NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Palu Petir Melawan Besi Kosmik dan Keputusasaan Sang Pangeran

​Udara di dalam aula bawah tanah seakan tersedot habis. Pangeran Kedua Huangfu Lei melesat di udara bagaikan iblis petir yang mengamuk. Sepasang Palu Petir Menangis di tangannya memancarkan kilatan listrik merah yang menyambar-nyambar, membakar oksigen di sekitarnya.

​Sebagai veteran perang yang tumbuh di perbatasan darah, Huangfu Lei tidak pernah meremehkan lawannya. Ia langsung membakar sebagian Qi-nya untuk melepaskan serangan pamungkas di detik pertama.

​"Seni Palu Penghancur Kota: Bintang Jatuh Kembar!"

​Dua palu raksasa seberat masing-masing sepuluh ribu kati itu menghantam turun dengan kekuatan yang mampu meratakan sebuah benteng besi.

​Di bawah bayang-bayang palu mematikan itu, Lin Xuan berdiri tegak dengan kaki sedikit terbuka, menancapkan kuda-kudanya ke lantai lempengan perunggu. Matanya yang memancarkan cahaya abu-abu keemasan sama sekali tidak menunjukkan rasa takut, melainkan kegembiraan murni.

​Ia mengangkat Pedang Pembelah Kekacauan dengan kedua tangannya, menariknya ke belakang bahu, lalu mengayunkannya lurus ke atas untuk menyambut palu ganda tersebut.

​"Beban Maksimal!" raung Lin Xuan dalam hati.

​Gravitasi di sekitar pedang hitam legam itu melonjak gila-gilaan. Seratus lima puluh ribu kati beban murni berpadu dengan dua puluh ribu kati tenaga otot primordia, diselimuti oleh Qi Kekacauan tingkat 8 yang sangat padat.

​BBOOOOOOOOOOOOOOMMMM!

​Bentrokan antara besi kosmik dan sepasang palu Kelas Roh itu menghasilkan ledakan suara yang merobek gendang telinga. Gelombang kejut berbentuk cincin menyapu keluar dengan radius lima puluh meter!

​Puluhan boneka perunggu setinggi tiga meter yang berada di dekat mereka langsung terhempas ke udara layaknya mainan jerami. Beberapa boneka bahkan hancur berkeping-keping hanya karena terkena riak dari benturan tersebut.

​Di atas balkon, Mu Qingxue harus memanggil perisai teratai esnya hanya untuk menahan hembusan angin badai yang menampar wajahnya. Matanya membelalak tak percaya.

​Di titik benturan, lantai perunggu kuno setebal setengah meter amblas hingga membentuk kawah selebar dua puluh meter!

​Huangfu Lei tergantung di udara selama sepersekian detik. Matanya, yang tadinya dipenuhi niat membunuh, kini memancarkan keterkejutan yang absolut.

​Palu petirnya... tertahan!

Bukan hanya tertahan, ia merasakan gaya pantul yang luar biasa mengerikan merambat dari gagang palunya, menghancurkan tulang-tulang di telapak tangan dan lengannya.

​KRAAAK!

​Salah satu dari Palu Petir Menangis retak parah! Senjata Kelas Roh Tingkat Menengah kebanggaan kekaisaran itu tidak sanggup menahan kekerasan benda hitam tumpul di tangan pemuda berjubah abu-abu tersebut!

​"M-Mustahil! Kekuatan fisik macam apa ini?! Kau hanya berada di tingkat 8!" Huangfu Lei memuntahkan seteguk darah, tubuhnya terlempar mundur sejauh belasan meter, mendarat dengan keras di atas tumpukan bangkai boneka perunggu.

​Kedua lengannya bergetar hebat, nyaris mati rasa. Petir merah di palunya padam seketika.

​Lin Xuan menarik kembali pedangnya, tidak mundur satu langkah pun dari kawah yang ia ciptakan. Ia memutar lehernya dengan santai.

​"Kau punya tenaga yang lumayan untuk seekor anjing kekaisaran," puji Lin Xuan dengan nada yang jelas-jelas merendahkan. "Tapi palumu terlalu ringan. Apa kau tidak sarapan?"

