NovelToon NovelToon
Putri Duyung Dan Gangster Tampan

Putri Duyung Dan Gangster Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Spiritual / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: EMiliya PUtry S

putri duyung yang memiliki kekuatan ajaib tanpa senjaga menyelamatkan seorang gengster yang terluka di dasar lautan.
jatuh cinta pada pandangan pertama,,dan dengan tekad juga kerinduan pada ibunya di dunia manusia.
dia membahayakan dirinya sendiri,hingga suatu hari gangster itu mengecewakan nya.
lalu bagaimana dengan kisah selanjutkan,,saksikan kelanjutannya,,yuk mampir ke cerita ku ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

max yang tersiksa

   Rahang Max mengeras, bagaimana jika para musuhnya melihat kelakuan nya yang sekarang?? sungguh Max sangat menyesal datang mengunjungi Rania, seharusnya dia datang di saat Rania akan melahirkan anaknya.

dan dengan terpaksa,dia menggeolkan pinggul nya dan menutup matanya karna tidak berani lagi menatap para pengawal dan pembantu calon istri nya.

Anto ?? dia yang baru saja datang dari dapur tiba-tiba menyemburkan minuman yang baru saja dia minum,matanya terbelalak melihat tuannya sendiri menari begitu lincah nya.

matanya bergetar,dia berjalan dengan nafas tercekat mendekati mereka dan Anto masih mengenakan daster pemberian Rania.

" ya tuhan apa yang sebenarnya terjadi,,?? apakah itu masih tuan Max yang aku kenal ? jika tuan besar melihat nya pasti dia akan terkena serangan jantung,," batin Anto, bulu kuduk nya berdiri melihat tuannya yang sedang menari.

" Anto kenapa kamu berdiri disana,,ayo kemarilah bergabung ternyata menari seperti ini sangat menyenangkan,," teriak Joko yang ternyata sedang tertawa terbahak karna dia merasa hebat dengan tariannya, apalagi tariannya mengalahkan Liam dan Max.

belum sempat Anto menolak, tiba-tiba dia melihat tatapan Rania yang begitu tajam,dan dengan terpaksa dia ikut bergabung dengan mereka semua.

ruang tamu kediaman Rosewood begitu meriah, dan di atas sofa Rania tertawa begitu bahagia,dia tertidur miring sembari menopang dagunya.

lalu matanya berbinar saat melihat ke empat pria itu menari dengan luar biasa,karna tidak bisa menahan kegembiraan nya,Rania bersiul dengan kerasnya.

piwiiiiiiiiitttttttttttttt

wwiiiittttt.....wiiiitttttttt...wiiiiitttttttt

Rania menggoyangkan tangannya ke atas,dia turut bergembira dengan kekacauan yang telah dia buat,para pembantu yang tadinya merasa kaku sontak memukul panci dan wajan dengan kuat,dan mereka menggunakan nya dengan spatula.

para pembantu nya terlihat sangat bersemangat dan sesekali mereka tertawa bahagia,sedangkan para pengawal yang berwajah datar saling memandang dengan keherannan.

tapi tiba-tiba salah satu dari mereka menggerakkan kakinya karna suara pukulan spatula.

" ramesss ...ada apa dengan kaki mu ?? " tanya temannya dengan wajah datarnya,dia merasa bingung dengan keanehan temannya itu.

" seperti nya aku ingin bergabung dengan mereka,dan anggota tubuh ku tidak bisa membohongi ku lagi,,,ayo sebaiknya kita bergabung" ucapnya tanpa menunggu jawaban temannya,dia berjalan mendekati kerumunan dan ikut menari dengan riang nya.

*************

" tuan apa anda baik-baik saja ? " tanya Anto yang baru saja membuka pintu kamar tuannya,dia melihat Max yang sedang duduk termenung diatas ranjang nya.

" telpon kakek sekarang, aku ingin berbicara dengannya " ucapan Max membuat Anto merasa heran,karna setaunya dia tidak pernah mau menelpon Theo,tapi dia hanya menuruti nya saja.

setelah menghubungi Theo,dia memberikan handphone itu pada tuannya, Max menerima nya dengan wajah tidak terbaca.

" halo,,ada apa ? tumben sekali kamu menghubungi ku,,apa kamu merindukan ku cucu durhaka ? " suara Theo terdengar sinis di sebrang telpon.

" ya aku memang merindukan mu,kapan kakek datang ? calon istri ku sudah tidak sabar bertemu dengan mu,," ucap Max dengan tersenyum menyeringai.

" apa..? sungguh ? Max jangan membohongi ku,pasti kamu sedang merencanakan sesuatu untuk kakek mu ini kan ? " tebak Theo.

" tidakk,,aku berkata yang sejujurnya, sebaiknya kakek berangkat besok pagi,calon istri ku pasti akan menyambut kedatangan mu " setelah mengatakan itu, Max mematikan tlpon,dia tersenyum licik yang membuat Anto terbelalak.

" tuan..apa anda ingin mencelakai tuan besar,?? " tanyanya dengan hati-hati.

Max reflek menoleh kearah asisten nya,dia terkekeh kejam yang membuat Anto merinding.

