NovelToon NovelToon
"Mentari Kecil Di Kutub Utara"

"Mentari Kecil Di Kutub Utara"

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:565
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

"Di tempat di mana es tidak pernah mencair dan badai salju menjadi kawan setia, hadirlah ia—sebuah binar yang tak sengaja menyapa. Mampukah setitik cahaya kecil menghangatkan hati yang sudah lama membeku di ujung dunia? Karena terkadang, kutub yang paling dingin bukanlah tentang tempat, melainkan tentang jiwa yang kehilangan arah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Takdir di Balik Debu Kairo

Skenario yang Tak Terduga

Matahari Kairo bangkit dengan malu,

Menyapa menara yang berdiri kaku.

Di antara baris doa dan kitab yang tebal,

Ada takdir yang turun tanpa perlu perihal.

Bukan hanya aku yang meniti rindu,

Mungkin Mas Azam pun punya rahasia yang mengadu.Satu tabrakan, satu tatapan yang tak sengaja,Menjadi awal dari cerita yang Allah jaga.

Cahaya matahari pagi menyiram jalanan berbatu di distrik Al-Azhar. Udara dingin musim dingin masih tersisa, menusuk hingga ke tulang, namun semangat Bungah tidak surut. Pagi ini, ia ada jadwal mengikuti halaqah spesial dari seorang Syeikh besar di Masjid Husain.

"Adek, agak cepat sedikit jalannya. Mas ada janji bertemu dosen pembimbing setelah mengantarmu," ujar Mas Azam sambil melirik jam tangannya.

Bungah yang sedang membetulkan letak tasnya yang penuh dengan kitab-kitab tebal hanya bisa mengangguk. "Sabar, Mas. Kitab-kitab ini berat, tidak seringan memikirkan masa depan," canda Bungah di balik cadarnya.

Mas Azam tertawa kecil. "Kamu ini, sudah mulai pintar membalas omongan Mas ya."

Mereka berdua berjalan cepat menyusuri trotoar yang mulai ramai oleh para pedagang dan mahasiswa dari berbagai negara. Mas Azam berjalan di sisi luar untuk melindungi adiknya dari kerumunan. Namun, saat mereka berbelok di sebuah tikungan sempit dekat pasar buku, perhatian Mas Azam teralihkan oleh ponselnya yang berdering.

Brak!

Tanpa sengaja, tubuh tinggi Mas Azam menabrak seseorang yang datang dari arah berlawanan. Tumpukan buku dan selebaran yang dibawa orang tersebut jatuh berserakan di aspal.

"Astagfirullah! Afwan, ya Ustadzah... (Maaf, ya Bu Guru...)," ucap Mas Azam panik. Ia segera berjongkok untuk membantu memunguti buku-buku yang berhamburan.

Bungah ikut berhenti dan tertegun. Di depan mereka, seorang gadis berdiri dengan wajah yang nampak terkejut. Gadis itu mengenakan gamis berwarna hijau zamrud yang sangat anggun dan jilbab lebar senada. Ia tidak memakai cadar seperti Bungah, sehingga wajahnya yang putih bersih dan memiliki sorot mata yang teduh terlihat dengan jelas. Ada gurat kecerdasan di dahinya, namun tetap terlihat rendah hati.

Gadis itu ikut berjongkok, tangannya yang halus meraih sebuah kitab hadis yang terjatuh tepat di depan tangan Mas Azam. Untuk sekejap, pandangan mereka bertemu. Mas Azam, yang biasanya selalu tenang dan berwibawa sebagai seorang Doktor muda, tiba-tiba mematung. Ada getaran aneh yang belum pernah ia rasakan selama belasan tahun tinggal di Kairo.

"Tidak apa-apa, saya yang kurang hati-hati," ucap gadis itu dengan bahasa Arab yang sangat fasih dan lembut.

Bungah yang memperhatikan dari samping hanya bisa mengerjapkan mata. Ia melihat kakaknya yang biasanya tegas kini mendadak menjadi kikuk. "Mas Azam? Ayo bantu, malah melamun," bisik Bungah sambil menyenggol lengan kakaknya.

Mas Azam tersentak, wajahnya memerah. "Oh, iya. Ini... ini buku Anda."

"Terima kasih," jawab gadis itu. Ia menerima bukunya, memberikan senyum tipis yang sangat sopan, lalu segera berlalu masuk ke dalam gedung fakultas kedokteran yang berada di dekat sana.

Mas Azam masih berdiri di tempatnya, menatap punggung gadis itu sampai menghilang di balik pintu besar.

"Ehem!" Bungah berdehem keras. "Mas Azam, oii! Mentari sudah tinggi, katanya mau ketemu dosen? Kok malah jadi patung di pinggir jalan?"

Mas Azam menarik napas panjang, mencoba mengatur detak jantungnya yang berantakan. "Adek... kamu lihat tidak tadi? Matanya... teduh sekali."

Bungah tertawa di balik cadarnya, tawa yang sudah lama tidak terdengar seceria ini. "Wah, wah! Sepertinya Dr. Azam baru saja tertabrak takdir. Sebelas tahun di Kairo anti-perempuan, sekali tabrakan langsung luluh. Siapa ya dia tadi? Cantik sekali, Mas. Cocok jadi mbak ipar Bungah."

Mas Azam berdehem, berusaha kembali ke mode seriusnya meskipun gagal total. "Sudah, jangan bicara sembarangan. Ayo cepat, nanti kamu telat halaqah."

Meskipun Mas Azam berusaha mengalihkan pembicaraan, Bungah tahu satu hal: kakaknya yang selama ini hanya peduli pada ijazah S3 dan menjaga adiknya, kini telah menemukan teka-teki baru di hatinya. Di bawah langit Kairo yang cerah, Bungah merasa bahwa bukan hanya dia yang sedang memperjuangkan cinta, tapi Mas Azam pun baru saja memulai babak barunya sendiri.

1
Feni sang penulis novel
halo kak aku izin komen ya aku sudah membaca semua novel kakak semuanya aku suka dan kakak juga termasuk novel yang terbaik dan yang pertama aku lihat yang bagus cerita novelnya aku pun suka banget sama cerita novel kakak semuanya dan semua alurnya aku suka banget kak💪💪 dan aku punya novel buatan aku sendiri yang berjudul seorang wanita mafia cantik tolong mampir ya kak siapa tahu kakak suka dengan alur ceritanya itu udah ada bab 13 bab kak kalau kakak suka mampir aja ke novel aku ya kak tetap semangat untuk kakak aku cinta banget sama kakak tetap semangat dan tetap jangan putus asa demi masa depan kita💪💪💪
Feni sang penulis novel
halo kakak aku sudah membaca novelnya semua yang yang aku suka sama alur jidan terdiam seribu bahasa tapi semua novel kakak semuanya bagus kok yang aku suka cuman bidan terdiam 1000 bahasa ceritanya bagus kok dan 100% aku suka sama novel kakak dan kakak semangat terus untuk membuat karya terbaik jangan putus asa ya kak aku pun sama kok pengikut aku masih sedikit tapi aku punya 11 novel yang salah satunya seorang mafia wanita cantik kalau kakak suka mampir dulu ke novel aku dan novel itu sudah ada 13 bab tolong baca kalau nggak pun nggak apa-apa kok kakak tetap semangat untuk membuat karyanya sendiri ya kak jangan putus asa semangat kakak aku cinta kakak banget😍😍😍😍💪💪
Rina Casper: trimakasih sudha mampir kkk😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!