NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasar Ikan Muara

"Ah! Monsieur Banyu! Mon ami (Temanku)!"

Begitu melihat Banyu masuk ke Le Jardin, Chef Pierre langsung merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, siap memberikan pelukan hangat ala Eropa (cipika-cipiki).

Kalau Pierre ini cewek Prancis seksi, Banyu mungkin bakal menyambut dengan tangan terbuka (dan hati berbunga-bunga). Tapi masalahnya, Pierre ini om-om bule berkumis tebal yang bau bawang dan mentega.

"Eits! Tahan, Chef!" Banyu sigap mengulurkan tangan kanannya ke depan, menahan dada Pierre sebelum pelukan maut itu terjadi. "Di kampung saya, sesama batangan dilarang peluk-peluk. Pamali. Salaman aja cukup."

Pierre tertawa, sudah terbiasa dengan budaya timur yang "pemalu". Dia menjabat tangan Banyu dengan semangat.

"Oke, oke. No hugs," kata Pierre dengan logat lucunya. "Kabar bagus, Monsieur! Saya sudah kontak supplier di Alba, Italia. White Truffle pesanan Anda akan diterbangkan besok. Paling lambat empat hari lagi sudah mendarat di Bandung. Fresh dari tanah!"

Banyu mengangguk puas. Pierre memang bisa diandalkan.

"Sip. Kalau gitu saya bakal stay di Bandung beberapa hari lagi sambil nunggu paketnya. Oh ya, Chef. Restoran sekelas Le Jardin pasti butuh stok sayuran premium buat salad, kan?" tanya Banyu, mulai melancarkan jurus dagangnya.

"Tentu saja! Salad adalah pembuka jiwa," Pierre membusungkan dada bangga. "Dan saya berani taruhan, Caesar Salad di restoran ini adalah yang terbaik se-Bandung Raya!"

Banyu menyeringai nakal. "Hmm... belum tentu."

Pierre melotot, merasa terhina. "Apa? Anda meragukan skill saya?!"

"Bukan skill-nya, Chef. Tapi bahannya," Banyu membuka tas ranselnya, mengambil beberapa ikat Selada Romaine dan Bayam Jepang yang masih segar bugar. "Coba Chef cicipi ini dulu. Mentah aja."

Mata biru Pierre langsung terkunci pada sayuran hijau yang berkilau seperti batu giok itu. Sebagai koki profesional, dia tahu barang bagus saat melihatnya.

"Mon Dieu... (Ya Tuhan)," gumamnya pelan. "Warnanya... cantik sekali."

Tanpa disuruh dua kali, Pierre menyambar selembar daun selada, membilasnya sedikit di wastafel bar, lalu langsung mengunyahnya.

Kres!

Suara renyahnya terdengar jelas.

Mata Pierre membelalak lebar. Dia mengunyah lebih cepat, lalu menelan ludah.

"Ini... ini sayur dari mana?!" seru Pierre heboh. "Rasanya manis! Renyah! Dan ada aftertaste segar yang meledak di mulut! Gila... ini bukan sayur, ini karya seni!"

Banyu tersenyum penuh kemenangan. "Gimana? Kalau restoran tetangga pake sayur ginian buat salad mereka, kira-kira Le Jardin kalah nggak?"

Pierre terdiam, egonya terluka tapi lidahnya jujur. Dia mengangguk pelan. "Pasti kalah. Rasa sayur ini curang. Nggak perlu dressing (saus) pun udah enak."

Lalu wajah Pierre berubah memelas, menatap Banyu penuh harap. "Juallah pada saya! Saya mau kontrak eksklusif! Seratus kilo per hari! Berapa pun harganya saya bayar!"

Banyu menggeleng santai. "Waduh, maaf Chef. Barang langka nih. Produksinya terbatas. Paling saya cuma bisa kasih jatah 200 kilogram per minggu untuk tiap jenis. Itu pun karena kita temen."

Ini trik marketing klasik: Scarcity (Kelangkaan). Semakin langka, semakin orang bernafsu memilikinya.

