NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Cerai / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:197.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Matahari sudah meninggi ketika Zavier tersentak bangun di sofa apartemen miliknya. Kepalanya berat, mulutnya pahit, dan dadanya sesak seperti diremas.

Ia menatap sekeliling. Botol bekas alkohol berserakan di lantai, jaketnya tergeletak di meja, dan ponselnya yang terus bergetar nonstop sejak semalam ... panggilan tak terjawab dari Elara dan satu pesan dari ayahnya.

Papa: Papa dan Mama malu punya anak tukang selingkuh sepertimu!

Zavier menggertakkan gigi. "Sialan! Sialan!" Ia melempar ponselnya ke dinding. Benda itu pecah berhamburan.

Wajah Zhea yang tersenyum sinis tadi malam muncul di kepalanya, membuat amarahnya meninggi lagi. "Zhea setan! Kenapa kau tega mempermalukanku di depan keluargaku?!" Zavier meremas rambutnya, memukul meja berkali-kali. "Padahal aku selingkuh dengan Elara karena kamu yang selalu menolak berhubungan badan denganku. Kamu terlalu banyak alasan! Jahitan masih basah, kasihan Zheza dan aarrgghh!" Dia meninju sofa yang ia duduki. Amarahnya makin panas. Ia bangkit dan menendang kursi sampai terjungkal.

Lalu ia menyapu meja dengan lengan, menjatuhkan semua barang. Gelas pecah, dan vas bunga hancur berantakan.

Tatapannya tertuju pada foto pernikahannya dan Zhea yang tergantung di dinding ruang tamu itu. "Kenapa lo harus bikin semuanya jadi begini Zhea?! Kenapa?!" Tangannya mengambil foto itu dan melemparkannya ke lantai sekuat tenaga.

Kaca pecah.

Wajah Zhea yang tersenyum di foto itu bak penghinaan untuknya. "Setan! Setan! Setan!" Zavier meludahi foto Zhea berkali-kali, lalu menginjaknya dengan kencang menggunakan bagian belakang sepatunya hingga wajah Zhea di foto itu robek seketika. Napas Zavier memburu dan dalam sekejap mata, helaan napasnya berubah jadi tawa miring, getir, penuh frustrasi. "Aku yakin, tanpa diriku ... hidupmu dan bayi itu akan menderita! Kalian akan sengsara dan pada akhirnya kalian akan mencariku. Memintaku untuk menampung kalian lagi. Dan ketika saat itu terjadi ... aku sudah bahagia bersama Elara." Ia tertawa. "Ya ... Elara adalah wanita yang paling mengerti aku. Dia adalah cinta sejati yang sesungguhnya." Zavier begitu yakin dengan perkataannya. "Elara wanita yang kucari selama ini. Dia sangat menyayangiku, mencintaiku, menghormatiku dan selalu tahu cara memuaskanku. Dia jauh lebih baik dari Zhea. Semuanya ... semuanya."

_______

Mobil yang dikemudikan Soni melaju pelan menuju rumah ibu Zhea yang berada di komplek perumahan yang sejuk dan tidak terlalu mewah. Tidak seperti milik keluarga Dinata.

Di kursi belakang, Zhea duduk memeluk Zheza yang sudah tertidur di pangkuannya. Bayi itu nyaman dalam selimut awan kesukaannya, tak sadar hidup ibunya baru saja porak-poranda.

Rindu duduk di samping Zhea, tangannya tak lepas dari meremas jemari menantunya itu.

Soni menyetir dengan wajah muram, beberapa kali menghela napas.

Arin duduk di kursi depan, sesekali menoleh ke belakang sambil mengusap air mata yang belum benar-benar berhenti.

Tidak ada yang banyak bicara.

Hanya suara AC dan sesekali rengekan kecil Zheza dalam tidur.

Setibanya di depan rumah ibu Zhea, suasana jadi lebih berat.

Rindu memandang rumah sederhana itu dengan air mata berlinang. Rumah yang kini akan menjadi perlindungan Zhea dan cucunya.

"Assalamu'alaikum!" seru Zhea dan tak lama, pintu terbuka.

