ke masa lalu. Buat ketemu kalian.”

Ia tersenyum lebar.

“Versi lebih muda. Lebih denial.”

Keonho menatap Taehyung dan Jungkook bergantian.

“Aku mau lihat Daddy sama Mommy jatuh cinta lagi.”

“GUE GAK AKAN JATUH CINTA,” Jungkook langsung membalas.

“Apalagi sama dia.”

“Belum,” Hoseok menyahut ringan.

“KOK MAKSA?” Taehyung hampir berteriak.

“Aku support love story,” kata Hoseok tanpa dosa.

“Syaratnya gampang.”

Udara terasa berat.

“Kalian harus bersama.”

“ENGGAK,” Jungkook dan Taehyung serempak.

Keonho maju satu langkah… lalu menggenggam tangan mereka berdua.

“Tolong…”

Tidak ada jawaban.

Hanya genggaman yang menguat tanpa sadar.

Hoseok tersenyum puas.

“Nah gitu dong. Keluarga harmonis.”

Ia mengangkat jari lagi.

“Oh ya, satu lagi.”

“APALAGI,” Taehyung frustasi.

“Kalian gak akan ingat detail masa depan.”

Hening.

Keonho menatap mereka lama.

“Aku tunggu kalian di masa depan.

Taehyung menunduk, suaranya pelan.

“…hati-hati.”

Jungkook refleks menjawab, bahkan tanpa berpikir,

“Jangan kenapa-kenapa.”

Hoseok tertawa, suaranya menggema di seluruh ruangan.

“Sampai jumpa lagi, calon orang tua!”

Cahaya meledak.

Dan Keonho—

menghilang.

Lampu mansion menyala kembali.

Seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Taehyung masih berdiri di tempatnya. Tangannya kosong.

“…Dia beneran pergi,” gumamnya.

Jungkook menatap tangannya sendiri.

“Kayak… ada yang kehapus.”

Taehyung mengangguk pelan.

“Iya.”

Mereka saling menoleh.

Canggung.

Aneh.

Sunyi.

“Aneh ya,” Taehyung akhirnya bicara, “gue gak inget detailnya.”

“Tapi gue inget rasanya,” Jungkook menjawab jujur.

“Rasa apa?”

Jungkook terdiam sesaat.

“…Takut kehilangan.”

Taehyung menelan ludah.

Dan tanpa mereka sadari—

takdir sudah menanam sesuatu yang tidak bisa dihapus.

Kenangan mungkin hilang.

Detail mungkin kabur.

Tapi perasaan?

Itu tinggal.

Dan tumbuh.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!