NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Balas dendam pengganti / Chicklit
Popularitas:52.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

“Aku hanya pengganti, bukan?” Suara Yura bergetar, namun matanya tak lagi memohon.
Arga Lingga Pradipta tak menjawab. Sejak awal, pernikahan itu memang tak pernah tentang cinta. Yura hanyalah bayangan dari wanita lain, dinikahi karena wajah, dipertahankan karena kesepakatan.

Empat tahun hidup sebagai istri tanpa nama, satu malam hampir mengakhiri segalanya. Saat kontrak pernikahan tinggal menghitung bulan dan wanita yang dicintai Arga kembali, Yura memilih berhenti terluka.

“Aku tak butuh cintamu,” katanya pelan.
“Aku hanya ingin kau menyesal.”

Saat tunangan asli kembali dan kontrak tinggal hitungan bulan, Yura bukan lagi istri yang patuh. Diam-diam, ia bangkit sebagai musuh paling berbahaya bagi keluarga Pradipta.

Bagaimana kisahnya? Yuk, simak di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

“Sudah ku katakan! Tidak ada yang boleh mengganggu saya!” teriak Arga dengan suara keras seraya membuka pintu kamar.

Pelayan yang hendak mengetuk pintu sontak terdiam saat pintu terbuka. Namun, sebelum ia sempat mundur, sebuah suara lain terdengar dari belakangnya, tenang namun berwibawa.

“Ah, kalau begitu kedatangan saya benar-benar mengganggu waktu Tuan Arga.”

Pria itu melangkah mendekat, Hans Elvano Wijaya.

Pandangan Hans sekilas melirik ke arah dalam kamar. Ia melihat Yura yang tengah membenarkan pakaiannya yang berantakan, rambutnya sedikit acak, wajahnya pucat. Ada sesuatu yang langsung tertangkap jelas di mata Hans, sesuatu yang tidak beres.

“Tentu saja tidak,” jawab Arga cepat, terlalu cepat. Ia segera berdiri di hadapan Hans, seolah hendak menutupi pemandangan itu. “Mari kita bicara di bawah.”

Arga menoleh tajam ke arah Yura. “Ikut.”

Mereka bertiga duduk di ruang tamu. Suasana terasa kaku, udara seolah menekan dada. Hans membuka pembicaraan, membahas kejadian di perjamuan keluarga Wijaya.

“Atas nama keluarga Wijaya,” ucap Hans serius, “saya meminta maaf atas sikap dan perilaku adik saya, Putri, terhadap Nona Yura.”

Ia lalu menggeser sebuah kotak perhiasan ke arah Yura.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan atas hubungan bisnis keluarga kita.”

Yura mengepalkan tangannya di pangkuan. Dadanya terasa sesak dan dia menatap kotak itu tanpa menyentuhnya. Bibirnya sedikit bergetar saat hendak membuka suara.

“Tuan—”

Namun, Arga lebih dulu memotong.

“Yura tidak menyimpan dendam,” katanya datar namun tegas. “Masalah ini sudah selesai.”

Kata itu menusuk Yura lebih dalam daripada tamparan Putri tempo hari. Karena yang Arga maksud selesai, hanyalah kepentingannya sendiri.

“Tuan…” Yura kembali mencoba bicara, suaranya pelan.

Tatapan Arga langsung mengeras. “Lupakan semuanya,” katanya rendah namun mengandung ancaman.

“Atau kau tahu sendiri konsekuensinya.”

“Baik,” ucapnya akhirnya. Suaranya nyaris tak terdengar. “Saya … tidak menyimpan dendam.”

Namun, di dalam hatinya, justru sebaliknya. Hans menatap Yura lebih lama kali ini. Mata wanita itu sendu, kosong, penuh luka yang jelas tidak diucapkan. Ada simpati yang tak sengaja muncul di wajah Hans, sesuatu yang bahkan tak ia sadari.

Kotak perhiasan itu masih berada di atas meja, belum disentuh Yura.

“Kalung ini,” ujar Hans akhirnya, suaranya lebih tenang, “bukan untuk menebus kesalahan. Ini hanya bentuk tanggung jawab saya sebagai kepala keluarga Wijaya.”

Arga tersenyum tipis, senyum seorang penguasa yang merasa semuanya masih berada di bawah kendalinya.

“Tuan Hans terlalu sungkan. Yura mengerti posisinya.”

Yura menahan napas. Kukunya menekan telapak tangan hingga terasa perih. Ia ingin tertawa, atau berteriak namun ia tahu, satu kata saja yang keluar tanpa izin Arga bisa berujung petaka.

“Saya … berterima kasih,” ucap Yura pelan, nyaris seperti bisikan. Tangannya akhirnya menyentuh kotak itu, bukan karena ia menginginkannya, melainkan karena ia dipaksa menerima.

Hans mengerutkan kening tipis. Nada suara itu bukan nada orang yang memaafkan.

“Jika suatu hari Nona Yura merasa dirugikan oleh keluarga Wijaya,” lanjut Hans, menatap langsung ke arah Yura, mengabaikan Arga sejenak, “pintu saya selalu terbuka.”

Kalimat itu membuat Arga menoleh tajam.

“Tuan Hans terlalu berlebihan,” potong Arga cepat. “Yura berada di bawah tanggung jawab saya.”

Hans tersenyum tipis, senyum dingin yang jarang ia tunjukkan dalam urusan bisnis. “Tentu saja, saya hanya memastikan … tidak ada kesalahpahaman yang berlarut.”

Dalam hati Hans bergumam dingin.

