NovelToon NovelToon
Dead As A Human, Reborn As The Heir

Dead As A Human, Reborn As The Heir

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Summon / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: ANWAR MUTAQIN

aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Volume III — Shadows of Dominion prolog & chapter 1

Volume III — Shadows of Dominion

Prolog — The Gathering Storm

Gelap pekat menyelimuti langit Aethoria. Kota-kota yang pernah berdiri kokoh kini hanya tinggal reruntuhan, saksi bisu dari malam panjang peperangan melawan pasukan Antares. Tetapi ketenangan itu hanyalah ilusi. Di ujung horizon, bayangan gelap bergerak cepat, seperti kabut yang hidup, membawa ancaman yang lebih besar daripada sebelumnya.

Daniel berdiri di puncak gedung yang nyaris runtuh, pedang katana di tangan, aura guntur dari Segel Kedua masih berdenyut stabil. Aurelia berada di sampingnya, tangan mereka sesaat bersentuhan, menguatkan koneksi emosional yang kini menjadi bagian dari kekuatannya. Selena, selalu waspada, menatap radar energi yang tak pernah tidur, menyiapkan strategi untuk serangan mendatang.

Ancaman Antares akan datang lagi… dan kali ini lebih terorganisir, lebih mematikan.

Di dimensi lain, Kaisar Hukum Langit menatap Aethoria dari jauh, matanya yang abadi menelusuri aura Daniel. Ia tetap pasif, mengamati, menunggu. Sedangkan Kaisar Penopang Langit, saudara kembarnya, sudah mulai menyalurkan energi tipis ke dunia manusia, memberikan dorongan dan ujian tersembunyi bagi Hunter, agar siap menghadapi badai yang akan datang.

Di sisi lain, Antares, Kaisar Iblis, tersenyum penuh kebencian di tengah kegelapan kosmik. “Segel Kedua… kau boleh menjadi kekuatan yang hebat, Daniel,” bisiknya, “tapi aku akan memastikan bahwa setiap langkahmu berbuah pengorbanan… dan penderitaan.” Aura merah hitamnya menyebar, menembus dimensi lain, memanggil jenderal-jenderal iblis elitnya dan pasukan baru yang siap menghancurkan apa pun yang menjadi penghalang.

Di bumi, angin malam berdesir membawa rasa ketegangan. Daniel merasakan denyut energi dari Antares, kuat dan licik. Ia menarik napas, menatap Aurelia, dan berkata lembut, “Kita akan menghadapi ini bersama… tidak peduli seberapa besar badai itu.”

Aurelia menatapnya, menaruh tangan di tangannya, suara lembutnya menguatkan hati Daniel. “Aku percaya padamu, Daniel. Kita akan menghadapi apapun bersama.”

Sementara itu, Selena memegang puing gedung sebagai sandaran, memikirkan strategi baru. “Mereka tidak hanya menyerang fisik… mereka akan mencoba memecah tim kita. Kita harus siap menghadapi ujian ini dengan akal, kekuatan, dan kerja sama.”

Di kejauhan, kilatan merah dan hitam mulai membakar langit, pertanda pasukan Antares yang lebih besar telah bergerak. Gelombang energi gelap itu menyebar, memaksa dunia manusia dan Hunter untuk bersiap menghadapi perang yang lebih dahsyat dari sebelumnya.

Volume III dimulai dengan badai yang lebih besar… pertarungan yang lebih sengit… dan ujian yang akan menentukan nasib Daniel, Aurelia, tim mereka, dan seluruh alam semesta.

Dalam hati Daniel, tekad membara. Segel Kedua bersinar lebih terang dari sebelumnya, guntur menari di udara, menandakan kesiapan untuk menghadapi ancaman terbesar yang pernah muncul di dunia manusia.

Aku tidak akan membiarkan mereka jatuh. Aku tidak akan membiarkan Antares menang. Dan aku akan menghadapi badai ini… apapun risikonya.

Di atas reruntuhan kota yang sunyi, dengan auranya yang berdenyut dan ikatan dengan Aurelia, Daniel siap untuk memulai babak baru—babak perang melawan kaisar iblis, yang akan menguji segala kemampuan, strategi, dan ikatan emosional yang pernah ia miliki.

Volume III — Shadows of Dominion

Chapter 1 — Echoes of the Abyss

Sub-Bab 1: Ketenangan yang Palsu

Reruntuhan kota barat masih dipenuhi debu dan puing-puing bangunan yang hancur. Malam yang pekat memberi ketenangan sementara, tetapi bagi Daniel, Aurelia, dan Selena, ketenangan itu hanyalah tipuan. Ia bisa merasakan denyut energi gelap yang jauh, sebuah pertanda bahwa pasukan Antares sedang berkumpul kembali, lebih terorganisir dan lebih mematikan dari sebelumnya.

