NovelToon NovelToon
Dan Akhirnya Aku Pergi

Dan Akhirnya Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Cinta Lansia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yulianti Azis

Sofia Amara, wanita dewasa berusia 48 tahun yang hanya dipandang sebelah mata oleh suami dan anak-anaknya hanya karena dirinya seorang ibu rumah tangga.

Tepat di hari pernikahan dirinya dan Robin sang suami yang ke-22 tahun. Sofia menemukan fakta jika sang suami telah mendua selama puluhan tahun, bahkan anak-anaknya juga lebih memilih wanita selingkuhan sang ayah.

Tanpa berbalik lagi, Sofia akhirnya pergi dan membuktikan jika dirinya bisa sukses di usianya yang sudah senja.

Di saat Sofia mencoba bangkit, dirinya bertemu Riven Vex, CEO terkemuka. Seorang pria paruh baya yang merupakan masa lalu Sofia dan pertemuan itu membuka sebuah rahasia masa lalu.

Yuk silahkan baca! Yang tidak suka, tidak perlu memberikan rating buruk

INGAT! DOSA DITANGGUNG MASING-MASING JIKA MEMBERIKAN RATING BURUK TANPA ALASAN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DAAP 5

Ruangan itu mendadak terasa sunyi.

Robin terdiam. Tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Sofia tetap menatapnya, tanpa ragu, tanpa takut. Tidak ada lagi wanita penurut yang selama ini ia kenal.

Robin mencoba membaca ekspresi istrinya. Biasanya, jika mereka bertengkar atau lebih tepatnya, jika ia memarahi Sofia, wanita itu akan memilih diam, menunduk, dan meminta maaf meski tidak bersalah.

Tapi kali ini tidak.

Sofia benar-benar serius.

Robin merasa dadanya menghangat karena amarah yang membuncah. Giginya terkatup rapat. “Apa yang kau katakan?” suaranya terdengar tajam.

Sofia menarik napas dalam. Lalu, dengan suara yang lebih tegas, ia mengulangi, “Aku ingin kita bercerai.”

Robin berdiri beberapa detik, menatap Sofia yang duduk diam dengan tatapan dinginnya. Perasaannya kacau, tak tahu harus merasa marah, bingung, atau bahkan sedikit khawatir.

Seharusnya Robin merasa lega, bukan? Setelah semua yang terjadi, setelah bertahun-tahun pernikahan yang terasa seperti rutinitas kosong, dia harusnya merasa bebas jika Sofia akhirnya meminta perceraian itu, bukan? Dan bisa menikah dengan Vanessa wanita yang dia cintai sejak dulu.

Tapi entah kenapa, mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Sofia, ada rasa aneh yang menghantam dadanya.

“Ini kekanak-kanakan, Sofia,” ujarnya dengan nada rendah, tapi penuh ketegasan. “Kita sudah tua, sudah terlalu lama bersama. Kenapa harus bercerai sekarang?”

Sofia hanya diam, tidak mengubah posisi, tidak merespons. Matanya yang tajam tetap menatap ke arah yang sama.

“Kalau kau lelah dengan pekerjaan rumah, kita bisa mencari jalan keluar, Sofia. Tapi cerai? Itu bukan solusi!” suara Robin mulai terdengar lebih lembut tapi tetap datar, seolah mencoba meyakinkan diri sendiri.

Namun, Sofia tetap tidak berbicara. Keheningan di antara mereka semakin dalam.

Akhirnya, setelah beberapa detik yang terasa seperti selamanya, Robin menarik napas panjang. “Pikirkan baik-baik, Sofia,” ujarnya sambil mengalihkan pandangannya ke lantai. “Kau terlalu lelah. Ini bukan saatnya membuat keputusan besar. Besok, aku tidak ingin kau seperti ini. Bersikaplah seperti kemarin-kemarin."

Sofia tetap tidak bergerak, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Robin merasa kebingungannya semakin dalam, namun dia memilih untuk pergi.

Dengan langkah cepat, Robin meninggalkan kamar dan menuju ke ruang ganti. Sofia mendengarnya memasuki kamar mandi, dan akhirnya dia benar-benar sendirian di ruangan itu.

Sofia menatap kosong ke arah pintu yang tertutup, dan untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, dia merasa beban berat yang selama ini menghimpit dirinya mulai terlepas sedikit demi sedikit. Hatinya yang terluka kini tak lagi dipenuhi dengan ketakutan akan kehilangan, sebaliknya, ada rasa kebebasan yang mulai mengalir.

Tunggu surat cerai dariku, pikir Sofia dalam hati, dengan suara yang dalam dan penuh tekad.

Sofia tahu keputusannya sudah pasti. Tidak ada lagi tempat untuk kebohongan, tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan ikatan yang selama ini hanya mengikatnya dalam kebohongan dan ketidakbahagiaan.

Robin bisa saja berpikir ini hanya fase atau hanya karena lelah dengan rutinitas rumah tangga. Tapi Sofia sudah membuat keputusan. Dan kali ini, keputusan itu untuk dirinya sendiri.

