NovelToon NovelToon
ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO

ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Pelakor jahat / CEO / Romantis / Ibu Pengganti / Duda / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Selama tiga tahun menikah, Elena mencintai suaminya sepenuh hati, bahkan ketika dunia menuduhnya mandul.

Namun cinta tak cukup bagi seorang pria yang haus akan "keturunan".
Tanpa sepengetahuannya, suaminya diam-diam tidur dengan wanita lain dan berkata akan menikahinya tanpa mau menceraikan Elena.

Tapi takdir membawanya bertemu dengan Hans Morelli, seorang duda, CEO dengan satu anak laki-laki. Pertemuan yang seharusnya singkat, berubah menjadi titik balik hidup Elena. ketika bocah kecil itu memanggil Elena dengan sebutan;

"Mama."

Mampukah Elena lari dari suaminya dan menemukan takdir baru sebagai seorang ibu yang tidak bisa ia dapatkan saat bersama suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. ULTIMATUM

Kantor Raven Wattson terasa lebih sunyi dari biasanya. Lampu-lampu hangat memantul di permukaan kaca dan marmer, tapi tidak mampu mengurangi hawa dingin yang menyelimuti. Suasana ini seolah menekan setiap langkah, menciptakan rasa tak nyaman yang hampir fisik. Di meja kayu hitam megah, laptop Raven menampilkan grafik tekanan terhadap Alvarez. Setiap angka yang turun, setiap laporan yang masuk, membuat bibir Raven menipis dan matanya berkilat dengan rasa puas.

Raven tersenyum tipis, puas dengan kekacauan yang telah ia ciptakan. Namun, ketenangannya segera terganggu oleh ketukan keras di pintu kaca.

"Masuk," suara Raven bergema, tegas namun dingin.

Pintu terbuka perlahan, dan Elena Alvarez melangkah masuk. Tubuhnya tegap, profesional, tapi matanya tajam, menyimpan kemarahan yang hampir bisa memecahkan kaca di sekitarnya. Elena menatap Raven, dan seketika, ruangannya terasa semakin panas.

"Raven?! Apa yang kau lakukan?!" suaranya tegas, penuh emosi. "Apa yang kau lakukan pada perusahaan ayahku, pada keluargaku, dan pada hidupku?"

Raven tetap tenang, menatap Elena dengan mata menyala. Tidak ada ketakutan sedikit pun, hanya senyum tipis yang menakutkan sekaligus memikat.

"Apa yang aku lakukan ... hanya permainan, Elena," jawab Raven pelan. Suaranya dingin, tetapi ada nada memikat yang membuat Elena hampir kehilangan keseimbangan. "Permainan yang kau mulai sendiri, dengan mengirimkan gugatan cerai itu," lanjutnya.

Elena menelan ludah, langkahnya mantap mendekat ke meja Raven. "Permainan? Kau menghancurkan perusahaan ayahku yang dia bangun sejak muda, membuat orang-orang di sekitarku takut, dan kau menyebutnya permainan?"

Raven berdiri. Tubuhnya tinggi, aura kekuasaan dan ketegasan terpancar kuat. Ia melangkah mendekat, menatap Elena mata ke mata.

"Dengar baik-baik, Elena. Aku bisa menarik semua tekanan yang kurasakan pada Alvarez ... semua ... hanya jika kau melakukan satu hal," kata Raven, suaranya turun menjadi berat dan bergema. "Tarik gugatan cerai itu. Kembalilah padaku. Terimalah Jessy dan nantinya, kau akan membesarkan anakku. Aku memberimu satu kesempatan untuk memilih, Elena."

Elena menggertakkan gigi, matanya membara. Suasana menjadi panas, seolah udara di sekitar mereka menebal. Ia merasakan ketegangan yang tidak bisa dihindari.

"Ka gila! Kau tidak bisa memperlakukan orang lain seperti ini! Aku tidak akan tunduk pada ultimatummu!" tegas Elena.

Raven tersenyum, lebih dingin lagi. "Kalau kau menolak ... maka aku benar-benar akan menghancurkan Alvarez. Aku tidak main-main, Elena. Aku memberimu pilihan terakhir."

Elena menahan napas, berusaha mengumpulkan keberanian. Ia tahu Raven benar, kekuasaan pria itu di atas Alvarez, dan jika ia menolak, perusahaan dan keluarganya akan menderita. Namun hatinya menolak menyerah.

Raven mencondongkan tubuhnya, suaranya lebih lembut tapi menembus. "Malam ini akan ada pesta perusahaan. Aku ingin kau hadir ... sebagai istriku. Aku akan memperkenalkan Jessy sebagai istri keduaku, wanita yang mengandung keturunanku. Kau akan melihat sendiri apa yang menunggumu jika kau menolak," ancam Raven.

