NovelToon NovelToon
THE CAPTAIN'S UNEXPCTED WIFE

THE CAPTAIN'S UNEXPCTED WIFE

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

"Status 'Ayah' itu sudah mati. Mulai hari ini, aku adalah suamimu."
Kehilangan ibu sekaligus kebebasan dalam satu malam membuat dunia Gladies runtuh. Dipaksa menikahi Arkan, pelindung keluarganya yang berubah menjadi sosok asing yang dominan, Gladies terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Ia percaya Arkan hanya menginginkan hartanya, sementara Arkan percaya hanya ketegasan yang bisa menyelamatkan Gladies. Mampukah mereka berlayar di samudra rumah tangga yang penuh amarah, ataukah mereka akan hancur sebelum mencapai dermaga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Arkan berdiri dari posisinya setelah selesai mengobati kaki Gladis.

Ia melangkah ke deretan manekin dan memilih sebuah gaun midi berbahan sutra berwarna biru safir yang tampak sangat elegan.

Warna itu senada dengan samudera yang ia kuasai dan ia tahu warna itu akan membuat kulit Gladis terlihat semakin bersinar.

"Coba yang ini," ucap Arkan sambil menyerahkan gaun itu pada pelayan.

Saat Gladis masuk ke ruang ganti, Arkan berdiri di depan jendela butik sambil bersedekap, auranya kembali dingin dan waspada. Namun, ia tidak menyadari bahwa di seberang jalan, di balik tirai sebuah kafe, Gitayang sejak awal mengincar Arkan sedang memegang ponselnya dengan tangan gemetar.

Gita berhasil memotret momen saat Arkan berlutut di kaki Gladis tadi.

Ia memperbesar foto itu pada layar ponselnya, matanya menyipit penuh selidik.

"Lihat cara dia menatap gadis itu. Lihat bagaimana tangannya memegang kaki Gladis. Itu bukan tatapan seorang wali kepada anak asuhnya," gumam Gita dengan nada cemburu yang kental.

Gita kemudian memotret lagi saat Arkan membantu Gladis keluar dari ruang ganti setelah mengenakan gaun biru safir tersebut.

Arkan tampak merapikan helaian rambut Gladis dan mendaratkan sebuah kecupan singkat namun penuh perasaan di kening istrinya.

"Sepertinya mereka bukan ayah dan anak, atau paman dan keponakan," gumam Gita lagi, bibirnya membentuk seringai licik.

"Ada sesuatu yang sangat besar yang mereka sembunyikan dari semua orang di kapal ini. Dan kalau aku tahu apa itu, aku punya senjata untuk menyingkirkanmu, Gladis."

Gita segera mengirimkan foto-foto itu ke grup percakapan rahasia para sosialita di kapal pesiar tersebut.

Dalam sekejap, desas-desus mulai menyebar seperti api yang ditiup angin laut.

Sementara itu di dalam butik, Gladis menatap cermin, merasa jauh lebih cantik dan berharga. Ia menoleh pada Arkan.

"Apakah ini terlalu berlebihan untuk sekadar jalan-jalan di pelabuhan?"

Arkan mendekat, memeluk pinggang Gladis dari belakang dan menatap pantulan mereka di cermin.

"Tidak ada yang berlebihan untuk wanita yang baru saja menyelamatkan nyawaku. Kamu pantas mendapatkan yang lebih dari sekadar sutra ini."

Gladis tersenyum, tidak menyadari bahwa kebahagiaan singkat ini sedang dipantau oleh mata-mata yang siap meledakkan rahasia pernikahan mereka.

Kemudian Arkan mengajak istrinya untuk kembali ke kapal.

Langkah kaki Arkan yang tegas bergema di sepanjang koridor menuju kabin.

Gladis sudah lebih dulu masuk ke dalam, wajahnya pucat pasi menahan malu dan luka.

Di belakangnya, sayup-sayup terdengar suara beberapa penumpang wanita yang tertawa sinis.

"Lihat saja gayanya, memakai baju semahal itu. Ternyata benar kan, dia cuma simpanan om-om kaya. Mungkin itu cara dia membayar kuliahnya," bisik salah seorang penumpang dengan nada menghina.

Gladis yang mendengarnya langsung menutup pintu kabin dengan keras.