*****

Pagi itu, Sofia duduk dengan tenang di meja makan, menikmati salad segarnya sambil membaca majalah mode. Tidak ada aroma masakan yang biasa memenuhi rumah, tidak ada suara wajan yang beradu di dapur, dan yang paling mencolok, tidak ada Sofia yang sibuk melayani mereka.

Ibu mertuanya, Saskia, duduk di kursinya dengan ekspresi geram, menatap Sofia yang tampak santai. Semalam, dia sudah menghubungi besannya, Leta, ibu kandung Sofia untuk datang dan melihat sendiri bagaimana putrinya berubah.

Tak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar, dan nyonya Leta memasuki ruang makan. Awalnya, dia ragu apakah Saskia hanya berlebihan. Bagaimana mungkin Sofia, anaknya yang selalu penurut dan lembut, tiba-tiba berubah?

Tapi begitu dia melihat putrinya yang duduk santai tanpa sedikit pun berniat menyiapkan sarapan seperti biasanya, Leta akhirnya percaya.

"Sofia?" panggil Leta, mencoba menarik perhatian putrinya.

Sofia melirik sekilas, lalu kembali menikmati sarapannya tanpa sedikit pun terganggu.

Saskia mendengus kesal. "Lihat, kan? Dia bahkan tidak peduli ibunya datang! Kau harus bicara padanya, Leta! Sofia tidak bisa begini!"

Leta menghela napas, merasa bimbang. "Sofia, kenapa kau tidak menyiapkan sarapan?" tanyanya, masih dengan nada lembut.

Sofia mengunyah dengan santai sebelum menjawab, "Karena aku tidak ingin."

Jawaban yang begitu sederhana, tapi cukup membuat Saskia hampir meledak.

Saat itu, Mikaila dan Reno turun dari kamar masing-masing, keduanya masih setengah mengantuk.

"Ma, mana sarapan?" tanya Mikaila tanpa basa-basi.

Sofia tetap tenang sambil menyuap saladnya. "Tunggu pembantu buat, atau masak sendiri," jawabnya datar.

Mikaila mengerutkan kening. "Tapi masakan pembantu tidak sesuai selera kami ...."

Reno mengangguk setuju. "Iya, cuma Mama yang bisa masak enak."

Seketika, suasana menjadi sunyi.

Sofia akhirnya menutup majalahnya, lalu menatap kedua anaknya dengan ekspresi tenang. "Oh? Masakan Mama enak? Kalau begitu, kenapa setiap hari kalian selalu protes?"

Keduanya terdiam.

Saskia dan Leta juga ikut membisu.

Sofia menatap satu per satu wajah mereka dengan ekspresi datar. "Setiap hari, kalian selalu punya alasan untuk mengeluh. Nasi terlalu lembek, lauk kurang bumbu, pancake terlalu manis. Kalau memang masakan Mama yang terbaik, kenapa setiap kali makan selalu ada saja keluhan?"

Mikaila dan Reno saling pandang, tak bisa menjawab.

Leta menggigit bibirnya, seakan ingin menegur Sofia, tapi ada sesuatu dalam tatapan putrinya yang membuatnya ragu.

Saskia semakin geram, tetapi sebelum dia sempat berbicara, Sofia sudah bangkit dari kursinya.

"Mulai sekarang, aku hanya akan melakukan apa yang aku inginkan," ujar Sofia santai. "Aku sudah cukup mengorbankan diri selama 22 tahun. Sekarang, giliran kalian yang mengurus diri sendiri."

Tanpa menunggu respons, Sofia membawa piringnya ke dapur, meninggalkan semua orang dalam keheningan yang mencekam.

Robin keluar dari kamarnya dengan ekspresi sedikit mengantuk, tetapi begitu melihat ibunya, ibu mertuanya, dan kedua anaknya duduk dalam diam dengan wajah tak bisa dijelaskan, dia langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Saskia, yang pertama kali melihat Robin, langsung bangkit dengan wajah penuh kemarahan. "Robin! Lihat apa yang dilakukan istrimu! Dia benar-benar tidak tahu diri! Berani-beraninya dia membantah ucapanku dan menolak menyiapkan sarapan!"

Leta, ibu Sofia, hanya menghela napas pelan. Dia tidak ikut menimpali amarah Saskia, tetapi dari sorot matanya, jelas bahwa dia juga bingung dengan perubahan drastis putrinya.

Robin mengusap wajahnya dengan lelah, lalu duduk di kursinya. "Aku sudah bilang, jangan bersikap kekanak-kanakan, Sofia," gumamnya dengan nada datar.

Bersamaan dengan itu, Sofia keluar dari dapur, membawa secangkir kopi untuk dirinya sendiri, sama sekali tak terpengaruh dengan atmosfer tegang di ruang makan.

