NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Malam harinya, Arga benar-benar sudah menunggu di depan rumah Ayu. Matanya tak lepas memperhatikan gadis itu saat melangkah keluar. Alih-alih mengenakan gaun mewah atau dress anggun seperti wanita-wanita yang biasa Arga temui, Ayu justru tampil santai dengan setelan baju kasual yang dipadu kemeja kotak-kotak dan celana PDL.

Sederhana, namun entah kenapa, justru itu yang membuat Ayu terlihat sangat berbeda di mata Arga.

"Sudah lama, Pak?" tanya Ayu begitu ia duduk di kursi penumpang.

"Lima menit yang lalu," balas Arga singkat.

Tanpa banyak bicara, Arga langsung memacu mobilnya membelah jalanan malam. Keheningan menyelimuti kabin mobil hingga akhirnya mereka sampai di lobi apartemen mewah milik Arga.

Tanpa membuang waktu, begitu pintu apartemen tertutup rapat, Ayu langsung mengeluarkan sebuah tablet dari tasnya. Wajahnya yang biasa jenaka kini berubah sangat serius.

"Pak, perhatikan ini baik-baik," ujar Ayu sambil menyodorkan layar yang menampilkan deretan foto dokumentasi proyek.

Awalnya Arga hanya melihat tumpukan material dan rangka bangunan yang biasa saja. Namun, saat Ayu memperbesar (zoom) salah satu sudut foto yang tak sengaja tertangkap kamera, napas Arga tertahan.

Di balik tiang penyangga yang gelap, tampak separuh wajah seseorang. Arga tersentak. Jantungnya berdegup kencang hingga tangannya sedikit gemetar saat menggeser ke foto-foto berikutnya. Di setiap lokasi berbeda, di sela-sela kesibukan para pekerja, sosok yang sama selalu ada di sana,bersembunyi di balik bayangan, mengintai dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Dia..." Arga tercekat. Suaranya mendadak hilang.

Sosok itu begitu familiar. Sosok yang seharusnya tidak berada di sana, atau mungkin sosok yang selama ini ia sangka sudah hilang ditelan bumi.

"Bapak kenal siapa sosok ini?" tanya Ayu heran, matanya tak lepas dari ekspresi Arga yang mendadak pias.

Arga bergeming. Ia seolah tuli, tak mendengar pertanyaan Ayu yang tepat berada di sampingnya. Fokusnya terkunci mati pada layar, jemarinya gemetar saat menggeser foto satu ke foto lainnya. Hingga kemudian, dengan gerakan kasar, ia merogoh ponsel dan langsung menghubungi seseorang.

"Halo? Selidiki seseorang di sekitar proyek. Sekarang! Gambarnya aku kirim detik ini juga!" ucap Arga tanpa basa-basi, suaranya terdengar tajam sekaligus serak.

Ayu hanya bisa terdiam, mematung memperhatikan perubahan drastis pria di depannya. Arga yang biasanya tenang dan terkendali, kini tampak begitu antusias sekaligus panik. Pria itu mulai mondar-mandir tak keruan, sesekali menggigit ibu jarinya,sebuah kebiasaan refleks saat seseorang sedang dihantam kecemasan hebat.

Ayu menarik napas panjang. Ia merasa keputusannya benar. Kejanggalan yang tertangkap lensa kameranya bukan sekadar kebetulan;tapi mungkin juga petunjuk bagi Arga.

Tiba-tiba ponsel di saku Arga berdering nyaring. Tanpa melihat layar, ia langsung menyambarkannya ke telinga.

"Bagaimana?" todong Arga, suaranya parau menahan desakan emosi.

Detik berikutnya, wajah Arga mengeras. Ia menyambar kunci mobil di atas meja dengan gerakan kasar yang nyaris menjatuhkan vas bunga.

"Pak, mau ke mana?" tanya Ayu, tersentak dari duduknya.

"Saya harus mencari seseorang!" sahut Arga tanpa menoleh, langkah kakinya sudah setengah berlari menuju pintu keluar.

Tak ingin tertinggal sendirian di apartemen asing itu, Ayu pun bergegas bangkit. Dalam kepanikannya, ia bahkan tak sadar kamera kesayangannya tertinggal begitu saja di atas meja.

"Pak! Jangan tinggalkan saya!" teriak Ayu, nyaris tersandung kakinya sendiri saat mengejar Arga.

Beruntung, Ayu masih sempat menyelinap masuk ke dalam lift tepat sebelum pintunya tertutup rapat. Di dalam ruang sempit itu, keheningan terasa mencekam.

"Pak, sebenarnya ada apa? Bapak kelihatan panik sekali," tanya Ayu dengan napas terengah-engah, dadanya naik-turun karena berlari tadi.

Arga tak menjawab. Matanya terpaku dingin pada angka di atas pintu lift yang perlahan merayap turun. Rahangnya mengatup rapat, menciptakan garis tegas yang penuh kemarahan sekaligus kecemasan.

Begitu pintu terbuka di area basement, Arga langsung melesat menuju mobilnya. Ayu segera melompat ke kursi penumpang tepat saat mesin menderu kencang. Tanpa aba-aba, Arga menginjak gas sedalam mungkin, memacu kecepatan tinggi meninggalkan gedung itu menuju lokasi konstruksi yang kini terasa seperti jebakan maut.

Keduanya tiba di sebuah bangunan liar yang berdiri kokoh namun ringkih, tak jauh dari lokasi konstruksi. Arga seketika membeku. Matanya menatap nanar bangunan yang lebih mirip rongsokan tak layak huni itu. Jantungnya bertalu hebat di balik dada.

