Ini kisah Selena, seorang gadis yang selalu bangkit dari kesedihan.
Terjebak pernikahan yang tidak pernah dia inginkan sebelumnya. Ketika hati dan cinta dari masa lalunya datang kembali, akankah dia berpaling meninggalkan pernikahannya?
Selena Diandra Winata, seorang gadis berparas cantik dan manis itu selalu berhasil bangkit dari keterpurukannya.
Ketika dunia berusaha memberi kebahagiaan untuknya, takdir malah meruntuhkan pondasi kebahagiaannya.
Akankah Selena mampu bangkit lagi?
Ikuti kisah Selena!
karna ini karya pertama harap maklum dan mohon pencerahanya🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEMBILAN
"Hallo ...."
"Ya hallo ...." jawab Lena dengan suara khas bangun tidur.
"Selamat pagi, dengan nona Selena?"
"Iya saya sendiri."
"Anda di harap kedatangannya siang ini pukul 13.00 wib di kantor DINATA GROUP."
"Ini dengan siapa?" Lena sudah duduk dengan wajah serius.
"*S*aya akan segera kirim alamatnya."
Tut ... Tut ... Tut ....
"Tunggu ... Hallo ... Hallo ...."
"Sial! Siapa coba, kemana tadi? DINATA GROUP? Mau apa coba?" Lena melanjutkan rebahanya sembari bermain ponselnya.
Siang pun tiba, Lena sudah bersiap untuk ke kantor DINATA GROUP. Saat itu Lena hanya berdandan biasa, memakai celana jeans panjang dengan beberapa robekan di atas lutut dan kaos t-shirt warna hitam polos. Tidak lupa memakai sepatu kets warna biru muda. Gaya khas anak muda jaman sekarang.
Di perjalanan, Lena sesekali melihat GPS di ponselnya. Menuju alamat yang sudah di kirim lewat pesan oleh seseorang tadi. Setelah sampai, ia segera memarkirkan mobilnya di parkiran kantor. Segera ia keluar dari mobil dan memasuki kantor menuju ke bagian resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis A kepada Lena.
"Oh iya, saya ingin bertemu dengan ...."
ucapan Lena terhenti, dia tidak tau ingin bertemu dengan siapa. Bodohnya dia tidak mengirim pesan untuk menanyakan siapa yang ingin bertemu dengannya.
"Ah, maaf mbak, lebih baik saya telpon orangnya dulu." ujar Lena pada resepsionis.
"Baiklah, anda bisa duduk di kursi tunggu di sebelah sana!" resepsionis A menunjuk ke arah kursi tunggu dan tersenyum ramah.
"Baiklah ... Terimakasih!" Lena membalas senyumannya dan beranjak ke kursi.
Dreeet ... Dreeeet ....
"Hallo ...."
"Ya hallo ... Saya sudah di ruang tunggu resepsionis."
"Baiklah saya akan segera kesana."
Lena lalu mematikan telponnya, beberapa saat kemudian seorang pria tampan menghampirinya.
"Selamat siang Nona Selena!" pria itu membungkukan kepala memberi hormat.
"Selamat siang, apakah anda yang menyuruh saya kemari?" Lena memandang pria itu.
"Iya, perkenalkan nama saya Vino, anda sudah ditunggu oleh atasan saya. Mari silahkan ikuti saya!" Vino menunduk lagi lalu segera pergi dan Lena hanya mengekorinya tanpa berkata apapun.
Saat tiba di depan pintu ruangan kerja CEO DINATA GROUP, Vino memberhentikan langkah Selena.
"Maaf, anda silahkan tunggu di sini dulu!"
"Baiklah!" Lena duduk di kursi tunggu.
Ini lantai 15. Tidak ada karyawan, hanya ada dua ruangan, satu ruang kerja CEO dan satu lagi ruang Kerja sekretaris. Beberapa saat kemudian Vino keluar ruangan dan mempersilahkan Lena masuk.
"Silahkan nona, anda sudah di tunggu di dalam."
"Baiklah terimakasih." Lena segera beranjak masuk kedalam ruang kerja CEO.
Ceklek ... Lena membuka pintu dan menutupnya kembali.
Dia melihat ada seseorang yang sedang duduk di sofa sambil memangku laptopnya.
"Selamat siang tuan!" Lena membungkuk memberi hormat.
"Ya ... Silahkan duduk!" Rey mempersilahkan duduk tanpa melihat ke arah Lena.
Ish ... Sombong sekali. celetuk Lena dalam hati. Eh, dia pria itu kan?
"Kamu tahu kenapa saya panggil kamu kesini?" Reyhan menutup laptopnya dan menaruhnya di meja.
"Ya Tuan, kalau saya tidak salah ingat, anda yang berada di kamar saya waktu itu. Dan pasti anda mau membahas masalah itu kan?" ujar Lena ragu-ragu.
"Good girl!" Rey menyunggingkan bibirnya.
"Tidak perlu meminta maaf kepada saya, saya tau kamu tidak sengaja, saya hanya ingin ...."
"Tunggu! ( Lena memotong pembicaraan Reyhan ) maksud anda apa Tuan? Saya tidak perlu minta maaf? Apakah dalam hal ini saya yang salah? Kamar itu di sewakan panitia untuk saya karna saya mengisi acara anda waktu itu. Harusnya anda yang minta maaf karna telah masuk ke kamar saya! Ck ... Menyebalkan!" Lena berdecak kesal, ia meninggikan suaranya.
"Bicaralah yang baik padaku, jika tidak aku akan menghukummu!" ujar Reyhan dengan santai.
"Tuan muda yang terhormat ... Saya tidak salah, jadi saya tidak mau meminta maaf. Jika tidak ada yang mau di bicarakan lagi, saya mohon pamit. bye ...." selena segera melangkah pergi.
olaolala
detail bgt, g ad yg kelewat satu adegan pun
Rrrrr, aye aye💃💃💃💃
Asheegh
Ser ser
Gubrak
Eh g sido,🤭🤣🤣🤣🤣
kang kredit like dan peminat baca lewat😊😊😊.
semangat