NovelToon NovelToon
Cinta Ugal Ugalan Mas Kades

Cinta Ugal Ugalan Mas Kades

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Istri ideal / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintamanis / Romansa / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Arunika Nrityabhumi adalah gadis cantik berusia dua puluh tujuh tahun. Ia berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit besar yang ada di kotanya.
Gadis cantik itu sedang di paksa menikah oleh papanya melalu perjodohan yang di buat oleh sang papa. Akhirnya, ia pun memilih untuk melakukan tugas pengabdian di sebuah desa terpencil untuk menghindari perjodohan itu.
Abimanyu Rakasiwi adalah seorang pria tampan berusia dua puluh delapan tahun yang digadang - gadang menjadi penerus kepala desa yang masih menganut sistem trah atau keturunan. Ia sendiri adalah pria yang cerdas, santun dan ramah. Abi, sempat bekerja di kota sebelum diminta pulang oleh keluarganya guna meneruskan jabatan bapaknya sebagai Kepala Desa.
Bagaimana interaksi antara Abi dan Runi?
Akankah keduanya menjalin hubungan spesial?
Bisakah Runi menghindari perjodohan dan mampukah Abi mengemban tugas turun temurun yang di wariskan padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Kembalinya Runi

"Kamu di mana, sayang?" Lirih Abi yang terlihat kusut. Wajah penuh kekhawatiran sedari tadi nyata terlihat.

Abi menutup wajahnya dengan kedua tangan yang bertumpu pada pahanya. Ia memijit dahinya yang terasa berdenyut. Sesak di dadanya kala mengingat perdebatannya kemarin dengan Runi.

"Mas janji gak akan ngelarang kamu main motor trail, asal kamu pulang dengan selamat, dek." Abi kembali bermonolog. Suaranya semakin lirih dan bergetar.

Bu Lastri tak kalah terpuruknya dari Abi. Wanita yang biasanya tegar, sedari tadi menitikan air mata dalam kesendirian. Makanan yang di bawakan Wulan pun sedari tadi belum ia sentuh. Ia merasa begitu sedih dan khawatir walaupun ia yakin kalau Runi akan baik - baik saja selama ia masih berada di wilayah desa ini.

Berita hilangnya dokter Runi, sangat menghebohkan warga. Hari ini, hampir semua warga desa menghentikan kegiatan bekerja mereka demi ikut mencari dokter kesayangan mereka.

Arunika, adalah sosok dokter yang terbilang dekat dengan warga. Ia tak segan membantu siapa saja yang butuh pertolongannya. Ia tak mengenal lelah dan tak mengenal waktu kala menolong warga yang sakit atau terluka.

Sedari pagi warga sudah bolak balik menyisir desa. Mulai dari menyusuri tepi sungai, keluar masuk hutan, bahkan hingga naik turun bukit. Namun sampai menjelang Ashar, mereka belum juga menemukan keberadaan dokter Runi.

Berbagai spekulasi pun muncul. Ada yang bilang dokter cantik itu kabur karena bertengkar dengan Abi, ada yang bilang ia di culik, ada yang bilang ia sedang ada urusan di luar desa, ada yang bilang ia di curi mahluk gaib hingga ada spekulasi kalau ia di bunuh atau di makan hewan buas yang masih nampak berkeliaran di sekitar desa.

"Mas, gak makan? Ibu baru saja selesai makan." Tanya Agil yang menghampiri kakaknya di ruang tamu rumah Runi.

"Nanti saja, Gil." Jawab Abi.

"Mas jangan kayak gini to! Sedih aku lihatnya. Mas harus makan, nanti tak aduin ke mbak Runi kalau Mas seharian gak makan." Ancam Agil dengan netra yang berembun.

Ia pun merasa sedih dengan Runi yang tiba - tiba hilang. Di tambah lagi melihat ibu dan kakaknya seperti ini. Sungguh! Hatinya terasa kian teriris.

"Runi udah ketemu?" Tanya Abi.

Hati Agil bak di hantam palugada kala mendapat pertanyaan itu dari Abi. Tenggorokannya terasa tercekat untuk menjawab pertanyaan Abi. Akhirnya Agil hanya bisa menggeleng dengan bibir yang terkatup rapat.

"Belum ada kabar, pak?" Tanya Abi pada pak Karto yang baru masuk ke rumah yang di tempati Runi.

"Belum. Ibumu di mana, nang?" Tanya pak Karto.

"Di kamar Runi sama Mbak Wulan dan Mira." Jawab Abi.

Ya, sedari pagi tadi mereka memang sengaja berkumpul di rumah Runi. Rasa kehilangan, membuat mereka ingin berada di rumah yang masih menyimpan aroma tubuh Runi.