" tentu saja tidak,, bagaimana pun juga dia adalah kakek ku, tidak mungkin aku melukai nya,tapi cucu menantu nya sendiri yang akan membuatnya menangis " beritahu Max.

mata Anto melotot,sekarang dia mengerti pasti tuannya ingin membuat Theo merasakan apa yang dirasakan oleh Max.

dan Rania sendiri yang akan meminta yang tidak-tidak pada pria tua itu,, memikirkan Theo tuan besarnya menari juga seperti mereka tadi,dia menahan tawa tapi dia berdehem saat Max menatapnya.

" dimana Rania ? " tanyanya setelah mengingat tujuannya datang ke Indonesia.

" tuan,,,nona Rania ada di belakang kediamannya,dia sedang memberi makan ikan " beritahu Anto,meski dia merasa bingung kenapa Rania memberi makan ikan di malam-malam begini.

Max berdehem dia berdiri dan berjalan menuju belakang kediaman Rosewood,dan setelah sampai disana benar saja dia melihat Rania sedang mengoceh pada ikan-ikan itu,melihat itu max merasa konyol.

" sedang apa ? " tanya Max dengan lembut,dia duduk di kursi dan menatap Rania dengan tersenyum tipis.

Rania berbalik badan,dan dia meletakkan makanan ikan,setelah itu ikut duduk disamping max.

" aku sedang memberi makan ikan,,kalau kamu ? sedang apa kamu kesini ? apa kamu membutuhkan sesuatu? " tanya Rania dengan penasaran.

Max menggeleng,dia menatap kearah bulan yang bersinar terang,lalu tatapannya mengarah pada Rania.

" kamu sebelumnya tidak bertanya kenapa aku datang kesini, tapi itu tidak penting karna aku akan mengatakan tujuan ku kenapa aku menemui mu,, sekarang kamu tau sendiri saat ini kamu sedang mengandung anakku,,tidak mungkin anak itu lahir tanpa seorang ayah, apalagi semua orang pasti akan menghinamu,,, jika kamu tidak keberatan dengan ucapan orang lain, bagaimana orang-orang itu mengatakan anak kita anak haram ? apa kamu tega pada mereka ? dan juga mereka pasti akan bertanya dimana ayah kami,,,itu terdengar sepele tapi Bagi anak-anak keluarga utuh lah yang mereka harapakan,,kasih sayang dari seorang ayah dan ibunya,, bagaimana menurutmu?? apa kamu sudah menyiapkan jawaban jika anak-anak kita bertanya seperti itu padamu ? walaupun kamu mengatakan jika ayah mereka sudah mati,aku sangat yakin mereka tidak akan sebodoh itu,dan suatu saat kebohongan mu pun akan terbongkar,,dan apa yang akan kamu dapatkan ? anak-anak mu sendiri pasti akan merasa kecewa,, untuk itu aku datang kesini ingin bertanggung jawab atas kehamilan mu,,apa kamu mau menerima ku sebagai suamimu ? " tanya Max dengan panjang lebar,dia menatap Rania dengan tatapan dalam.

sungguh Max sudah jatuh dalam pesona nya,dia bahkan tidak bisa jauh dari Rania,dan apapun keinginan wanita yang ada dihadapannya,pasti dia akan menuruti kemauan nya.

deggggg

Rania tertegun,dia menatap Max dengan tatapan yang sulit diartikan,entah kenapa dia merasa takut jika suatu saat nanti max mengetahui siapa dia sebenarnya,dia berfikir max akan memanfaatkan nya seperti apa yang telah Daxton lakukan dulu padanya.

" apa kamu sedang melamar ku Max?? " itulah yang saat ini Rania mampu ucapkan,tapi mengingat ucapan Max tadi,dia merasa  takut anak-anak nya akan menderita karna tidak memiliki dan merasakan kasih sayang seorang ayah.

" ehemmm...ya aku sedang melamarmu,jadi maukah kamu menikah dengan ku ? " Kali ini Max Berlutut dihadapan Rania,dia tersenyum lembut dan menatap Rania dengan tatapan penuh cinta.

melihat tatapan itu, tiba-tiba hati Rania bergetar,tapi dia berusaha menutupi nya dengan wajah cemberutnya.

" apa begini caramu melamar seorang wanita ? kamu memang payah Max" Rania pura-pura kesal,dia membuang muka yang membuat Max terkekeh geli.

" baiklah tuan putri aku akan melamarmu seperti yang kamu inginkan,ayo sebaiknya masuk kedalam kamar ,udara malam ini sangat dingin,kasihan anak kita " tanpa basa-basi Max menggedong Rania dengan hati-hati.

sedangkan Rania yang tiba-tiba di gendong terkejut,tapi dia hanya bisa terdiam dan menatap wajah tampan Max dari dekat,entah kenapa dia merasa Max pria yang baik meski semua orang mengatakan Max pria yang tidak berperasaan.

" seperti nya tidak buruk menikah dengannya,jika suatu saat dia menghianati ku,,aku akan membawa nya kedalam lautan,agar dia merasakan akibatnya! " batin Rania, tanpa max tau apa yang sedang di fikirkan oleh wanita yang sedang berada di gendongan nya.

1
Maudy
mantap ayara 😁😁
Maudy
teruskan karya mu sobat
Maudy
cerita bagus dan keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!