NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Romansa
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Ciuman di Bawah Salju

​Asap putih pekat dari bom asap memenuhi ruangan, namun sebelum "The Ghost" sempat mendarat, sebuah bunyi klik keras terdengar.

​"Jangan bergerak," suara Kiara menggema.

​Ternyata, saat bom asap dilemparkan, Kiara tidak panik. Ia menggunakan sisa minyak pelumas jam dan benang baja tipis yang selalu ia bawa untuk membuat jebakan instan di area jatuhnya si penyusup. Si pembunuh bayaran itu kini tergantung terbalik dengan kaki terjerat kabel baja.

​"Dino! Sekarang!" teriak Kiara.

​Dino, dengan keberanian yang tiba-tiba muncul, meledakkan flash kamera berkekuatan tinggi tepat di depan mata si penyusup. BLAAST! "Say cheese, hantu sialan!"

​Maya segera melompat dan melumpuhkan si penyusup dengan satu tendangan telak. "The Ghost" akhirnya resmi menjadi "The Guest" di tahanan polisi Swiss nanti.

​Setelah ancaman hilang, masalah baru muncul: Badai salju di luar semakin menggila dan pemanas ruangan benar-benar mati.

​Ryuga, sang CEO yang biasanya selalu tampil sempurna dengan setelan jas mahal, kini tampak mengenaskan. Ia duduk di depan sisa-sisa perapian dengan hidung yang memerah dan tubuh yang gemetar hebat. Ternyata, meskipun jago bela diri, tubuh Ryuga sangat tidak tahan suhu dingin ekstrem.

​"P-P-Kiara..." gigi Ryuga bergelatuk. "K-kenapa kau t-tidak k-kedinginan?"

​Kiara menatap Ryuga sambil menahan tawa. Ia sendiri sudah memakai tiga lapis jaket dan terus bergerak. "Karena saya terbiasa di bengkel yang gerah, Pak Bos. Anda ini CEO Dewangga atau es mambo? Kenapa cepat sekali membeku?"

​"J-jangan menghina k-keadaan f-fisikku," sahut Ryuga sambil mencoba membungkus dirinya dengan selimut wol. "D-Dino! Ambilkan lagi k-kayu bakar!"

​"Kayunya habis, Bos! Yang ada tinggal kursi jati antik di pojok itu. Mau dibakar?" sahut Dino sambil asyik makan coklat Swiss.

​Kiara menghela napas. Ia merasa kasihan melihat cowok dingin yang satu ini sekarang benar-benar menjadi "Cold boy". Ia mendekati Ryuga, duduk di sampingnya, dan menarik pria itu ke dalam pelukannya.

​"Sini," bisik Kiara. Ia membiarkan Ryuga menyandarkan kepalanya di bahunya yang kecil namun kokoh. "Suhu tubuh manusia adalah pemanas terbaik."

​Ryuga terdiam. Rasa hangat mulai menjalar, bukan hanya ke kulitnya, tapi ke hatinya. Ia mengeratkan pelukannya pada pinggang Kiara, menyembunyikan wajahnya di leher Kiara yang wangi melati.

​"Kiara..." suara Ryuga kini lebih berat, tidak lagi bergetar karena dingin.

​"Ya, Pak?"

​"Kau tahu... di kontrak kerjamu, tidak disebutkan kalau kau harus memeluk bosmu saat badai."

​Kiara tersenyum tipis. "Ini bukan instruksi kerja, Ryuga. Ini... keinginan pribadi."

​Ryuga mendongak. Di bawah cahaya redup dari sisa api perapian dan pantulan salju dari luar jendela, wajah Kiara tampak sangat cantik. Tanpa aba-aba, Ryuga menarik tengkuk Kiara perlahan.

​Kali ini bukan ciuman darurat seperti di laboratorium. Ini adalah ciuman yang lambat, hangat, dan penuh perasaan. Di luar sana, dunia mungkin sedang membeku, tapi di dalam vila tua itu, ada api yang tidak akan pernah padam.

​"Kalau tahu kedinginan bisa membuatmu melakukan ini," bisik Ryuga setelah melepaskan ciumannya, "aku rela terjebak badai bersamamu setiap hari."

​"Modus," cibir Kiara dengan wajah semerah tomat, membuat Ryuga terkekeh pelan.

​Tiba-tiba, tablet Dino berbunyi nyaring. Sebuah sinyal enkripsi tingkat tinggi mencoba masuk ke sistem mereka.

​"Eh, Bos! Ada yang mencoba meretas dataku! Namanya... G-I-A? Dia mengirim pesan: 'Bersenang-senanglah selagi hangat, karena aku akan segera menghapus detak jantung kalian dari peta.'"