"Sabar ya, nang. Genduk pasti pulang. Simbok dan mbah Sukadi sudah bilang kalau genduk baik - baik saja dan akan segera pulang." Kata pak Karto yang baru menemui dua orang yang menjadi sesepuh sekaligus kuncen di desa itu.

Baik pak Karto, simbok dan mbah Sukadi, masihlah memiliki hubungan darah. Ketiga orang itu pun masih saling berkaitan untuk sama - sama menjaga desa Banyu Alas.

Dalam kondisi itu, hanya pak Karto yang nampak tenang. Ia percaya pada Allah dan leluhurnya yang akan menjaga Runi. Ia pun yakin kalau Runi masih berada di desa ini.

Mungkin, salah satu leluhurnya ingin 'berkenalan' dengan calon biyung (ibu) dari desa Banyu Alas. Itu salah satu hal yang ada di benak pak Karto.

Konon, tak sembarang orang bisa menjadi biyung dari desa Banyu Alas. Hanya mereka yang memiliki jiwa bersih juga berakhlak mulia, yang akan di titeni (tandai). Terlepas dari itu, semua memang sudah berjalan sesuai dengan takdir dari yang Maha Kuasa.

Dan mereka yang akan menjadi biyung, akan memiliki keterikatan tersendiri pada desa Banyu Alas tanpa merasa terpaksa. Mereka yang hatinya sudah terikat, pasti akan kembali ke desa Banyu Alas, sejauh apapun mereka pergi atau sekuat apapun mereka menghindar.

"Paklik, Kakung, Om, bulik kok belum sampai?" Tanya Almira dengan wajah polosnya. Ia berdiri dengan tubuh yang di condongkan ke arah Abi.

Abi meraih tubuh keponakannya dan medudukkannya di pangkuan. Ia memeluk erat bocah kecil itu seolah sedang mencari ketenangan.

"Sabar ya, nok! Sebentar lagi bulik Runi pulang." Jawab Pak Karto.

"Benel, kung? Sebental ladi tan?" Tanya Mira.

"Njih, denok ayu." Jawab pak Karto yang menghadirkan kepuasan di wajah Mira.

Abi berjalan tertatih menuju ke masjid untuk memenuhi panggilan sholat. Di belakangnya ada Agil, pak Karto dan Adit yang mengekor. Almira yang ngeyel ingin ikut pun menggandeng tangan Abi dengan erat.

"Paklik, nanti tita doakan bulik, bial tepet pulang ya?" Ujar Mira dengan ucapan cadelnya.

"Iya, mbak Mira." Jawab Abi sekenanya.

"Paklik dak matan? Nanti bulik malah - malah sama paklik sepelti waktu itu." Almira mengingatkan Abi saat Runi mengomel karena ia melewatkan makan siangnya.

"Iya, nanti paklik makan, nok." Jawab Abi.

Selepas sholat, ia tak langsung pulang. Abi terus berdoa dan berzikir di dalam masjid hingga tak terasa waktu sudah menjelang surup.

...****************...

"Bu dokter, maaf, aku hanya bisa mengantar sampai di sini. Bu dokter jalan lurus saja, tidak jauh kok, nanti sampai di perempatan dekat masjid." Jelas Labibah.

"Iya, nggak apa - apa Labibah. Terima kasih sudah mengantar dan terima kasih juga hadianya. Jangan lupa kasih obat bu Dedes dengan teratur ya, semoga bu Dedes lekas sehat." Ujar Runi.

"Baik bu dokter, terima kasih banyak. Sampai jumpa lagi." Labibah melambaikan tangannya pada Runi.

Runi tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Labibah sebelum ia berbalik badan dan berjalan sesuai dengan petunjuk yang di berikan Labibah.

"Ya Allah, astaghfirullah, dek Runi!" Suara Abi memanggilnya. Pria yang memakai setelan koko dan sarung itu langsung berlari dan memeluk Runi yang kebingungan.

"Loh, Mas? Kenapa sih, Mas? Tumben banget peluk - peluk. Kayak lama gak ketemu aja." Cicit Runi yang tak membalas pelukan Abi karena tangannya membawa sebungkus beras dan tas pink yang berisi alat praktik juga obat - obatan.

"Kamu dari mana sih, dek? Seharian kita semua nyari kamu! Warga desa semua nyari kamu, dek." Tanya Abi.

"Seharian apa sih, Mas? Aku pergi cuma beberapa jam. Tadi aku di jemput jam setengah empat pagi, ada pasien yang butuh pertolongan. Lihat deh ini saja baru mau pagi." Ujar Runi yang melihat waktu surup seperti waktu subuh menjelang pagi.

