Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
SELAMAT MEMBACA !!!
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam mobil yang dikendarai Sarah sama Sasa sudah hampir sampai rumahnya Sarah di kawasan ramah tetangga tapi tempatnya sangat sejuk . Sarah membelokkan mobilnya kearah rumahnya yang agak besar dari sekitarnya .
Sarah membuka pintu mobilnya dan turun sedangkan Mbok belum bisa keluar karena Vania tidur dipangkuannya . Sarah berjalan memutar mengambil Vania dari pangkuan Mbok Marni dan membawanya masuk kedalam rumah .
" Assalamualaikum Pak, Bu !" Seru Sarah ketika masuk kerumah kebetulan rumah dalam keadaan terbuka karena Pak Imam tadi lagi bersihkan rumput dihalaman depan.
" Walaikumsalam, lho kalian sudah sampai Nak , Vania tidur sana bawa ke kamar kalian dulu biar Bapak bantu turunin barang kalian ." Jawab Pak Imam yang melihat cucunya tidur digendongan Mamanya .
Pak Imam keluar setelah memberitahukan istrinya kalau Sarah sudah datang tadi dia mengambil sayuran dikebun belakang rumahnya .
Sasa sama Febri menurunkan barang barang yang berada di dalam mobilnya Sasa dan Pak Imam membantu menurunkan barang barang yang berada di mobilnya Sarah bersama Mbok Marni .
Bu Leni langsung masuk dapur membuatkan minum buat mereka pasti pada haus karena mengangkat barang barang yang dibawa Sarah .
" Ayo masuk dulu Nak, istirahat dulu pasti kalian pada capek setelah perjalanan jauh dari Jakarta ." Ajak Bu Leni .
" Terima kasih Bu, kami disini dulu ya Bu suasananya sejuk ya Bu, apalagi melihat pohon mangga yang banyak buahnya wah itu ada yang kuning Bu mangganya !" Heboh Febri melihat mangga yang dihalaman depan sudah tua dan kelihatan kuning kuning .
" Ya Nak, nanti sore kalau sudah hilang mataharinya biar Bapak ambilkan buah kalian, ini diminum dulu Ibu sudah buatkan minuman yang segar . Ibu pamit ke dalam dulu ya Nak ." Izin Bu Leni masuk ke dalam ingin membantu Mbok Marni sama Sarah membereskan barang barangnya .
" Bu, ada bahan masakan nggak Bu ?" Tanya Sarah.
" Cuma ada sayur Nak, tadi Ibu baru pulang dari kebun yang dibelakang rumahnya Ibu disana lumayan ada kebun sayur ." Jawab Bu Leni .
" Ya sudah tolong Ibu belanja ya beli lauk yang bisa dimasak untuk kita buat makan siang saja Bu, nanti malam kita makan diluar saja sambil membawa Sasa sama Febri lihat lihat Ruko yang diberitahukan Bapak kemarin ." Ucap Sarah langsung mengambil uang dua lembar seratus ribuan kepada Bu Leni untuk belanja ke warung .
Sedangkan di Jakarta tepatnya di ruang kerja Arya . Dia kelihatannya lesu dan murung hari ini. Mungkin efek semalam nggak bisa tidur membayangkan rumah tangganya yang hancur karena dia nggak bisa menahan hawa nafsunya sendiri .
" Ren, itu tumben wajah Pak Arya lecek banget ada apa ya ?" Tanya Amel bisik bisik sama Reni .
" Halah palingan ada masalah sama Bu Sarah dan juga menyesal. Memang enak makanya kalau sudah punya istri yang cantik, lembut dan baik malah cari selingkuhan. Dan selingkuhannya sangat jauh dari istrinya ibarat kata buang berlian dapat batu sungai hahahaha ." Ucap Reni sangat bahagia melihat laki laki yang nggak bertanggung jawab itu menyesal.
" hussstt jangan kencang kencang ketawanya Ren, takut kedengar sampai ke Pak Bos mampus lho, sudah kerja kerja jangan hibah terus !" Tegur Santi teman se divisi dengannya.
" ooopppzztt Sorry ." Ucap Reni langsung menutup mulutnya dan satu tangannya memukul tangannya Amel, gara gara dia tanya soal wajah lecek atasannya jangan sampai dia dapat Sp.
