semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BU HASNA KOMA
"dok pasien atas nama hasna wingsi Amalia ruangan nya dimana?? " tanya rara panik,, dia menuju rumah sakit setelah mendapat kabar bahwa ibunya mengalami kecelakaan
"sebentar ya buk! "
"masih dalam penanganan buk di ruang" belum sempat staf administrasi bicara tiba tiba ponsel rara berbunyi
"halo pah.. papah sekarang dimana.. baik pah aku langsung kesitu sekarang!! "
Tanpa menoleh rara langsung pergi dengan berlari matanya sudah berlinang air mata panti terlihat blur namun itu tidak menghentikan langkah nya dia terus berlari menuju ruang IGD tiba tiba dia menabrak seseorang tanpa menoleh rara hanya mengatakan maaf lalu melanjutkan kembali berlari ia tak peduli meski hampir terjatuh
"mas.. bukan nya dia rara?? " tanya febi
"ia.. "
"dia kenapa ya?? "
"gak tau.. kita pulang aja kasihan dede bayinya" ucap Rio mengelus perut istrinya
"papah.. " panggil rara saat sudah sampai di depan ruang IGD
"rara,, sayang.. " rara menghampiri ayahnya lalu menghambur kedalam pelukan sang ayah
"pah.. mamah gimana?? "
"papa belum tau sayang.. kita berdoa saja semoga mama kamu tidak kenapa napa! " ucap sang ayah ikut meneteskan air mata keduanya dudu di sebuah bangku kursi panjang. setelah beberapa saat dokter pun keluar rara dan ayahnya langsung berdiri
"dok.. bagaimana kondisi mama saya..?? " tanya rara pada seorang dokter pria. dokter itu menghela nafas pasien sedang dalam keadaan koma kecelakaan itu membuatnya kehilangan banyak darah kita berdoa saja semoga allah memberikan nya kesembuhan dan ibu anda bisa cepat sadar!! " ucap sang dokter dia menatap wanita yang ada di depannya rasanya wanita ini tidak asing
"pasien akan dipindahkan beberapa saat lagi" ucap sang dokter lalu pergi meninggalkan kedua orang tersebut
"pah.. mamah pah!! " ucao rara menangis terseduh
"sabar ya nak.. mama pasti akan sembuh.. dia wanita kuat dia pasti akan bangun "
**
Rara membuka pintu kamar tempat dimana ibunya dipindahkan kakinya perlahan melangkah matanya berembun hatinya sakit melihat beberapa alat menempel di tubuh sang ibu
"mah... cepat bangun mah.. rara kangen!! " ucap rara meneteskan air mata , rara duduk di kursi samping kasur hatinya benar benar teriris melihat keadaan ibunya cukup lama rara menemani sang ibu namun tak kunjung ada pergerakan rara pun keluar dengan mata yang sudah bengkak karna menangis punggung tangannya menghapus air mata yang terjatuh di pipi nya
"bruhg" rara bertabrakan dengan seseorang rara tak banyak bicara
"mbak.. mbak gak apa apa?? " tanya orang tersebut rara hany tertunduk menangis. orang tersebut pun sedikit panik saat memperhatikan dengan jelas matanya melotot
"dia kan.. anak pasien yang ibunya tak sadar kan diri karna kecelakaan.. kasihan sekali kamu mbak" batinnya
"mbak.. yang sabar ya.. semoga ibunya cepat terbangun " rara mengangkat kepala lalu menatap wajah pria itu
"dok.. tolong ibu saya dok lakukan yang terbaik berapapun akan saya bayar tapi saya mohon bantu dia agar cepat terbangun dari komanya " ucap rara sambil tergugu
"iya.. kami akan berusaha yang terbaik dan mbak sebagai anaknya teruslah berdoa yaah semoga doa nya terkabul.. jangan nangis lagi yah!! " ucap sang dokter rara hanya mengangguk lalu melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. dokter itu pun merasa prihatin terhadap rara
"mah.. cepat bangun.. anak mu merindukan mu.. apa kamu gak kangen sama anak mu dan juga aku.. apa kamu gak kasihan sama anak mu sudah beberapa hari dia gak mau makan karna memikirkan mu.. bangun lah mah!! " ucap ayah rara mencium kening sang istri lalu mencium juga punggung tangan nya
Ini adalah hari ke lima bu hasna dirawat. selama itu juga rara kehilangan semangat nya bahkan sempat di infus karna pingsan