NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: tamat
Genre:Gangster / Action / Komedi / Tamat
Popularitas:655
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan perjuangan seorang pemuda yang tadinya hanya seorang pemuda biasa, tapi, kehidupan yang sulit membuatnya tak punya pilihan lain selain menjadi seorang agen.
Bukan hal yang mudah karena Wawan, tokoh utama di cerita ini sebenarnya adalah seorang penakut yang mengharapkan hidup normal dan santai.
Tapi, lama kelamaan Wawan menjadi terbiasa dengan pekerjaan berbahaya itu dan malah menjadi agen paling hebat di kesatuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak ada kesetiaan di antara kriminal

Setelah Kipli mati, senyuman puas terpancar jelas di wajah Layla.

Dari semua bawahan Yanto, hanya dia yang paling benci pada Kipli.

Selain karena ada rasa iri, ada juga cerita tambahan di masa lalu yang membuat Layla begitu tidak suka pada Kipli.

Yaitu dulu Layla pernah di campakkan oleh Kipli untuk perempuan lain yang sekarang perempuan lain itu telah menjadi istrinya Kipli.

"Kalian urus masalah ini sesegera mungkin. Jangan sampai karena keributan ini markas kita jadi ketahuan oleh publik!" Kata Yanto.

Semua orang yang ada di dalam ruangan segera mengangguk dan mulai menjalankan tugas dari Yanto.

Mereka mengumpulkan semua anak buah mereka dan mengambil senjata sebanyak mungkin dari tempat penyimpanan.

Setelah siap, mereka langsung maju ke garis depan. Tempat baku tembak brutal sedang berlangsung.

"Mati kalian semua!!" Teriak Jaka sambil menembak secara membabi-buta.

Awalnya ia terlihat sangar dan keren.

Namun itu tak berselang lama.

Belum ada beberapa menit Jaka di buat tidak berdaya ketika Wawan menembaknya tepat di dada.

Jlebb!!

Jaka senyap seketika ketika terkena tembakan.

Sedangkan Wawan sendiri tidak begitu menyadari siapa yang baru saja dia tembak tadi karena saking kacaunya tempat ini.

Sari yang kebetulan ada di dekat Jaka segera mengambil sambil mengumpat. "Dasar bodoh!"

"Sudah tau sedang baku tembak dan kau malah berdiri di tempat yang sangat terbuka sambil teriak-teriak...!" Sari mengecek denyut nadi Jaka.

"Masih hidup... Tapi sepertinya tidak akan lama!"

"Mau di selamatkan juga bagimana caranya?!" Karena tidak bisa di selamatkan jadinya Sari meninggal Jaka begitu saja.

Ia lebih memilih fokus pada baku tembak dan berusaha segera menyelesaikan ini.

Kalau Jaka berhasil bertahan sampai baku tembak berakhir maka ia akan tergolong, tapi kalau tidak...

Ya, mau bagiamana lagi?.

Itulah yang ada dalam pikiran sari pada saat ini.

Kembali pada Wawan.

Kala itu, Wawan terlihat berada dalam posisi yang sangat nyaman dimana dia bisa menembak menggunakan sniper tanpa mendapatkan balasan tembakan.

Cukup banyak orang yang Wawan tembak dalam baku tembak ini.

Namun sekarang, muncul masalah dimana peluru snipernya telah habis.

"Waduh... Padahal tadi aku bawa banyak peluru, tapi kok tidak cukup, ya!?..." Wawan merasa pusing sejenak karena kehabisan peluru.

Ingin minta peluru pada komandan tapi posisi komandan sangat jauh.

Dan kemungkinan komandan telah menyerahkan semua peluru sniper yang ia bawa pada Wawan.

Ada sih, sebuah pistol yang Wawan bawa sebagai senjata cadangan.

Tapi pelurunya juga tidak banyak.

"Ah, bodo ah!" Merasa ruwet Wawan mengambil keputusan berani dimana dia akan maju ke depan sana untuk melawan menggunakan tangan kosong.

Jika Wawan bertarung menggunakan tangan kosong Wawan tentunya tidak akan lagi mengambil kehabisan peluru.

Wawan mengendap-endap dan akhirnya dia sampai di sisi musuh yang sedang sangat fokus baku tembak.

"Punteun!!" Kata Wawan sambil menepuk pundak seseorang.

"Hah? Ada apa!?" Orang tadi malah menoleh dengan cerobohnya seakan tak sadar kalau Wawan adalah musuh.

Bukk!!

Wawan pun menghantam wajah orang yang ia panggil tadi hingga orang tersebut langsung terkapar pingsan.

Tindakan Wawan yang tadi itu membuat beberapa orang yang ada di sekitarnya sadar kalau Wawan adalah musuh.

"Dia musuh!! Cepat tembak dia!!" Beberapa orang mengarahkan senjatanya pada Wawan.

