NovelToon NovelToon
Pesona Lukas Seorang Perwira

Pesona Lukas Seorang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran

Joy dan Lucas hanya terdiam. Selama berada di dalam mobil. Lucas tidak mau menganggunya, karena dia tahu bahwa mood Joy lagi tidak baik.

"Itu papaku, semenjak dua puluh tahun lebih dia tidak perna menjalankan tugasnya sebagai seorang papa, dia lebih memilih bersama perempuan pilihannya." Lucas hanya mendengar apa yang diceritakan oleh Joy, air matanya sudah membanjiri mukanya. Lucas menepikan mobil, melepas sabuk pengaman dan dengan lembut mengusap air mata itu. Kemudian dia memeluk tubuh rapuh itu.

"Maafkan aku, aku tidak tahu kalau tempat itu punya papamu."

Sekarang, mereka sedang menikmati makanan kaki lima yang kalau malam di simpang jalan ini sangat ramai. Mereka menikmati makanan sambil Joy menceritakan semua dan alasan dia yang kurang mempercayai laki - laki itu. Dan Lucas sadar, kenapa Joy begitu cuek dan tidak percaya kepada laki - laki.

"Tadi papa menyerahkan surat ahli waris, karena pensiunan mama sebagai pegawai BUMN belum di urus."

"Kenapa bisa ada di papamu sayang?"

"Ya, selama dua puluh tahun itu papa berselingkuh, mama dan papa tidak bercerai. Rumah yang saya dan mama tempati sudah ditempati papa dengan istrinya baru serta anak mereka."

"Itu alasan kamu membeli apartemen kemarin." Joy mengangguk.

Pagi hari selesai apel pagi, Lucas meminta ijin dengan alasan ada urusan. Hari ini Lukas berjanji untuk mengantar Joy mengurus pensiunan maminya. Seperti biasa Joy tampil sangat modis dan terlihat cantik dengan rambutnya yang di ikat satu ditambah dengan dress bunga - bunga kecil berwarna coklat muda sepatu plat berwarna coklat dan tas yang senada dengan warnanya. Menambah kecantikannya, jika orang - orang melihat. Dia membawa surat - surat yang di butuhkan.

Urusannya hari ini berjalan mulus dan tidak ada kendala. Sampai siang jam dua belas semua selesai dan Joy akan menerima pesangon yang di miliki maminya sebesar tiga ratus juta. Dan tabungan atas nama maminya sudah dibalik nama atas nama dirinya. Dan dia tidak menyangka bahwa sangat besar uang yang di tabung maminya. Joy menangis waktu melihat bahwa ada uang sebesar lima ratus juta dalam rekening itu.

"Terima kasih ya, sayang sudah menemani aku." Lucas sangat kaget. Karena baru mendengar Joy menyebutnya dalam panggilan sayang.

"Bisa ulangi kata - kata tadi??" Joy tahu, bahwa Lucas tentu merasa kaget hanya karena dia menyebutnya dengan nama sayang.

"Yang mana, aku tadi ucap terima kasih." Lucas menatap Joy dengan sinis, dia menepikan mobilnya dan melepas sabuk pengaman dan dengan cepat dia menyambar bibir Joy

"Itu hukuman buat pacar yang berbohong." Langsung dia kembali menyalakan mobilnya. Joy hanya cemberut karena sudah tiga kali Lucas mencuri ciuman di bibirnya.

Joy baru selesai masak. Dan dia menyiapkan dimeja, Aldy sementara berbaring di sofa.

" Sayang, ayo makan sudah siap. Kamu mau balik apel siang kan?" Lucas tersenyum karena Joy sudah berani memanggil dirinya sayang. Mereka makan bersama, di meja makan mereka hanya membahas pekerjaan Joy , ternyata dia diminta wawancara besok di rumah sakit swasta terkenal. Sebenarnya di rumah sakit tentara juga di minta, namun Joy memilih tidak karena takut nanti bertemu dengan dokter Ruth.

"Kenapa ngak di rumah sakit tentara saja?"

"Kamu tahu lah sayang, kalau disana aku ngak mau ketemu dengan mantan - mantan kamu."

"Segitunya pikiran kamu sama kekasihmu ini sayang. Masa laluku itu waktu awal - awal jadi tentara. Sekarang???"

"Masih juga, namun aku ngak tahu." Lucas langsung menyambar bibir Joy lagi.