"Oke! Dua ratus kilo pun jadi!" Pierre langsung setuju tanpa menawar harga. Bagi restoran high-end, kualitas adalah segalanya.

"Sepakat. Tiga minggu lagi pengiriman pertama dimulai," kata Banyu sambil menjabat tangan Pierre.

Banyu sudah menghitung siklus panen di kepalanya. Dia sudah menginstruksikan Mang Ujang untuk menerapkan sistem Tanam Rotasi. Lahan dibagi tiga zona, ditanam bergantian tiap minggu. Jadi, panennya tidak sekaligus blek, tapi mengalir terus tiap minggu. Arus kas aman, suplai aman, harga stabil.

Setelah deal dengan Pierre (yang artinya satu lagi sumber passive income aman), Banyu keluar dari restoran dengan langkah ringan.

Tujuan berikutnya: Pasar Ikan Muara.

Banyu ingin meriset pasar ikan. Dia punya dua kolam besar yang sedang digali di Lahan Mustika Farm. Sayang kalau cuma diisi ikan Lele atau Mas biasa. Dia butuh ikan yang punya nilai jual tinggi, yang kalau disiram Cairan Ajaib, harganya bisa meledak.

Banyu menyetop ojek online dan meluncur ke kawasan Tegalega, tempat pasar ikan terbesar di Bandung berada.

"Mari kita lihat, ikan apa yang bakal bikin gue jadi Raja Empang," gumam Banyu.

Pasar Ikan Muara benar-benar "muara"-nya segala jenis makhluk air di Bandung. Ratusan lapak berjejer, becek, amis, dan berisik.

Banyu berjalan santai melewati deretan lapak ikan mas, lele, dan nila. Dia tidak melirik sedikitpun. Ikan-ikan "rakyat" itu margin keuntungannya tipis. Banyu mencari ikan "bangsawan".

Syaratnya cuma dua: Air Tawar karena danau di dimensinya air tawar dan Harganya Gila.

Dia sempat melirik lapak yang menjual Sidat (Unagi). Harganya lumayan, sekitar ratusan ribu per kilo. Tapi si pedagang bilang bibit Glass Eel liar lagi kosong karena belum musimnya. Harus nunggu tahun depan.

"Ah, kelamaan," keluh Banyu.

Dia terus berjalan sampai ke area khusus "Ikan Premium" yang lebih bersih dan sepi. Matanya tertumbuk pada sebuah kios yang memajang papan tulis dengan tulisan kapur mencolok:

BARU DATANG! IKAN EMPURAU (EMAS SUNGAI) LIAR KALIMANTAN. SIZE 1KG UP. HARGA: RP 8.000.000,- / KG.

Banyu mengucek matanya. Dia memastikan jumlah nol-nya tidak salah.

"Delapan juta... sekilo?" gumam Banyu takjub. "Ini dia! Ini baru ikan yang gue cari!"

Banyu masuk ke kios itu. Dia celingukan sebentar, lalu bertanya pada pemilik kios, seorang bapak-bapak botak dengan kaos singlet yang sedang asyik main HP.

"Bos, Ikan Empurau-nya mana? Kok nggak kelihatan di akuarium?"

Si Botak mendongak, menatap Banyu dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan meremehkan.

"Situ pemain baru ya?" tanya Si Botak ketus.

"Kok tahu, Bos?" Banyu nyengir.

Si Botak tertawa pendek, lalu menunjuk ke arah freezer besar di sudut. "Tuh barangnya. Beku. Lo pikir Ikan Empurau liar bisa idup santai di akuarium kaca?"

Banyu melongok ke dalam freezer. Di sana terbaring beberapa ekor ikan bersisik perak kemerahan yang sudah membeku kaku. Bentuknya cantik, tapi sayang sudah jadi mayat.

"Yah... mati dong," keluh Banyu.

"Jelas mati lah!" Si Botak mulai nyerocos. "Empurau liar itu ikannya baperan, Bos. Begitu kena jaring nelayan, dia stres, ngamuk, terus koit. Susah banget bawa idup-idup sampe Bandung. Makanya mahal. Ini aja cuma dapet lima ekor minggu ini."

