NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Haruskah Memaafkan

"Liana, apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu menangis?"

Dion dan juga Pamela dikejutkan oleh kedatangan Liana dengan beruraian air mata. Setelah berdebat dengan Reynan Liana memutuskan untuk pulang, bahkan saat Reynan berniat untuk mengantarnya langsung ditolak mentah-mentah.

"Kak Dion! Kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu nggak pernah bilang kalau ternyata pria waktu itu adalah pak Reynan yang tak lain bosku sendiri. Kenapa kamu jahat banget kak! Kamu bilang bakalan selalu ada buat support aku, tapi apa? Bahkan rahasia sebesar ini aku tidak mengetahuinya."

Dion maupun Pamela tercengang. Dion tahu apa yang dimaksud oleh Liana, tapi Pamela seperti orang bego yang tak tahu apa-apa.

"Ini sebenarnya ada apa sih? Apa yang kalian perdebatan? Rahasia apa emangnya?" Pamela bertanya pada Liana dan beralih pada suaminya, namun mereka sama-sama diam. "Kak Dion, bisa dijelaskan padaku? Sebenarnya apa yang dipermasalahkan oleh Liana?"

Dion menghela nafas dan meminta Liana untuk bersikap tenang. Bukannya ia tak ingin berbagi cerita mengenai kejadian yang menimpa Liana, tapi ia memang belum ada waktu untuk menjelaskannya.

"Liana, tenanglah dulu. Ayo duduklah."

"Bagaimana aku bisa tenang kak?! Hidupku sudah hancur, dan pria itu baru saja muncul untuk mengakuinya. Gimana aku bisa tenang coba? Dia bahkan tahu kalau si kembar anak kandungnya. Kalau sampai dia mengambil si kembar dari tanganku gimana?"

Pamela yang menjadi pendengar setia langsung bisa menebak. "Maksud kamu Reynan ayahnya si kembar?"

Dion mengedikkan bahunya. "Iya begitulah. Aku bahkan juga baru mengetahuinya," jawab Dion. "Reynan sendiri juga baru mengetahuinya. Kita sama-sama terkejut saat semua bukti mengarah pada Liana."

Pamela geleng-geleng kepala. Ia tidak pernah menyangka sepupunya itu sudah membuat kesalahan yang begitu besar. Keluarga Pratama sangatlah disegani oleh masyarakat luas. Mereka juga jauh dari skandal, tapi siapa sangka salah satu dari keturunannya telah menciptakan aib yang terpendam selama bertahun-tahun. Ia bahkan berpikir Reynan kurang normal, karena setahunya pria itu sangatlah dingin dan tidak pernah serius menjalin hubungan dengan wanita.

"Liana, bagaimana kamu tidak mengenali pria itu? Bukankah kalian melakukannya dengan baik?"

Liana menggeleng dengan menangis sesenggukan. "Aku dibius kak, aku nggak sadar dengan apa yang aku lakuin. Pas bangun tidur aku sudah melihat kondisiku yang berantakan di kamar hotel. Aku tak ingin kejadian itu berbuntut panjang akhirnya aku putuskan untuk pergi sebelum pria itu mendapatiku."

"Hah? Maksudnya mendapatimu?" tanya Pamela yang menuntut agar Liana tak berbelit belit saat memberikan keterangan, karena setelah ini ia tak akan diam mengabaikan permasalahan yang sudah seharusnya diketahui oleh keluarga besarnya.

"Waktu itu dia lagi ada di dalam kamar mandi, aku langsung pergi tanpa menunggunya," bantahnya jujur. "Di sini aku nggak bisa menyalahkan dia sepenuhnya, karena aku sendiri juga tak sepenuhnya sadar. Aku nggak tahu siapa yang mulai."

Pamela mengusap punggungnya. "Yaudah, sekarang kamu tenangin diri dulu, jangan terlalu dipikirkan. Semua itu sudah terjadi, dan nggak akan bisa diperbaiki lagi. Setidaknya dia udah mengakui kesalahannya, itu artinya dia berani untuk bertanggungjawab."

"Iya Liana, setidaknya dia sudah mengakui kesalahannya dan mau minta maaf," sahut Dion yang memiliki pendapat sama seperti istrinya. "Kalau saja dari awal aku tahu dia yang sudah melakukannya pasti nggak bakalan kukasih ampun."

