NovelToon NovelToon
Glitz And Glamour

Glitz And Glamour

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Fantasi Wanita / Berondong / Playboy / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di jagat hiburan, nama Leonard Abelano bukan sekadar aktor, dia adalah jaminan rating. Setiap drama yang dibintanginya pasti menyentuh angka dua digit. Leo, begitu publik memanggilnya, punya segalanya: struktur wajah yang dipahat sempurna, status pewaris takhta bisnis Abelano Group, dan sebuah reputasi yang membuatnya dijuluki "Duta Kokop Nasional."

Bagi penonton, cara Leo mencium lawan mainnya adalah seni. Namun bagi Claire Odette Aimo, itu adalah ancaman kesehatan masyarakat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulan madu Penuh kejutan

Bulan madu mereka bukanlah perjalanan biasa. Leo menyewa sebuah vila apung yang terisolasi di Maladewa, di mana sejauh mata memandang hanya ada air laut sebening kristal dan langit biru yang menyatu.

Di sana, tidak ada satu pun orang yang bisa mengganggu, hanya ada mereka berdua, deburan ombak, dan gairah yang terus membara.

Selama dua minggu penuh, Leo dan Claire benar-benar terlepas dari dunia luar. Mereka menghabiskan waktu dengan berenang di laut pribadi mereka, makan malam di bawah taburan bintang, dan tentu saja, menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam kamar dengan dinding kaca yang menghadap ke samudra.

Leo seolah tidak pernah puas. Tanpa tekanan pekerjaan, ia jauh lebih agresif dan manja secara bersamaan. Ia sering kali menggendong Claire dari balkon langsung ke tempat tidur, melakukan sesi-sesi panjang yang membuat Claire merasa seperti wanita paling diinginkan di seluruh dunia.

"Leo, kita bahkan belum keluar dari kamar selama dua hari," protes Claire sambil tertawa saat Leo kembali menciumi lehernya di sela-sela sarapan mereka.

"Kenapa harus keluar kalau semua yang aku butuhkan ada di sini?" jawab Leo dengan suara serak, tangannya mulai bergerilya di balik daster sutra tipis yang dikenakan Claire.

Memasuki hari terakhir bulan madu, suasana berubah sedikit tenang. Pagi itu, Leo terbangun lebih dulu dan berniat memberikan kejutan sarapan di tempat tidur.

Namun, ia dikagetkan dengan suara Claire yang sedang mual hebat di kamar mandi.

Leo langsung berlari masuk, memijat tengkuk Claire dengan raut wajah yang sangat khawatir.

"Sayang? Kamu keracunan makanan? Seafood semalam?"

Claire menggeleng lemas, wajahnya pucat namun ada binar aneh di matanya. "Bukan... aku merasa sangat pening sejak kemarin, dan bau kopi yang kamu bawa ini... mendadak membuatku ingin muntah."

Leo terdiam sejenak. Ia teringat betapa intensnya mereka selama dua minggu ini, dan betapa seringnya ia sengaja menanamkan benihnya dengan harapan Claire segera mengandung.

"Tunggu di sini," ujar Leo singkat. Ia segera mencari tas kecil yang sudah disiapkan Siska (asisten Claire) untuk keadaan darurat medis.

Di dalamnya, terselip sebuah alat kecil yang sempat disisipkan Siska sambil berbisik, "Hanya untuk berjaga-jaga, Ms. Aimo."

Sepuluh menit kemudian, Claire keluar dari kamar mandi dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia menyodorkan benda kecil itu kepada Leo yang sedang duduk tegang di tepi ranjang.

Di sana, terlihat dua garis merah yang sangat jelas.

Leo menatap benda itu selama hampir satu menit tanpa berkedip. Dunianya seolah berhenti berputar.

Pria yang biasanya sangat terkontrol dan angkuh ini mendadak meneteskan air mata. Ia langsung berlutut di depan Claire, memeluk pinggang istrinya, dan menyandarkan kepalanya di perut Claire yang masih rata.

"Ada Abelano kecil di sini..." bisik Leo, suaranya bergetar karena emosi yang meluap. "Terima kasih, Claire. Terima kasih."

Claire mengusap rambut Leo, ikut menangis bahagia.

"Sepertinya 'monster' yang menyerangku setiap malam selama bulan madu ini benar-benar berhasil."

Mereka kembali ke New York dengan aura yang berbeda. Saat tiba di bandara, Leo tidak lagi hanya sekadar merangkul pinggang Claire, ia berjalan dengan sangat protektif, tangannya tidak lepas dari melindungi perut Claire meskipun belum ada tonjolan yang terlihat.

Malam itu, mereka mengunggah satu foto di media sosial masing-masing, Sebuah foto hitam putih yang memperlihatkan tangan Leo dan Claire saling bertautan di atas perut Claire, dengan keterangan singkat yang membuat server media sosial hampir jebol:

"A New Dynasty is Coming. 🍼👑 #AbelanoAimo"

Dalam sekejap, ucapan selamat dari para pengusaha kelas kakap, selebriti, hingga netizen membanjiri akun mereka. Leo dan Claire bukan lagi sekadar pasangan impian; mereka kini sedang menyiapkan penerus bagi dua kerajaan terbesar di Manhattan.

