***++++++++
" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.
Mari nantikan kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benak masing masing
Keesokan hari nya waktu sudah menunjukan pukul 06:30 Rea terbangun terlebih dahulu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dia keluar lalu melirik Dean yang masih tidur, hari ini hari Minggu hari libur, jadi wajar kalau dia tidak memasang alarm.
Rea memilih mengenakan dress sederhana yang membuat penampilan nya tampak lebih segar dan muda, rambutnya di biarkan tergerai rapi di bahu, dia membuka pintu kamar dengan hati hati agar tidak mengganggu kenyamanan Dean, tujuannya jelas ke arah dapur ingin melihat apa yang di lakukan oleh jule pagi pagi begini, apa lgi mba citra tidak ada.
Namun, saat sampai di dapur, suasana masih sepi tidak ada suara wajan tidak ada aroma masakan, bahkan tidak ada tanda tanda aktifitas, Rea mendengus kasar dia menuju kamar Jule dengan kesal.
Dalam hati sebenarnya dia ingin mendobrak pintu kamar Jule, tapi dia masih bisa menahan itu dia mengetuk dengan keras, membuat siapapun yang mendengar akan terkejut
Tok Tok Tok Tok Tok
" Kenapa sarapan belum di siapkan." suara Rea tegas terdengar nyaring dari luar pintu.
Jule yang tertidur pulas langsung tersentak kaget, dia buru buru turun dari tempat tidur dan membuka pintu dengan panik.
Rea tersenyum tipis melihat penampilan Jule yang baru bangun tidur, Jule hanya bisa menunduk gugup.
" Saya minta maaf nyonya, saya kesiangan." Rea menyilangkan tangannya di dada menatapnya tajam.
" Jule sebenarnya kamu ini di gajih untuk apa??? Setiap hari cuma numpang makan dan tidur!!! Mbak citra yang kerja, kamu cuma diam, hari ini mbak citra libur, dan hari ini aku mau liat seberapa kamu bisa di andalkan, ini hari Minggu waktunya beres beres, satu jam lagi aku mau sarapan sudah siap di atas meja, kalau kamu gak betah di sini lebih baik kamu angkat kaki sekalian." nada suaranya lembut tapi tegas membuat Jule spontan menegakkan tubuh dan menelan ludah.
" Baik nyonya saya akan menyiapkan semuanya, maaf karna saya terlambat bangun." ucap Jule dengan gugup.
Tanpa menjawab lagi Jule berbalik meninggalkan kamar itu tumit sepatunya terdengar mantap setiap kali dia melangkah menjauh. Begitu Rea sudah tak terlihat, Jule mengepalkan tangannya kesal.
" Sialan kenapa dia tiba tiba berubah jadi galak begitu??? Padahal kemarin manis banget kayak kucing jinak?? ." gumamnya di dalam hati, Jule sempat mengira Rea adalah gadis polos dan mudah diatur, tapi ternyata dugaannya salah besar, Rea justru tegas, cerdas dan sama sekali bukan tipe istri yang di remehkan.
Rea melangkah pergi tanpa menoleh bibirnya tersungging senyum puas, dia tak lagi balik ke kamar bukan karena malas, melainkan karena ingin menikmati udara segar di halaman.
Langkahnya terhenti di teras, dia duduk di kursi kayu panjang, menatap pohon rindang yang berjajar rapi di halaman rumahnya, udara pagi masih sejuk tetapi senyumnya menunjukan makna lain.
Rumah itu lumayan besar berdiri megah dengan halaman yang luas dalam hati Rea menghitung hitung.
" kalau di jual mungkin harganya bisa sampai satu miliar." gumamnya licik. " bayangkan, berapa banyak uang yang akan aku dapat."
Tatapan nya lalu bergeser ke arah rumah, lalu ke jendela tempat Dean masih tidur pulas.
" Awas saja kamu Dean rumah ini sudah atas namaku, cepat atau lambat kamu akan jadi gembel karena berani main belakang, ibu juga gak akan berpihak kepadamu, beliau sudah janji, kalau kamu berani melakukan hal macem macem kamu yang akan dapat konsekuensi nya." batinnya sambil tersenyum tipis.
Pandangan Rea lalu menuju ke arah garansi, tampak mobil hitam mengkilat terkena pantulan cahaya matahari.
" Mobil itu juga." pikirnya pelan. " sebentar lagi, semuanya akan jadi milikku."
Rea bersandar santai di kursi, matanya masih tajam menatap ke depan.
" Sepertinya, sebentar lagi aku akan semakin kaya." Gumamnya puas sebelum akhirnya menutup mata dan menikmati rasa menang yang mulai tumbuh di dadanya.
Di dapur Jule berdiri gemetar sambil mengaduk nasi goreng, tangan nya dan baju nya sedikit bernoda, jelas dia tak biasa bergerak cepat di dapur karena selama ini yang mengerjakan semua pekerjaan mbak citra, dari teras terdengar suara Rea dan pak Budi bercakap cakap tentang tanaman di halaman.
Dean turun dari kamar dengan sudah rapi setelah mandi, dia mencari cari keberadaan Rea lalu terkejut melihat Jule yang tampak kebingungan di hadapannya.
" kamu benar benar menikahi wanita gila mas!!! Bisa nya dia pagi pagi mendobrak pintu kamar orang, memerintah orang seperti nyonya di ruma ini!!!." celoteh Jule tanpa basa basi suaranya terdengar meremehkan.
Dean menegang. " Jaga mulut mu !!! Jangan seenaknya maki istriku !!! Dia memang nyonya di rumah ini." ucapnya datar nada yang memperingatkan.
" Siapa yang suruh kamu datang ke rumah ini ??? Pura pura menjadi pembantu?? Nikmati saja peran mu itu." balasnya, lantang.
Dean menatapnya dingin, ingin menutup obrolan itu, tapi Jule tak berhenti, tatapannya melongo penuh tipu daya di dalam hatinya, dia membayangkan bisa membuat Rea tersakiti. " Biarin saja, nanti kalau dia tau suaminya sudah berada di pelukan ku, dia bakal menangis darah !!!." pikir Jule penuh percaya diri sambil terus mengaduk masakannya yang ada di wajan seolah tak terjadi apa apa.
Suasana pagi itu sesaat tegang, antara kepatuhan yang di paksakan, ancaman yang di simpan, dan rencana rencana gelap yang mulai berkeliaran di dalam benak masing masing.
Dean berjalan menuju garansi setelah Rea tidak ada di dalam kamar, di sana sang istri sedang memandangi motornya dengan tatapan kosong.
" Sayang, ayok sarapan dulu sarapannya sudah siap." ucap Dean lembut sambil melangkah mendekat.
Rea menoleh dan tersenyum tipis. " Iya mas, sebentar ." jawab Rea dengan suara lembut, meski dalam hatinya sangat bergemuruh, ada sesuatu yang di sembunyikan di balik senyum itu, sesuatu yang dia sembunyikan tak ingin tunjukan pada suaminya.