Dengan cepat Wawan bergerak dan melumpuhkan orang-orang yang menodongnya dengan cukup mudah.

Di sini, Wawan benar-benar seperti seorang agen yang sangat pemberani.

Ia tak memakai senjata apapun, hanya tangan kosong yang ia gunakan untuk melumpuhkan para musuh.

Cara Wawan dalam mengalahkan musuh itu jelas menghadirkan pesona tersendiri.

Hingga Sarah yang secara tidak sengaja menyaksikan aksi Wawan tadi makin terpesona dan penasaran pada sosok Wawan.

Dari lubuk hatinya, Sarah sangat ingin mengenal Wawan lebih jauh lagi.

Beralih pada Layla yang mulai panik karena posisi pasukannya sedang berada dalam keadaan terdesak.

Ia menembak dengan raut wajah muram karena hatinya sedang cemas.

"Tsk!"

"Kok bisa, kami jadi pihak yang terdesak di sini. Padahal, kami memang dalam segi jumlah di sini!" Gumam Layla.

Sari kemudian datang dan membawa berita buruk yang membuat Layla makin cemas.

"Hey! Anak buah kita semakin lama semakin sedikit!"

"Kalau kita teruskan baku tembak ini kita tidak akan punya peluang untuk menang!" Kata Sari sambil terus menembak.

"Aku tahu. Tapi kita tidak punya pilihan lain selain menetap dan melawan mereka sebisa mungkin di sini!" Kata Layla.

Sejenak mereka terdiam untuk fokus menembak.

Tapi tak lama kemudian, Sari tiba-tiba berkata...

"Kalau kita terdesak lebih dari ini, aku tidak akan diam lebih lama lagi. Aku akan kabur dari tempat ini!" Layla terbelalak karena terkejut.

Ia menoleh ke arah Sari yang mana tampaknya Sari tidak sedang bercanda.

"Kau mau berkhianat!?" Tanya Layla.

"Ya, aku akan meninggalkan geng ibu kalau aku pikir geng ini sudah tidak punya harapan untuk menang!"

"Aku tidak sebodoh itu untuk tetap tinggal dan mati bersama kalian!" Layla diam karena tak habis pikir kalau Sari akan berkata seperti itu.

Tapi... Apa yang dari katakan ada benarnya.

Mereka ini kriminal, mereka hanya berkumpul karena merasa kalau di sana ada keuntungan untuk mereka.

Kalau tempat itu sudah tidak lagi menguntungkan mereka tentu akan langsung berpaling dan pergi begitu saja.

Layla yang tadinya mau tetap tinggal agar bisa menjadi orang yang paling dekat dengan Yanto kini mulai berubah pikiran.

Apa gunanya semua itu kalau pada akhirnya dia akan tertangkap bersama dengan Yanto.

Lebih parahnya lagi.

Mereka kemungkinan akan di hukuman mati karena kejahatan mereka sudah terlampau sangat banyak.

"... Aku kira apa yang aku katakan tadi ada benarnya!" Layla sudah berubah pikiran.

Ia lebih memilih mengikuti Sari dan kabur dari tempat ini sebelum semuanya terlambat.

Jlebb!!

"Ahhh!!" Kebetulan pada saat itu seseorang yang berdiri di sebelah mereka tertembak.

Itu membuat mereka yakin kalau ini adalah saat terbalik untuk melarikan diri.

"Sudah tidak ada harapan. Aku akan pergi sekarang juga!" Kata Sari langsung balik badan dan pergi.

"Hey! Tunggu aku!" Layla langsung menyusul menjauhi area baku tembak.

Namun sebelum itu ia sempat menoleh ke arah anak buah mereka yang sedang baku tembak tanpa sadar kalau atasan mereka sudah mulai kabur.

"Tsk!... Bisa-bisanya kami kalah baku tembak oleh beberapa agen saja!" Setelah selesai mengumpat Layla menyusul Sari.

Keduanya melompat keluar lewat lubang yang ada di dinding.

Whoosss!!

Brugg!!

Tempat mereka melompat itu agak tinggi, makanya ketika mendarat mereka berdua merasakan rasa sakit.

Meksipun mereka kesakitan tapi mereka tidak berhenti begitu saja.

Keduanya segera bangun dan lari secepat mungkin meskipun agak tertatih-tatih.

Kembali ke dalam gudang.

Beberapa menit setelah Layla dan Sari kabur, anak buah mereka yang masih bertahan di dalam akhirnya di taklukkan oleh pasukan agen rahasia.

Mereka yang masih selamat langsung angkat tangan dan menyerah.

Tidak ada lagi perlawanan karena orang-orang yang masih selamat itu sadar kalau mereka sudah tidak bisa lagi untuk melawan.

Hanya menyerah dan pasrah saja yang bisa mereka lakukan pada saat ini.

.... Kecuali jika mereka memang tidak mau hidup lagi.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!