Di dalam kesunyian kamar yang mewah itu, pertahanannya runtuh.

Ia menjatuhkan dirinya di balik pintu dan menangis sesenggukan, menutup telinganya karena kata-kata keji itu seolah terus terngiang.

Arkan berdiri di depan pintu kabin, rahangnya mengeras hingga otot-otot di lehernya menonjol. Amarahnya mencapai puncak.

Ia tidak peduli lagi pada prosedur atau kerahasiaan. Baginya, martabat Gladis jauh lebih berharga daripada reputasinya sebagai pengusaha dingin.

Arkan berbalik, langkahnya sangat cepat menuju lounge utama di mana kerumunan penumpang sedang berkumpul.

Kehadirannya yang tiba-tiba dengan aura yang sangat gelap membuat seluruh ruangan seketika hening.

"Perhatian semuanya!" suara Arkan menggelegar, memenuhi setiap sudut ruangan.

Ia berdiri di tengah panggung kecil, mengeluarkan sebuah map kulit dari balik jasnya.

Dengan tangan yang kokoh, ia menunjukkan sebuah dokumen resmi di bawah lampu aula yang terang.

"Saya mendengar bisikan-bisikan sampah kalian sejak tadi. Biar saya luruskan satu hal agar tidak ada lagi mulut kotor yang menghina wanita itu," ucap Arkan dengan nada rendah namun mematikan.

"Wanita yang kalian sebut simpanan itu, dia bukan anak asuh saya, bukan juga sekadar teman jalan saya."

Arkan membuka dokumen itu lebar-lebar ke arah kerumunan.

"Dia adalah Gladis Maulana, istri sah saya. Ini adalah surat pernikahan kami yang resmi secara hukum dan agama. Siapa pun yang berani menghinanya lagi, berarti sedang menantang saya secara pribadi. Dan kalian tahu apa yang bisa saya lakukan pada orang yang mengusik keluarga saya."

Seketika, suasana menjadi sangat senyap. Gita yang berdiri di barisan depan langsung lemas, ponselnya hampir jatuh dari genggamannya.

Para wanita sosialita yang tadi paling keras bergosip kini tertunduk pucat, menyadari bahwa mereka baru saja menghina "Ratu" dari pemilik kapal yang mereka tumpangi.

Sementara itu di dalam kabin, Gladis yang masih terduduk di lantai tertegun.

Ia mendengar setiap kata yang diucapkan Arkan melalui HT (Handy Talky) yang tertinggal di atas meja nakas dan masih dalam keadaan menyala.

Tangisnya berhenti, berganti dengan rasa hangat yang menjalar di seluruh dadanya.

Ia tidak menyangka Arkan akan mengorbankan privasinya dan mengumumkan hubungan mereka di depan ribuan orang hanya untuk melindunginya.

"Istri..." bisik Gladis pelan, sambil menyentuh dadanya yang berdegup kencang.

Untuk pertama kalinya, sebutan itu tidak terasa seperti beban, melainkan seperti sebuah kebanggaan.

Gemuruh tepuk tangan meledak di seluruh penjuru lounge utama.

Gerald, Vita, dan para kru kapal berdiri tegak dengan mata berbinar bangga melihat keberanian Kapten mereka.

Bukan hanya pengakuan status, tapi Arkan baru saja membuktikan bahwa ia adalah pelindung sejati bagi wanita yang dicintainya.

"Jemput istrimu, Kapten!" seru Gerald dengan suara lantang, memberikan dorongan semangat yang dibalas Arkan dengan anggukan mantap.

Arkan tidak membuang waktu dan langsung berlari kecil menyusuri lorong, mengabaikan tatapan takjub para penumpang yang kini menatapnya dengan penuh rasa hormat.

Begitu pintu kabin terbuka, Arkan mendapati Gladis sudah berdiri tepat di hadapannya.

Mata Gladis masih sedikit sembap, namun binar haru terpancar jelas di sana.

Arkan menutup pintu dengan sekali sentakan kuat, menguncinya rapat dari dalam, memutus segala kebisingan dari dunia luar.

Tanpa berkata-kata, Arkan langsung merengkuh pinggang Gladis, menariknya begitu rapat hingga napas mereka beradu.

Detik berikutnya, ia menyatukan bibirnya dengan bibir Gladis dalam sebuah ciuman yang dalam, menuntut, sekaligus penuh dengan rasa syukur.