​"TUTUP MULUTMU!" raung Huangfu Lei histeris. Keputusasaan mulai merayap di hatinya. Prajurit elitnya telah habis dibantai boneka, dan kekuatan kebanggaannya dipatahkan dalam satu adu fisik. Jika ia tidak membunuh Lin Xuan sekarang, ia akan mati di makam ini!

​Huangfu Lei menggigit ujung lidahnya, membakar sepuluh tetes Esensi Darah sekaligus. Rambut hitamnya berubah menjadi putih dalam sekejap, kulitnya memerah seperti kepiting rebus, dan urat-urat biru menonjol di sekujur tubuhnya. Auranya melonjak paksa menembus batas Setengah Langkah Inti Emas!

​"KAU AKAN MATI BERSAMAKU! Tarian Petir Pemakan Jiwa!"

​Huangfu Lei menerjang maju lagi, kali ini kecepatannya dua kali lipat lebih cepat. Ia tidak memukul dari atas, melainkan memutar tubuhnya seperti gasing raksasa, mengayunkan palunya dari berbagai sudut mematikan secara bertubi-tubi. Puluhan boneka perunggu yang menghalanginya hancur menjadi bubuk besi.

​Namun Lin Xuan hanya menghela napas panjang.

​"Membakar darah? Teknik rendahan," bisik Lin Xuan.

​Ia memejamkan matanya selama sepersepuluh detik. Di dalam Dantiannya, Mutiara Kekacauan berputar dengan kecepatan maksimum. Api abu-abu pucat perlahan merembes keluar dari pori-porinya, menyelimuti bilah tumpul Pedang Pembelah Kekacauan.

​"Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial: Gerhana Bintang."

​Lin Xuan membuka matanya. Ia tidak menangkis rentetan pukulan Huangfu Lei. Ia mengambil satu langkah maju yang menggetarkan seluruh aula, lalu mengayunkan pedangnya mendatar.

​Ayunan itu terlihat sangat lambat, namun membawa ilusi seolah sebuah planet mati sedang berbenturan dengan bumi. Api Kekacauan abu-abu membakar ruang vakum di depannya.

​CRASH! PRANGGG!

​Suara logam hancur bergema. Sepasang Palu Petir Menangis milik Huangfu Lei hancur lebur menjadi serpihan logam seukuran debu saat bersentuhan dengan pedang raksasa yang terbakar itu.

​Tapi ayunan Lin Xuan tidak berhenti.

​Besi tumpul seberat seratus lima puluh ribu kati itu menghantam langsung ke sisi tubuh Huangfu Lei.

​"T-Tida—"

​BAM!

​Jeritan Huangfu Lei terputus seketika. Tulang rusuknya remuk seluruhnya. Organ dalamnya meledak menjadi bubur darah di bawah tekanan gaya tumpul yang tak masuk akal. Tubuh kekar Pangeran Kedua itu melengkung seperti udang, lalu melesat menghantam dinding perunggu di ujung aula hingga dinding kuno itu melesak sedalam satu meter.

​Darah segar mengalir membasahi ukiran perunggu di dinding. Tubuh Huangfu Lei merosot perlahan ke lantai, tak bernyawa. Matanya masih melotot lebar, menatap kosong pada pemuda yang telah menghancurkan seluruh takdir kekaisarannya.

​Lin Xuan mengibaskan sisa darah dari pedangnya dan menyarungkannya kembali. Badai Api Kekacauan di tubuhnya mereda.

​Di saat yang sama, sisa boneka perunggu di aula tiba-tiba berhenti bergerak. Cahaya merah di mata mereka memudar serentak, dan mereka kembali mematung di posisi masing-masing.

​"Formasi bonekanya nonaktif?" Lin Xuan mengerutkan kening.

​Sebuah bayangan putih melayang turun dari balkon. Mu Qingxue mendarat dengan anggun di samping Lin Xuan, pedang esnya sudah disarungkan. Ia menatap mayat Huangfu Lei dengan pandangan rumit, lalu beralih ke Lin Xuan.

​"Pemimpin mereka mati, dan kau menghancurkan Panji Naga yang mengganggu formasi ruangan ini. Boneka-boneka ini kembali ke kondisi hibernasi," jelas Mu Qingxue.