"Sehat kamu, dek? Jangan ngaco, Ah! Ada yang luka, gak?" Abi memeriksa suhu tubuh Runi dengan punggung tangannya, tak panas, justru Abi merasa kalau tubuh Runi sangatlah dingin.

Abi pun menelisik tangan, kaki dan wajah Runi yang tampak baik - baik saja.

"Apaan sih, Mas? Ada apa sih sebenarnya?" Tanya Runi heran.

"Ayo, kita pulang dulu. Nanti di jelaskan di rumah." Jawab Abi.

"Sini, Mas bantu bawa bungkusan dan tasnya." Abi meraih tas dan kantung plastik yang berisi beras.

"Mas, kok kakiku rasanya lemes banget, ya. Kayak gak ada tenaga gitu." Keluh Runi yang tiba - tiba merasa kalau kakinya tak bertenaga.

Ia pun langsung berjongkok karena merasa kalau tak mampu menopang tubuhnya lagi.

"Astaghfirullah, dek! Kamu kenapa? Apa yang kamu rasain?." Abi meletakkan kantung plastik dan juga tas Runi di jalan. Ia lalu membopong tubuh Runi yang terasa sangat dingin.

Beberapa warga yang melintas, membantu Abi membawa bungkusan dan tas milik Runi ke rumah yang di tinggali Runi.

"Mas Abi..."

"Dalem, sayang."

"Nanti tolong bagikan beras itu ke seluruh rumah yang ada di desa. Bagikan secara merata agar semua kebagian walaupun hanya sejumput. Suruh mereka simpan di wadah penyimpanan beras mereka, simpan saja, jangan sampai tercampur dan termasak." Pesan Runi dalam kondisi setengah sadar.

"Njih sayang." Jawab Abi yang semakin mempercepat langkahnya.

Sementara itu Runi, perlahan memejamkan mata setelah menyampaikan pesan yang tadi di sampaikan oleh bu Dedes.

"Sayang.... Dek, bangun dek! Arunika!!" Seru Abi yang panik kala Runi tak sadarkan diri dalam pelukannya.

1
Muslimah
ampun dahh,,, perutku sampe kram gegara ketawa trus
Idawati Sahir
karya ini mengenalkan ku dengan adat jawa yang baru diketahui..Terasa dekat dengan kampung halaman yang Indah dan Damai. terima kasih penulis. Gaya penulisan yang mudah difahami. Bahasa jawa yang hampir terlupa oleh ku. terima kasih penulis mengingatkan ku..
Anita Juwita
/Good/
Elizabeth Zulfa
makin kesini ceritanya makin seru ada cerita mistisnya jaman ne2k moyang soal kepercayaan dengan hal2 gaib ya ... ini kejawen tenan 😊😊😊
Muslimah
aq bacanya sambil ketawa ketiwi sendiri
Muslimah
ya Allah,, baca novel ketawa ketiwi sendiri aq
04581
AQ mampir kak
Esti Trianawati
Aku jan senenge pol moco ceritamu thor....kok yo mbe nemu iki...nganti maraton mocone..
Rais Raisya
novel ya bagus bgt dri awal baca ga brti ke tawa semangat ka 🙏💪
AyyAyang Tariie
ada yg punya rekomendasi cerita gini lgi gk guysss.. gamon bgt ma cerita ini
Manggar Manggar
good story n lucu.. 👍👍💯💯💯
Sri Hariayati
Masyaallah,,luar biasa ceritanya,,saya terlahir sebagai orang jawa tapi besar dibumi borneo khususnya kalimantan Timur,,jadi banyak belajar bahasa jawa,,terimakasih thor dan terus berkarya ya🙏🙏
zulfah aini
🤣🤣🤣
Siti Aisyah
ceritanya seru buat ketawa truz banyak pelajaran yg di ambil dlm cerita tersebut 😄😄semangat truz ya Thor untk karyanya💪💪🤗🤗🤗
Cunrad Dan Iswani Matulessy
sangat bagus alur cerita mengajar kan tentang kasih yg Tulus👍👍
Lilis Mini85
Thor Aku orang jawa tengah tp g paham arti utowobalawan lan niskolo, bisa ksh tau arti nya k Thor? 🙏
Bunda Aish
novel yang menceritakan kisah unik dan menarik
Nona Sifa
mau 1 cowo kaya abi😄
zulfah aini
sumpah lucu🤣🤣🤣
zulfah aini
🤣🤣🤣bisa ngusir bisa manggil juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!