NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Matahari sudah meninggi ketika Zavier tersentak bangun di sofa apartemen miliknya. Kepalanya berat, mulutnya pahit, dan dadanya sesak seperti diremas.

Ia menatap sekeliling. Botol bekas alkohol berserakan di lantai, jaketnya tergeletak di meja, dan ponselnya yang terus bergetar nonstop sejak semalam ... panggilan tak terjawab dari Elara dan satu pesan dari ayahnya.

Papa: Papa dan Mama malu punya anak tukang selingkuh sepertimu!

Zavier menggertakkan gigi. "Sialan! Sialan!" Ia melempar ponselnya ke dinding. Benda itu pecah berhamburan.

Wajah Zhea yang tersenyum sinis tadi malam muncul di kepalanya, membuat amarahnya meninggi lagi. "Zhea setan! Kenapa kau tega mempermalukanku di depan keluargaku?!" Zavier meremas rambutnya, memukul meja berkali-kali. "Padahal aku selingkuh dengan Elara karena kamu yang selalu menolak berhubungan badan denganku. Kamu terlalu banyak alasan! Jahitan masih basah, kasihan Zheza dan aarrgghh!" Dia meninju sofa yang ia duduki. Amarahnya makin panas. Ia bangkit dan menendang kursi sampai terjungkal.

Lalu ia menyapu meja dengan lengan, menjatuhkan semua barang. Gelas pecah, dan vas bunga hancur berantakan.

Tatapannya tertuju pada foto pernikahannya dan Zhea yang tergantung di dinding ruang tamu itu. "Kenapa lo harus bikin semuanya jadi begini Zhea?! Kenapa?!" Tangannya mengambil foto itu dan melemparkannya ke lantai sekuat tenaga.

Kaca pecah.

Wajah Zhea yang tersenyum di foto itu bak penghinaan untuknya. "Setan! Setan! Setan!" Zavier meludahi foto Zhea berkali-kali, lalu menginjaknya dengan kencang menggunakan bagian belakang sepatunya hingga wajah Zhea di foto itu robek seketika. Napas Zavier memburu dan dalam sekejap mata, helaan napasnya berubah jadi tawa miring, getir, penuh frustrasi. "Aku yakin, tanpa diriku ... hidupmu dan bayi itu akan menderita! Kalian akan sengsara dan pada akhirnya kalian akan mencariku. Memintaku untuk menampung kalian lagi. Dan ketika saat itu terjadi ... aku sudah bahagia bersama Elara." Ia tertawa. "Ya ... Elara adalah wanita yang paling mengerti aku. Dia adalah cinta sejati yang sesungguhnya." Zavier begitu yakin dengan perkataannya. "Elara wanita yang kucari selama ini. Dia sangat menyayangiku, mencintaiku, menghormatiku dan selalu tahu cara memuaskanku. Dia jauh lebih baik dari Zhea. Semuanya ... semuanya."

_______

Mobil yang dikemudikan Soni melaju pelan menuju rumah ibu Zhea yang berada di komplek perumahan yang sejuk dan tidak terlalu mewah. Tidak seperti milik keluarga Dinata.

Di kursi belakang, Zhea duduk memeluk Zheza yang sudah tertidur di pangkuannya. Bayi itu nyaman dalam selimut awan kesukaannya, tak sadar hidup ibunya baru saja porak-poranda.

Rindu duduk di samping Zhea, tangannya tak lepas dari meremas jemari menantunya itu.

Soni menyetir dengan wajah muram, beberapa kali menghela napas.

Arin duduk di kursi depan, sesekali menoleh ke belakang sambil mengusap air mata yang belum benar-benar berhenti.

Tidak ada yang banyak bicara.

Hanya suara AC dan sesekali rengekan kecil Zheza dalam tidur.

Setibanya di depan rumah ibu Zhea, suasana jadi lebih berat.

Rindu memandang rumah sederhana itu dengan air mata berlinang. Rumah yang kini akan menjadi perlindungan Zhea dan cucunya.

"Assalamu'alaikum!" seru Zhea dan tak lama, pintu terbuka.

