Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Masih tersisa
"Tidak ada, kuburan itu sudah kosong dan sama sekali tidak memiliki isi." Nana memberi laporan kepada Arya ketika dia sudah masuk ke dalam liang lahat itu.
"Astaga, ternyata selama ini kita sudah di permainkan oleh para pelaku karena dia pasti bergerak sudah sangat lama." Nolan juga mulai kesal.
"Benar, kita sibuk mengurus masalah lain dan ternyata ada masalah di dalam tanah ini juga." Arya menarik nafas berat setelah mengetahui betapa rumit kasus kali ini.
"Aku curiga bahwa bisa saja bukan hanya di desa ini atau desa kita yang telah kehilangan mayat." sambung Nana sambil menatap sekitar kuburan mereka sekarang.
"Nah bisa saja begitu, tapi bila memang itu dia lakukan maka berapa banyak dia membutuhkan mayat untuk kebutuhan nya?" Nolan sungguh tak habis pikir dengan kasus kali ini.
"Kita harus bergerak semua bila memang begitu, setelah selesai mereka mengecek yang ada di desa kita maka lebih baik para member segera datang ke sini juga." Arya berkata serius.
Nana mengangguk setuju karena mereka memang perlu mengecek keadaan seluruh kuburan yang ada di desa ini, agar mereka juga bisa mengetahui apakah memang seluruh kuburan telah kosong karena mayat telah diambil oleh para pelaku yang mereka sendiri belum mengetahui bagaimana wujud serta rupa dia.
Beda dengan desa mati yang telah mengetahui bahwa pencuri mayat itu adalah sosok harimau besar dan mereka masih bingung apakah itu memang harimau asli atau hanya siluman belaka, mereka juga belum sempat mengatakan kepada desa lain karena saat ini sudah malam dan memutuskan untuk memberitahu besok pagi agar mereka bisa berencana apa yang akan di lakukan untuk mencegah kejadian itu kembali.
Tiga desa sibuk memikirkan masalah mereka masing-masing karena setiap desa memang memiliki pemakaman umum dan ternyata mereka sudah kecolongan sampai selama ini, desa pandan Arum yang memiliki sesepuh saja sudah kecolongan dan ternyata kuburan yang ada di sana tidak memiliki isi.
Bila desa yang paling menonjol dan memiliki sesepuh saja bisa kecolongan lalu bagaimana dengan desa lain seperti desa mati dan juga ujung pandang ini, jelas mereka begitu rumit untuk memecahkan masalah tersebut sehingga mau tidak mau nanti akan mendatangi Purnama juga agar bisa menolong mereka semua di desa itu.
Bila bukan Purnama yang menolong makasih apa lagi karena hanya wanita itu yang bisa memberikan serta mengalahkan para Iblis jahat, paling ada sedikit bantuan dari Arya dan juga Nolan tapi mereka juga tidak bisa bergerak sendiri alias masih harus bergantung kepada Purnama yang memiliki kekuasaan penuh di agensi tersebut.
Ini saja Arya masih harus menunggu perintah dari Purnama dia harus bagaimana ketika dia telah berhasil menyampaikan bahwa desa ujung pandang juga telah kebobolan begitu banyak mayat yang hilang, Purnama mengatakan bahwa mereka harus membicarakan ini sampai besok pagi datang agar segera menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.
"Ar mau apa?" Yose kaget karena Arya juga melobangi kuburan Sintia.
"Aku harus memastikan terlebih dahulu apa mayat istrimu masih ada di dalam sini." jawab Arya.
"Hah apa ada kemungkinan bahwa mayat Sintia juga sudah di curi? tapi kami tidak pernah meninggalkan tempat ini dan selalu ada yang menjaga." Yose agak tidak percaya.
"Lebih baik bila memang di lihat terlebih dahulu agar kamu juga bisa tenang." Andi setuju dengan usul Arya.
"Benar, kalau sudah melihat bahwa Sintia masih aman di dalam maka itu tidak akan menjadi masalah." Davin juga membenarkan tindakan Arya.
"Ya baik lah kalau begitu." Yose akhirnya setuju untuk membuat lubang di kuburan milik sang istri.
Arya membuat lubang kecil di sana agar Nana bisa masuk ke dalam dan melihat apakah memang mayat wanita yang mati melahirkan itu masih ada di dalam sana, sungguh hati Arya tidak tenang karena dia takut memang saat ini sudah tidak ada lagi mayat di dalam kuburan itu.
"Masuk lah kedalam, Na." suruh Arya karena sudah ada lobang.
"Ya." Nana bergegas karena dia memang harus melihat.
"Bau nya masih sama, jadi aku rasa ada mayat di dalam kuburan ini." ujar Bara karena serigala memang memiliki penciuman yang sangat tajam.
"Ada." Nana sudah keluar dan dia mengatakan bahwa mayat Sintia masih ada di dalam kuburan itu.
"Alhamdulillah bila memang masih ada." Arya juga terlihat lega.
Yose menarik nafas panjang setelah mendengar ucapan Arya barusan, berarti memang tubuh sang istri masih terbujur di dalam kuburan itu tanpa ada yang mengambil seperti yang sudah di cemaskan mereka. tadi dia sudah sangat takut bila ternyata sang istri sudah tidak ada di dalam kuburan itu, tapi untung masih ada di dalam sana.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
musuh licik tp purnama bisa lebih licik👻
takut bgt aku klo musuhnya adalah orang yg di kenal ky Nino dulu🙁