NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kriminal dan Bidadari / Slice of Life / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Diagnosa Plastik Part 2

​"Kau... kau iblis..." desis Sienna dengan suara bergetar. Air matanya kembali menetes, tapi kali ini bukan air mata buaya. Ini air mata ketakutan murni.

​Ziva melipat kedua tangannya di dada, wajahnya berubah menjadi ekspresi profesional yang dingin.

​"Mau kuperbaiki sekalian?" tawar Ziva santai, seolah menawarkan permen. "Aku bisa mengatur jadwal operasi rekonstruksi untukmu. Membuang implan busuk itu, meluruskan tulang hidungmu yang bengkok, dan membersihkan sisa-sisa racun botox di jaringan ototmu."

​Ziva mendekatkan wajahnya lagi, berbisik dengan nada manis yang mematikan.

​"Aku kasih diskon teman. Lagipula, membedah wajah palsu jauh lebih mudah daripada membedah otak. Setidaknya kalau aku salah potong di wajahmu, tidak ada sel otak yang hilang... karena sepertinya kau memang tidak punya otak sejak awal."

​Hening.

​Benar-benar hening.

​Dunia Sienna runtuh seketika. Harga dirinya sebagai wanita tercantik, terpopuler, dan paling sempurna, hancur lebur di bawah kaki Ziva yang bahkan tidak memakai alas bedak.

​Sienna meraba wajahnya sendiri dengan panik. Kata-kata Ziva tentang 'hidung miring' dan 'dagu membusuk' terngiang-ngiang di kepalanya seperti mantra kutukan. Dia merasa ada yang gatal di dagunya. Dia merasa hidungnya benar-benar bengkok. Paranoia langsung menyerangnya.

​"TIDAK! WAJAHKU!" jerit Sienna histeris. Dia tidak tahan lagi. Tatapan Ziva terasa seperti sinar X-ray yang menelanjanginya.

​Tanpa pamit, tanpa mengambil tas Hermes-nya yang rusak di lantai, Sienna berbalik dan berlari kencang. Dia nyaris terpeleset karena hak tingginya saat berlari menuju kamar mandi tamu di dekat ruang depan.

​BRAK!

​Pintu kamar mandi dibanting keras, diikuti suara kunci diputar dan teriakan frustrasi Sienna yang memeriksa wajahnya di cermin.

​"AAAAHHH! MIRING! BENAR-BENAR MIRING!"

​Teriakan Sienna menggema samar dari kejauhan.

​Di ruang makan, Ziva menghela napas panjang, seolah baru saja selesai membuang sampah berat. Dia kembali duduk di kursinya dengan tenang, mengambil gelas airnya, dan meminumnya seakan tidak terjadi apa-apa.

​"Berisik sekali," gumam Ziva, lalu melirik tas Hermas rusak di lantai. "Pelayan, tolong buang sampah merah itu ke tempat sampah. Baunya bikin selera makan hilang."

​Pelayan yang bersembunyi langsung muncul dengan sigap, mengambil tas ratusan juta itu tanpa banyak tanya, menatap Ziva dengan pandangan kagum setengah mati. Nyonya baru mereka benar-benar mengerikan.

​Sementara itu, di ujung meja...

​Bahu Elzian bergetar.

​Awalnya pelan, hanya getaran halus. Lalu semakin kuat. Pria itu menundukkan kepalanya dalam-dalam, satu tangan menutupi wajahnya, sementara tangan lainnya mencengkeram pegangan kursi roda erat-erat.

​"Pfft..."

​Suara tawa tertahan lolos dari bibir Elzian.

​Ziva menoleh, mengangkat alisnya. "Kenapa? Kau tersedak tulang ayam? Atau kau mau protes karena aku menghina mantan kekasihmu?"

​Elzian mengangkat wajahnya. Matanya yang biasanya dingin dan gelap, kini berair karena menahan tawa. Wajahnya memerah. Untuk pertama kalinya, topeng CEO kejam itu retak sepenuhnya.

​"Hahahaha!"

​Tawa Elzian pecah. Tawa lepas yang jantan dan berat, menggema di ruang makan yang luas itu. Dia tertawa sampai harus memegangi perutnya.

​"Manekin toko baju..." ulang Elzian di sela tawanya, napasnya tersengal. "Kau bilang dia manekin toko baju... Astaga, Ziva."

​Elzian menggelengkan kepalanya tak percaya. Dia menatap istrinya dengan binar geli yang nyata.

​"Aku sudah mengenal Sienna selama tiga tahun. Aku tahu dia melakukan beberapa prosedur kecantikan, tapi aku tidak pernah peduli. Tapi kau... kau menghancurkan mentalnya dalam waktu kurang dari enam puluh detik dengan diagnosa medis."

​Elzian menyeka sudut matanya yang basah. "Itu kejam. Sangat kejam."

​"Itu fakta," sahut Ziva acuh tak acuh, mulai menyendok supnya lagi yang sudah agak dingin. "Dia yang mulai menyerang fisikku. Aku cuma memberi opini profesional gratis. Harusnya dia berterima kasih. Biaya konsultasiku mahal, tahu."

​Elzian menatap Ziva lekat-lekat. Sisa tawa masih membekas di wajahnya, membuat pria itu terlihat sepuluh tahun lebih muda dan jauh lebih tampan.

​"Kau menakutkan, Dokter," ucap Elzian, tapi nadanya penuh dengan kekaguman yang tidak lagi ditutupi. "Kalau musuh-musuh bisnisku tahu kau punya mulut setajam itu, mereka pasti berpikir dua kali sebelum menyerang kita."

​"Baguslah," Ziva menyuap supnya. "Jadi, kapan kau usir wanita plastik itu? Aku tidak mau dia menginap di sini. Nanti dia menularkan virus kebodohan ke seisi rumah."

​Elzian masih tersenyum miring. Dia mengambil ponselnya, mengetik pesan singkat pada kepala keamanan di depan.

​"Tenang saja," kata Elzian santai. "Setelah dia puas menangisi hidungnya di kamar mandi, pengawal akan 'mengantarnya' keluar. Dan aku pastikan, ini terakhir kalinya dia berani menginjakkan kaki di sini."

​Elzian menatap Ziva lagi, kali ini dengan tatapan yang lebih dalam.

​"Terima kasih, Ziva," ucapnya tulus.

​Ziva berhenti makan sebentar, lalu mendengus pelan, menyembunyikan rona merah tipis di pipinya. "Sama-sama. Sekarang habiskan makananmu. Protein penting untuk penyembuhan otot kakimu yang 'katanya' lumpuh itu."

1
Warni
🥰🤭🤭🤭🤭😂
Warni
Lebih galak Ziva.
Warni
😫
Warni
😂
Warni
🤭
Warni
Ngambek nanti si Suami klu tulisannya di ejek jelek.
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kalau orang mengira Elzian lumpuh maka kakinya adalah istrinya sendiri. good job Ziva
Ma Em
Akhirnya Ziva bisa mengalahkan Elzian akibat egonya yg terlalu tinggi dan keras kepala orang lain tdk ada yg berani melawan Elzian tapi Ziva bisa mengalahkan nya hebat kamu Ziva .
Savana Liora: iya. mantap
total 1 replies
Warni
🥰
Warni
Mengamuk.🤣
Warni
😂
Warni
😁
Warni
😂
Warni
Jangan bilang Dokter Rayn di pindah tugaskan.🤭
Warni
😂🥰🥰🥰
Warni
🥰
Warni
🤣
Warni
Oh mampus.
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
Aanisa aliya
lanjutkan
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Warni
Ohhh,mantap pak.Suami siaga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!