NovelToon NovelToon
Idol Di Balik Pintu Kosan

Idol Di Balik Pintu Kosan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Amnesia / Idol / Komedi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: PutriBia

Javi, center dari grup LUMINOUS, jatuh dari balkon kosan Aruna saat mencoba kabur dari kejaran fans. Bukannya kabur lagi, Javi malah bangun dengan ingatan yang kosong melompong kecuali satu hal yaitu dia merasa dirinya adalah orang penting yang harus dilayani.
Aruna yang panik dan tidak mau urusan dengan polisi, akhirnya berbohong. Ia mengatakan bahwa Javi adalah sepupunya dari desa yang sedang menumpang hidup untuk jadi asisten pribadinya. Amnesia bagi Javi mungkin membingungkan, tapi bagi Aruna, ini adalah kesempatan emas punya asisten gratis untuk mengerjakan tugas kuliahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutriBia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengamanan Payung Mbak Widilya

Suasana syahdu di pojok koridor kampus yang tadinya hanya diisi suara gesekan kertas krep dan bisikan robotik Javier, mendadak terasa dingin. Aruna masih sibuk mengoleskan lem, tidak menyadari bahwa di balik pilar beton berlumut itu, sebuah lensa kamera ponsel pintar terbaru milik Dante telah melakukan prosedur "Pencurian Visual" dengan akurasi 100%.

Cekrek.

Dante menatap layar ponselnya dengan seringai puas. Foto itu sangat jelas, Javier Luminous seorang idola yang sedang digosipkan dengan Yuna, ternyata sedang duduk lesehan di lantai semen kampus DKV yang berdebu, memakai kacamata renang di dahi, sambil dengan telaten menempelkan genteng kertas krep merah ke sebuah maket rumah minimalis.

"Mari kita lihat seberapa kuat sistem kamu menahan radiasi netizen, Ujang," gumam Dante sinis sebelum mengirimkan foto itu ke akun gosip paling kejam yaitu @Lambe_Luminous.

Sepuluh menit kemudian, ketenangan Aruna hancur berkeping-keping. Ponselnya yang tergeletak di samping maket bergetar hebat, seperti sedang mengalami kejang elektronik.

"Javi... HP-ku kenapa ya? Bunyinya kayak mesin jahit Mbak Widya lagi rusak," ujar Aruna bingung.

Javier mendongak, sensor kewaspadaannya langsung aktif. Ia memindai area koridor yang mendadak terasa lebih sunyi dari biasanya.

"Sistem saya mendeteksi adanya kebocoran data visual di koordinat ini. Seseorang baru saja melakukan transmisi ilegal tanpa izin otorisasi dari Majikan maupun Unit Idola," ujar Javier dengan nada dingin yang stabil.

Aruna membuka layar ponselnya dan seketika wajahnya pucat pasi, lebih putih daripada kertas karton maketnya.

[@Lambe_Luminous]: "EKSKLUSIF! Ternyata bukan Yuna! Javier Luminous terciduk sedang 'nyambi' jadi kuli maket di sebuah kampus DKV! Siapakah gadis beruntung yang bisa menyuruh-nyuruh Sang Idola pake kacamata renang sambil nempel genteng ini? #JavierTukangMaket #SkandalAsisten"

Kolom komentar meledak dalam hitungan detik,

@FansJaviGarisKeras: "ITU SIAPA?! Kok Javi mau-mauan duduk di lantai berdebu?! Pasti kena pelet lem G!"

@OppaCringe: "Salfok kacamata renangnya. Apakah rumah maketnya bakal kena banjir?"

@Dante_Ganteng: "Kasihan ya idolanya dimanfaatin buat ngerjain tugas kuliah."

"Apa?! Maksudmu... kita ketahuan?!" pekik Aruna panik saat melihat notifikasi @Lambe_Luminous muncul di layarnya.

"Foto kita pas nempel genteng menyebar! Dan netizen bilang aku dukun yang memelet kamu pake cairan pembersih kacamata renang!"

Tanpa membuang waktu, Javier melepas kacamata renang birunya yang legendaris dan memasangkannya ke wajah Aruna dengan sangat erat, hingga karetnya menekan pipi Aruna.

"Majikan, gunakan perisai optik ini untuk melindungi identitas visual Anda. Saya akan melakukan prosedur pengalihan isu agar perhatian massa terfragmentasi," perintah Javier serius.

"Pake kacamata renang di tengah koridor malah makin kelihatan kayak alien, Javi! Orang-orang bakal makin curiga!" protes Aruna yang sekarang pandangannya berubah jadi serba biru pekat.

Tiba-tiba, dari ujung koridor yang bergaung, terdengar suara langkah kaki yang menggelegar layaknya derap pasukan kavaleri. Bukan gerombolan netizen yang datang dengan kamera, melainkan Mbak Widya yang muncul membawa payung pelangi raksasa yang ia kibaskan dengan emosi jiwa.