'Yura adalah wanita yang rela naik ke atas ranjang pria lain demi uang. Untuk apa aku peduli? Untuk apa aku merasa simpati?'

Namun, entah mengapa, saat mata itu kembali terlintas di benaknya, mata Yura yang sendu, kosong, dan terluka, dadanya justru terasa nyeri. Ada perasaan tak nyaman yang mengendap, perasaan yang tak seharusnya muncul pada wanita seperti Yura setidaknya menurut logika yang ia bangun sendiri.

Hans menarik napas pelan, berusaha menyingkirkan rasa itu. Sebelum benar-benar melangkah pergi, Hans berhenti. Ia merogoh saku jasnya, lalu mengeluarkan sebuah amplop berwarna hitam dengan lambang keluarga Wijaya tercetak elegan di depannya.

“Ini undangan,” ucap Hans sambil meletakkannya di atas meja. “Saya harap Tuan Arga dan Nona Yura berkenan hadir.”

Arga langsung menangkap amplop itu tanpa ragu.

“Ulang tahun Putri,” lanjut Hans. Suaranya terdengar datar, tetapi ada emosi yang samar di baliknya. “Seperti biasa.”

Hari itu adalah hari kelahiran adik kandung Hans yang telah hilang. Ulang tahun yang dijadikan peringatan.

Hans mengadakan ulang tahun Putri tepat di tanggal itu, seolah ingin menegaskan bahwa kehilangan itu telah diisi. Atau setidaknya dipaksa untuk tergantikan.

“Saya tidak akan datang,” ucap Yura pelan namun tegas. Ia menatap Hans tanpa ragu. “Saya rasa kehadiran saya hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan.”

Arga langsung menoleh tajam.

“Kau akan datang,” katanya dingin. “Ini demi hubungan bisnis.”

“Tapi—”

“Tidak ada tapi.” Arga memotongnya, suaranya rendah namun penuh tekanan. “Ini perintah.”

Yura terdiam, dia tahu, menolak berarti membuka pintu hukuman lain. Menolak berarti mempertaruhkan semua yang telah ia korbankan sejauh ini.

“Baik,” ucap Yura akhirnya, lirih.

Hans mengamati adegan itu dalam diam. Cara Arga memaksa. Cara Yura menyerah. Ada sesuatu yang terasa ganjil dan semakin menyakitkan di dadanya. Entah kenapa melihat Yura lemah Hans merasa iba dan dadanya serasa sesak.

"Saya permisi," ucapnya kemudian, Arga mengangguk, sopir membuka pintu mobil setelah Arga dan Yura mengantar Hans keluar dari pintu rumah utama.

1
Asyatun 1
lanjut
merry
cept tes hans,, klo cocok depak putri palsu itu umuknn siapa adikmu mky putri Arga gk brni ngusik yura lgg,, untuk Arga mngkin bulan nyesel tau yura ank konglomerat bangsawan dan org yg dh Nolongin dia 😄😄😄 putri gk bs berkutik klo seluruh ngeri tau yura adalh adik mu hans
Gadis misterius
Pertama yg harus disingkirkan dan ditengalamkan putri hans arga urusan blekangan krn putri membully yura dr zaman dia sekolah
Hanifah 76
apa kabar ka baru up lagi?sehat selalu
Arieee
semoga test dna positif Yura si putri yang hilang🤧🤧🤧🤧
Allea
semoga yura ga cepat2 memaafkan si hans
ken darsihk
Nggak sabar menunggu tnggl 10 , dan hasil tes DNA Yura & keluarga Wijaya
iqha_24
semoga positif, Yura Adik Hans
Eva Karmita
bukan kebahagiaan yang akan kamu dapatkan Arga tapi sebuah kehancuran, kebenaran yang sesungguhnya 🔥💪🥰
Oma Gavin
seharusnya kalau test DNA ini bener putri wajib didepak dari keluarga wijaya secara dia anak panti songong banget ngga cocok jadi keluarga wijaya
Naufal hanifah
ceritanya bagus
Aidil Kenzie Zie
peringatan untuk menjauhi Hans paling yang dimaksud Sky
merry
klo niat baik gpp klo niat buruk siap de demo ibu ibu kmu sky😄😄😄
Aisyah Alfatih: belum bisa double ini 😁 padahal pengen tak double terus biar tamat ... mungkin besok ya ...
total 1 replies
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Yura bebas dari jerat Arga , semoga Yura selalu bahagia setelah lepas dari Arga pasti Arga akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Yura .
Eva Karmita
lanjut... pengen tau bagaimana Arga Tampa Yura disisinya, apa hidupnya akan bahagia atau sebaliknya jungkir balik ngk karuan .
Yulia Dhanty
menarik
ken darsihk
Setelah ini Arga akan menyesal parah , setelah dia tau siapa yng menolong dia sebenar nya
Dan setelah ini lo juga akan tau Arga siapa Shasmita 😂😂😂
Hanifah 76
bagus ceritanya ka semangat
Gadis misterius
Yura akan menghindari sky krn yura tau adeknya arga ada rasa ke sky...jngn kuatir ksu sky yura tdak akan menggangu hubungan hans dan adekmu yura itu anti laki2 sebelum blas dendamnya terblaskan
Sunaryati
Dengan membuang Yura berarti kau menyia- nyiakan perempuan yang pernah berjasa padamu, apalgi 4,5 tahun kau siksa fisik dan mentalnya dengan menyandra, setelah kau tahu, tapi keadaan kamu telah hancur. Kau tidak mendapatkan Yura atau tunangan kamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!