Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayana Milik Pangeran Xavier Seutuhnya
Kayana pulang kerumahnya setelah selesai sekolah. Seperti biasa dia merebahkan dirinya di kasurnya. "Aneh kok ya, alurnya sangat berbeda, membuat aku tidak bisa menebak semuanya. Karena antagonis novel yang harusnya mencintai pangeran xavier. Kini mencintai sahabat masa kecilnya." Gumamnya dengan nada bingung.
"Aku mandi dulu, setelah mandi aku makan dan jalan-jalan menikmati kebebasan." Ucapnya bangkit dari duduknya. Dia langsung menuju kamar mandinya.
Sedangkan di sebuah kamar, seorang wanita sedang meluapkan kemarahannya dengan membuat kamarnya berantakan. "Ini semua karena lizzie si anak baru, aku akan membalas perbuatan mu lizzie. Karena kamu albert membenci ku. Aku akan membuat kamu menyesal. Lihat saja nanti." Ucapnya dengan nada kemarahan yang besar.
Dia langsung turun ke bawah menemui daddy angkatnya di ruang kerjanya. Dia berjalan cepat masih dengan kemarahannya.
Click..
Dia masuk ke ruang kerja dan menguncinya. Seorang pria paruh baya yang belum terlalu tua, sedang sibuk dengan pekerjaannya menoleh melihat anak angkatnya yang datang.
"Belva, ada apa kamu keruangan daddy, hmm?" Tanyanya dengan nada lembut.
Belva langsung tersenyum tipis. Dia duduk di pangkuan daddy angkatnya. "Daddy david, aku ingin bantuan mu." Jawabnya dengan nada lembut yang menggoda.
Pria itu tersenyum menyeringai. "Kamu tahu honey, jika meminta bantuan ku ada imbalan nya." Ucapnya mengelus paha belva.
Belva tersenyum tipis. Lalu dia mencium bibir daddy david, melumatnya penuh godaan. Daddy david yang tergoda, langsung memegang tengkuk belva dan membalas ciumannya.
Sedangkan kayana setelah mandi dia bersiap-siap pergi, tetapi tiba-tiba matanya mengantuk. "Kenapa mataku mengantuk sekali ya?" Ucapnya duduk di samping kasurnya. Tiba-tiba tertidur pulas.
Pangeran xavier yang sedang berada di dalam mobilnya, tidak jauh dari rumah kayana tersenyum menyeringai, melihat calon istrinya tertidur pulas. "Hans, sudah waktunya jemput calon istriku, membawanya ke kantor catatan sipil untuk menikahinya." Ucapnya dengan perintah yang dingin.
"Baik pengeran." Jawab hans menjalankan mobilnya menuju halaman rumah kayana dan berhenti.
Pangeran xavier keluar dari dalam mobil. Dia berjalan dengan langkah yang tegas, dia masuk ke dalam rumah kayana sama seperti kemarin, tidak ada hambatan. Dia masuk dengan senyuman yang tidak pernah pudar.
Click..
Dia melihat kayana yang tertidur dengan kaki yang menjuntai ke bawah. Dia mendekati kayana berdiri di antara pahanya. Dia membungkuk dan mencium bibir kayana dengan begitu ganas dan lapar, dia mencium tanpa henti membuat bibir kayana bengkak kembali. "Kamu mau kemana sayang, dengan pakaian seksi seperti ini?" Dia mengelus paha kayana dengan sangat lembut, karena kayana menggunakan gaun selutut. "Sekarang kita menikah sayang." Pangeran xavier langsung mengangkat tubuh kayana ala bridal style.
Dia membawa kayana dengan seringai yang mengembang di bibirnya. Dia berjalan keluar rumah kayana, dan masuk kedalam mobil.
"Hans, kita berangkat sekarang." Perintahnya dengan nada dingin. Pangeran xavier mengelus bibir kayana yang bengkak. Lalu menciumnya kembali, namun ciumannya lembut dan penuh cinta. Dia terus mencium bibir kayana. Hingga sampai kantor catatan sipil.
"Pangeran kita sudah sampai." Ucap hans memberitahukan, hingga menyadarkan pangeran xavier yang sedang menikmati bibir kayana. Dia melepas ciumannya dan mengangkat tubuh kayana keluar.
Sedang di sebuah markas.
"Boss, ternyata kita selama ini telah salah dengan yasmin, sikap lucu dan lembut belva telah menjerat kita, hingga sekarang kita sudah sadar. Tetapi kita telah jauh melukai hati yasmin." Ucap arkan, Alaska dan yang lainnya hanya diam.