Robin akhirnya menatapnya, lalu menghela napas. "Apa kau masih ingin bertingkah seperti ini? Aku sudah bilang, berhenti bersikap kekanak-kanakan. Kau hanya sedang lelah, dan ..."

Tanpa sadar, Robin melanjutkan, "Apa kau pikir meminta cerai akan menyelesaikan semuanya?"

Seketika, suasana menjadi senyap.

Semua mata langsung tertuju pada Robin.

Saskia membelalak. "Apa?"

1
LarasatiAtiqahGunawan
hm... kluar kamar trus ke meja mkn ga sikat gigi dulu? minimal kumur2 pk mouthwash lah. plus raub/cuci muka
Siti Iatifah
itu semua adalah ajab
Siti Iatifah
buktikan bawah kamu bisa hidup tanpanya
Siti Iatifah
bagus sofia buat pelajaran
Anisah SH
lanjutannya bagaimana ?
Anisah SH
suka banget ceritanya, ke lu harga yg betul2 harmonis
Anisah SH
mendengar berita dan kenyataan yg di ulit diterima seseorang pasti kaget, bingung dan hancur rasanya
mahira
terima kasih atas ceritanya kk
Sorah aku
novel ke 2 yg aku baca sedah bikin aku penasaran baru baca bab awal selama semingguan ini, semoga kelanjutannya ga boring lagi🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Athe indra
/Rose//Rose//Rose/
Srihandayani
maaf Thor...
terlalu sering menggunakan kata elegan
Nor Azlin
thor ada tidak season dua nya bagai mana kisah Elleanor sama si xander yah penasaran ni pasti ada kan😂😂sukses selalu thor
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya tamat juga aku baca nya sangat Keren ...thor cerita mu banyak pengajaran buat kita semua yah ...semoga dengan membaca cerita ini kita bisa memperbaiki & belajar banyak pengajaran dari cerita mu 👍👍👍semoga ketemu di lain novel mu yang lain yah thor😂😂😂lanjutkan thor
Yeni Yeni: dapat pelajaran berharga dari novel ini, seperti menasehati anak remaja.. dan lain-lain
total 1 replies
Nur Janah
aku kasih kopi Thor semangat 💪💪
Nor Azlin
bisa lagi hamil tu yah mereka ada peluang buat hamil lagi jangan risau deh pasti ada adik kecil buat Elleanor juga Edward nya yah ...semoga mereka di kurniakan anak lagi kerana umur seperti kalian masa h bisa menimang anak kecil lagi tu😂😂...setelah pulang bulan madu nya sudah ada adik bayi yah thor ... lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu kira si Elleanor itu orang miskin dasar bodoh & kamu kira Elleanor itu seperti Mikaila juga Rani yang bisa2 nya merebut pacar teman nya sendiri gitu kamu itu salah bahkan Elleanor itu lebih mampan dari keluarga mu yah ...pria kayak kamu tidak pantas seujung kuku pun buat Elleanor tau😂😂😂 semoga kalian pergi jauh2 yah kalau kakak nyasi Edward itutau mampus kamu belum lagi papa nya yah ...semoga kamu selamat dari amukan keduanya yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
jalang yang takut miskin sudah habis uwang bagian nya sudah tentu lah mau mengambil kesempatan yah mama tau hasil nya dapat kali ini yah😂😂😂 kenapa juga tidak di hapuskan dari muka bumi ini yah para pelakor nya😂😂😆😆semoga tidak terjadi apa-apa pada Sofia lagi yah ...jalang satu lagi sufldah pergi datang lagi jalang tidak Sadar diri lagi yah CK CK CK semoga si Riven menempatkan orang-orang nya untuk melindungi Sofia sama Elleanor deh ...lanjutkan thor
Nor Azlin
bukan nya sama proses seperti dia lakukan oleh Riven pada Sofia mereka juga membuat proses seperti itu juga deh itu satu nya yah & satu nya yang aku tau juga yah mereka senyawakan dulu di dalam tabung persenyawaan lepas itu mereka masukan benih2 yang sudah jadi 😂😂😂bagi orang kayak Robin kan gampang bagi nya kerana waktu banyak uwang bisa buat apa ada nya yah ...butuh uwangkan jual aja anak mu itu kan bisa 😏😏mau menefaatkan Sofia lagi dasar gila ni
Nor Azlin
Reno pasti menghamili anak orang ni kelihatan nya dia panik amat ni pasti berkaitan dengan perempuan juga tu ...kedua anak mu sudah hancur total di tangan ibu sambung Alias ibu kandung nya 😂😂😂kalian sudah hancur sehancurnya deh ...lihat hasil dari didikan mu vanessa kedua anak mu yang Sofia tatang bagai minyak yang penuh kamu cemari dengan trik jalang mu jadi lah mereka bermasalah sungguh miris sekali kamu menanam kan kebencian pada mereka untuk membenci Sofia namun kamu lebih menjerumuskan mereka pada lembah yang paling hina mengikuti lah kalian berdua yah ...lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!