Ciuman itu bukan lagi sekadar formalitas, melainkan curahan emosi yang selama ini terpendam.

Gladis yang kini sepenuhnya luluh, melingkarkan tangannya di leher Arkan membalas ciuman suaminya dengan intensitas yang sama.

Rasa takut dan keraguan telah menguap, digantikan oleh gairah yang membara di antara mereka berdua.

Arkan melepaskan seragam kepemimpinannya dengan terburu-buru dan menaruhnya di kursi, diikuti dengan gaun biru safir yang baru saja dibelikannya untuk Gladis.

Di bawah cahaya sore yang keemasan yang menembus jendela kabin, mereka menyatu di atas tempat tidur besar yang kini menjadi saksi bisu puncak penyatuan cinta mereka.

Sore itu di tengah samudera yang luas, tak ada lagi sebutan nakhoda dan tawanan, tak ada lagi ayah tiri dan anak asuh. Yang ada hanyalah sepasang suami istri yang saling memiliki sepenuhnya.

Suara desahan napas dan bisikan cinta mereka memenuhi setiap sudut kabin, menenggelamkan deru mesin kapal di luar sana.

Gladis mencengkram erat punggung suaminya yang sedang berada di atas tubuhnya

Arkan membuktikan kata-katanya, bahwa di atas kapal ini, dialah hukumnya dan Gladis adalah satu-satunya pelabuhan tempatnya berlabuh.

1
Ariany Sudjana
wah mantap ini Gladys 😄 cocok jadi pasangan hidup Arkan
Ita Putri
seruuuu
lanjut💪💪
Ariany Sudjana
bagus Gladys kamu harus tegas, jangan biarkan pelakor murahan seperti Angela merusak rumah tangga kamu dengan Arkan
Ariany Sudjana
sedih lihat perjuangan Gladys sampai segitunya demi menyelamatkan suami tercinta
Ariany Sudjana
ini kenap sih ada pelakor datang? Gladys yang berjuang menyelamatkan Arkan di pulau, malah dipeluk pelakor, dan orang tua Arkan juga diam, jangan-jangan Arkan sudah dijodohkan dengan perempuan ga jelas itu
Ariany Sudjana
Suka dengan karakter Gladys, tidak peduli dengan semua halangan, dia hadapi demi menyelamatkan suami tercinta, walaupun awalnya mereka berdua menikah karena terpaksa
Ariany Sudjana
Alex harus dihukum berat, jangan biarkan dia lolos
Ariany Sudjana
semoga Arkan dan Gladys lekas ditemukan dengan kondisi selamat dan sehat. semangat juang Gladys luar biasa, tidak ada sosok manja, semua dilakukan demi keselamatan suami tercinta
Ariany Sudjana
semoga Arkan bisa diselamatkan dan bisa sadar kembali dan kembali sehat, jangan tinggalkan Gladys
Ariany Sudjana
bagus Arkan, jangan biarkan Gladys hancur karena omongan julid dari orang yang ingin menghancurkan rumah tangga kalian
Ariany Sudjana
tetap waspada yah Arkan dan Gladys, jangan biarkan Alex atau siapapun menghancurkan rumah tangga kamu kalian
Ita Putri
sweet banget gk sih mereka berdua 🥰
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Gladys sudah tahu kejadian sebenarnya, dan jangan pernah meragukan suami kamu untuk melindungi kamu Gladys
my name is pho: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
Gladys kamu jangan bodoh, jangan mudah emosi, Arkan itu kapten kapal, dan dia harus menjaga wibawanya di depan seluruh penumpang. dan lagi, jangan karena kamu istrinya, Arkan harus percaya begitu saja, tidak seperti itu. bukti paling kuat CCTV, dan jika bukti itu keluar, nama kamu bisa dibersihkan. ingat Gladys, Alex dan antek-anteknya ada di sekeliling kamu, segala cara akan dilakukan untuk menjatuhkan kamu dan Arkan
Ariany Sudjana
bukannya seram Gladys, tapi itu cara Arkan untuk melindungi kamu selaku istrinya
Ita Putri
alur cerita seru gk bertele tele
karakter tokohnya sama sama menonjol
ceritanya bagus banget
my name is pho: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Ita Putri
semangatnya outhor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!