"ARUNA! IKI LHO, GAWAT!" teriak Mbak Widya menggelegar.

"Grup WhatsApp Ibu-Ibu Anti-Ghibah langsung gempa bumi gara-gara fotomu sama Mas Ujang ini! Saya langsung meluncur ke sini sebelum wartawan beneran dateng bawa truk!"

Aruna melongo di balik kacamata birunya.

"Mbak Widya sengaja ke sini gara-gara foto itu?"

"Ya iyalah! Emangnya saya mau aset berharga kosan saya, maksud saya Mas Ujang alias Javier dihujat netizen?! Sini kalian berdua!"

Mbak Widya langsung membuka payung pelanginya yang berdiameter dua meter dengan sekali sentak, menciptakan kubah warna-warni yang menutupi Javier dan Aruna.

Javier membungkuk sopan pada sosok penyelamat daster macan tutul itu.

"Unit Pemilik Kos, terima kasih atas respons darurat Anda. Sistem pertahanan kami memang sedang ditembus oleh dunia maya. Kami butuh protokol perlindungan payung Anda."

"Halah, protokol-protokolan! Pokoknya rapetan dikit sama Aruna! Jangan sampai kaki kepanjanganmu itu kelihatan di bawah payung!" perintah Mbak Widya tegas.

"Ayo jalan cepat! Saya bakal anter kalian sampe mobil agensi yang parkir di belakang gedung!"

Mbak Widya berjalan di depan dengan gagah berani, memegang gagang payung dengan satu tangan sementara tangan lainnya sibuk membalas pesan di grup WhatsApp dengan kecepatan cahaya. Hal ini memberikan ruang privasi yang sangat sempit bagi Javier dan Aruna di bawah naungan kain pelangi tersebut.

Karena ruang yang terbatas, Javier terpaksa merangkul pinggang Aruna dengan erat agar gadis itu tidak keluar dari zona perlindungan payung. Aruna bisa merasakan panas tubuh Javier menembus rompi asistennya.

"Javi... sempit banget," bisik Aruna, wajahnya memanas hingga ke telinga.

Javier menunduk, bibirnya berada tepat di samping telinga Aruna dan membuat Aruna bergidik geli merasakan hembusan nafas Javier.

"Data sensorik saya menunjukkan bahwa jarak nol milimeter ini adalah posisi paling aman untuk melindungi integritas Majikan. Dan sejujurnya... sistem saya sedang menikmati gangguan ruang ini."

Aruna mendongak, menatap Javier dari balik lensa biru kacamata renangnya.

"Kamu tuh beneran gila ya. Di luar sana orang lagi debat soal kita, dan kamu malah sempat-sempatnya... begini."

Javier tersenyum tipis, senyum yang tidak akan pernah dilihat oleh Mbak Widya yang sedang sibuk mengomeli kucing yang menghalangi jalan. Tanpa diduga, Javier menarik Aruna lebih rapat, lalu mengecup kening Aruna dengan lembut dan lama di balik perlindungan payung pelangi itu.

"Biarkan mereka berdebat di frekuensi yang berbeda," bisik Javier rendah, suaranya bergetar dengan emosi yang sangat manusiawi.

"Selama saya berada di bawah perlindungan warna-warni ini bersama Anda, sistem saya merasa sudah mencapai Home yang sebenarnya."

Aruna tertegun, jantungnya melakukan dance break liar. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Javier, membiarkan aroma parfum mawar-cendana pria itu menenangkannya. Di balik kain payung yang murahan ini, di tengah pengawalan Mbak Widya yang konyol, Aruna merasa dunia luar yang berisik itu mendadak hilang.

"Majikan," panggil Javier pelan.

"Hmm?"

"Jangan pernah lepaskan kacamata renang itu. Bukan untuk sembunyi, tapi agar Anda tahu bahwa di dunia yang serba biru ini, hanya detak jantung kita yang memiliki warna paling nyata."

Mbak Widya tiba-tiba menoleh sedikit.

"Heh! Kalian jangan bisik-bisik mulu! Javier, kakinya jangan keluar garis! Nanti difoto lagi sama mahasiswa iseng!"

"Laksanakan, Unit Pemilik Kos!" sahut Javier kembali ke mode robotik, meski tangannya tidak sedikit pun melonggarkan pelukannya pada Aruna.

Javier sama sekali tidak tahu bahwa pria yang ia sebut Unit Mahasiswa Medioker alias Dante-lah yang telah menyebarkan foto tersebut. Pikirannya saat ini hanya terfokus pada sinkronisasi langkah kaki dan aroma rambut Aruna yang jauh lebih penting daripada jutaan komentar di internet.

1
Indhira Sinta
bagus
falea sezi
/Curse//Curse/ada aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!