Zahrani keluar dengan wajah sedikit kaget, dan begitu melihat putrinya diantar oleh kedua mertua dan juga adik iparnya, kekagetan di wajah wanita berkerudung itu semakin terlihat jelas. "Zhea ... Nak ... mau ke sini rame-rame kok nggak bilang-bilang?" Zahrani memeluk putrinya sekilas, menoel pipi Zheza lalu menyalami besannya serta Arin. "Mari masuk!" serunya yang kini sudah tak kaget lagi.

"I-Iya, besan." Soni dan Rindu memaksakan bibirnya tersenyum manis, walau dalam hati rasa bersalah dan malu melingkupi.

Mereka masuk ke dalam rumah, lalu duduk melingkari meja ruang tamu.

Zahrani langsung sibuk menggendong Zheza dan menyuruh ART-nya menyiapkan minuman serta kudapan untuk menyambut besannya.

Tanpa wanita itu ketahui, jika kedatangan besannya kali ini bukanlah kunjungan biasa, melainkan ... untuk memulangkan putri sulungnya.

"Ayo besan, Arin ... silakan diminum dan dimakan kuenya," kata Zahrani dengan senyum ceria.

"Iya, besan."

"Iya, Ma."

Setelah Soni, Rindu dan Arin meminum dan mencicipi kue yang ada di meja.

Zahrani pamit untuk menidurkan Zheza.

Keheningan pun tercipta.

"Zhea ... Papa malu mengatakan apa yang Zavier lakukan kepadamu, Nak." Soni memecah keheningan di ruang tamu itu.

"Mama juga, Zhea. Mama tidak bisa membayangkan akan sehancur apa perasaan besan Rani mendengar putrinya disakiti dan dikhianati. Mama tidak sanggup, Zhea ... huhu ..." Air mata Rindu tumpah lagi, dan Arin segera memeluknya, menenangkan.

"Ma, Pa ... biar aku yang mengatakan semuanya ke Mama," balas Zhea. "Papa, Mama dan Arin tunggu saja di sini. Aku akan menyusul Mama ke kamar." Zhea bangkit, meninggalkan kedua mertua dan adik iparnya.

Berita buruk ini harus tetap ia sampaikan, walaupun ia tahu, hati ibunya pasti hancur.

Namun baru lima langkah, Rindu berlari dan menahan Zhea.

"Tunggu, Nak! Biar kami saja yang bicara! Ini semua adalah tanggung jawab Mama dan Papa! Jadi kamilah yang harus mengatakan apa yang terjadi tadi malam kepadamu dan rumah tanggamu pada besan Rani. Dan juga perbuatan menjijikan Zavier. Biar Mam-"

"Apa yang terjadi semalam, besan?" Tiba-tiba suara Zahrani memotong perkataan Rindu. Sontak Zhea dan Rindu menoleh ke arah suara. Mata mereka kompak membesar. "Ada apa dengan rumah tangga Zhea, dan perbuatan menjijikan apa yang Zavier lakukan?" Tiga pertanyaan itu membuat Rindu gelagapan, sementara Zhea menahan napasnya yang tiba-tiba memberat.

"Besan Rani ... mari ikut saya ke ruang tamu lagi. Saya akan menjelaskan semuanya," lirih Rindu sambil melirik Zhea yang kini memejamkan mata.

Zahrani tertegun, lalu melirik putrinya. "Zhea ... ini sebenarnya ada apa?"

Zhea membuka mata, menarik lembut tangan ibunya. "Ayo kita ke ruang tamu lagi. Di sana, aku, Mama Rindu dan Papa Soni akan menjelaskan semuanya."

Ruang tamu yang beberapa menit lalu penuh kehangatan dan tawa ceria, kini berubah menjadi penuh ketegangan dan hawa penuh tanda tanya.

Soni yang pertama membuka suara. "Besan Rani ... sebelum saya menjelaskan semuanya, saya mewakili seluruh keluarga Dinata ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tolong jangan membenci kami, ampunilah kami karena tidak bisa mendidik Zavier menjadi suami dan ayah yang baik ..." Soni menjeda ucapannya demi melonggarkan dadanya yang terasa sesak.

