NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Malam harinya, Arion dan Felicia memutuskan kembali ke apartemen. Terasa sedikit berbeda yang Felicia rasakan pada sikap Arion yang lebih diam dari sebelumnya. Pria itu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

Arion langsung berjalan menuju ke kamarnya meninggalkan Felicia setelah memasuki apartemen. Membuat Felicia kebingungan dengan sikap suaminya itu.

"Dia kenapa?" Felicia bertanya-tanya. Dia segera melenggang pergi memasuki kamarnya.

Di dalam kamar Arion.

Pria itu menatap langit malam dari balkon kamarnya. Bayangan pertemuan dengan Kenzo tadi siang masih terngiang-ngiang dalam benaknya.

Flash back on

"Kak Kenzo." Arion terkejut dengan kedatangan Kenzo.

Kenzo tersenyum. Dia segera duduk di sofa dan diikuti oleh Arion.

"Kenapa Kak Kenzo tiba-tiba datang?" tanya Arion heran. Sebelumnya Kenzo jarang datang ke kantor. Ini adalah kali pertamanya Kenzo menemuinya.

"Memangnya kenapa? Apa tidak boleh mengunjungi adik sendiri?" Kenzo terkekeh melihat Arion yang terkejut.

"Aku datang karena ada yang ingin kukatakan padamu, Arion."

Arion mengernyit. "Apa yang ingin Kak Kenzo katakan?" Arion merasa penasaran.

Senyum itu surut dari bibir Kenzo dan tergantikan dengan helaan napas berat.

"Maafkan Aku," ucap Kenzo yang mana membuat Arion semakin bingung dengan arah pembicaraan mereka.

"Kenapa tiba-tiba Kau meminta maaf ?"

Kenzo terdiam sejenak sebelum kata-kata yang sudah ia rancang itu kembali keluar dari bibirnya.

"Aku tidak tahu kalau Cintia adalah kekasihmu dulu. Waktu itu Aku merasa jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihatnya. Wajah putus asa itu ...." Kenzo kembali terdiam sejenak.

"Melihatnya menangis ketika dirinya membutuhkan biaya untuk rumah sakit ayahnya membuatku begitu tidak tega. Aku ingin memilikinya dan menjadikannya milikku tanpa ingin mengetahui hal lainnya lagi. Aku memberikannya biaya untuk ayahnya dengan syarat mau menjadi Istriku. Dia menyetujuinya hingga membuatku begitu bahagia." Kenzo tersenyum mengingatnya.

Arion hanya terdiam mendengar penuturan Kenzo.

"Aku tahu di sanalah letak kebodohan ku. Aku tidak pernah mencari tahu tentang kehidupan Cintia sebelumnya. Apakah dia mencintaiku atau tidak. Aku egois. Aku hanya mementingkan diriku sendiri. Hingga Aku tahu sebuah fakta sebenarnya yang membuatku begitu hancur hingga saat ini. Dia selalu menyebut namamu di saat Aku mau menyentuhnya. Awalnya Aku marah karena ku pikir kalian ada main di belakangku. Namun Aku salah. Aku mulai mencari tahu semuanya. Ternyata Aku yang sudah menghancurkan kehidupan kalian. Mimpi indah kalian untuk hidup bersama. Aku menjadi pria egois yang membuat kalian berpisah. Maaf, Arion. Maafkan Aku...." Kenzo menatap ke atas sembari memejamkan matanya dan menyesali segalanya.

Arion bergeming. Penuturan Kenzo membuatnya tak dapat berkata-kata. Di satu sisi Kenzo adalah kakak yang Ia sayangi sejak kecil. Walaupun Kenzo kakak tirinya, namun pria itu selalu saja menjadi pelindungnya.

Namun, cinta masa lalu juga membuatnya terbelenggu dan sulit untuk melupakannya hingga saat ini. Arion hanya mencoba untuk ikhlas, walaupun terkadang hatinya terus memberontak.

"Kak Kenzo ... Aku sudah mengikhlaskan masa lalu ku. Cintia sudah memilih keputusannya dengan menikah denganmu. Sebaiknya jangan lagi mengungkit apa yang terjadi di masa lalu. Kau tahu Aku juga sudah menikah dengan Felicia. Ku harap, Kita bisa menjalani masa depan dengan saling menghargai. Lupakan saja masa lalu kita." Arion mencoba untuk berlapang dada meski masih ada rasa sakit yang mendera.