"Ada sisa makanan di bibirmu, kasihan kalau tertinggal lama disitu." Joy melotot ke arah Lucas.

"Kalau bibir ini seorang perempuan pasti dia sudah tidak perawan lagi." Yang di lihat hanya senyum - senyum dan tertawa.

Selesai makan Lucas membantu Joy membersihkan semua perlengkapan makan yang kotor dia pamit balik ke kesatuannya. Sebelum berpisah kembali lagi Lucas memeluk Joy.

"Terima kasih sudah memberi makan aku yang enak. Sudah cocok jadi istrinya Kapten Lucas Abner Gosal." Joy langsung menyubit lengannya.

"Aku juga terima kasih sayang sudah antar aku urusan dari pagi." Lucas langsung memberi ciuman mesra di kening Hanna.

Joy Debora sudah mendapat semua haknya sebagai anak dari Debora Christin. Pihak kantor mamanya sudah menyelesaikan dan semua uangnya  sudah ada di rekening. Joy berencana akan membuat syukuran setahun meninggal mamanya dengan memberi bantuan kebeberpa panti jompo di Jakarta yang memang membutuhkan bantuan. Dia ingin berbagi kasih dengan orang - orang tua disana. Sementara Joy meminta bantuan dokter Bella sahabatnya menyusun nama - nama panti jompo yang mau di kunjungi dan apa yang harus dia beri.

Pagi - pagi sekali, Joy sudah dihubungi rumah sakit swasta besar di Jakarta untuk datang dirumah sakit menyelesaikan semua administrasi, agar bisa bekerja. Tahun ini sisa  dua bulan lagi, tahun depan Joy akan berusia dua puluh sembilan tahun. Dengan baju dress punya maminya Joy ke rumah sakit swasta terkenal tersebut yang memiliki banyak cabang yang ada di Indonesia.

Pukul tujuh pagi Joy tiba di rumah sakit dengan taksi online yang dia pesan. Di depan lobi rumah sakit dia berpapasan dengan seorang dokter perempuan yang manis. Hanna tidak sengaja bertabrakan dengannya. Dari kartu name tagnya tertulis pada jas putih miliknya tertera nama dokter umum Bella Grace.

"Mohon maaf dokter." Joy membungkukkan badannya . Dengan muka tertawa yang mau di tahan, akhirnya tertawa itu pun pecah di lobi rumah sakit. Joy dan Bella berlompat kegirangan dan saling berpelukan.

"Akhirnya kita bersama bestie." Joy dan Bella saling berpelukan. Bella karena bertugas sebagai dokter di IGD, jadi dia jarang di apartemennya.

"Kamu sudah ketemu dengan Stev??"

"Belum???"

"Ada apa pagi - pagi kedua dokter cantik ini mencari saya. Kurang kerjaan???"

"Kalau aku sudah kelelahan dari kemarin. Ini pak, dokter baru yang baru bergabung."

Keakraban ketiga dokter ini membuat semua orang yang lewat serta tenaga medis senyum. Karena di akui ketiga dokter ini ganteng dan cantik - cantik.

Selesai bertemu dengan direktur rumah sakit, ketiga dokter ini kembali bertemu di kantin rumah sakit. Bella dan Stev memperkenalkan setiap makanan yang ada di kantin ini. Mereka bercerita bersama sambil menikmati kopi dan kue cake yang enak.

"Direktur rumah sakitnya dokter juga ya???"

"Iya dokter spesialis bedah jantung dan pembulu. Dokter Sherly namanya. Katanya itu tantenya dokter Liam ??"

"Dokter Liam??? Gimana kabarnya ya??"

Bella dan Stev yang melihat reaksi Joy langsung berhenti membicarakan Liam.

Besok pagi - pagi, Joy sudah mulai bekerja pada devisi yang sama dengan Stev, karena mereka adalah dokter spesialis bedah Saraf.

Pada Jam makan siang di kantin rumah sakit, kembali lagi ketiga sahabat ini bertemu menikmati makan siang bersama. Joy Bella dan Stev. Di meja sebelah ada satu orang dokter perempuan yang menikmati makan siangnya sendiri. Sudah dua kali Joy melihat dokter itu makan sendiri. Ternyata beliau adalah kepala dokter dibagian Joy dan Stev bekerja. Informasi dia baru pulang dari luar negeri, sehingga Stev dan Joy belum bertemu dengan dokter yang Jarang senyum itu. Namun jika dokter itu senyum sangat manisnya. Dan senyuman itu mengingatkan Joy akan senyuman manis seseorang ners yang perna bertugas di rumah sakit tentara. Ya maminya kapten Lucas.