Zahrani keluar dengan wajah sedikit kaget, dan begitu melihat putrinya diantar oleh kedua mertua dan juga adik iparnya, kekagetan di wajah wanita berkerudung itu semakin terlihat jelas. "Zhea ... Nak ... mau ke sini rame-rame kok nggak bilang-bilang?" Zahrani memeluk putrinya sekilas, menoel pipi Zheza lalu menyalami besannya serta Arin. "Mari masuk!" serunya yang kini sudah tak kaget lagi.

"I-Iya, besan." Soni dan Rindu memaksakan bibirnya tersenyum manis, walau dalam hati rasa bersalah dan malu melingkupi.

Mereka masuk ke dalam rumah, lalu duduk melingkari meja ruang tamu.

Zahrani langsung sibuk menggendong Zheza dan menyuruh ART-nya menyiapkan minuman serta kudapan untuk menyambut besannya.

Tanpa wanita itu ketahui, jika kedatangan besannya kali ini bukanlah kunjungan biasa, melainkan ... untuk memulangkan putri sulungnya.

"Ayo besan, Arin ... silakan diminum dan dimakan kuenya," kata Zahrani dengan senyum ceria.

"Iya, besan."

"Iya, Ma."

Setelah Soni, Rindu dan Arin meminum dan mencicipi kue yang ada di meja.

Zahrani pamit untuk menidurkan Zheza.

Keheningan pun tercipta.

"Zhea ... Papa malu mengatakan apa yang Zavier lakukan kepadamu, Nak." Soni memecah keheningan di ruang tamu itu.

"Mama juga, Zhea. Mama tidak bisa membayangkan akan sehancur apa perasaan besan Rani mendengar putrinya disakiti dan dikhianati. Mama tidak sanggup, Zhea ... huhu ..." Air mata Rindu tumpah lagi, dan Arin segera memeluknya, menenangkan.

"Ma, Pa ... biar aku yang mengatakan semuanya ke Mama," balas Zhea. "Papa, Mama dan Arin tunggu saja di sini. Aku akan menyusul Mama ke kamar." Zhea bangkit, meninggalkan kedua mertua dan adik iparnya.

Berita buruk ini harus tetap ia sampaikan, walaupun ia tahu, hati ibunya pasti hancur.

Namun baru lima langkah, Rindu berlari dan menahan Zhea.

"Tunggu, Nak! Biar kami saja yang bicara! Ini semua adalah tanggung jawab Mama dan Papa! Jadi kamilah yang harus mengatakan apa yang terjadi tadi malam kepadamu dan rumah tanggamu pada besan Rani. Dan juga perbuatan menjijikan Zavier. Biar Mam-"

"Apa yang terjadi semalam, besan?" Tiba-tiba suara Zahrani memotong perkataan Rindu. Sontak Zhea dan Rindu menoleh ke arah suara. Mata mereka kompak membesar. "Ada apa dengan rumah tangga Zhea, dan perbuatan menjijikan apa yang Zavier lakukan?" Tiga pertanyaan itu membuat Rindu gelagapan, sementara Zhea menahan napasnya yang tiba-tiba memberat.

"Besan Rani ... mari ikut saya ke ruang tamu lagi. Saya akan menjelaskan semuanya," lirih Rindu sambil melirik Zhea yang kini memejamkan mata.

Zahrani tertegun, lalu melirik putrinya. "Zhea ... ini sebenarnya ada apa?"

Zhea membuka mata, menarik lembut tangan ibunya. "Ayo kita ke ruang tamu lagi. Di sana, aku, Mama Rindu dan Papa Soni akan menjelaskan semuanya."

Ruang tamu yang beberapa menit lalu penuh kehangatan dan tawa ceria, kini berubah menjadi penuh ketegangan dan hawa penuh tanda tanya.

Soni yang pertama membuka suara. "Besan Rani ... sebelum saya menjelaskan semuanya, saya mewakili seluruh keluarga Dinata ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tolong jangan membenci kami, ampunilah kami karena tidak bisa mendidik Zavier menjadi suami dan ayah yang baik ..." Soni menjeda ucapannya demi melonggarkan dadanya yang terasa sesak.

"Tolong jangan bertele-tele, besan. Katakan saja apa yang sebenarnya terjadi! Apakah Zhea dan Zavier bertengkar?" desak Zahrani sedikit tak sabar.

