Bagaimana jika dirimu dihadapkan diantara dua pilihan yang sulit?
Itulah yang dialami wanita cantik bernama Maya, terjebak cinta diantara dua bersaudara.
Aiden yang berjuang dan membantunya kembali bangkit pada trauma masa lalunya
Alden cinta pertama Maya dan ayah dari anaknya
Siapakah kira kira yang mendapatkan hatinya?
*Lanjutan cerita dari Story of Maya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pernikahan
🌷🌷🌷
Maya mulai membuka matanya, badannya terasa remuk dan pinggangnya terasa sangat nyeri. Netranya mengarah pada jam yang ada di atas nakas, matanya membulat saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang.
"Astaga aku kesiangan," pekiknya.
Tapi sejurus kemudian dia teringat pergumulan panasnya tadi malam seketika wajahnya mulai merona kembali. Dia melihat kanan kirinya tapi sosok Aiden tidak ada. Timbul rasa khawatir jika Aiden akan meninggalkannya setelah melakukan hubungan intim dengannya.
Tak lama pintu kamar terbuka menampilkan sosok Aiden yang sudah berpakaian santai sebelumnya dia sudah menghubungi Jack untuk membawakannya baju karena baju yang dipakainya tadi malam basah saat berendam di bathup.
"Sudah bangun?" tanya Aiden dengan duduk di sisi Maya saat ini.
Sedangkan Maya yang malu menenggelamkan dirinya di dalam selimut.
"Hei, kenapa sembunyi?" goda Aiden padahal sejatinya dia tahu kalau kekasihnya itu malu.
Aiden berusaha membuka selimut Maya yang memperlihatkan tubuh polos kekasihnya itu.
"Mandilah! Setelah itu kita sarapan bersama," ucap Aiden.
Maya mengangguk dengan membungkus tubuhnya dengan selimut dia ingin menuju kamar mandinya.
"Akhhh" teriak Maya saat kakinya baru menginjak lantai. Pangkal paha dan area intimnya begitu perih.
"Apa sakit?" tanya Aiden cemas.
"Ini karena kau menggempurku tanpa henti," gerutu Maya.
Aiden tersenyum dan segera menggendong Maya menuju kamar mandi.
"Aku akan memandikanmu," ucap Aiden dan benar saja dengan telaten Aiden memandikan tubuh Maya, sementara Maya pasrah saja karena badannya benar-benar sakit toh Aiden juga sudah melihat semuanya.
"Terimakasih sayang untuk tadi malam," bisik Aiden di telinga Maya.
"Emm"
Setelah selesai mandi Aiden menggendong Maya menuju ruang makan disitu sudah ada berbagai makanan yang sudah Aiden pesan sebelumnya.
Mereka makan dalam diam sungguh Maya rasanya tidak punya tenaga walaupun hanya berbicara rasanya sangat lemas.
"Aku akan kembali ke villa ku setelah ini karena kakakku ingin kembali ke Jakarta," ucap Aiden.
Maya hanya mengangguk.
"Sudah tahu siapa yang menjebakmu?" tanya Maya penasaran.
"Perempuan gila yang tidak tahu diri! Aku sudah memecatnya!" jawab Aiden dengan emosi.
Maya menganggukkan kepalanya kembali.
"Kita harus cepat menikah, aku akan membicarakannya dengan keluargaku," ucap Aiden.
Maya lagi-lagi dibuat terdiam saat Aiden membicarakan pernikahan.
"Jangan lama-lama lagi sayang, kita tidak akan terus melakukannya tanpa ikatan pernikahan bukan," ucap Aiden enteng.
Wajah Maya merona kembali.
"Aku terpaksa melakukannya karena ingin membantumu kedepannya tidak akan lagi," jawab Maya ketus.
"Really? sepertinya kau menikmatinya sayang," goda Aiden.
"Mesum!" pekik Maya.
Setelah makan Maya mengantarkan Aiden pulang sebelum pamit Aiden mengecup kening Maya.
"Pikirkan tentang pernikahan kita, oke."
🌷🌷🌷
awalnya ngira Maya bakalan balikan lg ma Alden, secara ada pesan Aiden yg nyuruh buat jagain Maya dan anaknya ke Alden..
mungkin kakak author bingung jg nentuin mau ngilangin tokoh yg mana..
secara Aiden dari dulu selalu merasa dianaktirikan ma keluarganya, sedangkan Alden dah puas ngerasain cinta ortu dan Sinta pada awalnya..
jadinya kakak author mau ngasih keadilan jg buat Aiden biar sama2 bahagia..
jadi ceritanya turun ranjang ini mah ya..
tetep keren ceritanya walopun di puncak konflik bikin nyesek bacanya..
dan pada akhirnya jati diri author keluar di akhir2 cerita 😁😁😁🤭🤭🤭
g usah season 3 ya kak, kasian Aiden ma Maya biar happily ever after..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰😍🤩