Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9.
"Ku mohon Vince, jangan begini!" sahut Naura dengan wajah memohon. Ia seakan mengerti apa yang akan Vince lakukan ke pada nya.
Reflek Naura memilih untuk memejamkan matanya.
Vince mulai mendekat kan bibir nya ke arah bibir Naura. Dan saat bibir mereka hampir saja menempel.
Tiba tiba seorang murid laki laki lain menarik kasar tubuh Vince dari Naura.
Dan bugh bugh bugh.
Terlihat laki laki itu menghajar Vince membabi buta seperti orang yang kerasukan setan.
Naura pun perlahan membuka mata nya. Dia sangatlah kaget melihat siapa yang telah menghajar Vince.
Naura merasa pusing dan aneh apa yang terjadi. Naura pun pingsan. Dia sangat syok dengan apa yang dia lihat.
"Naura," ucap ke dua anak laki laki itu bersamaan dengan wajah khawatir.
*****
***
*
Di sebuah sekolah yang sangat mewah. Seorang gadis ber kulit putih pucat sedang duduk menyendiri. Teman teman nya memilih untuk menjauhi nya. Karena dia takut kalau gadis itu marah dia bisa menggunakan kekuasaannya.
Dia mendapat kan sebuah pesan dari Aron.
[ P] Aron
[Kenapa?]
[Move on aja elo, ma si Liam, masak di saat dia ada kita selingkuh, dia saat dah meninggal malah kita gak berhubungan lagi.] Aron
Gadis itu menghembus kan dengan kasar setelah membaca pesan terakhir dari Aron. Sepupu Liam. Pacarnya sendiri sebelum meninggal.
Gadis bernama Cherly Anastasia itu. Memilih langsung untuk memblokir nomor Aron. Air mata pun luruh dari ke dua pipi nya.
Mengingat sebelum koma, Liam membuntuti nya saat sedang jalan dengan Aron. Tak lupa menyaksikan dirinya yang kala itu ber ciuman dengan Aron di depan mata Liam.
Cherly mengingat bagaimana sorot mata Liam saat itu. Penuh dengan kekecewaan yang mendalam. Tapi di saat itu memang dia yang berkali kali ingin putus dengan Liam, tapi Liam malah menolak nya. Tapi sejak kejadian itu Liam seakan menjauh dan berkali kali minta putus dari Cherly.
-Flash back di sebuah cafe-
Cherly sedang menunggu Liam. Karena dia ingin berbicara 4 mata dengan pria itu. Cherly segera menyewa cafe itu agar bisa dia gunakan secara privat.
Dari kejauhan Cherly baru menyadari, jika Liam lebih tampan jika di bandingkan dengan Aron.
Cherly pacaran dengan Liam akibat perjodohan keluarga. Maka nya Cherly sering meminta putus dan mempermainkan Liam. Karena dia dan Aron memang kenal dan dekat sejak kecil. Apalagi Aron adalah cinta pertamanya. Maka nya di mata dan hati Cherly hanya ada Aron seorang.
"Liam, makasih kamu masih mau datang datang menemui ku," ucap Cherly dengan mata berbinar. Dia sangat lah rindu Liam yang dulu yang begitu perhatian dan sayang pada nya.
"Iya," ucap Liam singkat sembari melihat sekeliling. Dia merasa aneh karena sangat sepi. Dan satu lagi. Baju yang di berikan Liam 3 tahun lalu. Sebuah dress brukat warna putih kini di kenakan oleh Cherly. Tapi Liam memilih diam dan acuh.
"Aku cantik gak Liam pakai baju ini?" tanya Cherly tersenyum manis.
"Lumayan," jawab Liam dingin.
"Padahal ini dress yang kamu belikan dulu, 3 tahun yang lalu," kata Cherly tanpa sadar menyenggol hati Liam. Liam mencintai Cherly selama ini tulus. Karena Cherly adalah cinta pertama nya. Liam sama sekali tidak pernah melakukan kontak fisik dengan Cherly. Ciuman atau yang lain Liam sama sekali tidak lah mengerti.