​Dino mengernyit. "Siapa Gia ini? Dan kenapa dia punya avatar foto kucing galak?"

Cahaya biru dari tablet Dino menerangi wajahnya yang panik, memecah suasana romantis yang baru saja terbangun antara Ryuga dan Kiara. Di layar itu, sebuah bar kemajuan berwarna merah bertuliskan “Download System Data: 65%” terus berjalan dengan kecepatan gila.

​"Bos! Si Gia ini bukan peretas biasa!" seru Dino, jari-jarinya menari di atas layar mencoba menahan serangan. "Dia melompati firewall Dewangga seolah itu cuma pagar tanaman! Dan dia barusan mengirim emoji... kaktus? Apa maksudnya?!"

​Ryuga melepaskan pelukannya dari Kiara dengan enggan, kembali ke mode CEO yang tajam. "Kaktus artinya 'jangan sentuh'. Dia sedang memperingatkanmu, Dino. Kiara, bantu dia."

​Kiara tidak tinggal diam. Ia mengambil jam saku S-1945 yang masih terhubung dengan konsol pusat vila. "Dino, dia meretas lewat jalur digital, tapi sistem vila ini punya jalur analog. Kalau saya putar frekuensi jam ini ke modul enkripsi, kita bisa memutus jalurnya secara fisik!"

​Kiara menggunakan obeng kecilnya, memutar roda gigi di dalam jam saku dengan presisi milimeter. Tik... tik... tik...

​"Sekarang, Dino! Masukkan kodenya!"

​"Mati kau, Kucing Galak!" teriak Dino penuh semangat. Dengan bantuan sinkronisasi manual Kiara, Dino berhasil mengirimkan 'bom data' balik yang membuat koneksi Gia terputus seketika.

​Di layar muncul pesan terakhir dari Gia sebelum gelap: “Not bad, Photographer. Kita main lagi di Jakarta. ;)”

​Dino menyandarkan punggungnya ke sofa, napasnya memburu. "Dia... dia memanggilku fotografer. Kenapa kedengarannya seksi ya?"

​Maya menyentil dahi Dino. "Seksi kepalamu. Dia baru saja hampir menghapus seluruh data kita!"

​Setelah ketegangan mereda, suhu ruangan kembali terasa menusuk. 

Api di perapian sudah hampir mati. Ryuga, yang tadi sempat terlihat gagah saat memberi instruksi, kini kembali gemetar.

​"K-Kiara... s-sini," panggil Ryuga, suaranya kembali bergetar lucu. Ia merentangkan sebelah tangannya, memberi ruang di balik selimut wolnya.

​Kiara menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Tadi katanya mau jadi pelindung, sekarang kok balik jadi es mambo lagi?"

​"Ini namanya p-p-pemulihan pasca-trauma," dalih Ryuga. Saat Kiara duduk di sampingnya, Ryuga langsung menariknya erat, menyembunyikan hidungnya yang dingin di ceruk leher Kiara. "Kau hangat. Jangan pergi."

​Kiara tertegun. Sisi rentan Ryuga ini hanya di tunjukkan padanya. Ia mengelus rambut Ryuga yang sedikit berantakan. "Saya di sini, Ryuga. Kita akan pulang besok."

​Saat Kiara mencoba merapikan kayu bakar yang tersisa, ujung obengnya menyentuh sebuah ubin lantai di dalam perapian yang terdengar kopong. Tuk... tuk...

​"Ada ruang di bawah sini," gumam Kiara.

​Ryuga langsung waspada. Dengan sisa tenaganya, ia membantu Kiara menggeser batu besar di dasar perapian. Di bawahnya, terdapat sebuah kotak logam kedap udara yang dilapisi lapisan timah pelindung dari radiasi dan sensor digital.

​Di dalam kotak itu, terselip selembar foto tua yang sudah agak menguning dan sebuah surat. Foto itu memperlihatkan Ibu Ryuga dan Ayah Kiara yang sedang tertawa di depan bengkel jam, memegang prototipe awal S-1945.

​Namun, yang membuat Ryuga terdiam adalah isi suratnya:

​"Jika kau membaca ini, artinya dunia masih belum aman. S-1945 bukan hanya tentang medis, Ryuga. Ada satu komponen terakhir yang tertanam di dalam Menara Dewangga yang bisa membalikkan waktu kegagalan organ... atau menghancurkan seluruh sistem saraf kota jika jatuh ke tangan yang salah."

​"Satu komponen lagi?" Kiara menatap Ryuga. "Di Jakarta?"

​Ryuga menatap foto itu dengan tajam. "Sepertinya kepulangan kita ke Jakarta tidak akan sedamai yang aku bayangkan. Seline hanyalah permulaan. Konsorsium yang sebenarnya baru saja bangun."

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!