Di usianya yang sudah 26 tahun, Arya masih betah menganggur. Cita-citanya bekerja di kantor besar bahkan menjadi CEO, tidak menjadi kenyataan. Bukan itu saja, tiga kali pula pria itu gagal mendaftar sebagai CPNS.
Ketika di kampungnya diadakan pemilihan Kepala Dusun baru, dengan penuh percaya diri, Arya mencalonkan diri. Tidak disangka, pria itu terpilih secara aklamasi.
Kehidupan Arya berubah drastis semenjak menjabat sebagai Kadus. Pria itu kerap dibuat pusing dengan ulah warganya sendiri yang terkadang membuatnya darah tinggi sampai turun bero.
Selain pusing mengurus warga, Arya juga dibuat pusing ketika harus memilih tiga wanita muda yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupannya.
Ada Arini, dokter muda yang menjadi alasan Arya menjadi Kadus. Lalu ada Azizah, gadis manis dan Solehah anak Haji Somad. Terakhir ada Arum, janda beranak satu yang cantik dan seksi.
Yang mau follow akun sosmed ku
IG : Ichageul956
FB : Khairunnisa (Ichageul)
TikTok : Ichageul21
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pejantan Tangguh
“Matakna, mun boga budak the diurus! Ieu mah diantep wae, jadi wa kalayapan teu puguh! (Makanya kalau punya anak diurus! Ini mah dibiarin, jadi aja keliaran ngga jelas!),” suara kencang Ceu Edoh terdengar sampai ke telinga Arya, padahal jarak pria itu masih sekitar 50 meter lagi.
“Naha jadi nyalahkeun budak urang? Budak maneh we nu leor (Kenapa jadi nyalahin anak ku? Anak kamu aja yang ganjen),” jawab Ceu Iroh tenang.
Ceu Edoh semakin berang mendengar jawaban enteng Ceu Iroh. Hampir saja dia menarik rambut wanita di depannya. Untung saja Arya datang tepat waktu. Bersama dengan Maman, kedua pria itu memisahkan dua ras terkuat di bumi yang sedang berseteru.
“Ya Allah, Ibu-ibu ada apa ini?” tanya Arya sambil menarik Ceu Iroh sedikit menjauh, sementara Maman menarik Ceu Edoh.
“Tah budakna si Iroh ngareneuhan budak urang! (Tuh anaknya si Iroh ngehamilin anak ku!),” tunjuk Ceu Edoh tanpa emosi.
“Santai we Edoh! Teu kudu popolotan kitu! (Ngga usah melotot gitu). Najis pisan.”
“Wani sia ka aing?! (Berani kamu ke aku?!).”
“HEEEEUUUPPPP!!! Jempe heula (diam dulu) Bu Ibu. Hayu duduk heula. Urang ngobrol dari hati ke hati we.”
Arya mengajak dua wanita itu duduk bersama. Namun jarak mereka tidak terlalu dekat agar tidak terjadi adu fisik, adu jotos apalagi adu ilmu hitam.
“Sekarang ceritakan pelan-pelan, apa yang terjadi?”
Arya langsung mengangkat tangannya ketika melihat dua wanita yang di dekatnya membuka mulut berbarengan.
Bersamaan dengan itu keluar juga aroma berbeda dari mulut kedua wanita itu. Mulut Ceu Edoh mengeluarkan aroma jengkol yang kuat. Sementara dari Ceu Iroh tercium aroma petai.
Refleks Arya menjepit hidungnya sambil mengibas-ngibas tangannya untuk mengusir aroma semerbak yang mampir ke hidungnya.
Dia langsung mengambil jarak, agar tidak terlalu dekat dengan dua macan yang sedang berseteru.
“Ceu Edoh dulu yang ngomong. Tolong pake bahasa Indonesia aja ya. Ngga apa-apa kalau logatnya Sunda, yang penting bahasanya Indonesia. Biar yang baca ngga roaming dan ngga harus nulis terjemahan juga.”
Kepala Ceu Edoh dan Ceu Iroh langsung mengangguk tanda mengerti. Arya menggerakkan tangannya pada wanita bertubuh gempal tersbeut.
“Jadi gini, Pak Kadus. Anaknya Ceu Iroh sudah menghamili anak saya. Bukan satu, tapi tiga!”