​Gadis itu menelan ludah tipis. "Lin Xuan... kau baru saja membunuh Pangeran Kedua Kekaisaran Naga Azure. Ditambah dengan Huangfu Yun, kau benar-benar telah memicu perang darah yang tak berkesudahan dengan kekaisaran fana terkuat."

​Lin Xuan berjalan santai menghampiri mayat Huangfu Lei, membungkuk, dan melucuti sebuah cincin penyimpanan mewah berwarna ungu dari jarinya. Ia tersenyum tak peduli.

​"Sejak hari pertama aku bisa berkultivasi lagi, jalan ini memang ditakdirkan untuk berlumuran darah," Lin Xuan melemparkan cincin itu ke atas dan menangkapnya. "Jika Kaisar mereka marah, biarkan dia datang mencariku. Aku akan memastikan dia bergabung dengan anak-anaknya."

​Mu Qingxue hanya bisa menggelengkan kepalanya. Pemuda ini adalah definisi sejati dari kegilaan tanpa rasa takut. Namun, di dunia yang dikuasai oleh mereka yang kuat, rasa takut adalah kelemahan terbesar.

​"Mari kita lihat apa yang disembunyikan sang Pangeran untuk melewati lapisan ketiga," Lin Xuan menyuntikkan Qi Kekacauannya untuk menghancurkan segel spiritual di cincin Huangfu Lei.

​Saat Lin Xuan memeriksa isinya, matanya berbinar. Di dalam cincin itu, selain puluhan ribu Batu Roh tingkat menengah dan berbagai artefak berharga, terdapat sebuah botol giok kecil yang memancarkan pendaran cahaya keemasan kuno, serta sebuah kunci perunggu berbentuk sisik naga.

​"Peta rute aman untuk Jembatan Karma," ucap Lin Xuan, mengeluarkan sebuah perkamen dari cincin tersebut. "Dan sepertinya ini kunci menuju Istana Inti."

​Mu Qingxue mengangguk lega. "Luar biasa. Jembatan Karma adalah ilusi mental yang paling mematikan di makam ini. Jika kita punya rutenya, kita bisa langsung menuju pusat Istana Inti sebelum faksi lain menyusul."

​Lin Xuan menatap gerbang raksasa di ujung aula yang kini tertutup rapat. Ia melangkah maju, memasukkan kunci perunggu berbentuk sisik naga ke lubang kunci di tengah gerbang.

​KRATAAAK!

​Pintu perunggu seberat ratusan ton itu bergeser terbuka secara perlahan, melepaskan kabut putih yang sangat tebal dan memancarkan aura suci sekaligus ilusi yang memusingkan kepala.

​Di balik kabut tersebut, terlihat samar-samar sebuah jembatan gantung usang yang membentang di atas jurang gelap tanpa dasar. Ujung jembatan itu tak terlihat, tertelan oleh kabut putih misterius.

​"Lapisan ketiga. Jembatan Karma," bisik Mu Qingxue, wajahnya berubah sangat serius. "Lin Xuan, dengarkan aku baik-baik. Ilusi di jembatan ini akan memanggil memori terburuk atau penyesalan terdalammu. Apa pun yang terjadi, jangan pernah melepaskan peganganmu dari kewarasan. Jika pikiranmu hancur di sana, jiwamu akan terjebak selamanya di dasar jurang."

​Lin Xuan memandang jembatan berkabut itu. Di dalam jiwanya, Sang Demon Venerable mendengus menghina.

​"Karma? Ilusi? Heh. Untuk seseorang yang memegang Mutiara Kekacauan—hukum awal dari segala penciptaan dan kehancuran—ilusi fana ini hanyalah lelucon murahan."

​Lin Xuan tersenyum tipis. Ia menoleh ke Mu Qingxue dan tanpa ragu meraih pergelangan tangan gadis itu. Mu Qingxue tersentak kaget oleh sentuhan tiba-tiba itu, wajahnya merona merah.

​"Tetap di dekatku, Nona Mu. Jika ilusinya terlalu kuat, pegang tanganku erat-erat," ucap Lin Xuan tenang, menarik gadis itu melangkah memasuki kabut putih Jembatan Karma.

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!