NovelToon NovelToon
Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Nikahmuda / Cintamanis / Duda
Popularitas:19.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

AREA DEWASA!!


Empat tahun menduda pada akhirnya Wira menikah juga dengan seorang gadis yang bernama Mawar. Gadis yang tidak sengaja Wira tabrak beberapa waktu yang lalu.

Namun, di balik pernikahan Wira dan Mawar ada seorang perempuan yang tidak terima atas pernikahan mereka. Namanya Farah, mantan karyawan dan juga teman dari almarhum istri Wira yang bernama Dania. Empat tahun menunggu Wira pada akhirnya Farah lelah lalu menyerah.

Tidak berhenti sampai di sini, kehidupan masa lalu Wira kembali terusik dengan kehadiran iparnya yang bernama Widya, adik dari almarhum Dania. Masalah yang sudah terkubur lama namun nyatanya kembali terbuka semua kebenarannya setelah kehadiran Widya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

"Nanti langsung pulang ya, jangan ngeluyur kemana-mana lagi," pesan Wira sebelum berangkat ke kantor.

"Iya mas, mas juga kalau waktunya pulang ya pulang. Jangan, ngeluyur!"

"Iya istri ku,...!"

Wira mengecup kening Mawar, melambaikan tangan lalu melajukan mobilnya berangkat ke kantor.

"Mawar, mamah mau pergi arisan. Mungkin pulangnya agak malam, bilangin sama Wira ya nanti," ujar Asti yang nampak rapi dan cantik.

"Iya mah, nanti Mawar kasih tahu mas Wira. Em mah, Mawar juga mau pergi nanti, udah lama gak ketemu teman-teman di cafe."

"Ya udah, pergi aja. Hati-hati, jangan lupa makan loh!" Asti menepuk pundak menantunya.

Rumah kembali sepi, Mawar kembali masuk kedalam rumah untuk bersiap-siap pergi. Di antar supir, Mawar pergi ke cafe tempat dia bekerja dulu.

Plak,....

Mawar terkejut ketika seseorang menampar wajahnya.

"Kenapa menampar ku?" tanya Mawar heran sambil mengusap pipinya.

"Kau, perempuan tidak tau diri. Pelet apa yang sudah kau berikan pada Wira sehingga tiba-tiba dia menikahi mu hah?"

Ternyata Farah, wanita itu tidak sengaja melihat Mawar yang keluar dari mobil di depan sebuah toko swalayan.

"Oh, ternyata kamu.....!"

Plak,....

Mawar membalas tamparan Farah. Membuat Farah terkejut karena dia pikir Mawar adalah perempuan lemah.

"Kau,...beraninya kau menampar ku....!"

"Kenapa aku harus takut?" tanya Mawar, "kau yang memulai jadi jadi aku hanya mengikuti."

"Ceraikan Wira, dia tidak pantas menjadi suami mu. Kau hanya wanita udik tidak berkelas dan berpendidikan. Wira milik ku,...!"

Mawar tertawa sinis, mendengarkan apa yang baru saja di ucapan Farah.

"Terkadang, yang berkelas dan berpendidikan akan kalah dengan yang memiliki attitude," cibir Mawar membuat darah Farah mendidih.

Wanita ini hendak menyerang Mawar, namun dengan cepat supir Mawar yang beranak pak Norman mendorongnya. Mereka langsung menjadi bahan tontonan banyak orang.

"Lihatlah, kau yang berkelas ini berani menampakan wajah mu di depan seorang istri yang suaminya berusaha kau rebut. Apa kau tidak malu...?"

Farah malu dengan ucapan Mawar, wanita ini berdiri dan langsung pergi begitu saja.

"Terimakasih pak Norman," ucap Mawar, "kita pulang aja deh!"

"Bapak gak tahu kalau ada perempuan itu mbak. Maafin ya...!"

"Udah, aku baik-baik aja. Ayo pulang, lain kali aja perginya."

Mawar memutuskan untuk pulang dan tidak jadi pergi ke cafe.

Farah yang sakit hati malah pergi ke kantor Wira untuk meminta pertanggung jawaban karena Mawar sudah menamparnya tadi. Farah berteriak di loby, membuat semua karyawan keluar begitu juga dengan Wira.

"Kenapa kau jadi suka membuat keributan di kantor ku haha?" Wira emosi.

"Aku mau minta pertanggung jawaban!" ucap Farah berderai air mata.

Dahi Wira mengerut kebingungan.

"Aku tidak berbuat apa pun kenapa kau meminta tanggung jawab pada ku? aneh!"

"Istri mu yang kampungan itu sudah menampar ku dan sopir mu juga sudah mendorong ku.Lihat, tangan ku terluka!"

Wira melirik tangan Farah yang sedikit tergores.

"Ah, masa iya itu perbuatan Mawar ku?"

Wira tidak percaya.

"Kau sudah menikahi perempuan salah Wira. Dia perempuan kasar, aku tidak terima atas ulah istri mu."

Semakin deras tangis Farah, wanita ini berusaha mencari simpati Wira.

Wira mengeluarkan ponselnya, menelpon Mawar untuk memastikan kebenarannya. Tak berapa lama Wira menyimpan kembali ponselnya, pria ini memandang dingin ke arah Farah.

"Bagaimana jika aku melaporkan kau pada polisi karena sudah menyerang istri ku?"

Jleb,...

Farah mendadak panik.

