NovelToon NovelToon
Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pita Cantik

Lima tahun lalu, Olivia Elenora Aurevyn melakukan kesalahan fatal salah kamar dan mengandung anak dari pria asing. Ketakutan, ia kabur dan membesarkan Leon sendirian di luar negeri. Saat kembali ke Monako demi kesehatan psikologis Leon, takdir mempertemukannya dengan Liam Valerius, sang penguasa militer swasta. Ternyata, pria "salah kamar" itu adalah Liam. Kini, Liam tidak hanya menginginkan putranya, tetapi terobsesi memiliki Olive sepenuhnya melalui rencana pengejaran yang intens dan provokatif.

​Dialog Intens Liam kepada Olive
​"Setiap inci tubuhmu adalah milikku, jangan pernah berpikir untuk lari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pita Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 AMARAH SANG MONARCH DAN AIR MATA YANG JATUH

​Rabu, 16 April 2025, Musim Semi

​Gedung pencakar langit Valerius Defense & Security Group berdiri angkuh di pusat Monte Carlo, mencerminkan kekuasaan mutlak pemiliknya. Di dalam ruangan kantor yang sangat luas dan kedap suara, Liam Maximilian Valerius duduk di kursi kebesarannya. Namun, pemandangan pagi itu sangat tidak biasa. Di sofa kulit yang mahal, seorang bocah laki-laki berusia empat tahun sedang duduk dengan tenang, asyik mewarnai sebuah buku gambar.

​Liam sesekali meletakkan pulpen mahalnya hanya untuk memastikan Alex baik-baik saja. Ia merasa heran karena Alex sangat tenang, hampir tidak mengeluarkan suara yang mengganggu konsentrasinya.

​"Alex, kenapa kau diam saja? Apa kau bosan?" tanya Liam dengan nada yang jauh lebih lembut daripada saat ia berbicara dengan jenderal militer.

​Alex mendongak, matanya yang jernih menatap Liam dengan tulus. "Tidak, Papa. Alex sudah berjanji pada Mama untuk menjadi anak yang baik di kantor Papa. Mama bilang, laki-laki itu dinilai dari ucapannya. Kalau sudah berjanji, perempuan akan memegang ucapan itu selamanya. Alex ingin jadi laki-laki yang bertanggung jawab, meskipun Alex masih kecil."

​Liam tertegun. Jantungnya berdenyut aneh mendengarnya. Ia sangat terharu melihat bagaimana Olive membesarkan anak ini dengan prinsip yang begitu kuat. Di dalam hati, Liam memuji Olive sebagai ibu yang luar biasa. Anak sekecil ini sudah memahami esensi dari integritas seorang pria.

​Tepat tengah hari, ponsel Liam bergetar. Nama "Olive" terpampang di layar. Liam tersenyum tipis, segera menggeser tombol hijau.

​"Merindukanku secepat ini, Kupu-Kupu Kecil?" goda Liam dengan suara beratnya.

​"Jangan percaya diri, Tuan Valerius. Aku menelpon untuk menanyakan putraku. Mana Alex?" suara Olive terdengar ketus namun ada nada khawatir di sana.

​Tepat saat itu, pintu ruangan terbuka. Marcus masuk membawa kantong besar berisi Arum Manis warna-warni. Alex langsung melompat kegirangan dan menghampiri Liam. Liam mengarahkan ponselnya untuk melakukan panggilan video.

​"Mama! Lihat, Alex beli Arum Manis sama Paman Marcus!" seru Alex riang.

​Olive di seberang sana tersenyum sangat tulus melihat wajah ceria putranya. "Alex tidak nakal, kan? Tidak merepotkan Papa Liam?"

​Alex menggeleng kuat-kuat. "Alex anak baik, Ma!"

​Setelah beberapa menit berbincang, Olive akhirnya menitipkan Alex sepenuhnya pada Liam karena ia harus mengurus beberapa desain yang mendesak. Liam menjawab dengan suara rendah yang penuh kepastian, "Jangan khawatir, Olive. Aku sudah menganggap Alex seperti putraku sendiri. Dia aman bersamaku."

​BAB 17: LUKA MASA LALU DAN JERITAN AMBULANS

​Setelah panggilan berakhir, Liam baru saja menyelesaikan tanda tangan di berkas terakhir. Ia menghampiri Alex yang kini mulai bosan mewarnai dan beralih bermain game di ponsel cadangan milik Liam.

​"Alex, boleh Papa bertanya sesuatu?" Liam duduk di samping Alex. "Bagaimana kehidupan kalian saat masih di London dulu? Apa kalian bahagia?"

​Wajah Alex yang tadinya ceria perlahan meredup. Ia meletakkan ponsel itu. "Awalnya menyenangkan, Pa. Mama sering ajak Alex ke taman. Tapi..." Alex menelan ludah, suaranya mengecil. "Waktu itu Alex tidak sengaja menabrak sepatu seorang Tuan kaya saat Alex lari bawa es krim. Sepatunya kotor karena es krim Alex."

​Mata Liam menyipit. "Lalu?"