Berita kehamilan Claire bukan hanya menjadi berita utama di koran bisnis, tapi menjadi "gempa bumi" kebahagiaan di dua kediaman paling berkuasa di New York. Antusiasme kedua keluarga besar ini benar-benar di luar kendali, membuat Claire terkadang merasa seperti sedang membawa permata paling berharga di dunia.

Begitu mendengar kabar itu, Tuan Aimo dan Ayah Leo langsung bertemu di sebuah klub cerutu eksklusif. Bukannya membicarakan saham, mereka justru berdebat tentang masa depan sang cucu.

"Dia akan menjadi CEO Aimo Group masa depan. Aku sudah menyiapkan kursus manajemen bayi paling elit di Swiss!" seru Tuan Aimo sambil menggebrak meja dengan semangat.

"Jangan bercanda," timpal Ayah Leo tidak mau kalah. "Dia adalah pewaris darah Abelano. Dia akan memiliki aura bintang dan kecerdasan bisnis sekaligus. Aku sudah mulai mencari lokasi untuk membangun theme park pribadi untuknya!"

Liam, yang melihat ayahnya dan mertua adiknya itu, hanya bisa geleng-geleng kepala. "Ayah, dia bahkan belum sebesar biji kacang di dalam sana.

Berhenti memperebutkan masa depannya."

Keesokan harinya, penthouse Claire dan Leo dipenuhi oleh kiriman yang tidak masuk akal.

Dari Keluarga Abelano, Sebuah tempat tidur bayi yang terbuat dari kayu ebony langka dengan ukiran tangan, berlapis emas 24 karat di bagian kakinya.

Dari Keluarga Aimo, Satu set pakaian bayi custom dari desainer ternama Paris untuk usia 0 hingga 5 tahun, lengkap dengan miniatur tas kulit buaya seharga mobil mewah.

Leo melihat tumpukan kotak itu sambil menghela napas. "Odette, aku rasa anak kita bahkan belum lahir tapi sudah lebih kaya daripada gabungan semua aktor di agensiku."

Claire, yang sedang duduk santai sambil menikmati jus jeruk (atas perintah ketat Leo), tertawa kecil. "Ayahku bahkan tadi menelepon, dia ingin memesan satu lantai khusus di rumah sakit terbaik hanya untuk persalinanku nanti. Dia ingin mengganti semua interiornya dengan marmer Italia agar cucunya tidak kaget dengan lingkungan sekitarnya."

Namun, dari semua orang, Leo-lah yang paling antusias sekaligus berlebihan. Pria ini berubah menjadi pengawal pribadi 24 jam.

Leo mengecek suhu ruangan setiap satu jam agar Claire tidak kedinginan atau kepanasan.

bahkan Ia menyewa ahli gizi khusus untuk memastikan setiap suapan yang masuk ke mulut Claire mengandung vitamin terbaik. Setiap kali Claire ingin berdiri, Leo sudah berada di sampingnya, siap memapah.

"Leo, aku hamil, bukan sedang lumpuh," protes Claire saat Leo mencoba menggendongnya hanya untuk pergi ke meja makan.

Leo menatap perut Claire dengan tatapan memuja. "Di dalam sini ada aset paling berharga milik Abelano dan Aimo. Dan yang paling penting, di sini ada buah cinta kita. Aku tidak akan membiarkan seujung kuku pun darimu tersenggol, Claire."

Puncaknya adalah saat USG pertama. Tuan Aimo dan Ayah Leo bersikeras ikut masuk ke ruang periksa, membuat ruangan VIP itu terasa sempit.

Saat dokter menunjukkan titik kecil yang berdenyut di layar—detak jantung sang bayi—suasana mendadak hening. Tuan Aimo, sang pengusaha bertangan besi, tiba-tiba terisak pelan sambil memegang sapu tangannya.

Ayah Leo hanya bisa terpaku, matanya berkaca-kaca melihat kehidupan baru tersebut.

Leo menggenggam tangan Claire dengan sangat erat, air mata kebahagiaan mengalir di pipinya. "Lihat itu, Claire... dia sangat kuat, seperti ibunya."

Malam itu, kedua keluarga besar makan malam bersama untuk pertama kalinya tanpa membicarakan kontrak bisnis. Mereka hanya membicarakan satu hal, Sang Pewaris.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰😍🥰

1
Retno Isusiloningtyas
happy ever after
Retno Isusiloningtyas
aku kok blm nerima undangannya yaaa🤭
ros 🍂: Ntar dikirimin ya kak undangannya 🤣
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
wow...
keren....
Retno Isusiloningtyas
seruuuuuu👍
Retno Isusiloningtyas
😍
Sweet Girl
Buktikan. Claire... dr pada mati penasaran.
Sweet Girl
Bwahahaha dibilang Duta Kokop.🤣
sasip
ngeri loh kalimat pernyataan leo: "satu²nya skenario yg ingin dipelajari sampe mati".. mantab jiwa.. 👍🏻🫣😉🤭😅
sasip
enggak nyangka ei.. novel sebagus ini masih sepi pembaca.. sy yg awalnya cuma iseng mampir gegara liat cover yg provokatif pun terhipnotis & kepengen baca terus, tapi sempetin mampir deh buat memberi semangat othor keren.. 👍🏻 TOP pake banged.. lanjut ya thor.. 🫶🏻💪🏻🫰🏻
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampirr😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!