Mereka kembali bekerja dan fokus dengan pekerjaannya masing masing sedangkan di ruangannya Arya nggak bisa fokus dengan pekerjaannya, dia melamun merasa kehilangan banget ketika Sarah pergi dari hidupnya.
" Sar, maafkan aku Sar aku salah sama kamu ." Ucap Arya lirih sambil menelungkupan kepalanya ke meja kerjanya. Hapenya berbunyi terus dia abaikan karena tau siapa yang menelponnya dan semalam memang dia sengaja nggak pulang ke kost annya istri barunya itu .
Kembali ke rumah rumahnya Sarah .
Bu Leni lagi memasak dibantu Mbok Marni untuk makan siang mereka, Vania sudah bermain dengan Kakek Imam yang dari kecil nggak pernah ada yang dipanggil Kakek karena Arya sama Sarah sama sama yatim piatu .
" Nak, ayo kita makan dulu baru beres beres barangnya !" Seru Bu Leni memanggil Sarah sama teman temannya untuk segera makan karena sudah telat jam makan siangnya .
Sarah, Sasa sama Febri berjalan menuju ke meja makan dan disana sudah siap beberapa lauk untuk mereka makan . Vania juga digandeng Kakeknya menuju meja makan .
" Vania mau sama Mama atau sama Kakek duduknya ?" Tanya Sarah yang melihat putrinya sangat lengket sama Pak Imam.
" Sama Kakek saja Mama ." Balas Vania dengan tersenyum kemudian Bu Leni juga ikut duduk disebelahnya Vania , dia ingin membantu Vania makan.
" masakan Bu Leni sangat enak ya Kak, kalau begini aku jadi betah tinggal disini hehehe ." Seru sasa sambil menikmati makanan yang dimasak sama Mbok Marni sama Bu Leni .
" Assalamualaikum ." Sapa orang dari luar rumahnya Sarah .
" Walaikumsalam , Siapa Pak yang datang kesini baru juga datang kok sudah ada tamu yang silaturrahmi dengan kita ?" Tanya Sarah sambil menelan makanan yang sedang dikunyahnya .
Pak Iman keluar dari ruang makan berjalan kearah pintunya yang kebetulan dibuka dari tadi .
" Lho ternyata ada tamu spesial nih, pasti mau cari Dik Vania ya Nak !" Sapa Pak Imam yang melihat Tasya, Riri bersama Ibu mereka masing masing .
" Ya Pak Imam, apa Vanianya ada Pak ini anak anak sudah dari lihat mobil Mbak Sarah kesini pinginnya main kesini terus Pak, maaf kalau mengganggu waktu istirahatnya ya Pak ." Ucap Bu Leha .
" Vania ada kok, ayo masuk Nak !" Seru Pak Iman yang langsung mengajak mereka masuk untuk ikut makan siang sekalian .
" Mbak Tasya, Mbak Riri !" Seru Vania heboh memanggil best friendnya .
" Mbak Leha, Mbak Rika ayo ikut sekalian makan siang sini Mbak ." Ajak Sarah kepada mereka dan anak anaknya .
Akhirnya mereka makan siang dengan diiringan canda tawa ketiga bocil yang lagi berkumpul . Sarah tersenyum melihat wajah ceria putrinya yang nggak merasakan kehilangan sosok Papanya .
Setelah selesai makan mereka pindah ke ruang tamu dengan membawa ketiga bocil yang saling bergandengan .
" Mama, apa boleh Vania mengajak Mbak Tasya sama Mbak Riri untuk bermain dengan mainannya Vania Ma ?" Izin Vania ke Mamanya takut nggak diperbolehkan sama Mamanya .
" Boleh Nak, minta tolong Nenek Marni untuk mengambilkan mainannya Vania ya Nak ." Ucap Sarah kepada Putrinya yang sudah nyaman tinggal disini.
" Maaf Mbak Leha sama Mbak Rika kalau boleh tau ini pekerjaannya sehari hari apa ya Mbak ?" Tanya Sarah ingin mengetahui pekerjaan mereka dan niatnya kalau mereka mau Sarah berkeinginan merekrut mereka berdua .
bukannya bertautan malah makin menjadi.
salam sehat sehat selalu
Aamiin