​"Tuan itu marah sekali. Dia panggil Alex 'anak haram' dan bilang Mama perempuan tidak benar. Dia menampar Mama di depan orang banyak, Pa. Mama menangis tapi tetap peluk Alex. Terus, Tuan itu bawa polisi karena dia bangsawan besar. Mama harus bayar denda yang banyak sekali sampai uang Mama habis. Kita tidak makan tiga hari, tapi Mama tetap kasih Alex roti. Mama bilang Alex harus makan karena sedang masa pertumbuhan."

​BRAK!

​Tangan Liam mengepal keras di atas sofa, urat-urat di lengannya menonjol hebat. Matanya berkilat merah oleh kemarahan yang tak tertahankan. Bayangan Olive ditampar dan dibiarkan kelaparan demi melindungi anaknya membuat dada Liam terasa sesak oleh api amarah.

​"Papa? Papa marah?" tanya Alex takut.

​Liam segera mengatur napasnya, ia tidak ingin menakuti Alex. "Tidak, Jagoan. Papa cuma ingat ada rapat mendadak. Kau main dulu dengan Paman Samuel di ruang sebelah ya? Dia punya banyak mainan robot."

​Liam menitipkan Alex pada Samuel, sekretaris seniornya yang sudah berkeluarga dan sangat terpercaya. Begitu pintu tertutup, Liam keluar dan mendapati Marcus berdiri tegak. Aura di sekitar Liam berubah menjadi mematikan, dingin, dan penuh haus darah.

​"Marcus," suara Liam rendah namun tajam seperti belati. "Cari bangsawan di London yang pernah berurusan dengan Olivia Elenora beberapa bulan yang lalu. Cari siapa yang berani menyentuh wajahnya dan menghina putraku. Aku ingin mereka menderita. Hancurkan bisnisnya, cabut gelarnya, dan buat mereka merangkak memohon kematian."

​Marcus bergidik. Ia tahu Liam bukan sekadar mengancam. Liam adalah pria yang telah melenyapkan ratusan musuh tanpa kedip. Baginya, kedudukan atau kekayaan lawan tidak ada artinya. Jika menyangkut Olive dan Alex, Liam adalah iblis yang keluar dari neraka.

​Satu jam kemudian, di tengah suasana tegang di kantor, ponsel Liam berdering nyaring. Itu dari Brian Sterling.

​"Liam! Cepat ke Rumah Sakit Pusat Monako! Olive... Olive kecelakaan!" suara Brian terdengar panik dan gemetar.

​Dunia seolah runtuh bagi Liam. Tanpa sepatah kata pun, ia menyambar kunci mobilnya, berlari secepat kilat meninggalkan kantor. Pikirannya kosong, hanya ada wajah Olive yang memenuhi kepalanya. Ia bahkan tidak peduli dengan Alex yang ia titipkan, ia tahu Samuel akan menjaganya.

​Sesampainya di rumah sakit, Liam melihat Brian, Vera, dan orang tua Olive sudah berada di sana dengan wajah cemas. Liam menghampiri mereka dengan napas memburu.

​"Dimana dia?! Dimana Olivia?!" teriak Liam.

​"Di dalam, dokter sedang memeriksanya. Dia tertabrak mobil saat menyeberang ke butik," jawab Brian lemas.

​Pintu ruang IGD terbuka. Dokter keluar dan menjelaskan bahwa Olive baik-baik saja, hanya mengalami cidera ringan di kaki dan beberapa lecet, namun ia harus diobservasi karena syok ringan.

​Liam langsung menerobos masuk. Di atas brankar, Olive terbaring dengan perban di kaki dan dahinya. Ia tampak sangat rapuh. Melihat sosok wanita yang ia cintai terluka, pertahanan sang Iron Monarch runtuh seketika.

​Liam jatuh berlutut di samping ranjang Olive, menggenggam tangan porselen wanita itu dengan gemetar. Air mata jatuh membasahi pipi Liam, pria yang dikenal tidak memiliki hati itu kini menangis tersedu-sedu seperti anak kecil.

​"Maafkan aku... maafkan aku tidak menjagamu dengan baik," isak Liam di depan semua orang. "Aku tidak bisa kehilanganmu, Olive. Kumohon, jangan pernah tinggalkan aku lagi. Aku bisa gila jika sesuatu terjadi padamu."

​Olive yang baru saja siuman menatap Liam dengan mata Hazel-nya yang sayu. Ia terkejut melihat pria sekuat Liam menangis demi dirinya. Rasa hangat menjalar di hatinya, menyadari bahwa di balik sikap dinginnya, Liam memiliki cinta yang begitu dalam dan tulus untuknya.

​Malam itu, di bawah temaram lampu rumah sakit, Liam bersumpah di dalam hatinya : siapa pun yang menyebabkan Olive terluka, dunia mereka akan segera berakhir di tangannya.

1
Gibran AnamTriyono
bagus kak ceritanya
Butterfly🦋: makasih sudah membaca semoga suka ceritanya ya🤭😍
total 1 replies
Gibran AnamTriyono
mampir kak , semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!