NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Kenapa Masih Menggangguku

"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut di sini?"

Reynan terkejut saat melihat Liana dan kedua anaknya diusir dari salah satu toko pakaian yang ada di mall. Baru ditinggal sebentar saja sudah ada kekacauan yang melibatkan orang-orang terdekatnya.

"Mereka jahat, tadi aku didorong sampai jatuh." Kenzie mengadu dan menunjuk salah satu pegawai wanita yang sudah mendorongnya. "Kami juga dituduh mencuri. Padahal kami belum memegang barang-barang yang ada di sini," imbuhnya lagi.

Rahang Reynan mengeras menatap satu persatu orang yang ada di tempat itu. "Apa benar begitu?" Tidak satupun dari mereka ada yang menjawabnya, dan itu membuatnya yakin apa yang dikatakan oleh Kenzie memanglah benar.

"Liana, bisa kau jelaskan padaku, apa yang terjadi di sini?" Reynan beralih menoleh pada Liana yang berdiri dengan menggandeng Kenzo.

"Seperti yang dikatakan oleh Kenzie, kami dituduh mencuri, dan Kenzie juga didorong oleh wanita itu," tunjuknya dengan wajah jutek ke arah wanita yang berprofesi sebagai karyawan di toko itu.

"Kenapa kalian bisa difitnah? Apa pemicunya? Tidak akan ada asap kalau tidak ada api, tentu ada sebabnya mengapa mereka sampai marah!"

Reynan berharap bisa menyelesaikan masalah yang dialami oleh Liana maupun kedua anaknya. Selama masalah itu tergolong wajar mungkin masih bisa diselesaikan dengan cara yang baik-baik.

"Aku sendiri tidak tahu di mana letak kesalahan kami, bahkan kami baru masuk sudah difitnah dan diperlakukan sangat buruk. Aku juga tidak mengenali mereka, tapi mereka sok akrab bahkan langsung mendorong Kenzie hingga membuatnya jatuh.

Tangan Reynan mengepal. Dia tak terima ada orang yang berani menyakiti fisik anak-anaknya. Apapun alasannya menurutnya itu tidaklah dibenarkan."Kurang ajar! Berani sekali kalian memperlakukan keluargaku begitu buruk! Kalian pikir kami tidak mampu bayar sampai kalian menuduhnya maling! Di mana penanggung jawabnya! Aku ingin bertemu dengannya!"

Pria yang berprofesi sebagai manager langsung mendekat dan berdiri tegap di depannya. "Saya managernya. Saya yang bertanggungjawab atas toko ini," bantahnya.

Reynan memicingkan matanya ke arah pria itu. Dipandanginya pria arogan itu tanpa berkedip. "Dia tersenyum smirk. "Oh..., jadi kamu managernya?"

Pria itu mengangguk. "Iya, saya managernya. Memangnya ada perlu apa anda ingin menemui saya?!"

"Saya tanya sama kamu, atas dasar apa pegawaimu mendorong anak saya hingga membuatnya terjatuh. Atas dasar apa pula kalian menuduh keluargaku sebagai pencuri di toko ini?"

Pria itu menoleh pada salah satu pengunjung VVIP yang tengah melototinya, sepertinya pria itu cukup takut padanya.

"Kami hanya mengikuti perintah dari pelanggan VVIP kami. Beliau mengatakan bahwa nona ini seorang pencuri, sudah pasti kedatangannya ke sini memiliki niatan buruk, hendak mencuri barang-barang yang ada di sini."

"Sembarangan aja kalau ngomong! Kalau kamu nggak bisa membuktikan bahwa dia seorang pencuri bakalan kutuntut kalian," tegas Reynan.

Liana melotot tak terima dengan tuduhan itu. Dia pun  membantah. "Hei! Jaga bicaramu ya! Memangnya kau memiliki bukti apa menuduhku sebagai pencuri? Kau bahkan baru datang dan langsung melayangkan tuduhan tanpa mencaritahu kebenarannya. Aku hanya heran, kok ada manusia sepicik kalian!"

Karina mengibaskan tangannya. "Sudahlah Liana! Nggak usah mengelak. Dari kecil kau memang suka mencuri. Kau bukan cuma suka mencuri barang, kau juga sudah mencuri kasih sayang orang tuaku!"

Tangan Liana mengepal dengan rahang mengeras. Tingkat kesabarannya sudah habis, semakin diam harga dirinya semakin diinjak-injak oleh saudara angkatnya. "Tutup mulutmu Karina! Senang sekali kau memfitnahku. Memangnya barang apa yang sudah kucuri darimu? Aku tidak pernah menyentuh barangmu!"