"Dokter Rebeca Mony????."

"Ya, itu nama saya."

"Maaf dokter, apakah dokter saudara dengan ners Rahel Mony???"

"Itu kakak saya."

"Pantas senyuman dokter sama dengan beliau."

Karena kenal dengan ners Rahel Mony, akhirnya dokter Beca dan dokter Joy menjadi akrab. Semua orang di bagian ini, sangat kaget karena dokter Joy yang baru masuk bisa seakrab itu dengan dokter Rebeca.

"Katanya kamu perna tergabung dengan dokter - dokter relawan yang di tugas PBB ya??"

"Iya dokter penugasan kami tidak sampai setahun, hanya delapan atau sembilan bulan."

Joy pun menceritakan tempat tugasnya dan apa yang terjadi disana. Ternyata kejadiannya sama seperti apa yang dialami oleh keponakannya yang seorang tentara.

"Apakah Joy bertugas waktu itu di Papua??"

"Iya dokter."

"Berarti kenal dengan, Kapten Lucas Abner Gosal keponakanku??"

"Kapten Lucas itu keponakan dokter Beca???"

"Iya,  kamu kenal kan? itu anaknya Ners Rahel Mony kakakku." Joy hanya tersenyum. Ternyata dunianya sempit sekali berada di sekitar orang - orang yang dekat dengan Lucas. Terus terang Joy baru tahu bahwa pacarnya itu anaknya ners Rahel Mony, sekarang ini. Mukanya sudah merah semua.

Kegugupan Joy tidak berlangsung lama, karena tiba - tiba mereka mendapat informasi bahwa ada pasien di IGD yang memerlukan pertolongan mereka.

Dokter Joy, Stev dan dokter kepala Beca pun berlari ke IGD. Dan setelah di periksa pasien laka lantas itu perlu di operasi. Dan dua jam operasi pun berjalan dengan kondisi pasien tertolong.

Pukul lima sore Joy baru pulang ke Apartemennya. Sudah hampir seminggu dia tidak bertemu dengan Lucas, karena informasi yang diterima Joy dari Lucas bahwa dia akan menjalankan tugasnya di jawa timur. Lucas tidak menjelaskan tugas seperti apa yang dia jalankan. Namun saat berpamitan lewat telepon dengan Joy. Pesan Joy kepada kekasihnya untuk menjaga dirinya.

Hari ini ulang tahun papanya Lucas, bapak Cornelius Gosal, suami dari Ners Rahel Mony, iparnya dokter Rebeca Mony. Semua keluarga berkumpul dirumah mereka yang berada di cinere.

"Hai, Nyong kamu juga ada ya. Antie kira kamu lagi dinas."

"Kemarina malam sudah ada di Jakarta."

"Nyong dirumah sakit tempat antie bekerja ada dua dokter bedah saraf, perna bergabung dengan dokter relawan di Papua. Dokter Joy Debora dan dokter Stev."

"Dokter Joy bekerja di rumah sakit itu, saya kira dia akan kembali ke rumah sakit tentara??"

"Dia juga kenal kamu usi."

"Iya itu anak sangat baik. Namun sayang papanya biadab."

"Cantik ngak orangnya antie."

"Cantik banget nyong."

"Kalau jadi istriku bisa ngak??"

"Mana ada Joy mau sama kamu??"

"Emang dokter Joy ngomong dia ngak suka sama keponakan antie yang ganteng ini."

"Jangan terlalu percaya diri nyong." Maminya memukul anak satu - satunya, agar ngak bermimpi. Lucas langsung mencium mama dan antienya sambil sambil senyum - senyum. Mereka tidak tahu bahwa dokter Joy adalah pacarnya.

Lucas baru sadar bahwa Joy perna cerita bahwa ada dua rumah sakit yang menerima lamarannya. Namun Joy lebih memilih rumah sakit swasta dari pada tentara. Dan Lucas sadar bahwa rumah sakit swasta yang di sebut olehnya disitu antienya yang juga seorang dokter bekerja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!