NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:169.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HEI HERI!!! 35

Hari dimana persidangan pertama akhirnya datang. Arundari dengan sangat tenang sekali datang ke pengadilan di dampingi dengan kuasa hukumnya, Mirza Daulay. Tak hanya itu, Fikri dan Lintang juga datang untuk mendukung putrinya secara menyeluruh.

"Anda siap, Nyonya?" tanya Mirza kepada Arundari yang benar-benar tampak tenang. Tak ada gurat kegugupan dalam wajah wanita itu.

"Sangat siap Pak Mirza, karena saya sudah menunggu hari ini datang,"jawab Arundari sembari tersenyum. Wajahnya benar-benar berseri, makeup natural membuat tampilan wajahnya menjadi segar dan pastinya cantik.

"Semua akan baik-baik aja, sayang. Abah dan Ummi selalu ada di sisimu,"ucap Fikri sembari mengusap lembut kepala putri yang paling dicintainya tersebut. Begitu pun dengan Lintang. Ia menggenggam tangan Arundari dengan erat, menyalurkan energi positif yang bermakna bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Terimakasih Abah, Ummi."

Berbeda dengan Arundari yang sudah menunggu-nunggu sidang ini dimulai bahkan datang ke pengadilan dengan wajah yang berseri-seri, di sisi Heri dan Jelita terjadi sebaliknya. Wajah pasangan pengantin yang masih bisa dikatakan baru tampak kusut. Jelita yang biasanya tampil cantik pun nampak lesu dan muram.

Akan tetapi Arundari bisa melihat tatapan kebencian Jelita terhadap dirinya. Dimana Arundari hanya menarik sudut bibirnya sehingga membentuk sebuah seringai.

Kenapa? Takut?

Itulah makna tatapan mata balasan dari Arundari kepada Jelita.

Sebenarnya Arundari bisa saja tidak menghadiri sidang, akan tetapi dia ingin proses persidangan ini cepat selesai. Dia ingin melihat secara langsung bagaimana wajah Heri dan Jelita.

"Run, apa kita tidak bisa berdamai? Aku mohon, cabut gugatan kamu, Run. Semua hidupku akan dipertaruhkan di sini. Hidupku akan hancur,"ucap Heri.

Saat sidang belum dimulai, Heri tiba-tiba bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Arundari dan berkata demikian. Wajah pria itu pucat pasi, kusut seolah tak terurus.

Tapi apa hal tersebut membuat Arundari menjadi iba terhadap mantan suaminya itu? Jawabannya adalah tidak. Arundari malah tersenyum sinis ke arah Heri ditambah dengan wajah yang mengejek.

"Cih, kamu pikir apa yang kamu lakuin itu nggak buat aku hancur. Enak aja aku hancur sendirian. Kita. Aku, kamu dan dia, harus hancur sama-sama,"ucap Arundari dengan mata yang menyorot tajam ke arah Heri.

Degh!

Dada Heri berdebar dengan sangat hebat. Dia tidak pernah melihat Arundari seperti ini. Arundari seolah menjadi sosok yang tidak kenal. Sisi wanita itu yang seperti ini benar-benar tak pernah dilihatnya sebelumnya.

"Run, kenapa kamu jadi gini. Hancur sama-sama? Kenapa kamu yang tahu agama malah ngomong kayak gitu."

HEI HERI!!!!

"Kau pun yang paham AGAMA dengan sangat percaya diri SELINGKUH dan ZINA. Jangan mengajariku tentang apa itu agama wahai HERIAWAN!!!"

Suara lantang dari Arundari menarik atensi semua orang yang duduk dalam ruang sidang. Awak media yang memang diperbolehkan datang untuk menyaksikan jalannya sidang, sontak terkejut dengan suara keras Arundari.

Terlebih perubahan wajah Arundari yang semula tenang itu sekarang nampak mengeras. Marah, siapa yang tak marah dengan ucapan Heri. Pria yang sama sekali tidak intropeksi dan malah menyudutkan mantan istrinya terkait apa yang dilakukannya.

"Kembali ke tempat mu sekarang sebelum kesabaranku habis di sini,"ucap Fikri tajam. Dia menuruti keinginan putrinya untuk tidak ikut campur, akan tetapi melihat Heri yang tidak tahu diri, sungguh membuatnya geram setengah mati.