Soni membuka mulut lagi. "Iya, besan. Mereka memang bertengkar. Selama ini,  kami menduga kalau Zavier adalah suami dan ayah yang baik. Tapi tadi malam ... kebusukan anak itu dibongkar oleh Zhea. Ternyata selama ini ... dia ... selingkuh dengan sekretarisnya sendiri. Dan perselingkuhan itu sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu ..."

Pupil mata Zahrani melebar, sebelah tangannya refleks menutup mulutnya yang menganga karena syok. Dia melirik Zhea yang duduk di sampingnya.

Detik berikutnya, tangisan Zahrani pecah. "Zhea ... kenapa nasibmu seperti ini, Nak?"

1
awesome moment
jal klo kelg sambas terguncang dikit j. minimal g naik pangkat krn arogansi thd warga sipil. keren lho tu
Ama Apr: kk🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Naufal hanifah
ceritanya bagus
Ama Apr: Makasih Kk🫰
total 1 replies
Ariany Sudjana
Verlita bodoh, kenapa percaya sekali dengan mulut Sambas, tanpa mencari kebenarannya dulu? dan langsung buat keributan di rumah orang, dasar keluarga ga tahu diri
Ama Apr: Sayang keluarga, ceunah🫢
total 1 replies
awesome moment
bar2 tulen. cerminan arapat di negara konoha yg padiman. arogan..bar2. egois. smg mrk smua slamat. niel.yg dtg kah?
Ama Apr: huhu bner bgt kk, marak y aparatur ngr yg kyk begitu
tp tidak semua, mash banyak yg baik juga. Semoga Nathan
total 1 replies
@Mita🥰
bang Nathan
Ama Apr: Wkwk🫰
total 1 replies
Sunaryati
Lamaran ditolak, keluar sifat arogansinya satu keluarga sama tidak punya etika somoga ada yang merekam dan menfiralkan.
Ama Apr: Amiin🫰
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
semoga Koko Dateng ya
Queenfans Angelfans: gk sabar nunggu lanjutannya
total 2 replies
Queenfans Angelfans
double dong
Ama Apr: ke heula kk😅
total 1 replies
Sunaryati
Elara kamu itu cuma dimanfaatkan Revan dia juga balas dendam padamu, maka Revan mungkin menjebakmu agar masuk ke persngkapnya. Revan tidak bodok dia akan menyelidiki alasan kau dipenjara. Dan tahu tindakan untukmu Ellara, waah sudah gatal ingin digaruk batang tebu. 🤣🤣🤣
Ama Apr: huhu kita tunggu kk
total 1 replies
Sunaryati
Verlita dan orang tua Sambas,. datang dengan marah
awesome moment
lha sll bgitu
Debby
🥰
Ama Apr: 🫰 makasih kk
total 1 replies
👣Sandaria🦋
kirain Zavier akan mengatakan "i love you Zhea! i love you Elara juga"😂😂
Ama Apr: Wakwakwak ... IF kali ah🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ayo tendang lagi perkutut si bajiingan ini, Zhea! biar remuk sampai telur telur nya!🤣
Ama Apr: Haha pecah deh
total 1 replies
👣Sandaria🦋
keren. bagian menendang burung ini yg aku tunggu-tunggu banget, Thor👍😂
Ama Apr: Haha puas y kk
total 1 replies
👣Sandaria🦋
waduh. nonton bokepp bareng keluarga ini mah🤦🤧
Ama Apr: Jijay wkwk
total 1 replies
Sunaryati
Emak Amiini doamu Nak Zhea
Ama Apr: Makasih emak🫰
total 1 replies
awesome moment
emg dlu g y?
awesome moment
koq lucu kata2 akhirnya. hrusnya...utk dan dri zhea. bukan zavier. zavier kn yg membuang zhea dan zheza demi si toilet umum. koq mencintai dan melepaskan. protes!!! zavier sdh berkhianat dan membuang zhea dan zheza. dia sdh tdk mencintai mrk meski mrk msh peduli sm zavier. biarlah niel yg menyembuhkan luka 2 perempuan hebat tu. sdh dikhianati, dibuang tp msh peduli. msh memahami. niel, smg kamu tepat janji. hrus!! tepat janji. g kebayang hebohnya klo...niel tau tari dan rafly saling tertarik
Ama Apr: 🫰🫰🫰amiin
total 1 replies
Sunaryati
Semoga bahagia
Ama Apr: amiin🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!