NovelToon NovelToon
Universe Network

Universe Network

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Zombie / Fantasi
Popularitas:999
Nilai: 5
Nama Author: Candra S

Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Hendrickson

Keesokan paginya, Leon berhenti berkultivasi ketika mendengar ponselnya berdering.

"Halo Leon. Aku sudah tiba di lobby."

"Baik pak Robenyo. Aku akan segera ke sana."

Setelah sampai di lobby hotel, Leon bertemu dengan Robenyo. Keduanya langsung memasuki mobil dan menuju gedung tempat pelelangan untuk mendaftarkan Leon.

"Apakah kamu ingin menaruh barang untuk dijual nanti?"

Robenyo bertanya kepada Leon setelah mobil mereka mulai melaju.

"Tidak juga. Aku tidak begitu kekurangan uang."

"Tapi jika kamu melihat sesuatu yang bagus, kamu mungkin harus bersaing sengit dengan orang lain. Pada pelelangan kecil, item termahal berada di kisaran puluhan miliar. Namun tidak ada yang tahu apa yang akan muncul pada pelelangan besar."

"Hmmm, baiklah... Biar kupikirkan sejenak."

Harga ramuan pemulihan kecil adalah 50 koin merah. Jika dia membeli emas melalui toko Ezzehock dengan koin tersebut, dia akan memperoleh 5 kilogram emas, yang setara dengan belasan miliar.

Tapi bagaimana cara membuktikan ramuan pemulihan kecil efektif kepada para peserta lelang? Apakah dia harus menyerahkan satu secara cuma-cuma untuk digunakan sebagai percobaan di panggung lelang?

"Berapa harga kisaran untuk item magis?"

"Setidaknya seratus miliar. Jika itu adalah item magis dengan fungsi yang berkelanjutan, maka itu dapat mencapai triliunan."

"Jadi item seperti yang kuberikan pada Joe hanya bernilai ratusan miliar?"

"Ohhh, itu tidak masuk hitungan. Semua orang akan menghabiskan kekayaannya untuk item seperti itu. Bahkan jika ramuan yang kamu berikan padaku dilelang, aku yakin itu dapat mencapai lebih dari tiga ratus miliar. Masalahnya adalah bagaimana caramu membuktikan keefektifan ramuan tersebut kepada para peserta."

Itu sama dengan apa yang Leon pikirkan. Namun jika ramuan pemulihan kecil terjual lebih dari tiga ratus miliar, Leon berpikir bahwa dia masih akan memperoleh banyak keuntungan meskipun menyediakan satu secara cuma-cuma.

"Kurasa aku akan menjual ramuan pemulihan seperti yang kuberikan padamu."

Leon kemudian menjelaskan kepada Robenyo hasil pemikirannya.

"Tapi apakah kamu masih memilikinya untuk kebutuhanmu sendiri nanti?"

"Aku mempunyai sumber untuk memperolehnya. Kecuali seperti ramuan yang kuberikan kepada Joe, yang lain tidak begitu sulit untuk kudapatkan."

"Kalau begitu aku harus berusaha untuk mendapatkan satu di tempat lelang nanti!"

Mereka tertawa bersama. Meskipun Leon dapat memberikannya dengan mudah, Leon mengerti harga diri pria itu tidak akan membiarkan dirinya meminta begitu saja.

"Baiklah, kita sudah sampai."

Setelah memasuki gedung, Robenyo memimpin Leon menuju tempat pendaftaran.

"Untuk mengikuti lelang, anda perlu memberikan deposit sebesar 1 miliar. Deposit akan hangus jika anda tidak memperoleh barang selama pelelangan. Namun ketika anda berhasil memenangkan barang, jumlah yang anda tawarkan dalam prosesnya akan dikurangi biaya deposit."

Petugas pendaftaran menjelaskan hal yang sama yang sudah diberitahu Robenyo kepadanya. Setelah Leon membayar deposit, Robenyo membuat pengaturan agar kursinya berada tepat di samping kursi Leon yang baru saja didaftarkan.

Hari pelelangan besar masih tersisa empat hari lagi. Karena Leon berada di daerah wisata yang terkenal, dia memutuskan hanya berlatih di malam hari saja.

*****

Pada hari Kamis, dua hari sebelum pelelangan, Robenyo membawa Leon ke sebuah pesta perayaan ulang tahun ke-70 seorang pengusaha besar di Indonesia.

"Ohhh, kalau bukan pak Robenyo. Terimakasih sudah berkunjung ke jamuan makan malam ini."

"Selamat ulang tahun pak Farhad, terimakasih sudah mengundang saya untuk hadir."

"Dan siapa pemuda yang kamu bawa ini?"

"Ini adalah sahabat baikku, Leon."

"Salam pak Farhad, selamat ulang tahun untuk anda."

Leon menyampaikan ucapan selamatnya pada pria tua itu.

"Hohohoho, jika seorang pemuda seperti anda diakui oleh pak Robenyo, anda pasti merupakan orang yang hebat."

Leon tersenyum menanggapi sanjungan pria tersebut. Setelah berbincang-bincang sebentar, keduanya mundur dan mulai menikmati jamuan.

Robenyo berkata kepada Leon bahwa dia ingin berkeliling dan menyapa pengusaha-pengusaha besar lainnya.