Apakah semua pertanyaan yang menyiksanya selama tiga tahun terakhir akan menemukan jawabannya di tempat kumuh ini?

Dengan langkah berat dan ragu, Arga mulai mendekat. Ayu mengekor di belakang, langkahnya tertahan oleh rasa ngeri yang tiba-tiba menjalar. Tangan Arga bergetar hebat saat jemarinya menyentuh gagang pintu yang dingin dan berkarat.

Creeeeak...

Pintu itu terbuka perlahan, mengeluarkan derit panjang yang memecah keheningan malam. Aroma pengap, debu, dan kegelapan pekat langsung menyergap indra penciuman mereka. Seolah-olah ruangan itu telah mengunci rahasia kelam di dalamnya selama bertahun-tahun.

Tanpa memedulikan rasa takutnya lagi, Arga melangkah masuk ke dalam kegelapan itu, membiarkan dirinya ditelan oleh kesunyian yang mencekam.

"Siapa kalian?" Sebuah suara serak muncul dari balik tirai kumal yang menutupi bagian dalam ruangan.

Arga tercekat. Ia menatap sosok wanita paruh baya yang tampak kuyu dan tak terurus itu. Namun, keterkejutannya belum usai.

"Ada siapa, Sayang?" tanya sosok pria lain yang menyusul keluar dari kegelapan.

Pria itu mematung. Matanya membulat sempurna saat menyadari siapa yang berdiri di depannya. "Arga?"

"Om Hendrik... di mana Yura?" todong Arga. Suaranya bergetar, menahan beban rindu dan amarah yang bergejolak menjadi satu.

Ayu mengernyit, ia membandingkan wajah asli pria di depannya dengan foto yang ia tangkap di kamera tadi. Persis. "Bapak kenal dia?" bisik Ayu lirih, namun Arga seolah tuli.

Pria itu tak bergeming, matanya terkunci pada Hendrik,laki-laki yang selama tiga tahun ini ia cari ke mana-mana.

"Om, aku mencari Yura. Katakan, di mana dia?" tuntut Arga lagi, selangkah lebih maju.

Hendrik terdiam sejenak. Wanita di sampingnya melirik Arga sinis, lalu beralih menatap Hendrik seolah memberikan kode tertentu. Hendrik menyeringai tipis.

"Apa imbalannya jika aku memberitahumu di mana Yura berada?" tanya Hendrik tanpa rasa bersalah.

"Apapun! Apapun yang Om mau, asal katakan di mana Yura!" balas Arga seketika, tanpa berpikir panjang.

Hendrik terkekeh pelan, sebuah tawa yang terdengar sangat dingin di telinga Ayu. "Ini yang aku suka darimu, Arga. Kesetiaan yang bodoh. Kalau begitu, aku mau sebuah rumah dan uang tunai yang cukup untuk menghidupiku selamanya."

Tanpa keraguan sedikit pun, Arga merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang. "Sudah kusiapkan, Om. Sekarang... katakan di mana Yura!"

Hendrik menatap mantan kekasih putrinya itu dengan tatapan puas sekaligus meremehkan. "Aku tahu kau akan melakukan apa saja untuk Yura, Arga. Tidak salah dia begitu mencintaimu."

Wajah Arga memanas. Matanya mulai menggenang, penglihatannya kabur oleh air mata yang siap tumpah. Rasa sesak di dadanya kian menghimpit saat Hendrik perlahan membuka mulutnya kembali.

"Yura... selama ini dia..."

BERSAMBUNG...

1
Rahayu Ayu
Arga ngaku" aja.
Kapan nikah nya?
Lagian emang boleh readers di abaikan???
shadirazahran23: Hayoooooooo
total 1 replies
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
anak ayu dan arga...tp ayu gak kasih tau arga kalo dia hamil /Smug//Smug/
shadirazahran23: karena ada sesuatu,makanya Ayu gak ngasih tau
total 1 replies
Rusmini Mini
apa Ayu jg spt Yura meninggalkan Arga sendiri aduh aduh What really happened to Ayu.....is Ayu going to leave? /Whimper//Whimper/
Wiwi Sukaesih
msh rahasia rahasia ini ayu
smpe punya anak LG
....ank Arga ..
Wiwi Sukaesih: Siip lh dtnggu y 😍
total 2 replies
Rusmini Mini
aq bacanya kok pas puasa ya aq sKip 😞😞
Rusmini Mini
Arga bodoh move on napa Yura itu dah pergi knp kamu nanti capek dehh 🤦🤦
Wiwi Sukaesih
ahh ngegantung lg
shadirazahran23: Cucian kali di gantung
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
penuh misteri
jd penasaran Thor...
Wiwi Sukaesih: ahh pling bsa ni KKA 😁
total 2 replies
Rahayu Ayu
Penasaran banget kak,
entah apa yg jadi rahasia Ayu, sampai Ayu mengaku salah
shadirazahran23: akupun penasaran.🤣
total 1 replies
Anonymous
Update nya yg banyak yaaa
falea sezi
lanjut
shadirazahran23: ditunggu ya kak
total 1 replies
falea sezi
Ded deg ya ga
Rusmini Mini
siapa org dekil itu
Wiwi Sukaesih
penuh teka teki ....
up LG Thor 😍
mg org yg td manggil Arga g d apa apain SM org misterius it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!