Elena menelan ludah. Hatinya berdebar tak terkendali. Ia ingin menolak, ingin memukul wajah pria itu, tapi sadar bahwa setiap gerakannya sekarang bisa menjadi kelemahan.

"Kau tidak berhak mengendalikan hidupku seperti ini," Elena membalas, suaranya naik sedikit, tapi matanya menatap lurus ke Raven, menantang, meski hatinya mulai terasa berat.

Raven melangkah lebih dekat, jarak mereka hanya beberapa langkah. Aura kekuasaan dan dominasi pria itu membuat Elena merasa terdesak, namun sekaligus ada sesuatu yang membuat hatinya bergetar.

"Kau selalu tahu aku, Elena. Kau tahu siapa aku, bagaimana aku bertarung, dan siapa yang bisa melindungimu dari dunia ini. Aku memberimu pilihan ... ini satu-satunya kesempatanmu," kata Raven pelan tapi menegaskan setiap kata.

Elena menundukkan kepala sejenak, berusaha menenangkan diri. Ia tahu, menolak sekarang berarti mempertaruhkan segalanya. Tidak hanya Alvarez, tetapi keluarganya juga. Ia bisa merasakan bahwa setiap langkahnya sedang diperhatikan, setiap keputusan bisa dimanfaatkan.

Raven tersenyum tipis, menatap Elena dengan mata yang menembus. Ia tahu Elena mulai merasa kepanikan. Ia selalu menang ketika menyentuh sisi psikologis lawannya ... dan Elena, wanita yang selalu ia cintai, bukan pengecualian.

"Aku bisa menghentikan semuanya. Segera. Aku bisa menghapus tekanan, memutar balik setiap langkah yang kubuat. Tapi kau harus memilih, Elena ... sekarang," ucap Raven, suaranya tenang, tapi penuh kekuatan yang memaksa.

Elena menelan ludah, napasnya tersengal. Ia ingin menolak, tetapi tekanan yang dirasakan setiap detik semakin berat. Ia merasa seolah terjebak dalam permainan yang ia tidak bisa menangkan.

Raven menatapnya dengan intensitas yang menakutkan. "Jika kau menolak, kau akan melihat apa yang terjadi ketika aku benar-benar tidak terkendali. Kau akan merasakan kehancuran Alvarez ... kau akan merasakan ketidakberdayaan yang sama seperti yang kuciptakan sejak awal. Tapi jika kau menerima ... kita bisa melanjutkan hidup bersama," katanya.

Elena menundukkan kepala, berjuang menahan harga dirinya. Rasanya seperti hidupnya diperas, setiap keputusan menekan hatinya. Namun matanya tetap menatap Raven, menahan kemarahan dan rasa takut sekaligus.

"Kau memang pria brengsek, Raven," umpat Elena.

"Aku tahu itu. Dan akau akan lebih brengsek jika kau menolak ultimatumku ini. Kau harus tahu apa akibatnya jika melawanku," kata Raven penuh kesombongan.

Elena mantap Raven dengan pandangan seaakan ingin menelan pria itu bulat-bulat lalu melepehkannya lagi untuk memberitahu betapa tidak layak pria ini sebagai manusia.

Raven menatap jam di tangannya. "Sekarang aku harus pergi. Jessy menunggu di butik untuk gaun pesta malam ini. Aku akan segera ke sana,” kata Raven, menaruh ponsel di saku jasnya. Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah keluar dari ruangan, meninggalkan Elena sendiri.

Elena memandang punggung Raven yang menghilang di koridor.

"Pria sialan!" umpat Elena kesal.

Elena menatap ponselnya yang baru bergetar. Layar menampilkan sebuah nama, nama yang membuat dahinya mengerut dan jantungnya berdebar kencang.

"Halo?" Elena mengangkat panggilan di ponselnya.

Dan saat itu ia mendengar sesuatu dari orang di seberang telepon yang membuat Elena membulatkan mata. Sebuah ucapan singkat yang tidak ia duga akan dengar hari ini.

Suasana seakan menjadi beku. Elena menatap layar itu, merasakan ketegangan semakin meningkat. Nama di ponsel yang tadi menelepon membuat rasa penasaran dan kekhawatiran yang tak terelakkan. Pilihan yang harus ia ambil kini bukan lagi sekadar masalah pribadi, tapi urusan hidup dan mati bagi Alvarez, keluarganya, dan dirinya sendiri.

Elena menatap ponsel itu, menahan napas, sementara bayangan Raven menghilang di koridor. Malam nanti, pesta perusahaan akan menjadi panggung pertaruhan yang menentukan segalanya. Ultimatum Raven, tekanan yang dirasakan Alvarez, dan keberadaan Jessy ... semua akan bertemu dalam satu malam yang bisa mengubah hidup Elena selamanya.

Kau pikir kau sudah menang, Raven? Kurasa kau lupa siapa Elena Alvarez sebelum menjadi Elena Wattson, batin Elena penuh kemarahan yang akan ia tuangkan malam nanti.