Banyu menggeleng kecewa. Kendi Penyuling Jiwa memang hebat, tapi belum bisa menghidupkan mayat. Dia butuh ikan hidup untuk dikembangbiakkan di Danau Dimensi.

"Bos, nggak ada yang hidup sama sekali? Satu ekor aja?" tanya Banyu penuh harap. "Saya berani bayar dua kali lipat."

Si Botak menggeleng tegas. "Nihil. Gue dagang belasan tahun belum pernah megang Empurau idup."

Banyu menghela napas pasrah. Dia merogoh saku, mengeluarkan sebungkus rokok Marlboro Merah yang masih segel (dia sengaja beli buat nyogok orang), lalu melemparkannya ke meja Si Botak.

"Yaudah deh. Btw, emang ikan ginian nggak bisa diternak ya, Bos? Kan sayang kalau mati terus."

Si Botak menangkap rokok itu dengan sigap. Matanya langsung berbinar melihat merek rokok mahal itu. Sikapnya yang ketus langsung berubah ramah 180 derajat.

Dia menyalakan sebatang rokok pemberian Banyu, menghisapnya dalam-dalam, lalu bicara dengan nada bersahabat.

"Wah, makasih ya Bro. Jadi gini... sebenernya sih Empurau itu susah banget dipijahkan (dikawinkan) buatan. Tapi denger-denger gosip nih ya... ada Profesor di Fakultas Perikanan UNPAD, namanya Prof. Surya. Katanya dia lagi riset gila-gilaan buat bikin benih Empurau buatan. Gosipnya sih udah hampir berhasil."

Bingo.

Telinga Banyu langsung berdiri tegak.

Profesor di UNPAD? Sonia kan anak UNPAD!

"Profesor Surya, Fakultas Perikanan UNPAD... oke, sip!" Banyu mencatat info itu di otaknya.

"Tengkyu infonya, Bos! Rokoknya abisin aja!"

Banyu langsung pamit, meninggalkan Si Botak yang tersenyum lebar menikmati rokok gratis.

Banyu mencari sudut pasar yang agak sepi, lalu mengeluarkan HP-nya. Dia menekan kontak: Sonia (Cewek Kereta).

Tuut... Tuut...

"Halo? Sonia?"

1
Yandi Hidayat
sangat bagus
Wega Luna
papi Raka paling keren,,,,🤭🤭🤭🤭GK ada Raka Raka yg lain kalo GK Raka nya Vania Bella🤭🤭🤭
Gege
bener bener apik dan epic bangeed...asal ga kesurupan setan NT yang ngajarin kalimat mbuledd ajaa buat kejar setoran pasti rame terus ini novel...
Jujun Adnin
sampe tamat
Aji L
setengah hektar tu 5.000 m²
DipsJr: wah iya ya... 😅
makasih infonya tandi di revisi. 🙏
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣untung besar ,buat jajan di luar negeri
Gege
apik dan epic
Gege
sangat apik dan epic setiap episodenya... mungkin bisa dibuatkan cerita nelayan tajir... dengan pola yang sama tapi banyak mainan air..😄🤣
isnaini naini
gas lah pak mo..ayo brngkt...
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg nolak nyu ,gratis lagi
Jujun Adnin
lanjut
Apriyantho Apri
Perbanyak upgrade nya dong,please...
DipsJr: cuman bisa 3 kak. biar awet. 😔
total 1 replies
D'ken Nicko
kurang banyak babnya thor
Jujun Adnin
lagi
isnaini naini
siska mungkin pnya trauma masa lalu kali ya...kok klo liat orang bawaan nya skeptis melulu awas...nanti jth cinta loh...
isnaini naini
gpp nyu 100jt buat hdiah cuma2 tp scra tdk lngsng km sdh pnya koneksi aman lah...walau agak pait jg sih...100jt gt loh...😇
isnaini naini
smngt ya nyu buat author jg...
isnaini naini
benih lope2nih kyknya....
isnaini naini
gimana pak tomat busuk...kapok lu...
isnaini naini
ayo..pak tomat..eh p.somad siap2diratain sm nyonya galak...😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!