“Hah? Tokcer juga anaknya Ceu Iroh,” ceplos Maman.
“Siapa dulu Ibunya,” bangga Ceu Iroh.
Wanita itu langsung menutup mulutnya ketika melihat isyarat mata Maman.
“Coba Pak Kadus bayangin, anak Ceu Iroh tiap hari main ke rumah saya. Godain anak saya. Satu per satu anak saya digombalin sampai akhirnya ditidurin terus hamil. Udah hamil, dia ngga tanggung jawab. Pergi gitu aja. Siapa yang ngga sakit? Tiba-tiba saja mau dapat banyak cucu. Dan yang menyebalkan, bibitnya satu! Mending mun kasep.”
Terdengar dengusan Ceu Edoh sambil melihat sinis pada Ceu Iroh, tapi wanita itu malah terlihat biasa saja.
Dengan santai dia mengorek telinganya hingga berhasil mendapatkan hasil tambang dari lubang telinganya.
“Santai aja atuh, Ceu. Nanti kalau udah lahir, saya bantu urus.”
“Urus kabeh ku maneh! (Urus semua sama kamu!)”
“Ceu.. ingat, pakai bahasa Indonesia,” Arya mengingatkan.
“Oh iya. Pokoknya saya mau dia tanggung jawab!”
Arya menghembuskan nafas panjang. kenapa masalah ini sampai tidak terdeteksi oleh Pak Salim sebelumnya?
Arya juga tidak habis pikir, bisa-bisanya anak Ceu Iroh menghamili tiga anak Ceu Edoh tanpa diketahui siapa pun.
“Memangnya Ceu Edoh yakin kalau yang sudah menghamili anaknya itu anaknya Ceu Iroh?”
“Yakin atuh! Saya lihat sendiri.”
“Kalau lihat sendiri, kenapa ngga dicegah?”
“Udah. Tapi dia datang terus dan curi-curi waktu pas saya ngga ada di rumah atau lagi tidur.”
Pantas saja kalau Ceu Edoh begitu emosi. Ketiga anaknya dihamili oleh anak Ceu Iroh. Ditambah lagi sikap Ceu Iroh yang terkesan tidak peduli.
Di saat itu, anak lelaki Ceu Iroh muncul. Dengan cepat Arya memanggilnya. Pemuda berusia 18 tahun itu segera mendekat lalu duduk di samping Arya.
“Yuda, kamu tuh baru 18 tahun kan?”
“Iya, Kang.”
“Kamu udah kerja belum?”
“Belum. Ini lagi ngajuin lamaran.”
“Kamu itu masih muda, belum kerja juga. Tapi kenapa berani-beraninya kamu ngehamilin anak orang? Bukan satu tapi tiga!”
“Eh ngga, Kang. Saya ngga ngelakuin itu. Sumpah, saya masih perjaka, Kang,” Yuda mengangkat dua jarinya. Wajahnya menunjukkan kepanikan.
“Ih Pak Kadus, anak saya mah bageur (baik), soleh. Ngga mungkin ngehamilin anak orang lain sebelum ada ikatan resmi.”
“Lah tadi kata Ceu Edoh, anak Ceu Iroh udah ngehamilin tiga anak Ceu Edoh.”
“Bukan Yuda yang ngehamilin. Tapi anak bungsu saya.”
“Anak bungsu? Bukannya anak Ceu Iroh cuma Yuda aja?”
“Ada lagi, Pak Kadus. Tuh anak bungsu saya.”
Jari Ceu Iroh menunjuk ke arah kirinya. Sontak Arya dan Maman menoleh. Seekor kucing jantan berwarna orange melintas dengan sikap angkuhnya.
Si Oyen, panggilan sayang Ceu Iroh, melirik pada tiga kucing milik Ceu Edoh yang masing-masing berwarna putih, hitam dan coklat muda dengan sorot bangga.
Dia berhasil menghamili tiga kucing tetangga hanya selang waktu tiga hari. Membuktikan kalau dirinya adalah kucing pejantan tangguh.
***
Arya jadi Kadus apes banget🤣
tapi nih.... ada warga baru pasti cantik pula , mode playboy langsung on 🤭🤣🤣
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
kamu pasti rada jaga jarak ya sama ziza karena ada dr airin🤭