"Aku bahkan lupa pernah membelikan baju itu untuk mu. Bahkan 3 tahun baru kamu pakai sekarang," ucap Liam sarkas dengan cuek ia mulai memakan makanan yang ada di atas mejanya.
"Liam ku mohon, kembali lah seperti dulu, ayo kita mulai dari awal lagi hubungan kita," ucap Cherly memohon.
"Maaf aku tidak bisa, aku ingin kita putus Cherly," ucap Liam dengan wajah serius. Karena dalam kamus nya dia sama sekali tidak menerima sebuah penghianatan cinta. Ia menatap wajah Cherly dengan tatapan wajah yang sangat tajam.
"Ku mohon Liam beri kan lah aku kesempatan lagi," ucap Cherly memohon dengan air mata mulai luruh dari ke dua pipi Cherly. Dia sangat lah sedih dan kaget. Saat mendengar Liam mengucap kan kata putus. Walau pun awalnya memang dirinyalah yang berkali kali meminta putus dari Liam.
"Bukan kah selama ini kau ingin putus dari ku Cherly. Aku sudah memberitahu mommy ku tentang apa yang kau lakukan dengan Aron. Sekarang aku permisi ada beberapa hal yang harus aku lakukan," ucap Liam formal lalu pergi meninggalkan Cherly yang masih mematung.
Dan ini lah kali terakhir Cherly bertemu Liam dalam keadaan Liam hidup. Sisanya dia hanya melihat Liam dalam keadaan koma.
-Flash back off-
***
Di ruangan dengan nuansa putih. Naura berusaha membuka mata nya.
Dia malah teringat dengan laki laki yang menyelamatkan nya dari Vince.
"Liam," ucap Naura lirih. Karena tidak ada tenaga. Naura benar benar shock dengan apa yang tadi dia lihat.
"Iya Naura," sahut anak laki laki yang sekarang ini berdiri di depannya.
Laki laki itu sungguh membuat Naura shock bahkan jantung Naura terasa seperti berhenti berdetak untuk sepersekian detik.
Melihat wajah Naura yang terkejut, laki laki itu malah mencium punggung tangan Naura dengan wajah yang terlihat begitu tulus.
"Li- Liam," panggil Naura lirih, bahkan ia berbicara dengan nada suara terbata. Dan tubuh nya meringan. Dia hampir saja pingsan sekali lagi.
Naura merasa, kalau tubuhnya sekarang ini terasa meringan. Bahkan ia juga merasa kalau akan pingsan lagi.
"Naura, ini benar aku. Kamu jangan takut," ucap Liam sendu. Bahkan wajahnya sekarang ini juga terlihat begitu menyakinkan.
Naura nampak membuka tutup matanya berkali kali, seolah olah dirinya tidak percaya. Kalau sekarang ini Liam itu nyata dan berada di hadapannya.
Liam adalah anak laki laki kalem. Lembut dan juga penyayang. Tapi dia juga punya sisi lain yang menyeramkan. jika memang sudah terlanjur marah atau pun kecewa. Dia sama sekali tidak bisa mengontrol emosi nya. Dia seperti orang yang berbeda jika sudah marah.
"Buka nya hantu tidak nampak kalau siang ya!" celetuk Naura polos.
Bukanya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Liam dengan gemas malah menonyor kepala istrinya itu.
"Aku bukan hantu Naura. Kamu telah membuka segel kehidupan ku. Dan ... Sekarang ini aku di berikan kesempatan hidup sebagai manusia sekali lagi. Sungguh aku berhutang Budi padamu Naura." jelas Liam dengan tatapan mata yang terlihat teduh dan juga tenang.
Naura terus menatap manik mata berwarna biru itu, untuk memastikan apakah ada kebohongan dari setiap kata yang Liam ucapkan atau tidak.