1
ollyooliver🍌🥒🍆
kan bukan elenanya..dia menyesal hanya karena fakta ..dia tdk.merasa sakit dan buakn cemburu karena elena gk spesial buat raven😌
ollyooliver🍌🥒🍆
bukan karena elenanya tapi fakta ttng mandul
ollyooliver🍌🥒🍆
lah..kok kebahagian elena mengunrangi rasa bersalahnya? enak banget..emnya yg bagaimana ada keterikatan anatara bahagia elena dan rasa bersalah?
ollyooliver🍌🥒🍆
coba deh kalau gk tau fakta itu apakah raven akan meminta maaf? gk kan..bahkan setelah dia menghina..gk ada rasa bersalah atau menyesal karena ya..sampai sekarang dia minta maaf bukan karena elenanya tapi karena sebuah fakta
ollyooliver🍌🥒🍆
nahkan..bapaknya aja dibuat liat seperti anaknya gk menyesal karena kehilangan elena akan perbuatannya..gw dah bilang pemain wanita utama.kalah saing sama jessy🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
tapi semua yg dikatakan raven bukanlah penyesalan setelah kehilangan elena..tapi karena fakta ttng dirinyaa. so dia gk bener" menyesal karena elena. justru sebaliknya jika bayi itu anak kandungnya..aadkah penyesalannya dan rasa bersalahnya pd elena? jawabannya..gk ada. so elena itu gk berrti apa" bahkan pesonanya kalah dengan jessy🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
enk dong revannya..masih bisa nyari wanita lain jadi istrinya..harusnya jangan hanya dibuat mandul, lumpuh juga..biar dia tau bahwa dia gk layak hidup berdampingn dengan wanita. seperti dia yg ingin melempar jessy, jessy itu lebih banyak ruginya sedangkan raven? mandul doang
ollyooliver🍌🥒🍆
lah...jadi kalau anak itu anak kandungnya. jessy ndk akan diputuskan? jadi kesimpulannya..penghianat ttp bersaama memjadi keluarga cemara begitu? trus sia" dong kebahagian alena. sdh disakitin eh penghianat malah bahagia🙂
ollyooliver🍌🥒🍆
dia kasihan pd jessy atau karena raven gk bisa memproduksi anak laagi pd jessy?
Memey Nyoman
gblk sih kata akuuu
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kan, mana nih si diana diani itu pengen di sodorin hasil usg nya di depan mata nya langsung 😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kan di bilang juga ape, mulutnya di jaga, kemarin ngehina elena perkara rahim, sekarang sm Yang Kuasa di bikin dia yg ga ada rahim 😔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo sampe elena nanti bisa hamil awas aja ya, ku ketawain sambil ngopi caramel machiato sm makan bakwan kawi di pojokan 😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa2 nya anak seumur jagung ngomong tentang ga bisa punya anak 🥲 pr matematika lu noh di garap, malah ngurusin ibu nya temen kayak ibu2 komplek julid aja 😌
Archiemorarty: Tapi banyak tahu kak anak kayak gitu zaman sekarang 🙄
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo mah status jelas harusnya jangan mau sama suami orang, dimana2 stigma selingkuhan itu ga baik dia malah test drive 🙏🏻🙂
Archiemorarty: Hahaha... selingkuhan kan kalau baper gitu, lupa dia siapa🤣
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
miris bgt masih ada yg percaya sm kata laki-laki "kalo hamil aku bakal tanggung jawab" padahal ga ada jaminan apa2, orang pinjem duit aja pake jaminan tanda pengenal, ini dia ngasih harga diri nya ga pake jaminan apa2 ke cowo yg bahkan dia tau udah beristri 🙂 secara umur dia bukan anak di bawah umur yg harusnya paham perempuan adalah pihak yg paling rugi slnya kalo udah ga di nikahin tp mau di gituin 🙂
Dewa Dewi
😂😂😂😂😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lagi hamil ih mulutnya jangan jahat2 mbak wkwk di dunia ini aku percaya kuasa Tuhan di atas segalanya, Tuhan bisa bikin elena hamil & Tuhan juga bisa bikin kamu tiba2 rahim nya rusak karena rahim itu area kekuasaan-Nya jd mulutnya di jaga 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gua kalo jd orang butiknya malah pengen ngakak, dia kalo ngomong berdasarkan apa sih, bisa dia ngatain "baru selesai ttd cerai udah nempel sama laki lain" lah kalo udah cerai ya gapapa ga ngerebut laki orang juga emang situ status laki orang masih sah dia mau dijadiin selingkuhan, trus ngatain "numpang hidup", numpang dr mana nya keluarga raven sm alvarez aja setara, sama2 pengusaha, yg di pertanyakan malah elu, kontribusi lu ape di hidup raven sm keluarga nya? 😏
Ellis Singerita
seruuuu
cerita nya 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!