Daniel menatap langit malam, kilatan guntur dari Segel Kedua menari di udara, menandakan kesiapan dirinya untuk menghadapi badai yang akan datang.

“Malam ini tidak sepi seperti kelihatannya,” kata Daniel. Suaranya tenang, tetapi matanya menembus kegelapan. “Mereka berkumpul. Antares tidak akan berhenti sampai ia menguasai dunia ini.”

Aurelia menatapnya, tangan mereka sesaat bersentuhan. “Aku di sisimu, Daniel. Apa pun yang terjadi, kita akan menghadapi ini bersama.”

Selena, selalu waspada, menatap radar energi yang berdenyut samar. “Aku mendeteksi konsentrasi energi gelap jauh di utara. Itu bukan serangan acak—mereka merencanakan sesuatu. Kita harus bersiap.”

Daniel menelan napas, menyadari bahwa Volume III akan menjadi ujian paling berat bagi dirinya dan timnya, bahkan lebih dari pertempuran elite sebelumnya.

Sub-Bab 2: Strategi dan Latihan Segel Kedua

Keesokan paginya, tim berkumpul di reruntuhan yang masih utuh untuk berlatih. Daniel memusatkan energi Segel Kedua, merasakan aliran guntur yang kini lebih stabil dan responsif dibandingkan sebelumnya.

Segel Kedua… kekuatanku semakin maksimal, tapi aku harus belajar mengendalikannya dalam tekanan yang lebih besar, pikir Daniel.

Aurelia mengamati, matanya menyala saat cahaya kecil dari aura segel Daniel memantul di wajahnya. “Kau semakin kuat, Daniel. Tapi jangan sampai kau kehilangan kendali saat menghadapi pasukan Antares yang lebih kuat nanti,” katanya.

Daniel mengangguk, menyalurkan energi melalui katana, menciptakan Chain Lightning Strike yang memantul di antara reruntuhan, menghancurkan target simulasi. Setiap ledakan listrik terasa lebih presisi, menunjukkan puncak penguasaan Segel Kedua untuk skala saat ini.

Selena menambahkan, “Kita harus siap menghadapi mereka, bukan hanya secara fisik, tapi strategi juga. Mereka tidak akan menyerang sembarangan—ini akan menjadi perang psikologis juga.”

Sub-Bab 3: Pertemuan dengan Sekutu Baru

Saat mereka berlatih, seorang utusan dari salah satu Hunter Association dunia lain tiba. Namanya Kael, seorang Hunter dengan kemampuan manipulasi bayangan. Ia datang membawa kabar buruk:

“Pasukan Antares telah membentuk unit elit baru. Mereka bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga memiliki kemampuan menetralkan sebagian energi Hunter. Jika kalian tidak bersiap… kalian akan kewalahan.”

Daniel menatap Kael serius. “Berarti ujian kita baru dimulai. Kita harus melatih koordinasi tim, pengendalian segel, dan strategi. Aku tidak bisa gagal lagi, bukan hanya untuk tim, tapi untuk Aurelia dan seluruh dunia manusia.”

Aurelia menaruh tangan di lengan Daniel, memberi ketenangan. “Aku percaya padamu, Daniel. Kau bisa menghadapinya.”

Sub-Bab 4: Foreshadow Ancaman Elite Antares

Sementara itu, jauh di dimensi kegelapan, Antares tersenyum penuh kebencian. Ia mengamati pergerakan Daniel, Aurelia, dan timnya. Pasukan elit baru telah dibentuk—komandan iblis yang mampu menetralkan segel dan kekuatan Hunter lain.

Anak manusia itu… kau semakin kuat. Tapi aku akan memaksamu melewati ujian yang akan membuatmu menyesal lahir kembali.

Gelombang energi hitam menyebar ke seluruh dunia manusia, sebagai ancaman psikologis dan fisik, memaksa Daniel dan tim untuk segera mengadaptasi teknik baru, koordinasi, dan strategi pertahanan.

Daniel menatap langit malam yang mulai gelap, aura guntur dari Segel Kedua menyala terang di tangannya. “Kita harus siap. Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh Aurelia… atau siapa pun dari timku.”

Aurelia menatapnya, pipinya memerah samar. “Aku akan tetap bersamamu, Daniel. Kita akan menghadapi apa pun bersama.”

Selena menambahkan, “Kita harus membuat latihan ini lebih ekstrem. Pasukan Antares akan menguji batas kita, dan kita harus lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih kuat dari sebelumnya.”

Daniel menelan napas, merasakan Segel Kedua berdenyut lebih kuat dari sebelumnya. Ini baru permulaan Volume III—permulaan badai yang akan menguji segalanya: kekuatan, strategi, dan ikatan emosional mereka.

Aku tidak akan mundur. Aku harus menjadi pelindung. Aku harus menjadi penopang… bahkan untuk dunia ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!