"Aku tetap disini saja. Makanannya benar-benar enak."

"Hahahaha, kamu bahkan tidak peduli untuk aku perkenalkan kepada mereka. Baiklah, aku pergi dulu Leon."

Setelah Robenyo pergi, Leon melihat ke salah satu yang menarik minatnya dan mulai berjalan ke sana.

"Mmmm.... Dagingnya langsung meleleh di mulut."

Ini adalah pertama kalinya Leon menikmati daging wagyu dengan grade tertinggi. Karena dia merasa kurang, dia kembali ke meja dan mengambil steak itu lagi.

"Hmmm?"

Leon memperhatikan seorang pria barat yang juga memperhatikannya. Keduanya kemudian mulai mengambil steak yang tersedia. Setelah keduanya selesai, Leon melirik piring pria itu dan melihat ke atas.

"Hahahaha, kita adalah pejuang makanan yang nikmat."

Pria barat itu tertawa melihat kesamaan diantara mereka. Ini adalah kedua kalinya mereka datang ke meja yang sama. Dan untuk kedua kalinya, mereka sama-sama mengambil porsi dalam jumlah yang besar.

Karena Leon fasih berbahasa Inggris, Leon tidak memiliki masalah untuk berkomunikasi.

"Bagaimana kalau kita menikmatinya bersama."

"Tentu, ayo kita pindah ke sana."

Keduanya pergi ke sebuah meja kosong terdekat.

"Daging-daging ini tidak pernah membuatku bosan."

"Mmm, ini pertama kalinya aku makan daging dengan kualitas seperti ini. Pantas saja itu dihargai sangat mahal."

"Apa kamu tidak pernah pergi ke restoran steak?"

"Baru satu atau dua. Tapi daging dengan kualitas seperti ini tidak tersedia."

Di bandung, ketika Leon mencari-cari makanan yang enak, dia melihat sebuah restoran steak dan mencobanya. Sayangnya, restoran itu hanya menyediakan daging wagyu dengan grade A4 sebagai kualitas tertingginya.

Setelah daging di atas piring mereka habis, pria itu bertanya pada Leon.

"Bagaimana? Masih sanggup?"

"Tentu saja. Bagaimana denganmu?"

"Aku baru saja memulainya. Bagaimana jika kita mengambil lobster dan kepiting di sana?"

Keduanya menikmati makanan seolah-olah ini pertama kalinya mereka memakan makanan yang lezat. Pria itu bahkan lebih terkejut ketika melihat Leon masih sanggup untuk melanjutkan ketika dia sudah penuh.

"Hahahaha, kamu sungguh pria yang menarik. Namaku adalah Hendrickson, bagaimana denganmu?"

"Aku adalah Leon."

Leon menggenggam tangan Hendrickson dan keduanya saling bersalaman.

"Apa yang kamu kerjakan sehari-hari Leon?"

"Aku hanya menjalankan sebuah bisnis kecil."

"Bisnis apa itu?"

"Ini hanyalah sebuah perusahaan yang baru didirikan. Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis dan properti. Bagaimana denganmu?"

"Aku kebetulan sedang berlibur di Bali. Domainku berada di timur tengah."

"Kamu berasal dari sana?"

"Tidak, tidak, aku berasal dari USA. Namun aku sudah tinggal dan bergerak di kawasan timur tengah selama belasan tahun."

"Itu terdengar mengesankan. Biar kutebak, perdagangan senjata? Tentara bayaran? Atau pertambangan?"

"Ini adalah kelompok tentara bayaran. Namun sesekali aku juga menyediakan senjata kepada teman-temanku di sana."

"Hoooo, terdengar menarik."

"Jika kamu tertarik, aku membawa beberapa senjata kecil kemari. Ingin melihatnya nanti?"

"Tentu. Aku juga memiliki beberapa senjata. Mari kita bandingkan mana yang lebih baik."

"Hohohoho, dan kupikir kamu hanyalah seorang pebisnis biasa."

Setelah menyesap anggur, Leon bertanya kepada Hendrickson.

"Bagaimana situasi di timur tengah?"

"Aku tidak tinggal di negara yang sedang berperang. Namun, ada beberapa kelompok yang saling bertarung memperebutkan wilayah."

Kemudian Hendrickson mendekatkan wajahnya dan berbisik.

"Biar kuberitahu padamu, mereka hanyalah perpanjangan dari orang-orang besar yang ingin membuka pertambangan di wilayah tersebut."

Dan Hendrickson memundurkan wajahnya kemudian berbicara secara normal.

"Disitulah aku masuk ke dalam bagian. Meskipun orang-orang yang kumiliki tidak banyak, kami menghasilkan uang yang cukup besar!"

"Bagaimana dengan keluargamu? Apakah kamu tidak khawatir?"

"Tentu saja aku khawatir. Karena itulah aku meninggalkan anak-anakku di USA. Istriku juga hanya tinggal bersamaku ketika situasi sedang damai."

"Sepertinya kehidupan di sana sangat menegangkan."

"Hahahaha, kamu benar. Tapi aku sudah belasan tahun tinggal di sana, aku sudah lama terbiasa dengannya."

1
Jujun Adnin
ok
Jujun Adnin
yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!