Heri menciut, ia memundurkan langkahnya untuk kembali ke kursinya. Tak lama hakim datang. Proses dimulai, tuntutan dibacakan. Satu pertanyaan hakim di berikan kepada Arundari, apakah dia ingin bermediasi lebih dulu?Jawaban Arundari tegas, bahwa dia tak ingin melakukannya.

"Baiklah, sidang akan dilanjutkan dua minggu lagi dengan pembacaan bukti dan juga menghadirkan saksi. Sekian."

Arundari langsung meninggalkan ruang sidang bersama dengan kedua orang tuanya dan juga pengacaranya. Tak ada satu pun awak media yang berani mendekat. Ada tatapan tajam yang membuat mereka tak berani meminta waktu Arundari meski hanya satu pertanyaan.

Pada akhirnya semua awak media itu menghampiri Heri dan Jelita yang keluar dari ruang sidang tanpa pengamanan. Sejuta pertanyaan dilontarkan. Tapi jurus seribu diam juga dilakukan dua orang itu. Tanpa rasa sungkan lagi, Jelita menggenggam tangan Heri erat. Tapi keduanya berjalan dengan kepala menunduk.

Sempat terhenti karena seluruh awak media mengerubungi, akhirnya mereka bisa sampai di mobil dengan selamat karena bantuan pihak kepolisian.

"Mas."

Jelita memanggil Heri dengan wajah yang sangat pucat. Bukan pucat karena sakit, akan tetapi karena lelah dan pikiran yang sangat penuh sesak.

"Jangan ngomong apapun, Jel. Sekarang aku bener-bener lelah. Kita pulang aja. Ah nggak, kita ke HTU. Bagaimanapun capeknya kita, urusan HTU juga harus segera diselesaikan. Baru 50% pengembalian dana milik jemaah. Sebelum kita diserang lagi, aku harus segera beresin itu," jawab Heri sambil menyalakan mobilnya dan melaju pergi meninggalkan kantor polisi.

Jelita hanya diam. Jawaban Heri tak bisa disanggah nya. Lagi pula Jelita juga enggan pulang. Semua tetangganya membicarakannya, sehingga malas untuk bertemu mereka. Jadi ke HTU adalah pilihan yang tepat untuk sekarang.

TBC

1
Ani
ikan sudah masuk jaring
Miss Typo
sama² gak sadar diri, rencana kalian tuh gak akan berhasil, semoga a akan gatot pada waktunya, Heri gak bakalan bisa rujuk dan Jelita gak bakalan dapet Adyaksa 🤣
Miss Typo
bagus bagus bagus, buat mereka berdua kapok ya Ady 😁
Dew666
🔥🔥💎💎
Esther
2 pasangan dengan ambisi yang aneh😄
dewi rofiqoh
Siap-siap aja menerima kejutan dari adyaksa yang pasti bakalan bikin kamu sock jelita
sunaryati jarum
Hemm permainan yang bagus yang akhirnya nanti dapatnya zonk.Permainan yang Ady dikira dikira Jelita berhasil mendapatkan Ady maka minta cerai ke Heri.😄🤣🤣🤭
partini
bagus sih rencana tapi jaga jarak Jagan bersentuhan juga ihhh dosa
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Esther
Enak aja Jelita mau rebut Ady dari Arun.
Aku tunggu rencanamu Ady untuk ngerjain Jelita
sunaryati jarum
Mata- mata yang kamu rekrut benar - benar bisa di andalkan.Nak Ady sat- set langsung tembak.Emak jadi penasaran bagaimana Nak Ady yang katanya kaku akan mengerjai Jelita .
Miss Typo
ya iyalah Arun selalu memiliki keberuntungan, dia orang baik sedangkan kamu Jelita hadeh, salah sendiri mlh nyalahin Arun trs heh

jangan ngimpi bisa deketin Adyaksa, dia gak seperti si sampah Heri itu. kau emang cocoknya sama Heri 🤣
Miss Typo
Heri gemblung
Uthie
beda kelas Adhyaksa mahhh 😜😜
dewi rofiqoh
Kamu salah jelita klo menargetkan adyaksa! Justru kamu akan menyesal karena mengusik adyaksa
sunaryati jarum
Sebelum kamu mendekat Adhyaksa kamu sudah dibuang ke neraka , Jelita
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aduh dah kena karma masih ajh nyalahin orang,semua berawal dari lu lah
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
stresss lah pusing m cara pikir si mokondo
Esther
jangan samakan Adyaksa dengan Heri, yang akan tergoda dengan rayuanmu Jelita
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih gampar nih laki laki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!