Gara-gara kejadian itu Dion tak memiliki kesempatan untuk menyatakan cintanya pada Liana. Dulu sebenarnya ia sangat ingin melamar Liana, tapi berhubung Liana sudah tak suci lagi dan dia juga tidak mau menggugurkan kandungannya, akhirnya ia terpaksa memilih untuk mundur, namun meskipun begitu ia tetap membantunya sampai Liana menyelesaikan kuliahnya di luar sana negeri. Bahkan sampai detik ini ia masih peduli terhadapnya.

"Kak, bilangin sama dia besok aku nggak masuk kerja, aku mau resign." Liana tak ingin terlalu jauh terlibat skandal dengan bosnya. Ia cukup sadar diri, sangatlah tidak mungkin keluarga bosnya bakalan menerimanya dengan baik.

"Resign?" Dion tercengang  dengan menoleh pada istrinya. "Jangan mengambil keputusan di saat lagi emosi, Liana! Nanti kamu sendiri yang bakalan rugi. Lebih baik kamu ambil cuti aja dulu buat nenangin pikiran."

"Benar apa yang dikatakan oleh kak Dion, Liana! Jangan mengambil keputusan dikala kamu masih emosi. Ya, aku akui di sini posisi Reynan memang bersalah, tapi dia sendiri juga dalam keadaan mabuk, jadi nggak bisa mengontrol diri. Saran aku sih, sebaiknya kalian saling memaafkan, toh diantara kalian sudah memiliki anak? Apa kamu nggak kasihan sama mereka?"

Di situ Liana merasa sendirian. Orang-orang yang selalu memberinya semangat malah berpihak pada Reynan.

"Kamu jangan egois, Na! Reynan sudah meminta maaf padamu, dia bahkan mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apa lagi yang kamu resahkan?" Lagi-lagi Dion membujuknya. "Jika kamu menikah dengan Reynan, kamu tak harus bersusah susah untuk bekerja, karena kebutuhan hidupmu bakalan terpenuhi. Satu hal lagi, jika kamu menyandang gelar sebagai nyonya Pratama maka tidak ada orang yang berani menindasmu."

Liana terdiam sembari meresapi apa yang dikatakan oleh Dion. Memang benar apa yang dikatakan oleh Dion, jika ia menyandang gelar sebagai nyonya Pratama maka tidak akan ada lagi orang yang bakalan mengganggunya. Tapi di sini masalahnya apakah keluarga Pratama mau menerima kehadirannya yang jauh dari kata sempurna? Ia hanyalah seorang wanita miskin yang tidak diinginkan oleh orang tua. Jika sampai keluarga Pratama bertanya banyak hal mengenai identitasnya, maka ia harus menjawabnya apa?

"Sudahlah kak, kepalaku pusing! Aku mau istirahat saja!"

Dion menoleh pada Pamela dan diangguki oleh wanita itu. Mereka beranjak dari memutuskan untuk pergi dari kontrakan Liana, membiarkan Liana berpikir dengan tenang.

"Yaudah, kalau gitu kami pamit pulang. Lekaslah beristirahat, jangan lupa dikunci pintunya. Oh ya..., tadi aku beliin Kentucky buat anak-anak, bisa dibuat sarapan besok pagi. Tadi aku simpan di meja makan."

Liana mengangguk. "Terimakasih kak, maaf..., sebenarnya aku tak ada niatan untuk mengusir kalian dari sini, aku hanya ingin sendiri."

Pamela menepuk punggungnya. "Tenang aja, nggak usah merasa bersalah gitu. Aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Kami meninggalkanmu supaya kamu bisa menenangkan diri. Aku harap besok akan kembali baik-baik saja," nasehat Pamela. "Pesanku cuma satu Na, buang jauh-jauh pikiran yang buruk. Kalau kamu tetap egois seperti ini, kamu bakalan rugi sendiri. Sekarang Reynan tahu bahwa si kembar itu anak kandungnya, tentu dia tidak akan pernah diam, dia pasti ingin mendapatkan hak sebagai ayah. Jangan jauhkan mereka dari ayahnya sendiri."

Dion meraih kunci mobil yang diletakkan di atas meja. Dia bangkit dan pamitan.

"Jaga dirimu baik-baik. Besok kalau ada waktu kami akan datang kemari. Berhubung besok aku ada acara, kamu anterin si kembar ya? Nanti kalau sudah waktunya pulang biar aku jemput."

Liana menangis sejadi-jadinya setelah kepergian mereka. Dia bingung, haruskah ia memaafkan dan bersedia menerima kehadiran bosnya sebagai pelengkap di kehidupannya?

"Ya Tuhan..., aku benar-benar bingung! Haruskah aku melupakan masa lalu dan memaafkannya begitu saja setelah apa yang dia lakukan terhadapku?"

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!