cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 3
hari pertama masuk kuliah aura masuk lebih awal 2 jam sebelum kelas terlihat berlebihan tapi itu lah dia saat masuk belum ada sipapun dia memilih bangku paling belakang dan ujung dia memakai earphone nya lalu memejamkan mata dan menyender pada meja dia sedang menyiapkan mental untuk berkenalan dia yakin di minggu awal itu semua dosen akan memberlakukan perkenalan pada semua mahasiswa baru makannya dia harus menyiapkan mentalnya untuk 3 matkul kedepan ini.
tiba tiba seorang pria masuk dan duduk tak jauh dari tempat dia diam, aura melepas earphone nya lalu meminta barkode untuk bergabung ke grup whatsapp kelasnya.
tak lama makin banyak yang masuk tak di sangka mereka bahkan ada yg seperti sudah kenal lama lagi lagi haura tidak punya teman tai yasudah lah dia yakin kedepannya akan punya.
setelah selesai matkul semua tetap di kelas semua mahasiswa berunding menentukan siapa yang akan jadi ketua kelas, dan bendahara semua menyampaikan pendapat.
dari awal kelas ada satu lelaki yang mencolok kritis,tatapannya tajam, semua ucapannya berdasarkan data, selalu di puji dosen dan sepertinya dia yang paling pintar diantara semuaa dengar dengar di bukan orang asli sini dia berasal dari sulawesi, pantas saja nada bicaranya seperti asing.
“udahh fix yaa sifa bendahara, harry ketua kelas”
“atur-atur ajalah” ucap harry dengan pasrah, mau gimana lagi dia sudah menolak dari awal tapi semua menunjuk dirinyaa tidak semua, ada aura dan 5 orang lainnya yang menjawab
“ngikut aja” saat ditanyain pendapat.
setelah semuanya selesai mereka mulai bubar sebelum berdiri tiba tiba haura di tarik duduk kembali oleh salah satu wanita namanya richel
“tunggu, sini duduk dluu”. richel
“kenapa”. aura
“kenalan dulu yu sama kita”. tidak hanya richel disana tapi ada 6 orang lainnya dan salah satunya adalah harry
“kenalin aku richel, ini selfi, ini indri, rizki,ihsan, andin, nah yang itu tau lah yaa harry. nama kaamu siapa kita temanan ajaa yu gabung sama kitaa” ucap richel dengan semangatt dia terlihat yang paling ekstrovert diantara yang lain aura curiga kalo geng ini awal terbentuknya karena richel.
“aku aura, salam kenal semuanya”.
“hallo” ucap mereka semua berbarengan tak di sangka kalau mereka smua ekstrovert
“gimana kalo kita makan dulu yu di kantin yang samping taman ajaa” richel
semuanya setuju mereka makan bersama di sana saling mengobrol bertukar cerita mulai dari dimana asal sekolah dan rumahnya ternyat diantara mereka semua ada 2 orang yang bukan berasa dari tanah sunda ini satu harry dari sulawesi dan yang 1 indri dari yogyakarta.
setelah selesai makam satu per satu mulai pamit pulang.
“aaraa kamu pulang sama siapa di jemput atau gimana?” richel
“aku bawa motor”
“oke deh, kalo gitu aku duluan yaa kamu hati-hati see you besok” richel
“see you”
aura berjalan menuju taman seperti biasa sebelum pulang kerumah dia selalu duduk di taman itu taman yang sepi tenang dengan air mancur di tengahhnya menambah kesan ketenangan.
aura duduk lalu membuka ponselnya masih sama tidak ada pesan dari siapapun kali ini dia tersenyum getir lalu menutup ponselnya setelah itu menyalakan rokok nya.
setelah selesai dia berdiri lalu menuju motornya setelah itu pergi pulang ke rumahnya.
lagi lagi sepasang mata itu memperhatikan lagi dari kejauhan tanpa di sadari sedikitpun oleh haura.
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