"Kau harus percaya pada ku Wira. Kita kenal sudah lama, sedangkan dia....!"

"Pergilah sebelum aku melapor pada polisi. Tangis mu tidak berguna di sini," ucap Wira semakin membuat Farah emosi.

"Wira,....!"

"Usir dia pak. Jika sekali lagi dia berani datang ke kantor, lapor saja pada polisi...!" titah Wira kemudian meninggalkan Farah begitu saja. Farah berusaha mengejar Wira, namun mobil pria itu sudah melaju pergi.

"Ah, sial...!" umpat Farah kesal.

"Kau ini sebenarnya sudah tidak waras Farah. Suka sekali mengusik rumah tangga pak Wira. Tobat Farah!" ucap salah seorang karyawan.

"Dasar perempuan aneh!" cibir yang lain.

"Diam kalian semua. Brengsek!" teriak Farah lalu pergi.

Semua karyawan menyoraki Farah, tak di pungkiri jika mereka semua tahu jika selama ini Farah sangat suka mencari muka di Wira dan berusaha mendekati Wira.

Setibanya di rumah, Wira langsung mencari istrinya di kamar. Mawar yang sedang mengompres pipi kanannya terkejut dengan kepulangan suaminya.

"Sayang,....!" wajah Wira memerah ketika melihat pipi Mawar sedikit merah.

"Aku baik-baik saja. Kenapa pulang?"

"Apanya yang baik-baik saja. Lihat wajah mu, lecet!"

Wira mengambil alih handuk kecil lalu mengompres pipi istrinya.

"Lain kali jika ketemu dia, hindari saja. Farah itu perempuan gila...!"

"Aku tidak tahu jika dia ada di sana, niat ku hanya ingin membeli beberapa camilan untuk teman-teman ku." Mawar berusaha menjelaskan.

"Farah itu perempuan ambisius, apa pun akan dia lakukan untuk tujuannya."

"Dari mana kau tahu?"

"Aku melihat dari pekerjaannya. Jadi, jangan curiga pada ku. Aku tidak akan menduakan mu!"

"Awas saja!"

"Sayang, percaya pada ku. Jika aku mau, sudah dari dulu aku memanfaatkan Farah. Jadi, jangan berpikiran yang aneh ya...!"

"Tidak, aku tidak berpikiran yang aneh."

"Apa ini sangat sakit?" tanya Wira menyentuh pipi istrinya.

"Sudah tidak, tadi sih panas banget pipi ku!"

"Kenapa kau tidak menjambaknya tadi? lain kali balas saja, aku tetap mendukung mu!"

"Nyatanya dia mengadu pada mu, menjelekan ku."

"Tapi aku tidak percaya padanya!"

"Peluk aku,....!" pinta Mawar merentangkan kedua tanganya.

"Hmm,...sudah mulai nakal ya...!" Wira mentoel hidung istrinya.

"Nakal sama suami sendiri kan gak ada larangannya!" ucap Mawar masih terlihat malu-malu.

"Istirahat lah,...!"

"Apa kau akan kembali ke kantor?" tanya Mawar dengan mata berbinar, membuat Wira tidak sampai hati meninggalkan istrinya.

"Tidak, aku akan menemani mu hari ini. Masih ada Dimas yang bisa ku andalkan!"

Mawar tersenyum, memeluk suaminya dengan erat. Mawar seperti anak kecil, entah kenapa perempuan ini tiba-tiba tertidur di atas pangkuan sang suami.

Melihat Mawar yang terlelap begitu nyenyak, Wira langsung memindahkannya ke atas tempat tidur.

"Tidur yang nyenyak Mawar ku. Kau pasti lelah karena sudah melayani ku semalam!" ucap Wira pelan-pelan.

Jam menunjukkan pukul satu siang, itu artinya baru sudah satu jam Mawar tidur. Wira yang kelaparan pergi ke ruang makan seorang diri.

"Loh Wira, kok di rumah?" tegur Asti yang baru saja pulang.

"Itu si Farah bikin ulah mah. Dia menampar Mawar di depan umum. Makanya aku pulang!"

"Apa....?",Asti terkejut, "kenapa tidak lapor polisi saja?"

"Mawar sudah membalasnya, jadi impas!"

"Perempuan itu benar-benar akan jadi benalu. Kau harus hati-hati Wira, Farah pasti akan berbuat yang lebih dari ini untuk mencelakai Mawar lagi."

1
Avis Irul
Luar biasa
novi 99
aku lagi ngebayangin pose wira pas manggil mawar ..
mungkin klo dilukis rose Titanic bakal kalah🤣..

bunyinya aneh-aneh ternyata.
kirain jeder tadi sampai geluduk
Merah
gelud
Merah
gimana tuh
Merah
Luar biasa
Merah
ya ampun. aku suka sekali sama wirwir
Merah
nyalain arangnya. kenapa jadi kobongan
Merah
salah sebut nama
Merah
/Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/
Merah
duh wira makin somplak
Merah
bagus juga kasih banyak-banyak 🤣
Merah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Merah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/crit crot crut duar
Merah
bule medok, kirain Visual nya bakalan lokal. sedikit kecewa sama visualisasi mereka
Merah
enak nyaaa
Merah
bentuknya unik
Luluk Fuad
sadar diri ya wir /Joyful//Joyful/
🍒⃞⃟🦅 Nengnong3 ²²¹º
astagfirullah ngakak🤣🤣🤣
Merah
/Sweat/
Merah
membuat nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!