Karina terkekeh. Melihat kejengkelan saudara angkatnya membuatnya semakin gencar untuk mengerjainya. Ia sudah dipermalukan di kantor tempat suaminya bekerja, kini ia akan balas dengan mempermalukannya di tempat umum.

"Serius kamu tidak pernah mencuri barangku? Kau ambil kasih sayang ayahku! Kau rampas kebahagiaanku, apa itu bukan pencurian namanya? Kau terlahir memang untuk dipermalukan, Liana! Orang tua kandungmu saja tak menginginkan kehadiranmu, apalagi aku! Demi uang kau bahkan rela menjual diri. Lihatlah hasilnya, karena kebodohanmu sampai melahirkan anak haram tanpa status!"

Bug,,

Tak peduli meskipun keberadaannya di tempat umum dan menjadi tontonan banyak orang Liana langsung menghadiahi bogeman yang lumayan keras hingga membuatnya tersungkur. Reynan maupun si kembar tercengang melihat aksi Liana yang tak takut melawan.

"Liana! Kau sudah gila ya!" Kau berani sekali memukulku? Kau sudah bosan hidup rupanya!"

"Orang sepertimu memang pantas untuk dipukul. Sekali lagi kau menghinaku maka akan ku pastikan hidupmu tidak akan bisa tenang!"

Cuih! Karina meludah. Dia menarik nafas dengan menatapnya tajam. "Sombong sekali kau gadis busuk! Kau pikir dirimu itu siapa?! Berani sekali kau menamparku di tempat umum. Aku di sini pelanggan VVIP. Semua orang menghormati ku! Tapi kau~~ kau berani memukulku!"

Satu alis Liana terangkat. "Memangnya apa yang kutakutkan? Kita sama-sama manusia biasa! Sekalipun kau itu robot aku nggak bakalan takut!"

Si kembar bersorak senang. Mereka begitu bangga memiliki ibu yang pemberani. Mereka  pikir ibunya cukup lemah, tapi ternyata dugaannya salah. "Wow..., mommy benar-benar hebat. Mommy! Hajar saja wanita jahat ini sampai mampus!"

Karina menoleh pada dua bocah itu dengan membentaknya. "Diam kau anak haram! Dasar anak buangan!"

Dua bocah itu seketika diam kala Karina menyebutkannya sebagai anak haram. Mereka sadar, semenjak dilahirkan tak pernah didapati sosok ayah di kehidupannya. Mungkin memang benar, ia terlahir sebagai anak haram.

"Coba ulangi lagi perkataanmu tadi!"

Dengan melotot Reynan melangkahkan kakinya mendekat dan menatapnya dengan sorot matanya tajam.

"Ka—kamu siapa? Pacarnya Liana?" tanya Karina dengan satu alisnya terangkat.

"Aku ayah dari anak yang kau hina," jawab Reynan.

"Hah? Apa kau sedang bercanda?" Karina tertawa mengejek, tak mempercayai penjelasannya. "Kau pikir aku percaya dengan penjelasanmu itu bung? Mereka ini lahir tanpa seorang ayah. Mau-maunya kamu mengakuinya sebagai anaknya. Kau tidak tahu siapa wanita itu. Dia pernah hadir menjadi bagian dari keluarga kami, tapi karena ulahnya kami terpaksa mengusirnya. Sebaiknya kau jauh-jauh darinya, jika tidak..., kau akan menjadi korban selanjutnya."

Liana menghela nafas dan mengeluarkannya perlahan. Begitu sesak rasanya menahan untuk bersikap sesabar mungkin.  Mungkin jika dirinya yang dihina ia masih bisa menerimanya, tapi kali ini menyangkut mental anak-anaknya. Ia tidak ingin anaknya sedih karena hinaan yang diterimanya.

"Karina! Sebenarnya apa tujuanmu selalu ingin menyulitkanku! Aku bahkan sudah menjauh dari kehidupan kalian! Kenapa kau masih juga menggangguku?"

Karina terkekeh dengan tatapan mengejek. Meskipun harus malu namun ia puas berhasil membuatnya sakit hati. "Dengar ya Liana! Selama kau masih bekerja di perusahaan Pratama, aku tidak akan pernah melepaskan mu! Kau itu wanita penggoda! Mana mungkin aku akan melepaskan dirimu begitu saja. Bisa jadi kan, demi bisa naik  jabatan kau naik ke ranjang suamiku atau bahkan bosmu!"

1
Dwi Agustin N Muftie
lah padahal kan tdi sudah ngobrol sama Dion. sengaja ya
Dwi Agustin N Muftie
nah kan akhirnya kepleset juga. Antra nama Dion dan doni😄😄
Ryn
lanjut thor
Anita Rahayu
buat karina dan suami kena karma😈😈😈😈
Ryn
lanjut thor
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!