"Tolong jangan bertele-tele, besan. Katakan saja apa yang sebenarnya terjadi! Apakah Zhea dan Zavier bertengkar?" desak Zahrani sedikit tak sabar.

Soni membuka mulut lagi. "Iya, besan. Mereka memang bertengkar. Selama ini,  kami menduga kalau Zavier adalah suami dan ayah yang baik. Tapi tadi malam ... kebusukan anak itu dibongkar oleh Zhea. Ternyata selama ini ... dia ... selingkuh dengan sekretarisnya sendiri. Dan perselingkuhan itu sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu ..."

Pupil mata Zahrani melebar, sebelah tangannya refleks menutup mulutnya yang menganga karena syok. Dia melirik Zhea yang duduk di sampingnya.

Detik berikutnya, tangisan Zahrani pecah. "Zhea ... kenapa nasibmu seperti ini, Nak?"

1
Meris
Nama anaknya ribet nyebutnya thor.
Diana Ninetyfour
ternyata oh ternyata....Revan lebih gila kelakuannya.....parah....parah.....
bener2 hatinya dikuasai dendam kesumat.....
Endang Mulyawati
kasian banget elena
Haryati Atik Atik
sadis bgt si revan mungkin daging itu daging milik tubuh Elena bnr" dendam yg sgt sadis berikan si revan itu karma Thor kasian si Elena yg gak tau apa"
Ama Apr: iya kk, aku pas nulis ini jd pengen muntah🤭
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Maksudnya Revan.. steak itu daging Elena kah? 😱😱

Klo iyaa.. fix! si Revan sakit jiwa!
Kayaknya apa yang dilakukan Revan ke Elara apalagi Elena dah diluar nurul
Psikopat!

Haiisz.. aku speechless mau komen2 lagi kk setelah bab2 pembalasan dendam Revan ke Elara!
Tidak manusiawi! Keterlaluan si menurutku!
Semoga ada yang membuka kedok Revan dan menjebloskannya ke penjara! 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ama Apr: ditunggu sj kk🥲
total 1 replies
nunik rahyuni
na'uzubillah /Puke//Puke//Puke//Puke/
asli revan sdh bukan manisia lg
g punya hati mudahan jg kena karma karena dendamnya menghalalkan segala cara
Ama Apr: hoho iya kk
total 1 replies
nunik rahyuni
knp sakit hati mu bisa mematikan sisi manusia mu...kenapa jiwa mu seperti iblis..seharusnya kamu g menyakiti yg g ada hub nya dg mu...sungguh manusia seperti mu sangat mengerikan😡
Ama Apr: hatinya sudah dibutakan dendam
total 1 replies
Agung Santosa
/Puke//Puke//Puke//Puke/
Ama Apr: pengen muntah ya kk🙏
total 1 replies
growtopia agamen cool
sadis banget Thor hiks
Ama Apr: maaf kk
total 1 replies
Les Tary
astaga bener bener dianggap binatang udh masih hidup dijual tubuhnya udh mati disayat dagingnya🤦🤦
Ama Apr: mau muntah y kk🥲
total 1 replies
Arin
Sadis.... daging manusia di makan. Sumanto ke 2 ini mah.....
Ama Apr: 🙏🙏 y kk
total 1 replies
zahrahaifa
daging elena tuh pasti yg dimakan🤮🤮🤮..
Ama Apr: maaf y kk
total 1 replies
Dewi Sarwini
jujur aku gak BS tp untk mengumpulkan bukti hrs bs
Ama Apr: bisa kk🫰
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Ama Apr: siapl
total 1 replies
Welly Pattipeilohy
ballsan yang bagus
Ama Apr: siapl
total 1 replies
Neno Arya
saya jg suka kali crt nya romantis an gini GK kakean drama SG mbarai ati dongkol..
Ama Apr: hehe iya kk, lanjut y
total 1 replies
Les Tary
kapan tuh Revan ketangkep polisi
Ama Apr: sabar km🤭
total 1 replies
Welly Pattipeilohy
pasti ada karmanya
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Welly Pattipeilohy
sedih, kecewa
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Welly Pattipeilohy
kejutan yang luar biasa dari istri 😍
Ama Apr: hihi iya dong
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!