*Rinkarnasi Seorang Gadis ke Dunia Fantasi*
Elin, seorang gadis biasa dari dunia nyata, mengalami kecelakaan dan meninggal. Namun, dia tidak benar-benar mati. Dia dirinkarnasi ke dunia fantasi yang penuh dengan sihir dan keajaiban.
Di dunia baru ini, Elin bertemu dengan Lilian , seorang penyihir yang kuat, yang memberitahu bahwa dia memiliki kekuatan sihir yang tidak dia ketahui. Elin harus menggunakan kekuatan itu untuk menyelamatkan dunia dari kekuatan kegelapan yang mengancam.
Dengan bantuan Lilian, Elin memulai perjalanan sebagai seorang penyihir muda, menghadapi tantangan dan musuh yang kuat, dan menemukan kekuatan yang tidak dia ketahui. Akan kah Elin berhasil menyelamatkan dunia fantasi dan menemukan kebahagiaan di dunia baru ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Pramita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Aku berdiri di atas Claudia, merasa sedih yang sangat kuat. Aku tahu bahwa aku telah membalas dendam Andres, tapi aku juga tahu bahwa aku tidak bisa mengembalikan dia
Tak terasa air mata mengalir di pipiku, karena aku tahu bahwa aku telah kehilangan teman yang sangat aku cintai. Aku ingat saat-saat aku bersama Andres, saat-saat kami berjuang bersama, dan saat-saat kami tertawa bersama.
Tiba-tiba, aku mendengar suara yang lembut. "Elin..."
Aku melihat ke sekeliling, tapi aku tidak melihat siapa-siapa. Aku merasa bahwa aku sangat familiar dengan suara itu sebelumnya.
"Elin... aku ada di sini..." terdengar lagi suara itu di telingaku.
Jantungku tiba-tiba berdetak kencang, karena aku tahu bahwa suara itu adalah suara Andres. Aku melihat ke sekeliling, dan aku melihat Andres berdiri di depan ku, dengan senyum yang lembut.
"Andres... kamu masih hidup!" kataku, tak percaya dengan yang aku lihat.
Andres mengangguk. "Aku tidak bisa meninggalkan mu, Elin. Aku masih memiliki tugas yang harus diselesaikan."
Tiba-tiba air mataku mengalir di pipiku, karena aku tahu bahwa Andres masih ada di sampingku.
Aku dan Andres berdiri bersama, merasa tekad yang baru. Aku tahu bahwa aku tidak sendirian, karena aku memiliki Andres yang akan selalu ada untukku.
Terdengar suara yang keras . "Elin... Andres... aku ada di sini..."
Aku melihat ke sekeliling, dan aku melihat teman-teman kami yang lain, Aurelia, Angel, Iren, dan Etan, berdiri di depan ku.
"Kalian... kalian masih hidup!" kataku, merasa lega.
Aurelia tersenyum. "Kami tidak bisa meninggalkan kamu, Elin. Kami akan berusaha selalu ada untuk mu Elin."
Aku terharu dan air mataku mengalir, karena aku tahu bahwa aku tidak sendirian. Aku memiliki teman-teman yang akan selalu ada untuk ku.
Kami pun berpelukan bersama, dengan rasa terharu bercampur bahagia. Kami telah melalui banyak hal bersama, dan sekarang kami bisa kembali ke rumah.
Aku melihat Andres, yang tersenyum lembut. "Aku senang kamu masih hidup, Elin, " katanya.
Aku tersenyum kembali. "Aku juga, Andres. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa kalian semua."
Kami berjalan bersama, menuju ke arah rumah. Aku merasa damai, karena aku tahu bahwa aku telah menemukan teman-teman yang sejati.
Tiba-tiba ada yang memanggilku dengan suara lembut. "Elin..."
Aku melihat ke sekeliling, dan aku melihat ada dua orang yaitu pria dan wanita cantik berdiri di depan ku. "Siapa kalian?" tanyaku.
Mereka berdua tersenyum. "Kami adalah Ibu dan Ayah mu , Elin."
"Ibu dan Ayah?." kataku dengan rasa yang masih tak percaya.
Ibuku tersenyum. " Iya, ini aku ibumu, Elin. katanya yang langsung tiba-tiba memelukku sambil menangis terharu dan dia terlihat sangat merindukanku.
Aku pun memeluknya juga dan ikut menangis sepertinya, karena aku tahu bahwa aku telah menemukan Ayah dan Ibuku yang telah lama hilang.
Aku sangat bahagia.
Aku melihat Andres yang tersenyum lembut. "Aku senang kamu telah menemukan Orangtua mu, Elin," katanya.
Aku tersenyum kembali. "Aku juga, Andres. Aku juga masih tidak percaya dengan ini semua, tapi aku tau itulah takdir yang diberikan tuhan untukku."
Kami berjalan bersama, menuju ke arah rumah. Aku merasa sangat bahagia, karena aku tahu bahwa aku telah menemukan keluarga dan berkumpul lagi.