Kenzo tersenyum miris. Nyatanya sang istri sampai sekarang tak dapat melepaskan masa lalu. Walaupun dirinya memberikan begitu banyak cinta, sang istri tetap menatap masa lalunya.

"Kedatanganku hanya ingin meminta maaf padamu, Arion. Jika terjadi sesuatu padaku, tolong Kau jaga Dia untukku," ucap Kenzo.

Flash back off

Arion bertanya pada hatinya. Apakah rasa cinta itu masih ada untuk masa lalunya? Dan jawabannya Arion sendiri tak tahu.

Pria itu memilih untuk kembali ke kamar dan tidur. Terlalu banyak yang ia pikirkan. Setidaknya dengan tidur dapat mengurangi beban yang ia rasakan walaupun hanya sebentar.

---

Pagi harinya.

Arion merasa terganggu dalam tidurnya. Suara ketukan pintu yang tanpa jeda membuat pria itu langsung membuka matanya.

Arion langsung berjalan menuju pintu dan membukanya. Menampilkan Felicia yang berlinangan air mata.

"Arion ... Kak Kenzo ...." Felicia sulit mengeluarkan kata-katanya.

"Kenapa, Felicia? Ada apa? Kenapa menangis?" Arion merasa ada yang salah. Mendadak perasaannya tidak enak.

"Pesawat Kak Kenzo... mengalami kecelakaan." Felicia tak kuasa menahan air matanya yang menetes kian derasnya.

Sementara Arion tercekat. Dia masih belum bisa menerima kabar tersebut. "Tidak! Kau pasti salah!" Arion beringsut mundur. Tak terima dengan kabar tersebut.

Baru kemarin dia berbicara empat mata dengan sang kakak. Arion tak memiliki firasat apapun.

"Katakan jika Kau hanya bercanda, Felicia!" Air mata Arion luruh tanpa ia minta.

Felicia langsung memeluk Arion. Dia tidak tega melihat suaminya yang merasa begitu kehilangan. Felicia sendiri sangat sedih dengan kabar ini. Kenzo begitu baik. Bahkan baru kemarin mereka memasak bersama.

Felicia membiarkan Arion tenang terlebih dahulu. Setelah suaminya tenang, mereka langsung menuju rumah utama keluarga Okimura.

Di sana sudah ada Abraham dan Cintia yang tertunduk dalam tangisnya. Rasa kehilangan itu begitu kentara.

Cintia sendiri tak menyangka jika Kenzo akan pergi secepat itu. Pertengkaran yang terjadi kemarin membuatnya merasa bersalah.

Bukan ini yang Cintia inginkan. Dia hanya ingin terlepas dari suaminya, bukan ingin Kenzo pergi dari dunia ini.

Cintia memang tidak mencintai Kenzo. Namun selama pernikahannya, Kenzo begitu baik dan selalu ada untuknya. Rasa bersalah itu membuatnya di rundung penyesalan yang mendalam.

Beberapa Minggu berlalu. Keluarga para korban kecelakaan pesawat mulai mengikhlaskan kepergian kerabat mereka yang menjadi penumpang pesawat itu, termasuk Abraham, Arion, Cintia dan juga Felicia.

Pesawat di duga mengalami ledakan dan membuat korban penumpang tak tersisa lagi. Hanya puing-puing pesawat yang di temukan.

Tak ingin larut dalam kesedihan. Arion memutuskan kembali ke London dan menetap di sana.

Kini sudah satu bulan semenjak kepergian Kenzo, Arion kembali dalam rutinitasnya. Walaupun terkadang dia sering teringat dengan sang kakak.

"Tuan, sekretaris baru Anda hari ini akan mulai bekerja. Saya sudah menyuruhnya untuk segera masuk ke ruangan Anda." Asisten Arion memberitahu.

Arion hanya mengangguk. "Terimakasih, Kau boleh pergi," ucap Arion.

Roger membungkukkan tubuhnya sebelum keluar dari ruangan Arion.

Tak berapa lama, pintu di ketuk. Arion segera mempersilahkan. Arion mengerutkan keningnya melihat sosok yang keluar dari balik pintu.