Albert menghela napas kasar. "Aku bodoh, sebagai ketua geng, tetapi aku tidak memeriksa kejadian itu dengan detail." Jawabnya dengan nada frustasi.
"Boss, kamu dan yasmin bersahabat dari masih kecil, boss apa kamu tidak pernah mencintainya. Jika kamu mencintainya.
Deg..
Albert diam membeku. Dia teringat kata-kata kayana.
"Boss, jangan sampai kamu kehilangannya. Aku sering lihat jika yasmin di ganggu devan kamu selalu bantu dari jauh. Devan sudah keterlaluan boss, aku takut yasmin terluka." Ucap arhan.
Tangan albert terkepal erat. "Aku akan pergi kerumahnya." ucapnya bangkit dari duduknya.
Sedangkan di sebuah apartemen yang mewah. Kayana mulai terbangun dari tidurnya. Di membuka matanya.
Deg..
Jantungnya berdebar melihat langit-langit kamarnya yang berbeda, dia langsung terduduk kaku. Napasnya tambah tertahan saat pandangan jatuh ke sudut ruangan. Duduk seseorang pria yang sangat dia kenali. Pangeran xavier duduk di sofa kulit tanpa berkedip. Matanya tajam, gelap seolah mengunci seluruh pergerakannya dengan intensitas yang mengerikan.
"Kamu sudah bangun sayang?" Tanyanya dengan nada rendah, tenang namun menyiratkan kepemilikan yang mutlak.
Tubuh kayana bergetar hebat. "Pangeran xavier." Ucapnya dengan nada bergetar.
"Hmm, iya sayang. Ini aku, aku telah menemukan mu. Kamu jangan takut sayang." Dia bangkit dari kursinya berjalan. Mendekati kayana. "Mulai sekarang, ini dunia mu. Dan kamu milikku sayang, Seutuhnya mulai sekarang." Ucapnya memperlihatkan buku nikah yang di pegangnya.
Deg..
Kayana merapatkan selimut ke dadanya, dia menyadari pangeran xavier telah menikahinya, dan dia menyadari pintu kamar tidak memiliki gagang dia bagian dalam. Dan dia tahu, dia bangun di dalam sebuah sangkar emas yang telah di persiapkan pangeran xavier dengan obsesinya.
Tiba-tiba tubuh kayana terasa panas. merasakan tidak nyaman. "Kenapa sayang?" Tanyanya dengan senyuman seringainya.
"Pangeran, apa yang kamu berikan kepadaku?" Tanyanya dengan nada resah.
Pangeran xavier mendekati kayana dan membelai pipi kayana, membuat tubuh kayana beraksi berlebihan. "Pangeran apa kamu memberikan aku obat perangsang?" Tanyanya dengan nada masih resah dan gelisah.
Pangeran xavier tersenyum tipis. "Hukuman mu sayang, di dekati pria-pria lain. Sekarang memohon lah sayang, kamu menginginkan belaian ku sayang." Ucapnya mengecup bibir kayana membuat kayana memegang tengkuk pangeran xavier.
Pangeran xavier tersenyum menyeringai. "Pangeran aku mohon, ini sangat tidak nyaman." Ucap kayana.
Pangeran xavier tersenyum di sela ciuman kayana yang liar. "Ini permintaan mu sayang, setelah ini tidak ada kata berhenti dalam kamus ku, kecuali aku puas." Ucapnya dengan nada santai namun menekan.
Kayana yang sudah terkena obat perangsang hanya mengangguk kepalanya. Dia tahu dan sadar, dia sekarang tidak akan pernah bisa keluar dari jerat cinta Obsesi pangeran xavier. mau tidak mau dia harus menerimanya. karena pangeran xavier sudah menjadikan dia istrinya, memilikinya seutuhnya.
Pangeran xavier mencium dengan lembut dan penuh cinta, kayana pun membalasnya dengan agresif. Mereka saling sesap dan lumat. Tangan pangeran xavier mulai menjelajah tubuh kayana yang menggunakan gaun tidur tipis yang telah di ganti pangeran xavier.
Ciuman lembut pangeran xavier, berubah menjadi ciuman liar dan penuh hasrat. Hasratnya kendali menguar, sangat besar dan kayana bisa merasakan deru napasnya. Tetapi dia tahu dia sudah tidak bisa berlari.
penasaran