"Cintia," gumam Arion.

"Selamat pagi, Tuan Arion. Saya Cintia, sekretaris Anda yang baru." Cintia memperkenalkan diri dengan tersenyum manis.

"Kenapa Kau bisa berada di sini, Cintia?" Arion merasa heran. Yang ia tahu, Kenzo telah memberikan sebagian hartanya untuk Cintia. Namun, apa yang di lakukan gadis di depannya itu?

"Aku tidak bisa menahan hatiku, Arion. Aku merindukanmu. Aku membutuhkanmu, tidak ada seseorang yang ku miliki lagi selain dirimu. Nyatanya Kenzo juga meninggalkan ku," ucap Cintia pelan.

Arion terdiam sejenak. Dia tahu Cintia memang tidak punya keluarga lagi. Arion teringat akan ucapan Kenzo yang menyuruhnya untuk melindungi Cintia.

Arion menghela napas sejenak. "Aku akan membiarkanmu bekerja di perusahaan ku, Cintia. Tapi sekarang Kau hanya sebatas bawahan ku. Jangan mengungkit hal lalu padaku," ucap Arion tegas.

Cintia tersenyum. Dia yakin jika Arion masih mencintainya. Cintia akan membuktikan itu. "Baiklah. Terimakasih sudah menerimaku. Aku juga sudah meminta izin pada Papa. Dan Papa mengizinkan Aku bekerja denganmu," ucap Cintia.

Arion mengangguk. "Baiklah, Kau silahkan ke ruanganmu. Roger akan menjelaskan semuanya tentang pekerjaanmu."

---

Di sisi lainnya, saat ini Felicia sedang bergelayut manja di lengan seorang pria. Felicia merasa bersalah karena membatalkan janji temunya dengan Fero kala itu, mengingat hal duka yang terjadi.

Kali ini mereka bertemu kembali. Fero ada syuting di London dalam beberapa bulan ke depan. Dan itu ia manfaatkan untuk bertemu dengan Felicia.

Felicia begitu cerewet menceritakan tentang suaminya pada Fero. Hal itu malah membuat Fero begitu lesu mendengarnya.

"Kenapa menceritakan suamimu terus? Apa Kau tidak merindukanku hum?" protes Fero.

"Aku sangat merindukanmu, Kak. Tapi Aku benar-benar tidak bisa menahannya untuk tidak bercerita padamu." Felicia terkekeh.

"Apa Kau tahu Aku sangat cemburu?! Kau sudah membuatku patah hati, Felicia. Kau dulu berkata ingin menunggu ku melamarmu. Tapi sekarang nyatanya Kau malah menikah dengan pria lain!" Fero pura-pura marah. Walaupun sejujurnya apa yang Ia katakan adalah bentuk perasaan yang sebenarnya.

"Itu hanya ucapan seorang anak kecil. Waktu itu Aku masih kecil dan tidak mengetahui hal lainnya lagi selain mengagumimu. Lagipula Kau kakak sepupuku, mana mungkin kita menikah." Felicia malah tertawa terbahak-bahak.

Fero berdecak. "Sepupu tiri kalau Kau lupa."

"Terserah Kak Fero saja. Yang jelas Kau adalah kakak ku," kekeh Felicia.

"Baiklahh-baiklah. Kau menang," ucap Fero akhirnya. Setidaknya gadisnya terlihat begitu bahagia sehingga membuatnya merasa tenang.

"Apa Kau bahagia dengan pernikahanmu, Felicia?" tanya Fero memastikan.

"Tentu saja Aku bahagia. Suamiku seperti pangeran. Dia juga sangat baik padaku, walaupun terkadang menyebalkan." Felicia menceritakan semuanya.

Felicia memang semakin akrab dan dekat dengan suaminya. Walaupun dia masih belum dapat membuat Arion mengakui cintanya, tapi Felicia yakin pasti sebentar lagi hari itu akan terjadi.

"Syukurlah jika princess ku bahagia. Tapi jika suatu saat Aku mendengar atau melihat Dia menyakitimu, maka Aku akan membawamu pergi darinya."

"Itu tidak akan terjadi." Felicia berkata dengan yakinnya.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!